Kamis, 21 Mei 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Tazkiyatun Nafs

by A. Burhany
26/03/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Tazkiyatun Nafs - Arsip

rekaman raqib dan atid

Di teras sebuah rumah klasik bergaya victoria duduk seorang bapak sepuh, sepertinya sedang menunggu.

Tidak nampak kegundahan di wajahnya, apakah yang ditunggunya akan datang atau tidak. Bapak sepuh duduk tenang di kursi teras dari anyaman rotan. Teras, kursi, dan rumah yang sebentar lagi akan ditinggalkannya, setelah semua anggota keluarga mendahului. Suka rela pekan lalu daftarkan dirinya di sebuah panti jompo hingga waktunya tiba.

Di usia menjelang 90 tahun, hampir semua kenyataan hidup telah ditemuinya.

Sebuah mobil van masuk ke halaman rumahnya, seorang pemuda turun dan menyalaminya. “Kita berangkat sekarang pak?” Kata pemuda tadi. Dia petugas panti yang akan menjemputnya.

“Duduklah dulu, banyak hal tanpa dikejar tetap akan ditemui.” Jawabnya sembari tersenyum.

“Termasuk tinggalkan rumah ini. Maaf sudah mengucapkan kalimat barusan, tapi kita harus cepat-cepat ke panti jompo. Selain bapak ada seorang lagi yang akan masuk panti hari ini. Hanya ada 3 kamar kosong. Karena bapak lebih dulu mendaftar, bapak berhak duluan memilih kamar yang bapak rasa paling nyaman.”

“Memangnya kamar di sana berkelas-kelas?”

“Semua fasilitas kamar berstandar sama. Saya hanya ingin memastikan bapak mendapatkan kamar yang bapak nyaman di dalamnya. Seperti di hotel meski setiap kamar isinya sama, namun ada kamar yang membuat kita lebih nyaman dibanding kamar lain.”

“Di kamar manapun aku akan nyaman dan bahagia.”

“Saya sudah mengantar puluhan sepuh untuk memilih kamar mereka sendiri, dan tetap protes setelah mendiami kamar pilihannya sendiri.”

“Padahal kebahagiaan bisa diputuskan dari sekarang, tanpa melihat-lihat kamar.”

“Bisa begitu?”

“Bila kebahagiaanmu ditentukan oleh apa yang harus kau tinggalkan dan apa yang harus kau terima, kebahagiaan tidak pernah kau jangkau ‘Nak.”

“Apapun itu?”

“Apapun itu. Menjadi petani garam yang menyesali hujan turun sebelum menutupi jemuran garamnya atau menjadi kodok yang bernyanyi bahagia oleh hujan, bisa kau putuskan jauh sebelum turun hujan.”

***

Kisah di atas salah satu dari beberapa kisah penuh hikmah dari buku berjudul “Tazkiyatun Nafs”. Mungkin berbeda dengan teks aslinya, semoga masih berkonteks sama.

Barusan gugling “Tazkiyatun Nafs” artinya menyucikan jiwa, menyucikan nafsu.

BACA JUGA:

Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

Vaatu dan Raava

Kecerdasan Buatan Tanpa Muatan Kepentingan Bisa Lebih Cerdas Dari Yang Membuatnya

Selamat Jalan Buya Kamba

Punggung Baginda Nabi Muhammad SAW.

Berbeda dengan kitab “Tazkiyatun Nafs” formal yang kukenal sebelumnya, tentang tata cara dan ritual pembersihan diri. Buku foto kopian yang kubaca sambil menunggu hujan reda setelah ashar di masjid yang dibangun seorang jenderal purnawirawan, berisi kumpulan kisah hikmah dan pengalaman tentang menyucikan jiwa. Hanya sempat kubaca sampai halaman 48, hujan reda dan harus kembali berjalan.

Satu dari banyak hikmah di hari Jum’at penuh berkah kemarin, selain ceramah khatib jum’at yang mencerahkan tentang kesalehan ritual (formal) yang mestinya tidak berjarak dengan kesalehan sosial. Persis seperti dua versi buku tentang ‘Tazkiyatun Nafs’ yang saling melengkapi. Tentang kesalehan ritual yang –salah satu tolok ukurnya– harus diikuti dengan kesalehan sosial.

Tentang kesalehan ritual dan kesalehan sosial yang tidak boleh terpisah dan berjarak sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Seorang sufi pernah menyatakan ‘kecemburuannya’ pada Rasulullah SAW. “Andai aku diberikan kesempatan oleh Allah untuk menemui-Nya langsung seperti saat mi’rajnya Rasulullah. Sungguh, tak mau aku kembali, Ingin tetap bersama-Nya di sana, toh Muhammad SAW. tetap kembali menemui umatnya.” Setelah menemui-Nya melalui kesalehan ritual, Rasulullah SAW. kembali menemui-Nya yang meliputi segalanya.

Tags: Tazkiyatun NafsTepekur
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Tazkiyatun Nafs - Featured

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Tazkiyatun Nafs - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Tazkiyatun Nafs - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Tazkiyatun Nafs - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Tazkiyatun Nafs - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Tazkiyatun Nafs - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Tazkiyatun Nafs - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Tazkiyatun Nafs - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Tazkiyatun Nafs - Featured

    Dekranasda Kota Makassar Meriahkan Parade Budaya di Solo dengan Pesona Kuliner

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Daftar Rumah Sakit dan Bidan Penerima Vaksin Palsu

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Simak Petunjuk BNPB Saat Puting Beliung

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Tantangan dalam Membangun Smart City: Antara Teknologi dan Realita

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • NIKKOR Z 35mm f/1.4: Cahaya Berlimpah dengan Harga Terjangkau

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Review Samsung Galaxy S20 FE, Lebih Murah dari Galaxy S20

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Pocari Sweat Run Edisi 10 Tahun Ukir Sejarah Baru

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Telemedicine: Masa Depan Layanan Kesehatan di Era Digital

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Pelindo IV Gelar Jalan Sehat Dan Nonton Bareng

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dani Olmo: Pahlawan Spanyol yang Menggagalkan Gol Inggris di Menit 90

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Tazkiyatun Nafs - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Tazkiyatun Nafs - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Tazkiyatun Nafs - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.