Minggu, 13 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2020

Selamat Jalan Buya Kamba

by A. Burhany
21/06/2020
in Arsip 2020, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Buya Kamba-1

Belakangan baru tahu kalau almarhum Buya Kamba kampungnya di Minang, jauh setelah merasa akrab dengan tauziah dan esai-esai mendiang di internet. Baik dari saluran video resmi Maiyah, atau tulisannya di caknun.com keduanya memiliki ciri yang sama, terlihat sebesar kelereng sebelum dinikmati.

Namun, setelah terhidang luasnya menyelimuti cakrawala pembaca dan pendengarnya. Butuh semalaman sebelum mulai menulis ucapan selamat jalan ini yang semoga makin melapangkan sudut pandang, seperti keinginan mendiang lewat karya-karyanya.

Mendiang yang setia berdua Cak Nun membangun kesadaran umat muslim di Indonesia lewat Maiyahan, yang sebenarnya, Maiyah adalah ikhtiar membangun kesadaran umat manusia di tengah serbuan berlapis-lapis ketidaksadaran. Menjaga ruang pertemuan bagi mereka yang berkesadaran sama. Pertama kali menyadari, akhirnya, kami ternyata tengah berbincang dalam ruang kesadaran yang tidak mampu disusupi ketidaksadaran dengan beraneka kepentingan, ketika membaca esainya yang begitu ringkas.

“Jika kita mengenali peran diri, maka akan merestui pilihan-pilihan hidup kita. Mungkin kita bersungguh-sungguh memainkan peran hidup yang kita pilih karena memenuhi hasrat dan keinginan kita. Tapi sungguh mengecewakan jika kemudian pilihan hidup tidak memenuhi hasrat dan tidak sesuai dengan keinginan. Nah, apakah sesungguhnya peran yang menentukan pilihan atau pilihan yang menentukan peran? Kalau peran yang menentukan pilihan, maka takdir menentukan nasib. Jika pilihan yang menentukan peran, maka nasib menentukan takdir.”

Tulisan mendiang dimuat pada tanggal 31 Januari 2020 di caknun.com, hampir bersamaan selesainya satu adegan dialog dalam tulisan semi fiksi. Berpesan sama dengan esai mendiang Buya Kamba, tetapi kami belum mampu tanpa berpanjang lebar.

“Coba Bapak ikut pemilihan Walikota mengusung slogan kampanye Makassarku Tangkasa’, saya anak pejabat sekarang.” Seloroh Baso.

Sebelum pensiun, bapaknya berulang kali ditawari posisi basah. Kepala dinas, dirjen, sampai wakil rakyat di daerah dan pusat. Semua ia tolak.

“Mendiang ibumu tidak setuju. Kenapa bukan kau saja? Terlalu lama sesepuh bangsa seperti Bapak merasa paling tahu dan berhak atas masa depan bangsa, yang belum tentu sempat kami alami, yang sebenarnya hak dan kewajiban kalian para pemuda.”

“Banyak cara membangun kota, negeri ini hingga peradaban dunia. Jabatan wali kota, gubernur, presiden, dan lain-lain hanya sebagian kecil posisi dan fungsi, dari banyak struktur dengan fungsi serupa walau tanpa panggung, sorot lampu, kamera, dan tanpa bandar sponsor. Setelah biaya super besar yang dibutuhkan untuk berdiri di atas panggung politik, selanjutnya ada ongkos mengurusi panggung politik. Biaya bukan hanya uang, termasuk nyawa orang, hajat hidup dan kesejahteraan orang banyak, belum intrik dan drama politik yang tidak ada saat sepakat membuat struktur politik, demi kesejahteraan rakyat. Mereka yang memandang kekuasaan politik syarat menyejahterakan rakyat akan menjadikan kekuasaan sebagai cita-cita dan tujuan. Mereka yang benar-benar ingin membuat perubahan ke arah lebih baik tidak akan mensyaratkan posisi dan jabatan tertentu sebelum berbuat, karena mencita-citakan keadaan bukan jabatan. Kalaupun akhirnya menjabat, dipandang pelengkap menuntaskan cita-cita dan harapan.

Dulu mendiang Ibu tidak setuju saya masuk fakultas hukum. Bercita-cita menjadi praktisi hukum. Kata ibu, dari hakim, jaksa, pengacara, notaris, sampai polisi semua mulia, tetapi menjadikan profesi sebagai cita-cita, sama saja membatasi medan perjuangan menegakkan keadilan. Menurut Ibu, seharusnya cita-citaku menegakkan keadilan agar bisa lewat semua profesi. Begitu juga menjadi wali kota, gubernur, menteri, wakil rakyat sampai presiden seharusnya bukan cita-cita. Manfaat dari fungsi profesi dan jabatan tersebut yang seharusnya menjadi cita-cita.”

“Kekasihku merumitkan sesuatu untuk menyederhanakan. Perspektif ibumu kalau dipakai umat beragama memandang cita-cita dan tujuan memeluk agama masing-masing, alangkah damai dunia. Beragama karena ingin mengenal kebenaran bukan karena ingin dibenarkan. Orang tidak lagi mengedepankan agama masing-masing sebagai yang terbenar, karena akhirnya hanya Tuhan yang tahu setelah mati, tanpa kehilangan akidah masing-masing. Semua sibuk membagikan tanpa syarat kebaikan dan manfaat yang ia cita-citakan dengan agamanya, dan karena semua agama kepingin umatnya masuk surga, maka umat beragama berlomba-lomba membuat surga di bumi.”

Bapaknya yang menanggapi dari perspektif lebih luas pandangan mendiang istrinya, membuat Baso tersadar, betapa sepi malam-malamnya kini tanpa kawan yang saling memahami perasaan dan pikiran.

***

“Izinkan aku mati setelah mengenal-Mu Tuhan, bisiknya dalam doa. Dan sejak mengenal Tuhan, ia tak pernah mati.” – Jalaluddin Rumi.

Sabtu pagi (20/6), jenazah Syeikh Nursamad Kamba disemayamkan di rumah duka, di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jemaah Maiyah dilaporkan berdatangan takziyah di rumah duka, membacakan tahlil, doa dan surat yasin di samping jenazah. Jenazah dimakamkan Sabtu sore di TPU Kampung Rambutan.

Sebagai informasi, Nursamad Kamba telah menulis sejumlah buku terutama di bidang, Tasawuf. Buku pertamanya adalah terjemahan Indonesia-Arab berjudul ‘Fatawa Majlis Al-Ulama Indunisi yang diterbitkan oleh CENSIS pada 1996.

Dia juga sempat berkolaborasi dengan Sujiwo Tejo untuk menyelesaikan bukunya yang berjudul Tuhan Maha Asyik 2.

Mengutip hadits riwayat Muslim no.2392, Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”

Kini Buya telah dimerdekakan Tuhan dari penjara duniawi, berpulang menuju yang Sejati. Selamat jalan syekh, berbahagialah di sisi Kekasihmu.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Selamat Jalan, Pak Umar

Antasari Azhar dan Gema Palu Hakim yang Tak Pernah Padam

Paus Fransiskus, “World’s Parish Priest”, Wafat

Duka Mendalam: Liam Payne Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Balkon di Argentina

Innalillahi, Priya Prayogha Pratama, S.Sos. (5 Juni 1989 – 9 April 2024) wafat

Tags: Buya KambaObituariTepekur
Share7Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Blackout Sumatera 22 Mei 2026: Akar Masalah Teknis Transmisi dan Misteri Suara Helikopter Sebelum Gelap

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Antrean BBM Makassar Tak Mereda: Long Lines, Pemicu Kemacetan, dan Respons Setengah Hati

    976 shares
    Share 388 Tweet 242
  • BREAKING NEWS: 8 Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak Pasca Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • DPRD Sulsel Mendesak Pertamina Stabilisasi Pasokan BBM & Elpiji di Tengah Antrean Panjang Makassar

    935 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Cara Cek Bansos Beras 30 Kg Tahap 2 2026: Panduan Lengkap Desil, Jadwal Cair, dan Cara Ambil

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Polda Sulsel Bergerak: Selidiki Kelangkaan BBM Subsidi, Tak Ada Ampun untuk Penimbun

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.