Senin, 31 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Selamat Jalan, Pak Umar

by A. Burhany
23/03/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Pak Umar Shihab wafat pada Jumat, 20 Maret 2026—hari ke-30 Ramadan 1447 H. Hari Jumat. Bulan Ramadan. Akhir bulan yang paling mulia. Orang-orang yang mengenalnya mengatakan itu adalah tanda. Saya yang mengenalnya, meski dari jarak yang tidak selalu dekat, percaya itu bukan kebetulan.

Beliau pergi pada usia 86 tahun. Tapi yang saya ingat bukan angkanya—yang saya ingat adalah tawa beliau yang meledak berbarengan dengan tawa Tante Cici, di meja makan di rumah Jalan Batu Putih Makassar, suatu sore di antara tahun 1989 dan 1991.


Antara tahun-tahun itu, rumah Pak Umar sudah seperti rumah kami juga. Kami berkawan akrab dengan ketiga anaknya—terutama Adi Iktimal, putra sulung beliau yang seumuran dengan kami.

Kami datang dan pergi dengan bebas, seperti yang hanya bisa terjadi di rumah orang-orang yang memang terbuka pintunya—bukan hanya secara harfiah, tapi secara jiwa.

Di meja makan itulah saya mengenal Pak Umar yang sesungguhnya. Bukan sebagai cendekiawan, bukan sebagai pejabat kampus, bukan sebagai tokoh MUI yang namanya akan tercetak di koran-koran nanti.

Namun sebagai suami yang tertawa berbarengan dengan istrinya saat bernostalgia, sebagai tuan rumah yang membuat anak-anak muda merasa betah, sebagai orang yang kebaikannya tidak perlu diumumkan karena ia hidup di dalam gestur-gestur kecil yang tidak bisa dipalsukan.


Tante Cici—almarhumah, istri beliau—setiap habis makan suka menceritakan masa-masa ketika mereka tinggal sehotel dengan kedua orang tua kami, di Hotel Siswa Makassar tahun 1960-an. Mereka semua pendatang baru, terikat ikatan dinas untuk mengembangkan IAIN Alauddin, menunggu penempatan sambil mencari tempat tinggal permanen.

Suatu sore, sambil mengupas apel untuk kami makan sebagai pencuci mulut, Tante Cici bercerita:

“Kalau ada Mamamu di hotel, kita semua yang pendatang baru merasa aman.”

“Kenapa bisa, Tante?” tanya saya penasaran.

Pak Umar dan Tante Cici tertawa berbarengan. “Makassar waktu itu masih banyak gerombolan dan preman. Kalau kami pergi mengajar dan Mamamu ada di rumah, tidak perlu khawatir. Tidak ada penjahat yang berani mendekat. Mamamu tidak segan mengusir mereka dengan balok kayu palang pintu.”

Saya pulang malam itu membawa tawa itu di dalam dada—dan juga sesuatu yang lebih berat: rasa syukur bahwa dua keluarga yang tidak saling memilih bisa saling menopang dengan cara yang sederhana dan nyata seperti itu.


Ada satu momen lain yang selalu saya ingat—momen yang kecil secara duniawi tapi besar secara karakter.

Ketika Pak Umar menjabat Wakil Rektor I dan ayah kami Wakil Rektor II di IAIN Alauddin, entah bagaimana pihak kampus mengatur pembagian mobil dinas. Ayah kami mendapat sedan Toyota Corolla Twin Cam 1600. Pak Umar mendapat Kijang Super.

Suatu hari, saat saya sedang memutar keping CD Rick Astley di kamar Adi, Pak Umar masuk dan berkata santai:

“An, bilang sama Papamu—saya mau tukaran. Sedan dengan kijang. Kau banyak bersaudara, kami di sini cuma berlima.”

Sesampai di rumah, pesan itu saya sampaikan ke ayah.

“Ah! Ternyata Pak Umar sudah tahu isi hatiku,” jawab ayah, sambil tersenyum.

BACA JUGA:

Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat

TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata

Palu Keadilan yang Mengorbankan Pahlawan: Tragedi Abdul Muis dan Gagalnya Hati Nurani dalam Sistem Hukum Kita

Antasari Azhar dan Gema Palu Hakim yang Tak Pernah Padam

Dua orang yang tidak perlu berunding panjang untuk saling memberi ruang. Dua orang yang kebaikannya tidak saling menunggu untuk dimulai.


Dan ada satu momen Ramadan yang tidak pernah saya lupakan.

Pernah sekali waktu, salat tarawih berjamaah di rumah beliau. Pak Umar yang menjadi imam. Doanya panjang, banyak, dan selalu dimulai dengan “Allahumma…”—saya mengaminkan tanpa tahu sepenuhnya apa yang sedang saya aminkan.

Usai salat, saya bertanya. Dengan sabar beliau menjelaskan satu per satu. Dan menutup penjelasannya dengan satu wasiat Baginda Nabi SAW.:

“Doa terbaik adalah rasa syukur. Karena dengan bersyukur, nikmat yang kita syukuri akan ditambah, bahkan tanpa meminta.”

Saya membawa kalimat itu pulang. Dan ternyata, tanpa saya sadari, saya masih membawanya hingga hari ini.


Prof. Dr. H. Umar Shihab lahir pada 2 Juli 1939 di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Kakak kandung dari Prof. Dr. M. Quraish Shihab. Mantan Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI. Anggota Pembina Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia. Ulama, cendekiawan, penggerak persaudaraan.

Tapi bagi saya, ia adalah orang yang tahu isi hati tetangganya sebelum diminta. Yang mengupas apel untuk anak-anak muda yang bukan anaknya. Yang doanya panjang di malam Ramadan, dan dengan sabar menjelaskan artinya satu per satu.

Orang baik. Baik sekali.


Setelah sekeluarga pindah ke Jakarta, hampir tidak ada kontak lagi—baik dengan putranya maupun dengan beliau. Kunjungan terakhir ke rumah Batu Putih adalah saat Tante Cici berpulang. Dan ada satu ikhtiar yang pernah kami niatkan untuk menjadi bagian dari keluarga besar beliau—namun Allah Ta’ala, melalui mendiang ibu kami, menakdirkan tidak.

Takdir yang kini saya baca ulang dengan cara yang berbeda: mungkin kami memang tidak ditakdirkan menjadi keluarga. Kami hanya ditakdirkan untuk menjadi saksi—bahwa ada orang-orang seperti Pak Umar yang lewat dalam hidup kita, meninggalkan sesuatu yang tidak ikut pergi bersama kepergiannya.


Pak Umar pergi di hari yang paling baik, di bulan yang paling mulia, pada usia yang panjang dan penuh.

Kami bersaksi: beliau orang baik. Dan beliau membaikkan sesama.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Al-Fatihah.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: esaiObituariUmar Shihab
Share14Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

Selamat Jalan, Pak Umar - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Selamat Jalan, Pak Umar - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Selamat Jalan, Pak Umar - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Selamat Jalan, Pak Umar - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Selamat Jalan, Pak Umar - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Selamat Jalan, Pak Umar - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Selamat Jalan, Pak Umar - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Selamat Jalan, Pak Umar - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Vivo T5 5G Meluncur 2 September 2026 di India: Kombinasi Baterai Raksasa dan Desain Tipis

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • 5 Gaya Rambut Pria untuk Jidat Lebar: Auto Ganteng & Pede

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Karhutla Kalimantan Makin Parah: Desakan Penindakan 72 Tersangka dan Puluhan Perusahaan, Presiden Tinjau Langsung

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Miliarder K-Pop: Intip Kekayaan Bersih Anggota BLACKPINK di Tahun 2026!

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Akun Media Sosial CEO Google Dibobol Hacker OurMine

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.