Sabtu, 4 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

by A. Burhany
18/03/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
utama-29

Tadi malam saya berdiri cukup lama di tepi jalan depan sebuah warung kopi.

Bukan karena ada sesuatu yang menarik di luar sana. Justru karena tidak ada apa-apa yang istimewa—jalanan biasa, orang-orang bergerak seperti biasa, langit yang biasa.

Dan saya menyadari bahwa besok, saya akan kembali menjadi bagian dari semua yang “biasa” itu. Makan di siang hari. Minum kapan saja mau. Tidak ada lagi lapar yang mengetuk dari dalam.

Saya tidak sepenuhnya siap. Dan saya rasa itu pertanda baik.

World Cup 2026

Bayangkan hujan lebat yang turun selama tiga puluh hari. Tanah yang retak mulai menutup. Benih yang tertidur mulai pecah.

Debu di dedaunan tersapu bersih. Tapi keindahan sejati dari hujan bukan saat ia sedang turun dengan riuhnya—keindahannya ada pada kelembapan yang tertinggal setelah ia berhenti. Pada cadangan air di dalam tanah. Pada tunas yang mulai berani menatap langit.

Hari ini kita sedang menuai hujan. Bukan mengalaminya lagi—menuainya.

Pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak rakaat yang kita tegakkan. Pertanyaannya adalah: residu apa yang tersisa di dasar hati kita setelah sebulan penyaringan ini?

Saya duduk dengan pertanyaan itu tadi pagi. Dan saya tidak selalu menyukai apa yang saya temukan.

Ada residu yang saya harap ada tapi belum yakin: kepekaan yang tajam. Apakah besok, saat saya sudah boleh makan dan minum di siang hari, saya akan tetap peduli pada guru honorer yang saya lihat di pinggiran kota itu?

World Cup 2026

Atau kepedulian itu akan menguap bersama berakhirnya suasana Ramadan—seperti parfum yang hanya tercium selama musim tertentu?

Ada residu yang ingin saya percaya sudah tertanam: integritas sunyi. Bahwa di ruang-ruang tanpa saksi, saat tidak ada lagi aturan puasa yang menjaga, pilihan-pilihan saya tetap sama.

Tetapi saya juga tahu—dari pengakuan-pengakuan yang sudah saya bagi sepanjang dua puluh sembilan hari ini—bahwa saya pernah gagal menjaga itu. Lebih dari sekali.

Dan ada residu yang saya takutkan: kelelahan yang sia-sia. Bahwa yang tersisa hanyalah memori tentang perut yang perih, dan bukan perubahan yang nyata pada cara saya memperlakukan orang lain.

Ramadan bukan dirancang untuk menjadikan kita orang suci selama satu bulan, lalu manusia mekanis di sebelas bulan berikutnya. Ia adalah laboratorium.

Dan seperti semua laboratorium yang baik, hasilnya tidak terasa di dalam lab—hasilnya terasa saat kita membawa temuan itu keluar ke dunia nyata.

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa - image 3

Besok kita kembali ke pasar, ke kantor, ke jalanan. Di sana integritas kita akan diuji tanpa bantuan lapar. Di sana kesabaran kita akan ditantang tanpa suasana masjid yang teduh. Di sana gema takbir akan perlahan digantikan oleh notifikasi dan rapat dan tagihan dan semua kebisingan yang sudah lama menunggu.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

Pertanyaannya bukan apakah kita akan menghadapi itu semua. Kita pasti akan.

Pertanyaannya adalah: endapan apa dari dua puluh sembilan hari ini yang akan kita bawa masuk ke sana?

Satu hari lagi.

Saya tidak tahu bagaimana Anda merasakannya. Tapi bagi saya, malam ini adalah malam untuk duduk diam sebentar—bukan dengan daftar amalan yang belum sempat dikerjakan, tapi dengan pertanyaan yang paling sederhana dan paling berat sekaligus:

Jika ya—sekecil apa pun—maka hujan ini sudah menuai sesuatu yang nyata.

Satu hari lagi. Saya rasa itu cukup untuk satu malam yang jujur.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: Akhir Ramadanberbuka puasaesai penutup puasa 2026esai RamadanEsai Ramadan 2026integritas sunyikembali ke rutinitas setelah lebaranmakna akhir ramadan residu puasamakna niat puasamenuai hujan ramadanMuhasabah 29 Ramadanniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026ramadan sebagai laboratoriumrefleksi hari ke 29 puasaResidu Puasaspiritualitas puasa
Share24Tweet15Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
utama-26

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Tiga Pelajar Unggulan Dinobatkan Duta Baca Pelajar Makassar 2026: Menggerakkan Literasi di Jantung Sulawesi Selatan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Anggaran Rp 30 Juta per Orang untuk Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Hasanuddin Usulkan Penghapusan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Tren Makeup dan Skincare Gen Z yang Wajib Kamu Tahu

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • GitHub Copilot Workspace: Bukan Sekadar AI Pair Programmer, Tapi Revolusi Kolaborasi Kode Otonom

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026: Skema Baru dan Ketentuan Penting untuk Pedagang Online Indonesia

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan Ribuan Jiwa: Pelajaran Kesiapsiagaan Global dan Tantangan Bantuan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Tragedi Latsarmil KDMP: Mengapa Bisnis Modern Butuh Adaptasi, Bukan Struktur Komando Militer

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.