Sabtu, 8 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

by A. Burhany
16/03/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
utama-27

Saya tidak menyangka akan merasa seperti ini.

Dua puluh tujuh hari lalu, saya menghitung hari-hari puasa yang masih tersisa dengan perasaan yang jujurnya campur aduk—semangat, tapi juga sedikit berat membayangkan perjalanan panjang di depan.

Kini, dengan hanya beberapa hari tersisa, saya justru menghitung ke arah yang berlawanan. Dan ada sesuatu di dada yang tidak sepenuhnya bisa saya namai.

Bukan kesedihan biasa.


Secara logika, seharusnya kita bersorak. Tenggorokan tidak akan lagi terasa seperti gurun. Meja makan akan kembali riuh di siang hari. Beban itu akan diangkat.

Tapi mengapa justru ada air mata yang jatuh?

Saya pikir—dan ini baru saya sadari benar-benar malam ini—kita menangis bukan karena tidak puas beribadah. Kita menangis karena kita baru menyadari betapa buruknya kita sebagai tuan rumah.


Ramadan datang sebagai tamu. Tapi ia tidak meminta dilayani. Ia justru yang datang membawa oleh-oleh—pengampunan, ketenangan, kejernihan yang tidak bisa kita beli sendiri.

Ia masuk ke rumah kita yang berantakan oleh ambisi dan keserakahan dan dosa-dosa yang kita normalisasi, lalu ia menyapu lantainya, membersihkan jendelanya, menyalakan lampu di sudut-sudut yang sudah lama gelap.

Sang Tamu yang memuliakan tuan rumah. Bukan sebaliknya.


Di antara semua oleh-oleh yang ia bawa, ada satu yang paling misterius dan paling dicari: malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Lailatulkadar.

Kita sudah membicarakannya—tentang malam-malam ganjil, tentang peluang yang menjadi dua kali lipat karena perbedaan hisab dan rukyat, tentang embun di ujung daun yang enggan jatuh hingga matahari terbit. Tapi di malam ke-27 ini, saya ingin melihatnya dari sudut yang berbeda.

Lailatulkadar bukan hanya tentang mendapatkan malam yang tepat. Ia tentang menjadi orang yang layak menerimanya—orang yang sudah cukup dikosongkan oleh lapar, cukup digosok oleh muhasabah, cukup dilembutkan oleh perjumpaan dengan wajah-wajah asing dan guru honorer dan percakapan yang jujur. Orang yang tidak lagi datang dengan daftar permintaan, tapi dengan tangan yang terbuka.

Dapat atau tidak, dengan tanda alam atau tanpa tanda—mereka yang benar-benar bertemu dengan malam itu tidak pulang dengan piala. Mereka pulang dengan ketenangan. Ketenangan orang yang sudah berhenti berdebat dengan takdirnya sendiri.


Dan sekarang Sang Tamu sudah berdiri di ambang pintu. Sudah mengenakan sepatunya.

Saya teringat perjalanan dua puluh tujuh hari ini—warung sari laut di kota kecil yang asing, guru honorer yang menunggu azan dengan wajah tenang, percakapan dengan anak yang belum lahir di tahun 2009, loket zakat dan kalkulator yang dibuka tutup berkali-kali.

Semua itu terjadi karena ada tamu di rumah yang memaksa saya untuk tidak bisa berpura-pura seperti biasa.


Tanpa “gangguan” fisik dari puasa, saya tahu saya berisiko kembali menjadi manusia mekanis. Kembali menjadi tuhan kecil yang merasa memiliki segalanya. Kembali sibuk dengan gawai dan pasar dan margin keuntungan—tanpa ada lapar yang mengetuk pintu dan mengingatkan saya bahwa saya hanya manusia.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Itulah yang saya takutkan kehilangan. Bukan puasanya.


Tapi mungkin itulah justru pesan terakhir Sang Tamu sebelum ia menghilang di balik tikungan waktu:

“Aku pergi agar kau bisa mempraktikkan apa yang telah kuajarkan. Kemuliaan yang kuberikan padamu, jangan lepaskan bersama perpisahan ini.”


Malam ini, biarkan air mata itu mengalir jika ia mau mengalir. Biarkan ia menjadi bilasan terakhir bagi sisa-sisa kotoran di pakaian jiwa yang sudah kita cuci bersama selama dua puluh tujuh hari ini.

Jika Anda merasa rindu, itu tanda bahwa Anda sudah benar-benar bertemu. Jika Anda merasa kehilangan, itu tanda bahwa Sang Tamu berhasil meninggalkan jejak di hati Anda—dan jejak itu tidak ikut pergi bersamanya.

Yang kita anggap beban selama ini, ternyata adalah sayap.

Selamat bersiap berpisah dengan Sang Tamu yang Agung. Semoga kita adalah tuan rumah yang layak untuk dirindukan kembali olehnya di tahun depan.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaesai menjelang idul fitri 2026esai RamadanEsai Ramadan 2026kembali menjadi manusia mekanismakna niat puasamakna perpisahan ramadanMalam 27 RamadanMuhasabah Akhir Puasaniat puasa RamadanPerpisahan RamadanRamadanRamadan 2026ramadan sebagai tamu agungrefleksi malam 27 puasasedih ditinggal ramadanspiritualitas puasaTamu Agungtangisan akhir ramadan
Share19Tweet12Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • “Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Usai Dilantik, Mahyudin Pantau Langsung War Room Kota Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Makassar Kembali Jadi Pilot Project Program ‘Deklarasi Panti Sosial Bermutu’ oleh Kemensos, Bukti Kolaborasi Sukses

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Parfum Lokal Wangi Mewah, Harga Terjangkau!

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Jebakan Bunga Utang Rp599 Triliun: Mengapa SBN Mematikan Akses Kredit Swasta dan UMKM?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara & Halmahera Utara: Kronologi, Dampak, dan Respons Pemerintah

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.