Sabtu, 25 April 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

by A. Burhany
16/03/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Saya tidak menyangka akan merasa seperti ini.

Dua puluh tujuh hari lalu, saya menghitung hari-hari puasa yang masih tersisa dengan perasaan yang jujurnya campur aduk—semangat, tapi juga sedikit berat membayangkan perjalanan panjang di depan.

Kini, dengan hanya beberapa hari tersisa, saya justru menghitung ke arah yang berlawanan. Dan ada sesuatu di dada yang tidak sepenuhnya bisa saya namai.

Bukan kesedihan biasa.


Secara logika, seharusnya kita bersorak. Tenggorokan tidak akan lagi terasa seperti gurun. Meja makan akan kembali riuh di siang hari. Beban itu akan diangkat.

Tapi mengapa justru ada air mata yang jatuh?

Saya pikir—dan ini baru saya sadari benar-benar malam ini—kita menangis bukan karena tidak puas beribadah. Kita menangis karena kita baru menyadari betapa buruknya kita sebagai tuan rumah.


Ramadan datang sebagai tamu. Tapi ia tidak meminta dilayani. Ia justru yang datang membawa oleh-oleh—pengampunan, ketenangan, kejernihan yang tidak bisa kita beli sendiri.

Ia masuk ke rumah kita yang berantakan oleh ambisi dan keserakahan dan dosa-dosa yang kita normalisasi, lalu ia menyapu lantainya, membersihkan jendelanya, menyalakan lampu di sudut-sudut yang sudah lama gelap.

Sang Tamu yang memuliakan tuan rumah. Bukan sebaliknya.


Di antara semua oleh-oleh yang ia bawa, ada satu yang paling misterius dan paling dicari: malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Lailatulkadar.

Kita sudah membicarakannya—tentang malam-malam ganjil, tentang peluang yang menjadi dua kali lipat karena perbedaan hisab dan rukyat, tentang embun di ujung daun yang enggan jatuh hingga matahari terbit. Tapi di malam ke-27 ini, saya ingin melihatnya dari sudut yang berbeda.

Lailatulkadar bukan hanya tentang mendapatkan malam yang tepat. Ia tentang menjadi orang yang layak menerimanya—orang yang sudah cukup dikosongkan oleh lapar, cukup digosok oleh muhasabah, cukup dilembutkan oleh perjumpaan dengan wajah-wajah asing dan guru honorer dan percakapan yang jujur. Orang yang tidak lagi datang dengan daftar permintaan, tapi dengan tangan yang terbuka.

Dapat atau tidak, dengan tanda alam atau tanpa tanda—mereka yang benar-benar bertemu dengan malam itu tidak pulang dengan piala. Mereka pulang dengan ketenangan. Ketenangan orang yang sudah berhenti berdebat dengan takdirnya sendiri.


Dan sekarang Sang Tamu sudah berdiri di ambang pintu. Sudah mengenakan sepatunya.

Saya teringat perjalanan dua puluh tujuh hari ini—warung sari laut di kota kecil yang asing, guru honorer yang menunggu azan dengan wajah tenang, percakapan dengan anak yang belum lahir di tahun 2009, loket zakat dan kalkulator yang dibuka tutup berkali-kali.

Semua itu terjadi karena ada tamu di rumah yang memaksa saya untuk tidak bisa berpura-pura seperti biasa.


Tanpa “gangguan” fisik dari puasa, saya tahu saya berisiko kembali menjadi manusia mekanis. Kembali menjadi tuhan kecil yang merasa memiliki segalanya. Kembali sibuk dengan gawai dan pasar dan margin keuntungan—tanpa ada lapar yang mengetuk pintu dan mengingatkan saya bahwa saya hanya manusia.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Itulah yang saya takutkan kehilangan. Bukan puasanya.


Tapi mungkin itulah justru pesan terakhir Sang Tamu sebelum ia menghilang di balik tikungan waktu:

“Aku pergi agar kau bisa mempraktikkan apa yang telah kuajarkan. Kemuliaan yang kuberikan padamu, jangan lepaskan bersama perpisahan ini.”


Malam ini, biarkan air mata itu mengalir jika ia mau mengalir. Biarkan ia menjadi bilasan terakhir bagi sisa-sisa kotoran di pakaian jiwa yang sudah kita cuci bersama selama dua puluh tujuh hari ini.

Jika Anda merasa rindu, itu tanda bahwa Anda sudah benar-benar bertemu. Jika Anda merasa kehilangan, itu tanda bahwa Sang Tamu berhasil meninggalkan jejak di hati Anda—dan jejak itu tidak ikut pergi bersamanya.

Yang kita anggap beban selama ini, ternyata adalah sayap.

Selamat bersiap berpisah dengan Sang Tamu yang Agung. Semoga kita adalah tuan rumah yang layak untuk dirindukan kembali olehnya di tahun depan.

Tags: berbuka puasaesai menjelang idul fitri 2026esai RamadanEsai Ramadan 2026kembali menjadi manusia mekanismakna niat puasamakna perpisahan ramadanMalam 27 RamadanMuhasabah Akhir Puasaniat puasa RamadanPerpisahan RamadanRamadanRamadan 2026ramadan sebagai tamu agungrefleksi malam 27 puasasedih ditinggal ramadanspiritualitas puasaTamu Agungtangisan akhir ramadan
Share12Tweet8Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

12/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    588 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Koperasi Desa Merah Putih: Ambisi Ekonomi Rakyat atau Beban Fiskal Baru?

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Stadion Barombong Makassar: Miliar Rupiah Terbengkalai Akibat Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Ancaman Baru AS: Serangan Terfokus di Selat Hormuz Jika Gencatan Senjata Gagal

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • PKL Makassar Diberdayakan: Akses Kredit Usaha Rakyat Jadi Kunci Penataan Ekonomi Baru

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Indonesia Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Modernisasi Laboratorium Karantina, Target Sejajar Negara Maju 2027

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp 50-60 Miliar di 2026, Dana Dialihkan ke Sektor Prioritas

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Indonesia Diguncang Rangkaian Gempa M5+ dalam 48 Jam, BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Jepang Timur Laut: Kronologi, Evakuasi Massal, dan Peringatan Tsunami

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pete-pete Laut Makassar: Konektivitas Baru untuk Pulau, Beroperasi Mei-Juni 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.