Sabtu, 6 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

by A. Burhany
16/03/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Saya tidak menyangka akan merasa seperti ini.

Dua puluh tujuh hari lalu, saya menghitung hari-hari puasa yang masih tersisa dengan perasaan yang jujurnya campur aduk—semangat, tapi juga sedikit berat membayangkan perjalanan panjang di depan.

Kini, dengan hanya beberapa hari tersisa, saya justru menghitung ke arah yang berlawanan. Dan ada sesuatu di dada yang tidak sepenuhnya bisa saya namai.

Bukan kesedihan biasa.


Secara logika, seharusnya kita bersorak. Tenggorokan tidak akan lagi terasa seperti gurun. Meja makan akan kembali riuh di siang hari. Beban itu akan diangkat.

Tapi mengapa justru ada air mata yang jatuh?

Saya pikir—dan ini baru saya sadari benar-benar malam ini—kita menangis bukan karena tidak puas beribadah. Kita menangis karena kita baru menyadari betapa buruknya kita sebagai tuan rumah.


Ramadan datang sebagai tamu. Tapi ia tidak meminta dilayani. Ia justru yang datang membawa oleh-oleh—pengampunan, ketenangan, kejernihan yang tidak bisa kita beli sendiri.

Ia masuk ke rumah kita yang berantakan oleh ambisi dan keserakahan dan dosa-dosa yang kita normalisasi, lalu ia menyapu lantainya, membersihkan jendelanya, menyalakan lampu di sudut-sudut yang sudah lama gelap.

Sang Tamu yang memuliakan tuan rumah. Bukan sebaliknya.


Di antara semua oleh-oleh yang ia bawa, ada satu yang paling misterius dan paling dicari: malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Lailatulkadar.

Kita sudah membicarakannya—tentang malam-malam ganjil, tentang peluang yang menjadi dua kali lipat karena perbedaan hisab dan rukyat, tentang embun di ujung daun yang enggan jatuh hingga matahari terbit. Tapi di malam ke-27 ini, saya ingin melihatnya dari sudut yang berbeda.

Lailatulkadar bukan hanya tentang mendapatkan malam yang tepat. Ia tentang menjadi orang yang layak menerimanya—orang yang sudah cukup dikosongkan oleh lapar, cukup digosok oleh muhasabah, cukup dilembutkan oleh perjumpaan dengan wajah-wajah asing dan guru honorer dan percakapan yang jujur. Orang yang tidak lagi datang dengan daftar permintaan, tapi dengan tangan yang terbuka.

Dapat atau tidak, dengan tanda alam atau tanpa tanda—mereka yang benar-benar bertemu dengan malam itu tidak pulang dengan piala. Mereka pulang dengan ketenangan. Ketenangan orang yang sudah berhenti berdebat dengan takdirnya sendiri.


Dan sekarang Sang Tamu sudah berdiri di ambang pintu. Sudah mengenakan sepatunya.

Saya teringat perjalanan dua puluh tujuh hari ini—warung sari laut di kota kecil yang asing, guru honorer yang menunggu azan dengan wajah tenang, percakapan dengan anak yang belum lahir di tahun 2009, loket zakat dan kalkulator yang dibuka tutup berkali-kali.

Semua itu terjadi karena ada tamu di rumah yang memaksa saya untuk tidak bisa berpura-pura seperti biasa.


Tanpa “gangguan” fisik dari puasa, saya tahu saya berisiko kembali menjadi manusia mekanis. Kembali menjadi tuhan kecil yang merasa memiliki segalanya. Kembali sibuk dengan gawai dan pasar dan margin keuntungan—tanpa ada lapar yang mengetuk pintu dan mengingatkan saya bahwa saya hanya manusia.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Itulah yang saya takutkan kehilangan. Bukan puasanya.


Tapi mungkin itulah justru pesan terakhir Sang Tamu sebelum ia menghilang di balik tikungan waktu:

“Aku pergi agar kau bisa mempraktikkan apa yang telah kuajarkan. Kemuliaan yang kuberikan padamu, jangan lepaskan bersama perpisahan ini.”


Malam ini, biarkan air mata itu mengalir jika ia mau mengalir. Biarkan ia menjadi bilasan terakhir bagi sisa-sisa kotoran di pakaian jiwa yang sudah kita cuci bersama selama dua puluh tujuh hari ini.

Jika Anda merasa rindu, itu tanda bahwa Anda sudah benar-benar bertemu. Jika Anda merasa kehilangan, itu tanda bahwa Sang Tamu berhasil meninggalkan jejak di hati Anda—dan jejak itu tidak ikut pergi bersamanya.

Yang kita anggap beban selama ini, ternyata adalah sayap.

Selamat bersiap berpisah dengan Sang Tamu yang Agung. Semoga kita adalah tuan rumah yang layak untuk dirindukan kembali olehnya di tahun depan.

Tags: berbuka puasaesai menjelang idul fitri 2026esai RamadanEsai Ramadan 2026kembali menjadi manusia mekanismakna niat puasamakna perpisahan ramadanMalam 27 RamadanMuhasabah Akhir Puasaniat puasa RamadanPerpisahan RamadanRamadanRamadan 2026ramadan sebagai tamu agungrefleksi malam 27 puasasedih ditinggal ramadanspiritualitas puasaTamu Agungtangisan akhir ramadan
Share18Tweet11Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

    APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    134 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Kiai Padepokan Padang Ati Ditangkap: Nasib Ratusan Santriwati Menjadi Sorotan

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Gaji ke-13 2026: 2 Kategori ASN, TNI, Polri Dicoret dari Daftar Penerima

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Jambret Sadis Pelajar di Tamalate Dibekuk, Aksi Kejar-kejaran hingga Terseret Terekam

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Makassar Half Marathon 2026 Sukses Besar: Gairahkan Ekonomi Lokal Hingga Triliunan Rupiah

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Brigadir Anton: Keterangan Lengkap Kronologi Mantan Polisi Todongkan Pistol dan Upaya Kabur dari Lapas Palangka Raya

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Tim Film ‘Pesta Babi’ Hormati Sikap Mama Yasinta, Upayakan Dialog di Tengah Laporan Pelanggaran UU PDP

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.