Selasa, 30 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

by A. Burhany
19/03/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
utama-30

Ramadan telah usai.

Sang Tamu sudah benar-benar melangkah keluar. Yang tersisa hanyalah kita—diri kita yang telanjang tanpa perlindungan ritual puasa, tanpa suasana masjid yang syahdu, tanpa “alasan” lapar untuk menjadi lebih lembut dari biasanya.


Saya tidak akan membuat manifesto hari ini. Saya pernah membuat daftar resolusi—setiap tahun baru, setiap akhir Ramadan—dan saya tahu betul bagaimana rasanya membaca daftar itu tiga bulan kemudian.

Seperti membaca surat dari orang asing yang terlalu optimis.

World Cup 2026

Yang ingin saya lakukan hari ini jauh lebih sederhana: mengingat satu momen dari tiga puluh hari ini—hanya satu—yang paling nyata terasa. Bukan yang paling spektakuler, bukan yang paling saleh. Hanya yang paling jujur.


Tiga puluh hari ini kita sudah menempuh perjalanan yang panjang dan tidak selalu nyaman.

Kita mulai dari niat sebagai arsitektur—pertanyaan tentang di mana niat kita pertama kali jatuh, dan apakah ia masih berdiri di tempat yang sama. Kita memasuki pasar hukum, membedah ego yang menuhankan diri, memeriksa lidah dan keberanian berkata benar walau pahit.

Kita mendengar sopir PO Bus Politik mengakui rute palsunya. Kita belajar bahwa ampunan memiliki syarat mutlak—bukan tombol reset yang bisa ditekan dengan sujud yang panjang.

Di tengah perjalanan, konflik AS-Israel-Iran pecah—dan alih-alih menulis esai geopolitik, kita belajar berpuasa dari nafsu yang paling berbahaya: nafsu merasa paling benar, nafsu memaksakan kebenaran versi sendiri.

Kita menemukan bahwa perusak terbesar tidak pernah merasa dirinya perusak—dan bahwa kita pun punya versi kecil dari kerusakan itu di dalam diri masing-masing.

Kita melampaui angka 2,5 persen di loket zakat, dan duduk cukup lama dengan kisah Habib Bugak yang menanam pohon dua abad lalu tanpa tahu namanya akan diingat.

Kita berbisik pada anak yang belum lahir di tahun 2009, di tengah reruntuhan gempa Tasikmalaya, tentang lebaran tanpa baju baru—dan mengakui bahwa di tahun-tahun sesudahnya, kita tidak selalu sekuat tekad malam itu.

Kita mencari wajah Tuhan di wajah orang asing, dan menemukan bahwa ke mana pun kita menghadap—termasuk cermin—di situ ada wajah-Nya. Kita belajar bahwa autofagi jiwa bekerja seperti autofagi sel: ia hanya bisa dimulai jika kita berhenti memberi makan sel-sel parasit yang selama ini kita pelihara diam-diam.

Dan di warung sari laut yang kecil, kita menyaksikan seorang bapak menyuwir satu piring ayam goreng untuk putrinya—dan menyadari bahwa lapar, ternyata, bisa menjadi jembatan yang paling jujur antara dua manusia yang tidak saling kenal.


Dari semua itu, momen yang paling menempel bagi saya bukan yang paling dramatis.

Ia adalah sore di sekolah pinggiran kota. Saat saya berdiri pura-pura mengecek ponsel, sambil tidak bisa melepaskan pandangan dari wajah guru honorer yang menunggu azan dengan tenang—wajah yang dibalut kelelahan yang jujur dan damai yang tidak bisa dibeli. Gaji guru itu tidak sampai sepertiga tukang potong bawang di dapur katering saya. Tapi ia duduk di sana dengan cara yang membuat saya merasa kecil, dalam arti yang terbaik.

Sesuatu yang tidak bisa saya kembalikan ke tempat semula setelah saya lihat. Sesuatu yang sekarang tinggal di dalam saya—dan saya berharap ia tidak cepat pergi.


Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - image 2

BACA JUGA:

Lokasi Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Makassar: Lokasi dan Khatib

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Tapi pada akhirnya, saya percaya perubahan yang bertahan bukan yang lahir dari daftar panjang. Ia lahir dari satu momen yang menempel—dan dari keputusan kecil yang kita buat esok hari, berdasarkan apa yang momen itu ajarkan kepada kita.

Jadi pertanyaan saya untuk Anda hari ini bukan: apa yang akan Anda ubah selama sebelas bulan ke depan?

Pertanyaan saya hanya satu: momen apa dari tiga puluh hari ini yang paling tidak bisa Anda lupakan?

Pegang momen itu. Bawa ia masuk ke hari pertama setelah Ramadan. Biarkan ia menjadi kompas yang kecil dan sederhana—bukan peta besar yang menakutkan untuk dibentangkan.


Sebelas bulan ke depan, dunia akan kembali menawarkan segalanya yang sudah kita kenali. Diabetes politik. Pasar hukum. Berhala-berhala yang sudah lama kita tahu namanya. Kita mungkin akan tergelincir—saya hampir pasti akan, di satu titik atau yang lain.

Tapi setidaknya kali ini, kita tergelincir sebagai orang yang tahu. Orang yang pernah merasakan, selama tiga puluh hari, seperti apa rasanya menjadi sedikit lebih jujur. Sedikit lebih kecil. Sedikit lebih manusia.

Dan pengetahuan itu—sekali masuk—tidak mudah pergi sepenuhnya.

World Cup 2026

Terima kasih sudah menemani perjalanan ini. Dari hari pertama yang bicara tentang niat sebagai arsitektur, hingga hari terakhir yang diam-diam bertanya: apakah kita sudah sedikit berubah?

Saya tidak tahu jawaban Anda. Tapi saya tahu perjalanan ini nyata—karena kita menjalaninya bersama, dengan segala kejujuran dan pengakuan dan kelelahan yang ia bawa.

Selamat Idulfitri. Selamat pulang ke fitrah—bukan dengan manifesto di tangan, tapi dengan satu momen jujur di dalam dada.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaesai penutup puasa hari 30esai RamadanEsai Ramadan 2026idul fitri 2026Kembali Ke Fitrahmakna kembali ke fitrah sesungguhnyamakna niat puasamembawa satu momen puasamerawat kejujuran setelah lebaranmuhasabah malam takbiranniat puasa RamadanPenutup RamadanRamadanRamadan 2026refleksi akhir ramadan idul fitriresolusi setelah ramadanSatu Momen Jujurspiritualitas puasa
Share8Tweet5Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
utama-26

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja - Featured

    Tiga Pelajar Unggulan Dinobatkan Duta Baca Pelajar Makassar 2026: Menggerakkan Literasi di Jantung Sulawesi Selatan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • GitHub Copilot Workspace: Bukan Sekadar AI Pair Programmer, Tapi Revolusi Kolaborasi Kode Otonom

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • 5 Rekomendasi Potongan Rambut Pria saat Melamar Kerja, Rapi, Simpel dan Stylish

    470 shares
    Share 188 Tweet 118
  • Tragedi Latsarmil KDMP: Mengapa Bisnis Modern Butuh Adaptasi, Bukan Struktur Komando Militer

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jepang Melaju ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Menanti Duel Akbar Melawan Brasil

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gempa Dahsyat Guncang Dunia: Venezuela Porak-Poranda, Jepang & California Utara Rasakan Getaran Kuat

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 25 Juni: Habibie Factor, Jejak Perang Korea, Buku Harian Anne Frank, dan Kepergian Michael Jackson

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.