Sabtu, 8 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

by A. Burhany
13/03/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
utama-24

Sudah dua puluh empat hari saya berpuasa, namun baru sore ini saya benar-benar merasa lapar.

Bukan lapar karena belum menyentuh air. Lapar karena melihat sesuatu yang membuat semua angka di spreadsheet saya tiba-tiba terasa sangat bising.


Saya adalah vendor program Makan Bergizi Gratis. Pekerjaan saya adalah tentang angka—berapa gram karbohidrat, berapa kalori protein, dan tentu saja, berapa margin keuntungan yang bisa diamankan dari setiap paket.

Saya adalah bagian dari mesin besar yang kita kritik di minggu kedua. Saya penumpang di PO Bus Politik yang ikut menikmati jalanan aspal yang dibangun dari pajak kalian. Saya tahu itu. Dan selama ini saya cukup pandai tidak memikirkannya terlalu dalam.

Sampai sore tadi.


Saat mengantar paket ke sebuah sekolah di pinggiran kota, saya melihat seorang guru honorer duduk di depan kelas, menunggu azan dengan wajah tenang yang dibalut kelelahan yang jujur.

Gaji guru itu mungkin tidak sampai sepertiga dari gaji tukang potong bawang di dapur katering saya. Pegawai saya punya BPJS dan THR yang pasti. Sementara sang guru—arsitek yang sedang membangun otak anak-anak ini—harus bertahan hidup dengan keajaiban setiap bulannya.

Saya berdiri di sana cukup lama. Pura-pura mengecek sesuatu di ponsel. Padahal saya hanya tidak tahu harus melakukan apa dengan rasa sesak yang tiba-tiba memenuhi dada.


Itulah gurun yang sesungguhnya. Bukan hamparan pasir di luar sana—tapi sistem yang kita bangun bersama: di mana makanan untuk perut dihargai lebih tinggi daripada makanan untuk pikiran. Di mana vendor seperti saya bisa tidur nyenyak di atas laba, sementara para penjaga peradaban berpuasa sepanjang tahun bukan karena iman, tapi karena keadaan.


Ramadan hari ke-24 ini menawarkan sebuah oase dengan nama yang terasa kuno namun mendesak: Qana’ah. Rasa cukup.

Banyak orang menyalahartikan Qana’ah sebagai pasrah atau malas. Tapi bagi saya—dan saya bicara sebagai seseorang yang rekening bisnisnya tumbuh di atas anggaran negara—Qana’ah adalah perlawanan yang paling radikal. Ia adalah kemampuan untuk berkata “sudah, ini cukup” di tengah godaan untuk terus menambah angka.

Tukang cuci piring saya mungkin lebih Qana’ah dari saya. Ia merasa cukup dengan upahnya karena setiap rupiahnya jelas asal-usulnya.

Sementara saya? Saya terus merasa haus meskipun sudah meminum miliaran rupiah dari anggaran negara. Kehausan saya adalah penyakit—diabetes mental yang membuat saya tidak pernah merasa kenyang.

Lapar saya hari ini adalah otokritik.


Makanan bergizi yang saya kirimkan ke sekolah-sekolah itu tidak akan pernah bisa menyehatkan bangsa jika jiwa kami, para penyedianya, masih busuk oleh ketamakan. Bangsa ini tidak hanya butuh perut yang kenyang. Ia butuh nurani yang tahu kapan harus berhenti mengambil.

Di minggu kedua kita menuntut birokrasi untuk berubah. Di malam-malam terakhir ini, tuntutan itu kembali ke meja makan kita sendiri.

Sudahkah kita merasa cukup? Atau kita masih menjadi Sinterklas palsu—membagikan makanan dengan satu tangan, sementara tangan lainnya merogoh kantong rakyat demi kemewahan pribadi?


Oase itu ada. Tapi ia tidak ditemukan dengan mencarinya di luar—ia ditemukan saat kita akhirnya jujur tentang seberapa banyak yang sudah kita ambil, dan seberapa sedikit yang sudah kita kembalikan.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Rasa cukup adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri inflasi. Ia adalah kedamaian seorang guru honorer yang tetap tersenyum meskipun dompetnya tipis—karena ia tahu ia sedang menanam benih yang tidak perlu ia panen sendiri untuk tahu nilainya.

Saya belum sampai ke sana. Tapi sore tadi, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, saya mulai bisa melihat arahnya.

Selamat menemukan oase di tengah gurun batin Anda.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasadiabetes mentalesai 10 malam terakhir puasaesai Ramadanlapar sebagai otokritikmakna niat puasamencari kejujuran nuraniniat puasa Ramadanoase di tengah gurunqana'ah rasa cukup ramadanRamadanRamadan 2026rasa cukup seorang guruspiritualitas puasavendor korporat puasa
Share17Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • “Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Usai Dilantik, Mahyudin Pantau Langsung War Room Kota Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Makassar Kembali Jadi Pilot Project Program ‘Deklarasi Panti Sosial Bermutu’ oleh Kemensos, Bukti Kolaborasi Sukses

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Parfum Lokal Wangi Mewah, Harga Terjangkau!

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Jebakan Bunga Utang Rp599 Triliun: Mengapa SBN Mematikan Akses Kredit Swasta dan UMKM?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara & Halmahera Utara: Kronologi, Dampak, dan Respons Pemerintah

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.