Sabtu, 8 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

by A. Burhany
14/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
utama-25

Enam malam terakhir ini, ada yang menarik untuk direnungkan bersama.

Riwayat menyebutkan tiga malam ganjil di penghujung Ramadan sebagai malam-malam yang paling berpeluang menjadi Lailatulkadar—malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, atau sekitar delapan puluh tiga tahun ibadah.

Namun karena perbedaan satu hari antara penganut hisab dan rukyatul hilal dalam menentukan awal Ramadan, kita mendapati sesuatu yang tidak disengaja namun indah: malam ganjil bagi sebagian kita adalah malam genap bagi yang lain. Peluang tiga malam menjadi enam.

Tuhan, seperti biasa, lebih luas dari kalender kita.

Dari cerita para arif bijak, malam itu biasanya diikuti tanda-tanda yang halus: angin tak berhembus, udara sejuk tanpa dingin, embun di ujung daun enggan jatuh hingga matahari terbit.

Tapi dapat atau tidak, dengan tanda atau tanpa tanda—ada satu persamaan yang pasti ada pada mereka yang telah mendapat kemuliaan malam itu: mereka tidak lagi menjadi pedagang parfum. Mereka berhenti memuja luka. Mereka tidak lagi pusing dengan urusan-urusan yang sudah diaturkan Tuhan jauh sebelum mereka terlahir ke dunia.

Apalah Lailatulkadar itu, jika sebulan penuh menempa fisik dan jiwa tidak membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik—dan makin membaikkan sesama?

Pertanyaan itu masih bergema di kepala saya ketika sore tadi saya melangkah ke luar dan mencium dua aroma yang sama di mana-mana.


Bau kain baru dari toko yang sibuk. Dan bau tajam cat dinding yang baru dipoles. Dunia sedang bersiap untuk tampil. Kita seolah percaya bahwa untuk menjadi suci kembali, kita harus membungkus diri dengan segala sesuatu yang mengkilap dan mahal.

Saya juga pernah percaya itu.


Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - image 1

Tahun 2009. Bumi Tasikmalaya dan Garut baru saja berguncang oleh gempa. Di tengah keriuhan orang menyiapkan lebaran, saya berbisik pada bakal anak saya yang saat itu bahkan belum lahir—masih tertidur dalam tulang sumsum:

“Nak, tahun ini kita lebaran tanpa baju baru. Ayah tidak sanggup, bila kita berjalan ke tanah lapang dengan derap sepatu kulit baru, sementara di Tasik, saudara-saudara kita berjalan tanpa alas kaki.”

Tiba-tiba keinginan untuk mengecat rumah pun sirna. Bagaimana mungkin kita menghirup bau segar cat plafon baru, sementara di Garut, saudara kita tidur beratapkan langit—menatap bintang dengan waspada karena takut hujan turun membasahi alas tidur mereka yang seadanya?


Saya tidak menceritakan ini untuk terlihat mulia. Justru sebaliknya—saya menceritakannya karena di tahun-tahun sesudahnya, saya tidak selalu sekuat tekad malam itu. Ada lebaran-lebaran berikutnya di mana baju baru kembali terasa perlu, di mana cat dinding kembali terasa mendesak. Amnesia tahunan yang halus dan nyaman.

Dan saya tidak sendirian dalam amnesia itu. Kita semua punya versinya masing-masing.


Hari ke-25 ini mengingatkan saya lagi.

Idulfitri adalah tentang mencuci pakaian jiwa—bukan membeli yang baru. Selama dua puluh lima hari ini kita sudah memeras batin kita bersama: dengan lapar, dengan kritik yang pahit, dengan muhasabah tentang guru honorer dan vendor MBG dan birokrasi yang berdagang pasal. Jiwa kita sudah diperas cukup keras. Sekarang saatnya dibilas.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Dan proses bilasan ini tidak membutuhkan deterjen kimia. Ia membutuhkan rasa malu yang jujur—malu jika kita merayakan “kemenangan” dengan pamer kemewahan sementara di sekitar kita masih banyak dapur yang belum berasap.


Pakaian jiwa yang bersih mungkin tidak mengkilap di bawah lampu kristal ruang tamu. Tapi ia memberikan kehangatan bagi mereka yang kedinginan. Bukan merek terkenal, tapi wanginya—wangi integritas yang dirajut dari benang-benang empati—tercium lebih jauh dari parfum mana pun.

Bagi saya, menjadi fitrah berarti berani berdiri di hadapan Tuhan tanpa atribut duniawi. Berani berkata kepada anak-anak kita: investasi terbaik kita bukan pada apa yang menempel di kulit, melainkan pada apa yang menetap di hati orang-orang yang kita bantu.

Itu janji yang mudah diucapkan. Dan seperti yang sudah saya akui—tidak selalu mudah ditepati dari tahun ke tahun.


Di depan cermin nanti, mungkin kita bisa memeriksa dua hal sekaligus: apakah kerah baju baru kita sudah rapi, dan apakah pakaian jiwa kita sudah selesai dicuci. Sudahkah ia dibilas dengan permintaan maaf yang tulus? Sudahkah ia dikeringkan oleh kejujuran dalam bekerja?

Lebaran tanpa baju baru bukanlah penderitaan jika jiwa kita mengenakan pakaian kemanusiaan yang paling indah.

Saat kita pulang ke tanah lapang nanti, Tuhan tidak akan memeriksa merek sepatu kita. Ia akan memeriksa jejak langkah kita—apakah kita berjalan untuk membanggakan diri, atau kita berjalan untuk merangkul mereka yang tak beralas kaki.

Selamat mencuci pakaian jiwa. Mari kita pulang ke fitrah dengan hati yang bersih, bukan sekadar baju yang baru.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaempati sosial ramadanesai Ramadanesai ramadan hari ke 25lailatul qadar hisab rukyatmakna niat puasamencuci pakaian jiwaniat puasa Ramadanpersiapan lebaran tanpa baju baruRamadanRamadan 2026refleksi gempa tasikmalaya 2009spiritualitas puasa
Share17Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • “Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Usai Dilantik, Mahyudin Pantau Langsung War Room Kota Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Makassar Kembali Jadi Pilot Project Program ‘Deklarasi Panti Sosial Bermutu’ oleh Kemensos, Bukti Kolaborasi Sukses

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Parfum Lokal Wangi Mewah, Harga Terjangkau!

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Jebakan Bunga Utang Rp599 Triliun: Mengapa SBN Mematikan Akses Kredit Swasta dan UMKM?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara & Halmahera Utara: Kronologi, Dampak, dan Respons Pemerintah

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.