Minggu, 11 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

by A. Burhany
14/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
utama-25

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Enam malam terakhir ini, ada yang menarik untuk direnungkan bersama.

Riwayat menyebutkan tiga malam ganjil di penghujung Ramadan sebagai malam-malam yang paling berpeluang menjadi Lailatulkadar—malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, atau sekitar delapan puluh tiga tahun ibadah.

Namun karena perbedaan satu hari antara penganut hisab dan rukyatul hilal dalam menentukan awal Ramadan, kita mendapati sesuatu yang tidak disengaja namun indah: malam ganjil bagi sebagian kita adalah malam genap bagi yang lain. Peluang tiga malam menjadi enam.

Tuhan, seperti biasa, lebih luas dari kalender kita.

Dari cerita para arif bijak, malam itu biasanya diikuti tanda-tanda yang halus: angin tak berhembus, udara sejuk tanpa dingin, embun di ujung daun enggan jatuh hingga matahari terbit.

Tapi dapat atau tidak, dengan tanda atau tanpa tanda—ada satu persamaan yang pasti ada pada mereka yang telah mendapat kemuliaan malam itu: mereka tidak lagi menjadi pedagang parfum. Mereka berhenti memuja luka. Mereka tidak lagi pusing dengan urusan-urusan yang sudah diaturkan Tuhan jauh sebelum mereka terlahir ke dunia.

Apalah Lailatulkadar itu, jika sebulan penuh menempa fisik dan jiwa tidak membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik—dan makin membaikkan sesama?

Pertanyaan itu masih bergema di kepala saya ketika sore tadi saya melangkah ke luar dan mencium dua aroma yang sama di mana-mana.


Bau kain baru dari toko yang sibuk. Dan bau tajam cat dinding yang baru dipoles. Dunia sedang bersiap untuk tampil. Kita seolah percaya bahwa untuk menjadi suci kembali, kita harus membungkus diri dengan segala sesuatu yang mengkilap dan mahal.

Saya juga pernah percaya itu.


Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - image 1

Tahun 2009. Bumi Tasikmalaya dan Garut baru saja berguncang oleh gempa. Di tengah keriuhan orang menyiapkan lebaran, saya berbisik pada bakal anak saya yang saat itu bahkan belum lahir—masih tertidur dalam tulang sumsum:

“Nak, tahun ini kita lebaran tanpa baju baru. Ayah tidak sanggup, bila kita berjalan ke tanah lapang dengan derap sepatu kulit baru, sementara di Tasik, saudara-saudara kita berjalan tanpa alas kaki.”

Tiba-tiba keinginan untuk mengecat rumah pun sirna. Bagaimana mungkin kita menghirup bau segar cat plafon baru, sementara di Garut, saudara kita tidur beratapkan langit—menatap bintang dengan waspada karena takut hujan turun membasahi alas tidur mereka yang seadanya?


Saya tidak menceritakan ini untuk terlihat mulia. Justru sebaliknya—saya menceritakannya karena di tahun-tahun sesudahnya, saya tidak selalu sekuat tekad malam itu. Ada lebaran-lebaran berikutnya di mana baju baru kembali terasa perlu, di mana cat dinding kembali terasa mendesak. Amnesia tahunan yang halus dan nyaman.

Dan saya tidak sendirian dalam amnesia itu. Kita semua punya versinya masing-masing.


Hari ke-25 ini mengingatkan saya lagi.

Idulfitri adalah tentang mencuci pakaian jiwa—bukan membeli yang baru. Selama dua puluh lima hari ini kita sudah memeras batin kita bersama: dengan lapar, dengan kritik yang pahit, dengan muhasabah tentang guru honorer dan vendor MBG dan birokrasi yang berdagang pasal. Jiwa kita sudah diperas cukup keras. Sekarang saatnya dibilas.

Dan proses bilasan ini tidak membutuhkan deterjen kimia. Ia membutuhkan rasa malu yang jujur—malu jika kita merayakan “kemenangan” dengan pamer kemewahan sementara di sekitar kita masih banyak dapur yang belum berasap.


Pakaian jiwa yang bersih mungkin tidak mengkilap di bawah lampu kristal ruang tamu. Tapi ia memberikan kehangatan bagi mereka yang kedinginan. Bukan merek terkenal, tapi wanginya—wangi integritas yang dirajut dari benang-benang empati—tercium lebih jauh dari parfum mana pun.

Bagi saya, menjadi fitrah berarti berani berdiri di hadapan Tuhan tanpa atribut duniawi. Berani berkata kepada anak-anak kita: investasi terbaik kita bukan pada apa yang menempel di kulit, melainkan pada apa yang menetap di hati orang-orang yang kita bantu.

Itu janji yang mudah diucapkan. Dan seperti yang sudah saya akui—tidak selalu mudah ditepati dari tahun ke tahun.


Di depan cermin nanti, mungkin kita bisa memeriksa dua hal sekaligus: apakah kerah baju baru kita sudah rapi, dan apakah pakaian jiwa kita sudah selesai dicuci. Sudahkah ia dibilas dengan permintaan maaf yang tulus? Sudahkah ia dikeringkan oleh kejujuran dalam bekerja?

Lebaran tanpa baju baru bukanlah penderitaan jika jiwa kita mengenakan pakaian kemanusiaan yang paling indah.

Saat kita pulang ke tanah lapang nanti, Tuhan tidak akan memeriksa merek sepatu kita. Ia akan memeriksa jejak langkah kita—apakah kita berjalan untuk membanggakan diri, atau kita berjalan untuk merangkul mereka yang tak beralas kaki.

Selamat mencuci pakaian jiwa. Mari kita pulang ke fitrah dengan hati yang bersih, bukan sekadar baju yang baru.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: berbuka puasaempati sosial ramadanesai Ramadanesai ramadan hari ke 25lailatul qadar hisab rukyatmakna niat puasamencuci pakaian jiwaniat puasa Ramadanpersiapan lebaran tanpa baju baruRamadanRamadan 2026refleksi gempa tasikmalaya 2009spiritualitas puasa
Share17Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Ribuan Warga Mataram Sambut Meriah Bintang MotoGP dalam Riders Parade

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.