Kamis, 14 Mei 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

by A. Burhany
14/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Enam malam terakhir ini, ada yang menarik untuk direnungkan bersama.

Riwayat menyebutkan tiga malam ganjil di penghujung Ramadan sebagai malam-malam yang paling berpeluang menjadi Lailatulkadar—malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, atau sekitar delapan puluh tiga tahun ibadah.

Namun karena perbedaan satu hari antara penganut hisab dan rukyatul hilal dalam menentukan awal Ramadan, kita mendapati sesuatu yang tidak disengaja namun indah: malam ganjil bagi sebagian kita adalah malam genap bagi yang lain. Peluang tiga malam menjadi enam.

Tuhan, seperti biasa, lebih luas dari kalender kita.

Dari cerita para arif bijak, malam itu biasanya diikuti tanda-tanda yang halus: angin tak berhembus, udara sejuk tanpa dingin, embun di ujung daun enggan jatuh hingga matahari terbit.

Tapi dapat atau tidak, dengan tanda atau tanpa tanda—ada satu persamaan yang pasti ada pada mereka yang telah mendapat kemuliaan malam itu: mereka tidak lagi menjadi pedagang parfum. Mereka berhenti memuja luka. Mereka tidak lagi pusing dengan urusan-urusan yang sudah diaturkan Tuhan jauh sebelum mereka terlahir ke dunia.

Apalah Lailatulkadar itu, jika sebulan penuh menempa fisik dan jiwa tidak membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik—dan makin membaikkan sesama?

Pertanyaan itu masih bergema di kepala saya ketika sore tadi saya melangkah ke luar dan mencium dua aroma yang sama di mana-mana.


Bau kain baru dari toko yang sibuk. Dan bau tajam cat dinding yang baru dipoles. Dunia sedang bersiap untuk tampil. Kita seolah percaya bahwa untuk menjadi suci kembali, kita harus membungkus diri dengan segala sesuatu yang mengkilap dan mahal.

Saya juga pernah percaya itu.


Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - image 1

Tahun 2009. Bumi Tasikmalaya dan Garut baru saja berguncang oleh gempa. Di tengah keriuhan orang menyiapkan lebaran, saya berbisik pada bakal anak saya yang saat itu bahkan belum lahir—masih tertidur dalam tulang sumsum:

“Nak, tahun ini kita lebaran tanpa baju baru. Ayah tidak sanggup, bila kita berjalan ke tanah lapang dengan derap sepatu kulit baru, sementara di Tasik, saudara-saudara kita berjalan tanpa alas kaki.”

Tiba-tiba keinginan untuk mengecat rumah pun sirna. Bagaimana mungkin kita menghirup bau segar cat plafon baru, sementara di Garut, saudara kita tidur beratapkan langit—menatap bintang dengan waspada karena takut hujan turun membasahi alas tidur mereka yang seadanya?


Saya tidak menceritakan ini untuk terlihat mulia. Justru sebaliknya—saya menceritakannya karena di tahun-tahun sesudahnya, saya tidak selalu sekuat tekad malam itu. Ada lebaran-lebaran berikutnya di mana baju baru kembali terasa perlu, di mana cat dinding kembali terasa mendesak. Amnesia tahunan yang halus dan nyaman.

Dan saya tidak sendirian dalam amnesia itu. Kita semua punya versinya masing-masing.


Hari ke-25 ini mengingatkan saya lagi.

Idulfitri adalah tentang mencuci pakaian jiwa—bukan membeli yang baru. Selama dua puluh lima hari ini kita sudah memeras batin kita bersama: dengan lapar, dengan kritik yang pahit, dengan muhasabah tentang guru honorer dan vendor MBG dan birokrasi yang berdagang pasal. Jiwa kita sudah diperas cukup keras. Sekarang saatnya dibilas.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Dan proses bilasan ini tidak membutuhkan deterjen kimia. Ia membutuhkan rasa malu yang jujur—malu jika kita merayakan “kemenangan” dengan pamer kemewahan sementara di sekitar kita masih banyak dapur yang belum berasap.


Pakaian jiwa yang bersih mungkin tidak mengkilap di bawah lampu kristal ruang tamu. Tapi ia memberikan kehangatan bagi mereka yang kedinginan. Bukan merek terkenal, tapi wanginya—wangi integritas yang dirajut dari benang-benang empati—tercium lebih jauh dari parfum mana pun.

Bagi saya, menjadi fitrah berarti berani berdiri di hadapan Tuhan tanpa atribut duniawi. Berani berkata kepada anak-anak kita: investasi terbaik kita bukan pada apa yang menempel di kulit, melainkan pada apa yang menetap di hati orang-orang yang kita bantu.

Itu janji yang mudah diucapkan. Dan seperti yang sudah saya akui—tidak selalu mudah ditepati dari tahun ke tahun.


Di depan cermin nanti, mungkin kita bisa memeriksa dua hal sekaligus: apakah kerah baju baru kita sudah rapi, dan apakah pakaian jiwa kita sudah selesai dicuci. Sudahkah ia dibilas dengan permintaan maaf yang tulus? Sudahkah ia dikeringkan oleh kejujuran dalam bekerja?

Lebaran tanpa baju baru bukanlah penderitaan jika jiwa kita mengenakan pakaian kemanusiaan yang paling indah.

Saat kita pulang ke tanah lapang nanti, Tuhan tidak akan memeriksa merek sepatu kita. Ia akan memeriksa jejak langkah kita—apakah kita berjalan untuk membanggakan diri, atau kita berjalan untuk merangkul mereka yang tak beralas kaki.

Selamat mencuci pakaian jiwa. Mari kita pulang ke fitrah dengan hati yang bersih, bukan sekadar baju yang baru.

Tags: berbuka puasaempati sosial ramadanesai Ramadanesai ramadan hari ke 25lailatul qadar hisab rukyatmakna niat puasamencuci pakaian jiwaniat puasa Ramadanpersiapan lebaran tanpa baju baruRamadanRamadan 2026refleksi gempa tasikmalaya 2009spiritualitas puasa
Share13Tweet8Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • ‘Beauty Is A Wound’ Eka Kurniawan Menangi ‘World Readers Award’ - Arsip

    ‘Beauty Is A Wound’ Eka Kurniawan Menangi ‘World Readers Award’

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Ambisi John Herdman: Timnas Indonesia Wajib Taklukkan Thailand di Piala Asia 2027

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Panduan Makeup Natural untuk Kencan Pertama yang Berkesan

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • #CekFakta Nama AstraZeneca Memiliki Arti ‘Senjata yang Mematikan’

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • AS dan Iran Saling Serang: Eskalasi Ketegangan di Selat Hormuz

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Hari Kartini 2026: Anggota DPRD Makassar Dorong Perempuan Lebih Aktif di Kancah Politik

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • MU Melawan Galatasaray di Liga Champions: Jadwal, Prediksi, dan Harapan

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • PLN Tantang Mahasiswa Rancang Gokart Listrik, Dorong Inovasi Kendaraan Ramah Lingkungan

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • AS Kerahkan Operasi Kontra-Sentimen Global Melawan “Permusuhan” Asing, Libatkan Militer dan Platform X

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.