Selasa, 11 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun

by Pewarta Warga
11/06/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1781187727-3ad821d1c46a7f30

Bank Dunia kembali membunyikan lonceng peringatan serius mengenai kondisi kelas menengah di Indonesia. Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil, tantangan fundamental terkait kualitas pekerjaan dan stagnasi pendapatan riil mengancam perluasan dan stabilitas kelompok demografis krusial ini.

  • Bank Dunia menyoroti pelemahan kualitas lapangan kerja dan penurunan upah riil pekerja berkeahlian menengah hingga tinggi sebagai risiko domestik utama.
  • Kondisi ini membatasi kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan konsumsi dan menghambat mobilitas ekonomi menuju kelas menengah yang lebih kuat.
  • Tren penurunan upah riil pekerja terampil secara signifikan telah mengurangi proporsi kelas menengah di Indonesia, sementara pekerja berkeahlian rendah mengalami kenaikan.
  • Terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal berkualitas mendorong lulusan berpendidikan tinggi beralih ke sektor informal dengan perlindungan dan potensi pendapatan lebih rendah.

Bank Dunia: ‘Alarm’ Ancaman Nyata bagi Kelas Menengah Indonesia

Laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026 dari Bank Dunia menyajikan gambaran yang mengkhawatirkan bagi salah satu pilar ekonomi Indonesia, yaitu kelas menengah. Lembaga global ini menilai bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang, kualitas pekerjaan yang tersedia dan perkembangan pendapatan riil masyarakat masih menjadi tantangan serius yang dapat menghambat perluasan serta penguatan kelompok kelas menengah.

Bank Dunia secara tegas menyatakan bahwa risiko domestik, jika tidak ditangani, berpotensi memperparah tekanan eksternal yang tengah dihadapi perekonomian Indonesia. Salah satu risiko paling signifikan yang menjadi perhatian adalah lemahnya kualitas lapangan kerja serta menurunnya upah riil yang dialami oleh pekerja dengan keahlian menengah hingga tinggi. Fenomena ini, menurut Bank Dunia, memiliki dampak langsung pada kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan daya beli (konsumsi) dan pada akhirnya menghambat mobilitas ekonomi masyarakat untuk naik kelas menjadi kelompok menengah yang lebih mapan.

Kualitas pekerjaan yang lemah serta penurunan upah riil di kalangan pekerja berkeahlian menengah dan tinggi juga dapat membatasi konsumsi rumah tangga dan menghambat perluasan kelas menengah. Bank Dunia mengidentifikasi tren penurunan upah riil ini sebagai salah satu faktor utama yang mempercepat penyusutan proporsi kelas menengah di Indonesia.

Data Menunjukkan Penurunan Upah Riil Pekerja Terampil

Laporan tersebut menyajikan data yang mencengangkan. Selama periode 2018 hingga 2025, upah riil pekerja berkeahlian menengah tercatat mengalami penurunan sekitar 1% setiap tahunnya. Situasi lebih buruk dialami oleh pekerja berkeahlian tinggi, dengan penurunan upah riil mencapai sekitar 2% per tahun.

Penurunan yang signifikan pada kedua kelompok pekerja terampil ini secara agregat ikut menekan tren upah secara keseluruhan. Berdasarkan pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) dari median upah riil, terjadi penurunan sekitar 0,5% per tahun. Situasi ini kontras dengan pekerja berkeahlian rendah, yang justru menunjukkan tren positif. Kelompok ini mencatat kenaikan upah rata-rata sekitar 1,7% per tahun. Perbedaan tren yang mencolok ini secara bertahap mengurangi proporsi pekerja yang dapat dikategorikan sebagai kelas menengah.

Dampak Nyata: Susutnya Porsi Kelas Menengah

Akibat tekanan dari penurunan upah riil pekerja terampil dan perbedaan pertumbuhan pendapatan yang timpang, porsi pekerja kelas menengah di Indonesia dilaporkan mengalami penyusutan drastis. Dari angka 14,5% pada tahun 2018, proporsi ini anjlok menjadi hanya 7,1% pada tahun 2025.

Lapangan Kerja Formal Berkualitas Terbatas, Lulusan Terserap ke Sektor Informal

Bank Dunia menggarisbawahi bahwa masalah utama di balik fenomena ini adalah terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas. Kondisi ini memaksa semakin banyak pekerja yang memiliki pendidikan tinggi, termasuk lulusan perguruan tinggi, untuk beralih ke sektor informal.

Data Bank Dunia menunjukkan pergeseran yang signifikan. Porsi lulusan perguruan tinggi yang bekerja di sektor formal bergaji mengalami penurunan dari 74,1% pada tahun 2018 menjadi 67,8% pada tahun 2025. Sementara itu, lulusan pendidikan menengah atas juga mengalami penurunan hampir 7 poin persentase dalam pekerjaan formal bergaji selama periode yang sama. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa sebagian lulusan perguruan tinggi masih mampu menyasar kelompok pekerjaan informal tingkat atas, dengan proporsi yang meningkat dari 6,7% pada 2018 menjadi 8,9% pada 2025. Namun, pekerja dengan tingkat pendidikan lebih rendah tidak memiliki alternatif serupa dan sebagian besar terpaksa terserap ke pekerjaan informal tingkat bawah.

Pembalikan Pola Pembangunan Kesejahteraan

Menurut Bank Dunia, fenomena ini menandakan sebuah pembalikan dari pola pembangunan yang selama ini berlaku. Secara umum, pendidikan yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan formal yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi. Namun, saat ini, lemahnya permintaan tenaga kerja dari dunia usaha menyebabkan banyak pekerja terdidik terpaksa menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan tingkat keterampilan yang mereka miliki.

Lebih jauh, Bank Dunia menilai bahwa meningkatnya penyerapan tenaga kerja terdidik ke sektor informal berpotensi menekan kesejahteraan jangka panjang. Pekerjaan informal umumnya menawarkan tingkat keamanan kerja yang lebih rendah, perlindungan sosial yang terbatas, serta peluang peningkatan pendapatan yang lebih kecil dibandingkan pekerjaan formal.

Pola ini sejalan dengan semakin tergerusnya upah kelas menengah dan stagnasi perekrutan tenaga kerja di sektor jasa bernilai tambah tinggi. Pernyataan ini menegaskan bahwa tren negatif yang terjadi pada kelas menengah dan sektor jasa bernilai tambah tinggi merupakan indikator kesehatan ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.


Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - image 1

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Badan Ekspor Nasional: Potensi Birokrasi dan Distorsi Pasar Menurut Anggota DPR

Strategi Ekonomi Kuartal II 2026: Purbaya Yudhi Sadewa Fokus Penguatan Daya Beli dan Pemberantasan Barang Ilegal

APBN 2026 Catat Defisit Rp 240,1 T per Maret, Menkeu Pastikan Masih Terkendali

Rupiah Tembus Rp17.300 Tergerus Perang AS-Iran, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga dan Intervensi Pasar

Segera Cek! Aturan Lengkap dan Jadwal Pencairan THR Pekerja Swasta 2026

Tags: Bank DuniaIndonesia Economic Prospectskelas menengah Indonesiaketenagakerjaankualitas pekerjaanmobilitas ekonomiPertumbuhan Ekonomirisiko domestikupah riil
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Transaksi QRIS Melonjak 100% di Semester I-2026, Capai Rp600 Triliun: Era Digital Makin Mengakar di Indonesia

09/08/2026
Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Deflasi 0,18 Persen di Sulsel Awal Juli 2026: Mengurai Penyebab dan Implikasinya

07/08/2026
Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Harga BBM Nonsubsidi Turun Serentak per 1 Agustus 2026: Simak Rincian Lengkapnya!

07/08/2026
Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Presiden Prabowo Alokasikan Rp 20,5 T untuk 490 Pemda yang Terlilit Masalah Keuangan

06/08/2026
Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Pajak Marketplace Ditunda Hingga Waktu yang Belum Ditentukan: Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

06/08/2026
Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    453 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Meta AI Mode: Facebook Ubah Pencarian dengan Kecerdasan Buatan dari Konten Publik Anda

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Danny Semangati 1.200 Mahasiswa KPM IAIN Pare – Pare

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga BBM Nonsubsidi Turun Serentak per 1 Agustus 2026: Simak Rincian Lengkapnya!

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.