Rabu, 4 November 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun

by Pewarta Warga
11/06/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1781187727-3ad821d1c46a7f30

BACA JUGA:

OJK Pacu Keuangan Syariah untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

Menko Airlangga: Ekonomi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan 2027

Dividen Danantara Tak Masuk Kas Negara, Diputar Lagi untuk Investasi Jangka Panjang

Kemkomdigi Targetkan Investasi Teknologi di Bali Tech Week 2026

APBN dan Danantara: Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi

Bank Dunia kembali membunyikan lonceng peringatan serius mengenai kondisi kelas menengah di Indonesia. Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil, tantangan fundamental terkait kualitas pekerjaan dan stagnasi pendapatan riil mengancam perluasan dan stabilitas kelompok demografis krusial ini.

  • Bank Dunia menyoroti pelemahan kualitas lapangan kerja dan penurunan upah riil pekerja berkeahlian menengah hingga tinggi sebagai risiko domestik utama.
  • Kondisi ini membatasi kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan konsumsi dan menghambat mobilitas ekonomi menuju kelas menengah yang lebih kuat.
  • Tren penurunan upah riil pekerja terampil secara signifikan telah mengurangi proporsi kelas menengah di Indonesia, sementara pekerja berkeahlian rendah mengalami kenaikan.
  • Terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal berkualitas mendorong lulusan berpendidikan tinggi beralih ke sektor informal dengan perlindungan dan potensi pendapatan lebih rendah.

Bank Dunia: ‘Alarm’ Ancaman Nyata bagi Kelas Menengah Indonesia

Laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026 dari Bank Dunia menyajikan gambaran yang mengkhawatirkan bagi salah satu pilar ekonomi Indonesia, yaitu kelas menengah. Lembaga global ini menilai bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang, kualitas pekerjaan yang tersedia dan perkembangan pendapatan riil masyarakat masih menjadi tantangan serius yang dapat menghambat perluasan serta penguatan kelompok kelas menengah.

Bank Dunia secara tegas menyatakan bahwa risiko domestik, jika tidak ditangani, berpotensi memperparah tekanan eksternal yang tengah dihadapi perekonomian Indonesia. Salah satu risiko paling signifikan yang menjadi perhatian adalah lemahnya kualitas lapangan kerja serta menurunnya upah riil yang dialami oleh pekerja dengan keahlian menengah hingga tinggi. Fenomena ini, menurut Bank Dunia, memiliki dampak langsung pada kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan daya beli (konsumsi) dan pada akhirnya menghambat mobilitas ekonomi masyarakat untuk naik kelas menjadi kelompok menengah yang lebih mapan.

Kualitas pekerjaan yang lemah serta penurunan upah riil di kalangan pekerja berkeahlian menengah dan tinggi juga dapat membatasi konsumsi rumah tangga dan menghambat perluasan kelas menengah. Bank Dunia mengidentifikasi tren penurunan upah riil ini sebagai salah satu faktor utama yang mempercepat penyusutan proporsi kelas menengah di Indonesia.

Data Menunjukkan Penurunan Upah Riil Pekerja Terampil

Laporan tersebut menyajikan data yang mencengangkan. Selama periode 2018 hingga 2025, upah riil pekerja berkeahlian menengah tercatat mengalami penurunan sekitar 1% setiap tahunnya. Situasi lebih buruk dialami oleh pekerja berkeahlian tinggi, dengan penurunan upah riil mencapai sekitar 2% per tahun.

Penurunan yang signifikan pada kedua kelompok pekerja terampil ini secara agregat ikut menekan tren upah secara keseluruhan. Berdasarkan pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) dari median upah riil, terjadi penurunan sekitar 0,5% per tahun. Situasi ini kontras dengan pekerja berkeahlian rendah, yang justru menunjukkan tren positif. Kelompok ini mencatat kenaikan upah rata-rata sekitar 1,7% per tahun. Perbedaan tren yang mencolok ini secara bertahap mengurangi proporsi pekerja yang dapat dikategorikan sebagai kelas menengah.

Dampak Nyata: Susutnya Porsi Kelas Menengah

Akibat tekanan dari penurunan upah riil pekerja terampil dan perbedaan pertumbuhan pendapatan yang timpang, porsi pekerja kelas menengah di Indonesia dilaporkan mengalami penyusutan drastis. Dari angka 14,5% pada tahun 2018, proporsi ini anjlok menjadi hanya 7,1% pada tahun 2025.

Lapangan Kerja Formal Berkualitas Terbatas, Lulusan Terserap ke Sektor Informal

Bank Dunia menggarisbawahi bahwa masalah utama di balik fenomena ini adalah terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas. Kondisi ini memaksa semakin banyak pekerja yang memiliki pendidikan tinggi, termasuk lulusan perguruan tinggi, untuk beralih ke sektor informal.

Data Bank Dunia menunjukkan pergeseran yang signifikan. Porsi lulusan perguruan tinggi yang bekerja di sektor formal bergaji mengalami penurunan dari 74,1% pada tahun 2018 menjadi 67,8% pada tahun 2025. Sementara itu, lulusan pendidikan menengah atas juga mengalami penurunan hampir 7 poin persentase dalam pekerjaan formal bergaji selama periode yang sama. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa sebagian lulusan perguruan tinggi masih mampu menyasar kelompok pekerjaan informal tingkat atas, dengan proporsi yang meningkat dari 6,7% pada 2018 menjadi 8,9% pada 2025. Namun, pekerja dengan tingkat pendidikan lebih rendah tidak memiliki alternatif serupa dan sebagian besar terpaksa terserap ke pekerjaan informal tingkat bawah.

Pembalikan Pola Pembangunan Kesejahteraan

Menurut Bank Dunia, fenomena ini menandakan sebuah pembalikan dari pola pembangunan yang selama ini berlaku. Secara umum, pendidikan yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan formal yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi. Namun, saat ini, lemahnya permintaan tenaga kerja dari dunia usaha menyebabkan banyak pekerja terdidik terpaksa menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan tingkat keterampilan yang mereka miliki.

Lebih jauh, Bank Dunia menilai bahwa meningkatnya penyerapan tenaga kerja terdidik ke sektor informal berpotensi menekan kesejahteraan jangka panjang. Pekerjaan informal umumnya menawarkan tingkat keamanan kerja yang lebih rendah, perlindungan sosial yang terbatas, serta peluang peningkatan pendapatan yang lebih kecil dibandingkan pekerjaan formal.

Pola ini sejalan dengan semakin tergerusnya upah kelas menengah dan stagnasi perekrutan tenaga kerja di sektor jasa bernilai tambah tinggi. Pernyataan ini menegaskan bahwa tren negatif yang terjadi pada kelas menengah dan sektor jasa bernilai tambah tinggi merupakan indikator kesehatan ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.


Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Bank DuniaIndonesia Economic Prospectskelas menengah Indonesiaketenagakerjaankualitas pekerjaanmobilitas ekonomiPertumbuhan Ekonomirisiko domestikupah riil
Share12Tweet8Send

ARTIKEL TERKAIT

Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

04/11/2026
Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Sulsel dan Biaya Balik Nama di Makassar 2026

02/11/2026
Foto makro uang kertas Rupiah Indonesia ditumpuk rapi di atas meja kayu usang yang berserat kasar, berdampingan dengan grafik analitik digital bercahaya menampilkan garis fluktuasi merah-hijau sebagai

Strategi Manajemen Arus Kas UMKM Hadapi Ketidakpastian Pasar

01/11/2026
Foto close-up laporan keuangan cetak dengan grafik naik dan kalkulator emas terbuka di atas meja kayu, diterangi sinar matahari sore yang dramatis.

Panduan Investor Pemula Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

01/11/2026
7 bupati sepakat membangun danau toba sebagai destinasi utama wisata di indonesia

Pertamina Sumbagut Tingkatkan Kelestarian Bukit Sibea-Bea Demi Danau Toba

01/11/2026
Wartakita Presiden Prabowo

Prabowo Bertemu Pengusaha Kadin, Bahas Capaian Investasi Strategis

01/11/2026
Wartakita Id Ojk

OJK Pacu Keuangan Syariah untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

01/11/2026
Grafik saham teknologi yang bergugur dengan panah merah tajam di atas meja kayu, dicolok oleh koin emas bercahaya.

Saham Teknologi AS Berguguran, Nasdaq Anjlok 2,86 Persen

01/11/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

    Panduan Beasiswa Daerah Pemprov Sulsel dan Pendaftaran Kuliah RPL Makassar 2026

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • KUR UMKM Tanpa Agunan Tambahan hingga Rp100 Juta: Tabel Angsuran, Syarat NIB, dan Cara Pengajuan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Smoothing dan Coloring Bersamaan Bisa Merusak Rambut?

    3579 shares
    Share 1432 Tweet 895
  • Falsafah Siri na Pacce vs Bushido: Krisis Malu Pejabat Publik & Tokoh Figur Kita

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Sulsel dan Biaya Balik Nama di Makassar 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Indonesia Rancang Teknologi Anti Komputer Kuantum Bersama Peruri Dan Telkom

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Presiden Prabowo dan Sejumlah Pejabat Diduga Disadap Sejak 2025

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • PSM Makassar Kalah 0-1 dari Madura United Akibat Penalti Gagal di Kandang

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.