Rabu, 1 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun

by Pewarta Warga
11/06/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1781187727-3ad821d1c46a7f30

Bank Dunia kembali membunyikan lonceng peringatan serius mengenai kondisi kelas menengah di Indonesia. Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil, tantangan fundamental terkait kualitas pekerjaan dan stagnasi pendapatan riil mengancam perluasan dan stabilitas kelompok demografis krusial ini.

  • Bank Dunia menyoroti pelemahan kualitas lapangan kerja dan penurunan upah riil pekerja berkeahlian menengah hingga tinggi sebagai risiko domestik utama.
  • Kondisi ini membatasi kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan konsumsi dan menghambat mobilitas ekonomi menuju kelas menengah yang lebih kuat.
  • Tren penurunan upah riil pekerja terampil secara signifikan telah mengurangi proporsi kelas menengah di Indonesia, sementara pekerja berkeahlian rendah mengalami kenaikan.
  • Terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal berkualitas mendorong lulusan berpendidikan tinggi beralih ke sektor informal dengan perlindungan dan potensi pendapatan lebih rendah.

Bank Dunia: ‘Alarm’ Ancaman Nyata bagi Kelas Menengah Indonesia

Laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026 dari Bank Dunia menyajikan gambaran yang mengkhawatirkan bagi salah satu pilar ekonomi Indonesia, yaitu kelas menengah. Lembaga global ini menilai bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang, kualitas pekerjaan yang tersedia dan perkembangan pendapatan riil masyarakat masih menjadi tantangan serius yang dapat menghambat perluasan serta penguatan kelompok kelas menengah.

Bank Dunia secara tegas menyatakan bahwa risiko domestik, jika tidak ditangani, berpotensi memperparah tekanan eksternal yang tengah dihadapi perekonomian Indonesia. Salah satu risiko paling signifikan yang menjadi perhatian adalah lemahnya kualitas lapangan kerja serta menurunnya upah riil yang dialami oleh pekerja dengan keahlian menengah hingga tinggi. Fenomena ini, menurut Bank Dunia, memiliki dampak langsung pada kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan daya beli (konsumsi) dan pada akhirnya menghambat mobilitas ekonomi masyarakat untuk naik kelas menjadi kelompok menengah yang lebih mapan.

Kualitas pekerjaan yang lemah serta penurunan upah riil di kalangan pekerja berkeahlian menengah dan tinggi juga dapat membatasi konsumsi rumah tangga dan menghambat perluasan kelas menengah. Bank Dunia mengidentifikasi tren penurunan upah riil ini sebagai salah satu faktor utama yang mempercepat penyusutan proporsi kelas menengah di Indonesia.

World Cup 2026

Data Menunjukkan Penurunan Upah Riil Pekerja Terampil

Laporan tersebut menyajikan data yang mencengangkan. Selama periode 2018 hingga 2025, upah riil pekerja berkeahlian menengah tercatat mengalami penurunan sekitar 1% setiap tahunnya. Situasi lebih buruk dialami oleh pekerja berkeahlian tinggi, dengan penurunan upah riil mencapai sekitar 2% per tahun.

Penurunan yang signifikan pada kedua kelompok pekerja terampil ini secara agregat ikut menekan tren upah secara keseluruhan. Berdasarkan pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) dari median upah riil, terjadi penurunan sekitar 0,5% per tahun. Situasi ini kontras dengan pekerja berkeahlian rendah, yang justru menunjukkan tren positif. Kelompok ini mencatat kenaikan upah rata-rata sekitar 1,7% per tahun. Perbedaan tren yang mencolok ini secara bertahap mengurangi proporsi pekerja yang dapat dikategorikan sebagai kelas menengah.

Dampak Nyata: Susutnya Porsi Kelas Menengah

Akibat tekanan dari penurunan upah riil pekerja terampil dan perbedaan pertumbuhan pendapatan yang timpang, porsi pekerja kelas menengah di Indonesia dilaporkan mengalami penyusutan drastis. Dari angka 14,5% pada tahun 2018, proporsi ini anjlok menjadi hanya 7,1% pada tahun 2025.

Lapangan Kerja Formal Berkualitas Terbatas, Lulusan Terserap ke Sektor Informal

Bank Dunia menggarisbawahi bahwa masalah utama di balik fenomena ini adalah terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas. Kondisi ini memaksa semakin banyak pekerja yang memiliki pendidikan tinggi, termasuk lulusan perguruan tinggi, untuk beralih ke sektor informal.

Data Bank Dunia menunjukkan pergeseran yang signifikan. Porsi lulusan perguruan tinggi yang bekerja di sektor formal bergaji mengalami penurunan dari 74,1% pada tahun 2018 menjadi 67,8% pada tahun 2025. Sementara itu, lulusan pendidikan menengah atas juga mengalami penurunan hampir 7 poin persentase dalam pekerjaan formal bergaji selama periode yang sama. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa sebagian lulusan perguruan tinggi masih mampu menyasar kelompok pekerjaan informal tingkat atas, dengan proporsi yang meningkat dari 6,7% pada 2018 menjadi 8,9% pada 2025. Namun, pekerja dengan tingkat pendidikan lebih rendah tidak memiliki alternatif serupa dan sebagian besar terpaksa terserap ke pekerjaan informal tingkat bawah.

World Cup 2026

Pembalikan Pola Pembangunan Kesejahteraan

Menurut Bank Dunia, fenomena ini menandakan sebuah pembalikan dari pola pembangunan yang selama ini berlaku. Secara umum, pendidikan yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan formal yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi. Namun, saat ini, lemahnya permintaan tenaga kerja dari dunia usaha menyebabkan banyak pekerja terdidik terpaksa menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan tingkat keterampilan yang mereka miliki.

Lebih jauh, Bank Dunia menilai bahwa meningkatnya penyerapan tenaga kerja terdidik ke sektor informal berpotensi menekan kesejahteraan jangka panjang. Pekerjaan informal umumnya menawarkan tingkat keamanan kerja yang lebih rendah, perlindungan sosial yang terbatas, serta peluang peningkatan pendapatan yang lebih kecil dibandingkan pekerjaan formal.

Pola ini sejalan dengan semakin tergerusnya upah kelas menengah dan stagnasi perekrutan tenaga kerja di sektor jasa bernilai tambah tinggi. Pernyataan ini menegaskan bahwa tren negatif yang terjadi pada kelas menengah dan sektor jasa bernilai tambah tinggi merupakan indikator kesehatan ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.


Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - image 3

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Badan Ekspor Nasional: Potensi Birokrasi dan Distorsi Pasar Menurut Anggota DPR

Strategi Ekonomi Kuartal II 2026: Purbaya Yudhi Sadewa Fokus Penguatan Daya Beli dan Pemberantasan Barang Ilegal

APBN 2026 Catat Defisit Rp 240,1 T per Maret, Menkeu Pastikan Masih Terkendali

Rupiah Tembus Rp17.300 Tergerus Perang AS-Iran, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga dan Intervensi Pasar

Segera Cek! Aturan Lengkap dan Jadwal Pencairan THR Pekerja Swasta 2026

Tags: Bank DuniaIndonesia Economic Prospectskelas menengah Indonesiaketenagakerjaankualitas pekerjaanmobilitas ekonomiPertumbuhan Ekonomirisiko domestikupah riil
Share8Tweet5Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Jadi 250: Perang Melawan Pemborosan Uang Rakyat

30/06/2026
img-1781429853-85a8b62148d74e97

Rupiah Mendunia: Indonesia & Hong Kong Jalin Kesepakatan Transaksi Mata Uang Lokal

14/06/2026
ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
img-1780903963-85c388482793ecb0

Dolar AS Tembus Rp 18.100: Analisis Mendalam Pelemahan Rupiah di Awal Perdagangan

08/06/2026
img-1780630539-e865cede36318bad

Rupiah Sentuh Rp18.000/USD: Pengusaha Respons dengan Efisiensi dan Pertimbangkan Hiring Freeze

05/06/2026
img-1779401953-3c257e68c3c7c671

Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik

02/06/2026
img-1778199098-909e8f7b2cb2fef9

Strategi Penyelamatan Rupiah dan Tiga Pos Kritis APBN 2026

02/06/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun - Featured

    Tiga Pelajar Unggulan Dinobatkan Duta Baca Pelajar Makassar 2026: Menggerakkan Literasi di Jantung Sulawesi Selatan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Tren Makeup dan Skincare Gen Z yang Wajib Kamu Tahu

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Anggaran Rp 30 Juta per Orang untuk Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Hasanuddin Usulkan Penghapusan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • GitHub Copilot Workspace: Bukan Sekadar AI Pair Programmer, Tapi Revolusi Kolaborasi Kode Otonom

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Tiongkok Sumbang Rp 3,3 Miliar untuk Korban Sekolah Iran, Tuding AS-Israel

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • 5 Rekomendasi Potongan Rambut Pria saat Melamar Kerja, Rapi, Simpel dan Stylish

    470 shares
    Share 188 Tweet 118
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.