Senin, 22 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2021

Vaatu dan Raava

by A. Burhany
30/03/2021
in Arsip 2021, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Vaatu dan Raava - Arsip

Ilustrasi Vaatu dan Raava

“Kebencian memberiku nafas, pertikaian memberiku kekuatan” ~ Vaatu.

Vaatu karakter yang mewakili semangat keburukan, kegelapan dan kekacauan. Vaatu berpasangan dengan Raava, karakter semangat kebaikan dalam film animasi avatar Korra.

Film animasi yang membawa sepotong ingatan kisah tentang nabi Musa yang geram kepada Iblis.

Suatu hari Nabi Musa alaihisalam berjalan berkeliling kota di mana umatnya bermukim. Menyapa umat sudah menjadi rutinitas harian, mendamaikan pertikaian, menyelesaikan masalah, juga menjawab pertanyaan.

Menjelang siang, Musa alaihisalam akhirnya tiba di sebuah pasar.

World Cup 2026

Betapa sedih hati Musa setiba di dalam pasar. Ia menemukan aneka rupa praktik kecurangan dan keculasan manusia di sana. Pedagang, pembeli dan pengunjung pasar semua asyik berlaku curang.

Menyadari Iblis berada di balik semua kerusakan yang ia temui di pasar. Musa geram, lalu mengadu kepada Tuhan.

“Mengapa harus ada Iblis Tuhan? Dunia akan menjadi lebih tenang dan damai tanpa kehadiran Iblis yang menghasut manusia agar berlaku zalim seperti dirinya.”

“Jadi maumu bagaimana Musa?”

“Hilangkan saja Iblis dari muka Bumi ya Tuhan.”

“Begini saja, sebelum kamu menyesali permintaanmu sebagaimana dahulu ketika mengikuti hambaKu Khidir. Selama tiga hari Iblis Aku ikat, tidak berdaya menggoda umat manusia.”

“Baiklah Tuhan.” Musa tidak berani mendebat.

Hari pertama Iblis diikat, pasar sepi, tidak ada pembeli dan pengunjung yang datang. Hari kedua, pasar bak kuburan, para pedagang meninggalkan lapak-lapak dagangannya. Hari ketiga, kota sepi bak kota mati. Umatnya sibuk beribadah di rumah masing-masing.

Setelah hari berganti, sebelum Tuhan melepas ikatan Iblis, buru-buru Musa kembali bermunajat kepada Tuhan, “Mohon lepaskan saja ikatan Iblis ya Tuhan.” Lirih Musa bermohon.

Pada riwayat yang lain, nabi Musa alaihisalam yang terkenal kritis dan suka protes, suatu kali diberi kesempatan bertemu nabi Adam alaihisalam.

Musa tidak dapat mengendalikan dirinya, menyalahkan Adam sebagai sebagai sebab terbuangnya umat manusia dari surga, tempat di mana tidak dibutuhkan usaha apa pun ketika membutuhkan dan menginginkan sesuatu, apa yang melintas dalam hati dan pikiran seketika terwujud. Tempat yang disebut Allah dalam Al Quran kenikmatannya tidak bisa terlintas dalam pikiran dan hati manusia, sebaliknya begitu pula dengan neraka. (Bila surga dan neraka saja tidak mampu kita bayangkan dan pikirkan, bagaimana dengan pencipta keduanya?)

World Cup 2026

Adam yang semakin arif dan bijaksana sejak menjalani hukuman terbuang dari surga ke muka bumi, yang menemui pertumpahan darah pertama oleh dua pasang anak kembarnya sendiri yang katanya atas nama cinta, dan beraneka hal pertama kali yang dilakukan manusia lainnya di atas bumi, tidak menanggapi emosi yuniornya dengan kemarahan.

“Apakah kamu lupa? Sebelum alam semesta ini, sebelum surga dan neraka diciptakan, sebelum ada aku, Tuhan telah menetapkan takdirku dan Hawa akan memakan buah Khuldi?”

Musa tersenyum kecut, kapok membantah moyangnya, atau ia termasuk orang-orang yang gagal berbaik sangka pada ketetapan Tuhan.

BACA JUGA:

Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

Kecerdasan Buatan Tanpa Muatan Kepentingan Bisa Lebih Cerdas Dari Yang Membuatnya

Selamat Jalan Buya Kamba

Punggung Baginda Nabi Muhammad SAW.

Pilihan: Menegakkan Nilai Tauhid atau Membela Simbol Tauhid

***

Sunatullah, tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia termasuk Iblis. Juga Sunatullah, semua yang berada dalam dimensi ciptaan saling berpasangan. Hanya Khalik yang Esa dan Tunggal.

Dalam film animasi Avatar Korra yang kami tamatkan di setiap kesempatan ‘working from home’ selama pandemi (membuat ‘doing nothing at home’ menjadi sedikit bernilai, sebenarnya) Raava memberi tahu Korra, bahwa ia maupun Vaatu tidak dapat dihancurkan selama belum tiba masanya semesta ciptaan berakhir.

Jika avatar Korra berhasil membunuh Vaatu, maka Vaatu akan lahir kembali melalui dirinya. Jika Vaatu melalui hamba kegelapan dan keburukan berhasil membunuh Raava, maka ia akan kembali tercipta melalui diri Vaatu.

Alih-alih kemarahan Korra akan sanggup menghentikan, bagi Vaatu kebencian jadi nafasnya, dan pertikaian adalah sumber tenaganya. Satu-satunya cara mengendalikan Vaatu dengan mengurung dan memenjarakannya, bentuk simbolik berpuasa.

***

Kedua kisah tersebut membawa pesan yang sama. Kebencian, kemarahan, dan pertikaian bukanlah cara untuk menundukkan keburukan dan kegelapan.

Dalam perjalanan hidup manusia sejak bangun tidur hingga kembali tidur, hampir semua berisi pilihan-pilihan, bahkan konon sebelum ruh dilahirkan ke bumi, sebelum ditiupkan ke dalam janin manusia, lebih dahulu diperlihatkan takdirnya selama hidup, mengenal dan mengakui Tuhan, jika menolak, maka janin tersebut gugur atau digantikan dengan ruh lain yang bersedia.

Kerap manusia sendiri yang memilih keburukan dan kegelapan, Tuhan menegaskan, segala yang buruk-buruk akibat kesalahan (pilihan) kita sendiri, dan yang baik-baik adalah dari Tuhan, tak jarang membuat pilihan berada di posisi Iblis atau Vaatu.

Posisi yang sebenarnya juga bermanfaat, tetapi kemanfaatan tersebut tetap tidak menghilangkan konsekuensi dari memilih sisi kelam dan buruk.

Tentu, andai bisa kembali mengulang pilihan-pilihan, dan lepas dari takdir harus memilih keburukan sebagai bagian dari pelajaran hidup, alangkah beruntungnya jika selalu bisa memilih kebaikan saja.

Namun, Tuhan lebih tahu kapan seseorang harus menjalani peran sebagai bagian dari keburukan, dan kapan harus menjadi bagian dari kebaikan. Karena itu baginda Nabi Muhammad ﷺ mewasiatkan doa, agar umatnya bermohon kepada Allah Ta’ala yang suka membolak-balik hati manusia, agar ditetapkan pada kebaikan.

Tiga hari setelah peristiwa bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar, sudah adakah yang membuat daftar ‘manfaat’ apa saja yang diambil dari kejadian tersebut, yang mesti ada selain target memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama dan umat manusia?

Melakukan aksi bom bunuh diri adalah pilihan yang buruk, pasti. Tetapi, memanipulasi pikiran dan keyakinan orang lain agar berbuat keburukan dan kerusakan jauh lebih buruk dari keburukan itu sendiri. Mengambil alih posisi dan kewenangan Tuhan kapan seorang manusia harus menjadi bagian dari keburukan agar akhirnya bisa berhenti setelah mengambil pelajaran, dan kapan seseorang menjadi bagian dari kebaikan agar menyadari berbuat dan berbagi kebaikan hanya menghasilkan lebih banyak kebaikan.

Kemudian, setelah tidak lagi terombang-ambing di dua tempat yang berlawanan, seseorang akan menyadari kedua sisi tersebut hanyalah jalan agar ia mengenal Tuhannya, tidak lagi cemas akan neraka dan harap ke surga, hanya berharap cinta yang juga dari-Nya menjembatani perjumpaan dengan Tuhannya.

Wallahu’alaam..

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: baik dan burukTepekurvaatu dan raava
Share148Tweet92Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Vaatu dan Raava - Featured

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Vaatu dan Raava - Featured

    APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    143 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • SEO Lokal: Kunci Sukses Merek Nasional di Era Google yang Terpersonalisasi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Prediksi Meksiko vs Korea Selatan 2026: Rebutan Tiket 32 Besar!

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 15 Juni: Dari Magna Carta hingga Kelahiran Sriwijaya, Jejak Sejarah yang Mengukir Peradaban Modern

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 5 Gaya Rambut Pria untuk Jidat Lebar: Auto Ganteng & Pede

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Sejarah Hari Ini 21 Juni: Pelarian Louis XVI hingga Fajar Komputer Modern

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar Perkuat Pengelolaan TPA: Fokus pada Sistem Operasional dan Potensi Gas Metan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Waspada FOMO! Dokter Kulit Ingatkan Bijak Pilih Tren Kecantikan di Media Sosial

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Vaatu dan Raava - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Vaatu dan Raava - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Vaatu dan Raava - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.