Senin, 17 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan

Obituari M. Anis Kaba

by Redaktur
06/03/2024
in Opini
Reading Time: 7 mins read
A A
obituari m anis kaba-ilustrasi AB

ilustrasi (AB/AI)

KITA hanyalah bayang, saling berbaur, bersilangan, berhimpitan dan akan ditimpa oleh bayang-bayang yang lain, hilang kemudian dilupakan. Kisah kehidupan di muka bumi akan terus bergulir, datang dan pergi, silih berganti. Dan ketika tiba saatnya salah satu di antara kita ditakdirkan bertemu kereta kencana lebih dulu, para sahabat tercabik duka yang dalam, kehilangan.

***

Aku tahu kau akan berangkat, meski tidak tahu kapan. Tapi sejak Ais berkabar di penghujung tahun 2023 tentang dirimu yang kembali terbaring di rumah sakit, entah mengapa, ada semacam gelombang kecemasan menghantam diriku. Meski begitu, kulambungkan doa terbaik ke langit demi kesembuhanmu. Setelahnya, aku berusaha menepis perasaan kacau itu. Tapi seperti ada sesuatu yang “memintaku” berangkat ke Makassar. Firasatku, yang seringkali salah, kali ini seakan benar. Maka kuputuskan untuk mengabadikan percakapan kita terakhir kali pada tanggal 3 Januari pukul 10.27 wita, via sambungan telepon. Pukul 12.22 wita Ais mengirim kabar bahwa kau telah pamit, melepas pegangan dari tali kehidupan. Rekaman percakapan itu masih kusimpan. Aku anggap bahwa kau tidak benar benar pergi, tapi masih hidup bersama kami, para sahabatmu yang selalu mencandaimu, merindukanmu.

Sulur-sulur kenangan semasa bersamamu pun kembali terurai. Banyak cerita tersimpan di danau pengetahuan yang selalu kau rawat dengan sungguh, di jalan Kelinci, di utara kota Makassar.

Sebab usiaku terpaut jauh lebih muda dari usiamu, setiap kali kau bentangkan kisah masa lalumu yang penuh warna, maka kupilih lebih banyak mendengar, membuka hati dan berenang di lautan hikmah, membaca perjalanan hidupmu.

Aku ikut tersenyum saat kau tuturkan roman picisanmu pertama kali kau bertemu Maryam Simamora —gadis Batak-Sidrap— yang begitu kau cintai, yang memberimu tiga mata hati. Aku pun bisa merasakan apa yang terkandung dalam tarikan napasmu yang berat saat kau terkenang teduh wajahnya, merdu suaranya. Kau benar-benar kehilangan dirinya. Mataku berkaca kaca ketika kau bercerita tentang anak-anakmu dan peristiwa yang mengikuti perjalanan kisah hidup mereka. Juga cucu-cucumu, Indah dan Butet. (O ya, seingatku kau pernah menyebut anakmu Ais sebagai anak bandel yang sulit diatur, tapi kukira kau telah melebarkan senyum setelah sekian tahun atas hasil didikanmu ia bermetamorfosa menjadi seorang lelaki kuat, cerdas dan tentu saja mewarisi ketampananmu).

Danau pengetahuan berupa perpustakaan kecil itu kau tata dan kau rawat dengan cinta sebab katamu dengan cara itulah kau mengenang ibumu yang selalu kau ulang-ulang ceritakan. Di matamu, beliau adalah seorang pembelajar yang tidak pernah berhenti membaca selain pandai menulis surat dalam bahasa Arab. Di antara buku buku, majalah, dan tumpukan koran, kau membayangkan ibumu tetap ada di sana, menatapmu. Kadang aku melihatmu seperti anak kecil yang rindu belaian sang bunda meski saat itu kau telah melampaui usia ibumu sendiri. Cintamu yang begitu besar sehingga perpustakaanmu kau namai dengan nama ibumu menjadi “Usthask Kita”. Kata “Usthask” sendiri berarti “Ummi Sitti Khadijah Syam Kaba”. Bola matamu menyala menemukan nama itu. Dengan bersemangat kau meminta pendapatku. Segera kuiyakan sebab ini soal kecintaan terhadap ibu. Tak mungkinlah kubantah meski kurasa sedikit aneh kependekannya. Untuk melengkapinya, kau pun memintaku membuat logonya. Segera kucorat-coret di kertas, dan beberapa hari kemudian jadilah plang-nya. (Adapun kata “Kita” yang mengikutinya, entahlah, saya tidak ingat lagi apa artinya).

***

Anis, sahabatku, setiap kali kita lepas berbincang, dan kau biarkan aku duduk menekuri satu buku bacaan yang kau pilihkan dari rak bukumu, tentu tidak kau tahu bahwa aku terkadang mencuri pandang, diam diam melihatmu larut bersama irama mesin ketik tuamu, menulis sajak-sajak. Di usia senjamu, tak kau biarkan dirimu diiris pedang waktu tanpa berkarya dan berbagi. Betapa kedamaian dan kesejukan berlimpah melengkapi detak-detik waktu yang memanjang entah dimana batasnya.

Ketika kau selesai, kepalamu mengangguk-angguk seperti berusaha membaca ulang diksi yang kau temukan. Tidak jarang mesin ketik tuamu itu berderit kencang karena kau menarik paksa kertas yang menempel. Kau lalu menggantinya dengan yang baru dan dengan cepat kau ketik lagi untuk merevisi draf sajak sebelumnya. Lagi, kau mengangguk-angguk dan kau akhiri dengan senyuman puas.

Memerah langit di ufuk barat
Sebaris kalimat meriak di telaga senyap
Kita berjalan menyusur langit yang lindap
Membaca setiap isyarat

Ketika malam menurunkan kelam
Tarian kunang-kunang mencipta keharuan
Pelita yang engkau pasang
Menyingkap tabir kerinduan *1

Sebuah kejutan kau ciptakan! Kau sodori aku secarik kertas yang baru saja kau petik dari rasa terdalammu.

“Ini khusus untuk Muhary,” katamu sembari tersenyum. Lalu kubaca dengan saksama. Terbayang perjalanan kita berdua menyusuri toko-toko buku, menduplikasi kitab langka, ngopi di warung-warung tua, sekadar berbincang tentang kota Makassar yang juga beranjak tua, sahabatsahabat seperjuanganmu yang telah lebih dulu pergi, tentang rencanamu mengabadikan sajak-sajakmu menjadi sebuah buku.

“Terima kasih, Pak Anis. Ini indah sekali. Ternyata Pak Anis pandai memotret,” jawabku menangapi sajakmu sekaligus sebagai ungkapan terima kasihku.

“Ya dulu memang aku suka memotret.” Ha-ha kubiarkan kau mengalir bersama pikiranmu sendiri. Tidak apa. Itulah keuntungan bersahabat dengan yang lebih tua. Kita yang muda sepatutnya belajar lebih banyak sabar dan memaklumi. “Masih kusimpan kameraku, tapi ya tidak terpakai lagi. Kapan kapan kutunjukkan padamu.”

Setelahnya kita akan mengawang dengan suguhan secangkir kopi diimbuh musik klasik macam Bach, Mozart, atau Tchaikovsky. Seakan kau tidak pernah ingin mengakhiri setiap pertemuan. Kau selalu bahagia setiap kali sahabatmu berkunjung.

Kau petik cahaya di langit senja
Beragam warna bermain di mata
Kau jaring bunyi di hari yang sepi
Beragam suara di bisikan hati
Menyulam kala sunyi

Membayang di malam hari
Pejalan yang tak pernah mati
Mengurai simpul setiap hari
Melewati tebing masa silam, berganti
Menyanyikan rindu pada puisi *2

Anis Kaba, sahabatku. Aku tulis catatan ini sekadar untuk mengenang pertemuan dan perjalanan kita bersama di masa dahulu. Terima kasih atas setiap kata, sehimpun kisah, dan hikmah yang kau berikan. Engkau adalah persona yang berhati permata, seorang lelaki yang sangat mencintai keluarganya. Beban di pundakmu terus kau usung meski tidak jarang kau merasa letih.

Menjelang akhir hayatmu, kau memutuskan untuk menyisih ke tepi sepi, mendaras sebanyak mungkin kitab suci alquran, mendawamkan dzikrullah, yang membuatmu damai se damai-damainya. Engkau tahu petualanganmu di dunia fana ini akan berganti ke perjalanan selanjutnya. Engkau telah menandai dirimu dengan karya yang telah dibaca banyak orang: Nyanyian Alam, Mantera Bumi, dan Kembara Angin dan Cahaya. Engkau telah menyimpan setangkai mawar di hati kami semua.

Pertemuan kita pertama kali di gedung RRI pada sebuah perhelatan seniman adalah pertemuan yang tak terelakkan. Awal dari petualangan untuk saling mengenali satu sama lain, saling membuka pintu gerbang kisah masing-masing, berbagi manis pahit kehidupan ini.

BACA JUGA:

Selamat Jalan, Pak Umar

Antasari Azhar dan Gema Palu Hakim yang Tak Pernah Padam

Paus Fransiskus, “World’s Parish Priest”, Wafat

Duka Mendalam: Liam Payne Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Balkon di Argentina

Innalillahi, Priya Prayogha Pratama, S.Sos. (5 Juni 1989 – 9 April 2024) wafat

Selamat jalan, Kakakku. Tidurlah engkau bersama udara. Tidurlah di keluasan taman sorgawi dengan tenang. Dalam haribaanNya yang penuh kasih.

***

Kita hanyalah bayang, saling berbaur, bersilangan, berhimpitan dan akan ditimpa oleh bayang-bayang yang lain, hilang kemudian dilupakan. Kisah kehidupan di muka bumi akan terus bergulir, datang dan pergi, silih berganti. Dan kita pun menanti, siapa di antara kita yang ditakdirkan menyisih ke tepi sepi saat lonceng kereta kencana berbunyi, meninggalkan para sahabat tercabik duka yang dalam, kehilangan…

waktu lonceng berbunyi
percakapan merendah, kita kembali
        menanti-nanti
kau berbisik: siapa lagi akan tiba
siapa lagi menjemputmu berangkat berduka

di ruangan ini kita gaib dalam gema.
        di luar malam hari
mengendap, kekal dalam rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi. *3

Tambora, Nusa Tenggara Barat, 02/2024
Muhary Wahyu Nurba

—–
Keterangan:
1. Puisi Pelita Malam, Anis Kaba, 2002
2. Puisi Meditasi, Anis Kaba, 2006
3. Puisi Dalam Sakit, Sapardi Djoko Damono, 1967

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: M. Anis KabaMuhary Wahyu NurbaObituari
Share15Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Seakan Kau Tidak Pernah Ingin Mengakhiri Setiap Pertemuan - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    581 shares
    Share 232 Tweet 145
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Anatomi Kebocoran Triliunan Rupiah: Saat Negara Gagal Memajaki Oligarki dan Sektor Ekstraktif

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia 10 Agustus 2026: Episentrum di Chocó, Kerusakan Parah di Beberapa Kota dan Korban Jiwa

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ini 2 Titik Masuk Ke Lokasi F8 Nanti Sore

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Koordinasi APIK Dinas PU Makassar & Dinas PU Provinsi Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bea Cukai Berbenah: Djaka Budi Utama Ungkap Upaya Perbaikan Pasca Ancaman Pembekuan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.