Kupang – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurut data InaTEWS BMKG, pusat gempa berada di koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa ini tergolong dangkal dan berpotensi menimbulkan tsunami.
Peringatan dini tsunami diperbarui menjadi status PD-2 pada pukul 05.09 WIB. Beberapa daerah ditetapkan berstatus Siaga, di antaranya:
- Manggarai Bagian Utara
- Ngada Bagian Utara
- Manggarai Barat Bagian Utara
- Selayar (Sulsel)
- Ende Bagian Utara
- Sikka Bagian Utara
- Jeneponto dan Bantaeng (Sulsel)
Sementara status Waspada berlaku di sejumlah wilayah termasuk Pulau Ende, Pulau Sikka, Bima (NTB), Dompu, Kota Bau-Bau (Sultra), Takalar, Bone, Wajo, dan beberapa daerah di Luwu.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berstatus Siaga untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Untuk wilayah Waspada, warga diminta menjauhi pantai dan tepian sungai serta menghentikan sementara aktivitas di perairan.Gempa utama diikuti sejumlah gempa susulan, termasuk magnitudo 6,2 dan 6,5 di sekitar Labuan Bajo serta magnitudo 4,8 di dekat Ruteng.
Guncangan dirasakan kuat di sejumlah daerah, termasuk Sumbawa dan Bima di NTB.“Ikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB, dan BMKG,” demikian imbauan resmi BMKG.
Hingga berita ini ditulis, pemantauan muka air laut dan perkembangan situasi masih terus dilakukan. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, dan hanya merujuk informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait.
Add wartakita.id as a preferred source on Google






















