Sabtu, 10 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor

by Pewarta Warga
30/08/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 5 mins read
A A
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

BACA JUGA:

Waspadai Awan Cumulonimbus, Asap, dan Gelombang Tinggi di Cuaca Besok, 9 Oktober 2026

Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Ancaman Nyata bagi Satwa Liar dan Iklim

Gempa M4,6 Guncang Laut Selatan Malang, Getaran Meluas hingga Lumajang dan Jember

Eco-Parenting Berbasis Lokal: Solusi Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim

CEO Nvidia Ditangkap di China dalam Kasus Penyelundupan Chip Canggih

Ancaman serius menghantui kawasan Himalaya saat otoritas Nepal dan China mengeluarkan peringatan mendesak mengenai potensi banjir bandang susulan. Dua danau yang terbentuk akibat tanah longsor di perbatasan kedua negara kini berisiko jebol, memicu luapan air yang dapat memperparah dampak bencana.

  • Peringatan dini dikeluarkan oleh Nepal dan China terkait potensi jebolnya danau akibat longsor di perbatasan Himalaya.
  • Banjir bandang sebelumnya dipicu oleh runtuhnya gletser, dengan perubahan iklim sebagai faktor utama.
  • Otoritas Nepal mengimbau warga di bantaran sungai untuk menjaga jarak aman dari area berisiko.
  • China memperkirakan peningkatan volume air danau, diperparah oleh prediksi hujan lebat.
  • Banjir bandang sebelumnya telah menelan ratusan korban jiwa dan ribuan orang hilang di Nepal dan Tibet.

Peringatan Kritis: Danau Longsor di Perbatasan Nepal-China Berisiko Jebol

Situasi darurat tengah dihadapi oleh Nepal dan China menyusul peringatan keras terkait ancaman banjir susulan di wilayah pegunungan Himalaya. Ancaman ini berasal dari dua danau yang secara tak terduga terbentuk akibat peristiwa tanah longsor yang terjadi sebelumnya di sepanjang perbatasan kedua negara. Potensi jebolnya kedua danau ini dikhawatirkan akan memicu luapan air bah yang dahsyat, menambah daftar kehancuran akibat banjir bandang yang telah melanda.

Akar Masalah: Banjir Bandang, Longsor Gletser, dan Jejak Perubahan Iklim

Banjir bandang yang baru-baru ini menerjang kawasan Himalaya diyakini bersumber dari runtuhnya gletser. Peristiwa alam yang mengerikan ini menyebabkan aliran deras material seperti bebatuan, bongkahan es, lumpur, dan puing-puing berserakan menuruni sistem sungai di pegunungan yang megah namun rentan ini. Para ilmuwan dan otoritas lingkungan secara konsisten menyoroti perubahan iklim global sebagai faktor fundamental di balik fenomena ini. Mencairnya gletser yang semakin cepat secara global tidak hanya meningkatkan risiko banjir danau glasial, tetapi juga memperbesar kemungkinan terjadinya runtuhan gletser yang berbahaya.

Detil Peringatan: Kenaikan Permukaan Air dan Prediksi Cuaca Buruk

Pemerintah Nepal, melalui badan penanggulangan bencananya, telah secara resmi merilis peringatan serius. Diketahui bahwa permukaan air di salah satu danau yang terbentuk dari tumpukan puing sisa longsor di sungai mengalami peningkatan signifikan dan kini berada dalam kondisi berisiko tinggi untuk jebol. Imbauan keras disampaikan kepada seluruh warga yang bermukim di bantaran sungai hilir, para penumpang yang mungkin melintas di area terdampak, tim penyelamat yang beroperasi, serta semua pihak terkait untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Menjaga jarak aman dari tepian sungai dan area yang teridentifikasi berisiko tinggi menjadi prioritas utama.

Sementara itu, otoritas China, melalui laporan resmi yang disiarkan oleh media pemerintah CCTV, juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Mereka menegaskan bahwa danau yang terbentuk pasca-tanah longsor di perbatasan China-Nepal saat ini menghadapi “risiko tinggi jebol dan berpotensi mengalirkan air bah ke hilir.” Prediksi menunjukkan bahwa ketinggian air di danau tersebut diperkirakan akan terus meningkat selama tiga hari ke depan, mencapai puncaknya diperkirakan sekitar tanggal 1 September. Situasi genting ini diperparah oleh prakiraan cuaca yang mengindikasikan adanya potensi hujan lebat di wilayah tersebut sepanjang periode yang sama, menambah beban pada struktur danau yang sudah rapuh.

Menurut laporan dari kantor berita Xinhua, estimasi volume air yang akan masuk ke dalam danau dalam tiga hari ke depan bisa mencapai sekitar 3 juta meter kubik. Ditambah lagi dengan intensitas hujan yang diprediksi akan meningkat, risiko jebolnya danau tersebut menjadi semakin nyata. Potensi bencana susulan ini dapat menyebabkan kerusakan yang lebih luas, termasuk di berbagai wilayah hilir seperti Pelabuhan Gyirong dan area sekitarnya yang berdekatan.

Dampak Nyata dan Upaya Penyelamatan di Tengah Krisis

Banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Tibet dan Nepal pada hari Rabu, 26 Agustus lalu, telah meninggalkan jejak kehancuran yang mendalam. Peristiwa tragis ini dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa dan puluhan ribu orang dinyatakan hilang. Hingga Sabtu, 29 Agustus, total korban tewas mencapai angka minimal 584 orang, dengan rincian 579 jiwa di Nepal dan 5 jiwa di wilayah China. Lebih dari 2.400 orang lainnya masih dalam status hilang, menambah luka pada masyarakat yang terdampak.

Palang Merah Internasional sendiri telah menyatakan bahwa tingkat trauma yang dialami para penyintas banjir bandang di Nepal sangat “luar biasa”. Perkiraan awal menunjukkan bahwa sekitar 93.000 orang secara langsung terdampak oleh bencana ini. Kerusakan infrastruktur vital seperti jalan raya dan jembatan, ditambah dengan terputusnya jaringan komunikasi dan aliran listrik, semakin mempersulit upaya tim penyelamat untuk menjangkau wilayah-wilayah yang paling parah dilanda bencana.

Di wilayah otonom Tibet, di bawah administrasi China, tim penyelamat darurat telah berhasil mencapai lokasi-lokasi utama yang hancur lebur akibat tanah longsor. Berbagai unit tanggap darurat, termasuk tim dari Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tibet serta Sichuan, yang dilengkapi dengan anjing pelacak, telah dikerahkan ke area terdampak untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Data terbaru mengenai jumlah orang hilang yang dirilis oleh otoritas Nepal pada hari Jumat menunjukkan angka 1.924 jiwa. Sementara itu, data dari China mencatat 558 orang hilang. Jika digabungkan, total orang hilang di kedua sisi perbatasan mencapai 2.482 jiwa. Angka yang memilukan ini juga mencakup 517 warga negara asing dan 933 pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yang turut menjadi korban dalam bencana ini.


Kontributor: MA. Untung

Penyunting: H. Gunadi


Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: banjir bandangChinadanau longsorHimalayakorban jiwaMitigasi BencanaNepalperingatan diniperubahan iklimTibet
Share258Tweet161Send

ARTIKEL TERKAIT

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Status Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Sidrap Diperpanjang Hingga 2026: Ancaman Berkelanjutan dan Langkah Penanganan

09/10/2026
Pemandangan jurnalistik profesional di Cirebon, dengan langit biru cerah berawan putih sedikit, matahari bersinar terang, dan indikator suhu di dashboard mobil menunjukkan 32°C. Gambar menangkap jalan

Prakiraan Cuaca Cirebon Hari Ini: Suhu Mencapai 32°C, Perhatikan Antisipasi Panas

09/10/2026
A professional foto jurnalistik menunjukkan langit dramatis dengan awan cumulonimbus yang membentuk, asap tebal di udara, dan awan tinggi atau gelombang udara yang terlihat. Pemandangan ini disetel pa

Waspadai Awan Cumulonimbus, Asap, dan Gelombang Tinggi di Cuaca Besok, 9 Oktober 2026

09/10/2026
Dapur rumah tangga yang rapi dengan berbagai produk dan wadah zero-waste yang rapih disusun. Terlihat filter kopi yang bisa digunakan berkali-kali, tas kain, dan botol kaca. Di latar belakang, dapur y

Panduan Praktis Memulai Gaya Hidup Zero Waste dari Dapur Rumah Tangga

08/10/2026
Seorang meteorologis BMKG sedang memberikan presentasi tentang peringatan dini cuaca di sebuah konferensi pers. Peta di depannya menunjukkan wilayah-wilayah yang terdampak dengan tanda-tanda berbeda,

Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

08/10/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Ancaman Nyata bagi Satwa Liar dan Iklim

05/10/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Gempa M4,6 Guncang Laut Selatan Malang, Getaran Meluas hingga Lumajang dan Jember

05/10/2026
Children from a local community in Makassar planting trees, symbolizing the integration of eco-parenting with local culture and traditions.

Eco-Parenting Berbasis Lokal: Solusi Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim

04/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • CEO Nvidia Ditangkap di China dalam Kasus Penyelundupan Chip Canggih

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Sikap Istana Jika MK Kabulkan Gugatan Ijazah Gibran: Serahkan pada Yudikatif

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.