Sabtu, 19 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor

by Pewarta Warga
30/08/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 5 mins read
A A
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

BACA JUGA:

AS Akui Tempatkan Senjata di Luar Angkasa, China-Rusia Peringatkan Perang Antariksa

BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

Tragedi Sound Horeg di Jatim: Tiga Nyawa Melayang, MUI Jatim Mendesak Polisi Turun Tangan

Ancaman serius menghantui kawasan Himalaya saat otoritas Nepal dan China mengeluarkan peringatan mendesak mengenai potensi banjir bandang susulan. Dua danau yang terbentuk akibat tanah longsor di perbatasan kedua negara kini berisiko jebol, memicu luapan air yang dapat memperparah dampak bencana.

  • Peringatan dini dikeluarkan oleh Nepal dan China terkait potensi jebolnya danau akibat longsor di perbatasan Himalaya.
  • Banjir bandang sebelumnya dipicu oleh runtuhnya gletser, dengan perubahan iklim sebagai faktor utama.
  • Otoritas Nepal mengimbau warga di bantaran sungai untuk menjaga jarak aman dari area berisiko.
  • China memperkirakan peningkatan volume air danau, diperparah oleh prediksi hujan lebat.
  • Banjir bandang sebelumnya telah menelan ratusan korban jiwa dan ribuan orang hilang di Nepal dan Tibet.

Peringatan Kritis: Danau Longsor di Perbatasan Nepal-China Berisiko Jebol

Situasi darurat tengah dihadapi oleh Nepal dan China menyusul peringatan keras terkait ancaman banjir susulan di wilayah pegunungan Himalaya. Ancaman ini berasal dari dua danau yang secara tak terduga terbentuk akibat peristiwa tanah longsor yang terjadi sebelumnya di sepanjang perbatasan kedua negara. Potensi jebolnya kedua danau ini dikhawatirkan akan memicu luapan air bah yang dahsyat, menambah daftar kehancuran akibat banjir bandang yang telah melanda.

Akar Masalah: Banjir Bandang, Longsor Gletser, dan Jejak Perubahan Iklim

Banjir bandang yang baru-baru ini menerjang kawasan Himalaya diyakini bersumber dari runtuhnya gletser. Peristiwa alam yang mengerikan ini menyebabkan aliran deras material seperti bebatuan, bongkahan es, lumpur, dan puing-puing berserakan menuruni sistem sungai di pegunungan yang megah namun rentan ini. Para ilmuwan dan otoritas lingkungan secara konsisten menyoroti perubahan iklim global sebagai faktor fundamental di balik fenomena ini. Mencairnya gletser yang semakin cepat secara global tidak hanya meningkatkan risiko banjir danau glasial, tetapi juga memperbesar kemungkinan terjadinya runtuhan gletser yang berbahaya.

Detil Peringatan: Kenaikan Permukaan Air dan Prediksi Cuaca Buruk

Pemerintah Nepal, melalui badan penanggulangan bencananya, telah secara resmi merilis peringatan serius. Diketahui bahwa permukaan air di salah satu danau yang terbentuk dari tumpukan puing sisa longsor di sungai mengalami peningkatan signifikan dan kini berada dalam kondisi berisiko tinggi untuk jebol. Imbauan keras disampaikan kepada seluruh warga yang bermukim di bantaran sungai hilir, para penumpang yang mungkin melintas di area terdampak, tim penyelamat yang beroperasi, serta semua pihak terkait untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Menjaga jarak aman dari tepian sungai dan area yang teridentifikasi berisiko tinggi menjadi prioritas utama.

Sementara itu, otoritas China, melalui laporan resmi yang disiarkan oleh media pemerintah CCTV, juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Mereka menegaskan bahwa danau yang terbentuk pasca-tanah longsor di perbatasan China-Nepal saat ini menghadapi “risiko tinggi jebol dan berpotensi mengalirkan air bah ke hilir.” Prediksi menunjukkan bahwa ketinggian air di danau tersebut diperkirakan akan terus meningkat selama tiga hari ke depan, mencapai puncaknya diperkirakan sekitar tanggal 1 September. Situasi genting ini diperparah oleh prakiraan cuaca yang mengindikasikan adanya potensi hujan lebat di wilayah tersebut sepanjang periode yang sama, menambah beban pada struktur danau yang sudah rapuh.

Menurut laporan dari kantor berita Xinhua, estimasi volume air yang akan masuk ke dalam danau dalam tiga hari ke depan bisa mencapai sekitar 3 juta meter kubik. Ditambah lagi dengan intensitas hujan yang diprediksi akan meningkat, risiko jebolnya danau tersebut menjadi semakin nyata. Potensi bencana susulan ini dapat menyebabkan kerusakan yang lebih luas, termasuk di berbagai wilayah hilir seperti Pelabuhan Gyirong dan area sekitarnya yang berdekatan.

Dampak Nyata dan Upaya Penyelamatan di Tengah Krisis

Banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Tibet dan Nepal pada hari Rabu, 26 Agustus lalu, telah meninggalkan jejak kehancuran yang mendalam. Peristiwa tragis ini dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa dan puluhan ribu orang dinyatakan hilang. Hingga Sabtu, 29 Agustus, total korban tewas mencapai angka minimal 584 orang, dengan rincian 579 jiwa di Nepal dan 5 jiwa di wilayah China. Lebih dari 2.400 orang lainnya masih dalam status hilang, menambah luka pada masyarakat yang terdampak.

Palang Merah Internasional sendiri telah menyatakan bahwa tingkat trauma yang dialami para penyintas banjir bandang di Nepal sangat “luar biasa”. Perkiraan awal menunjukkan bahwa sekitar 93.000 orang secara langsung terdampak oleh bencana ini. Kerusakan infrastruktur vital seperti jalan raya dan jembatan, ditambah dengan terputusnya jaringan komunikasi dan aliran listrik, semakin mempersulit upaya tim penyelamat untuk menjangkau wilayah-wilayah yang paling parah dilanda bencana.

Di wilayah otonom Tibet, di bawah administrasi China, tim penyelamat darurat telah berhasil mencapai lokasi-lokasi utama yang hancur lebur akibat tanah longsor. Berbagai unit tanggap darurat, termasuk tim dari Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tibet serta Sichuan, yang dilengkapi dengan anjing pelacak, telah dikerahkan ke area terdampak untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Data terbaru mengenai jumlah orang hilang yang dirilis oleh otoritas Nepal pada hari Jumat menunjukkan angka 1.924 jiwa. Sementara itu, data dari China mencatat 558 orang hilang. Jika digabungkan, total orang hilang di kedua sisi perbatasan mencapai 2.482 jiwa. Angka yang memilukan ini juga mencakup 517 warga negara asing dan 933 pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yang turut menjadi korban dalam bencana ini.


Kontributor: MA. Untung

Penyunting: H. Gunadi


Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: banjir bandangChinadanau longsorHimalayakorban jiwaMitigasi BencanaNepalperingatan diniperubahan iklimTibet
Share257Tweet161Send

ARTIKEL TERKAIT

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

15/09/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

12/09/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Makassar Melawan Krisis Air Bersih: Mobil Tangki & 18 SPAM Baru Jadi Ujung Tombak

11/09/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

08/09/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas ke Lima Provinsi, Penerbangan dan Kesehatan Terdampak – Status Siaga Tetap Berlaku

07/09/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Barat Daya: Dampak Udara dan Penerbangan di Banten

07/09/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

06/09/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Indonesia Bergemuruh: Empat Gunung Api Erupsi Serentak, Begini Dampaknya

06/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Ganjil-Genap BBM Subsidi di Sulsel: Aturan Lengkap Pemprov Atasi Antrean Panjang

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • AXA Financial Indonesia Perkuat Perlindungan Berbasis Syariah dengan Peluncuran AXA Sharia Life Insurance

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Reshuffle Mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Analisis Mendalam Politik dan Anggaran

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kebakaran Meluas, Gunung Bromo Ditutup Total untuk Wisata Mulai 12 September 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • BPH Migas Jamin Stok BBM: Pasca Antrean Panjang di Makassar, Pasokan Subsidi & Non-Subsidi Terkendali

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Kelangkaan BBM Hantam Makassar: Harga Sembako Meroket Akibat Lonjakan Biaya Angkut

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.