Minggu, 30 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor

by Pewarta Warga
30/08/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 5 mins read
A A
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

BACA JUGA:

Sulawesi Selatan Siagakan Satgas Terpadu Hadapi Ancaman Karhutla Ekstrem

Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang

Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño?

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir

Siklus Daun Gugur: Pelajaran Berharga BPBD Sulbar untuk Keseimbangan Alam dan Mitigasi Bencana

Ancaman serius menghantui kawasan Himalaya saat otoritas Nepal dan China mengeluarkan peringatan mendesak mengenai potensi banjir bandang susulan. Dua danau yang terbentuk akibat tanah longsor di perbatasan kedua negara kini berisiko jebol, memicu luapan air yang dapat memperparah dampak bencana.

  • Peringatan dini dikeluarkan oleh Nepal dan China terkait potensi jebolnya danau akibat longsor di perbatasan Himalaya.
  • Banjir bandang sebelumnya dipicu oleh runtuhnya gletser, dengan perubahan iklim sebagai faktor utama.
  • Otoritas Nepal mengimbau warga di bantaran sungai untuk menjaga jarak aman dari area berisiko.
  • China memperkirakan peningkatan volume air danau, diperparah oleh prediksi hujan lebat.
  • Banjir bandang sebelumnya telah menelan ratusan korban jiwa dan ribuan orang hilang di Nepal dan Tibet.

Peringatan Kritis: Danau Longsor di Perbatasan Nepal-China Berisiko Jebol

Situasi darurat tengah dihadapi oleh Nepal dan China menyusul peringatan keras terkait ancaman banjir susulan di wilayah pegunungan Himalaya. Ancaman ini berasal dari dua danau yang secara tak terduga terbentuk akibat peristiwa tanah longsor yang terjadi sebelumnya di sepanjang perbatasan kedua negara. Potensi jebolnya kedua danau ini dikhawatirkan akan memicu luapan air bah yang dahsyat, menambah daftar kehancuran akibat banjir bandang yang telah melanda.

Akar Masalah: Banjir Bandang, Longsor Gletser, dan Jejak Perubahan Iklim

Banjir bandang yang baru-baru ini menerjang kawasan Himalaya diyakini bersumber dari runtuhnya gletser. Peristiwa alam yang mengerikan ini menyebabkan aliran deras material seperti bebatuan, bongkahan es, lumpur, dan puing-puing berserakan menuruni sistem sungai di pegunungan yang megah namun rentan ini. Para ilmuwan dan otoritas lingkungan secara konsisten menyoroti perubahan iklim global sebagai faktor fundamental di balik fenomena ini. Mencairnya gletser yang semakin cepat secara global tidak hanya meningkatkan risiko banjir danau glasial, tetapi juga memperbesar kemungkinan terjadinya runtuhan gletser yang berbahaya.

Detil Peringatan: Kenaikan Permukaan Air dan Prediksi Cuaca Buruk

Pemerintah Nepal, melalui badan penanggulangan bencananya, telah secara resmi merilis peringatan serius. Diketahui bahwa permukaan air di salah satu danau yang terbentuk dari tumpukan puing sisa longsor di sungai mengalami peningkatan signifikan dan kini berada dalam kondisi berisiko tinggi untuk jebol. Imbauan keras disampaikan kepada seluruh warga yang bermukim di bantaran sungai hilir, para penumpang yang mungkin melintas di area terdampak, tim penyelamat yang beroperasi, serta semua pihak terkait untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Menjaga jarak aman dari tepian sungai dan area yang teridentifikasi berisiko tinggi menjadi prioritas utama.

Sementara itu, otoritas China, melalui laporan resmi yang disiarkan oleh media pemerintah CCTV, juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Mereka menegaskan bahwa danau yang terbentuk pasca-tanah longsor di perbatasan China-Nepal saat ini menghadapi “risiko tinggi jebol dan berpotensi mengalirkan air bah ke hilir.” Prediksi menunjukkan bahwa ketinggian air di danau tersebut diperkirakan akan terus meningkat selama tiga hari ke depan, mencapai puncaknya diperkirakan sekitar tanggal 1 September. Situasi genting ini diperparah oleh prakiraan cuaca yang mengindikasikan adanya potensi hujan lebat di wilayah tersebut sepanjang periode yang sama, menambah beban pada struktur danau yang sudah rapuh.

Menurut laporan dari kantor berita Xinhua, estimasi volume air yang akan masuk ke dalam danau dalam tiga hari ke depan bisa mencapai sekitar 3 juta meter kubik. Ditambah lagi dengan intensitas hujan yang diprediksi akan meningkat, risiko jebolnya danau tersebut menjadi semakin nyata. Potensi bencana susulan ini dapat menyebabkan kerusakan yang lebih luas, termasuk di berbagai wilayah hilir seperti Pelabuhan Gyirong dan area sekitarnya yang berdekatan.

Dampak Nyata dan Upaya Penyelamatan di Tengah Krisis

Banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Tibet dan Nepal pada hari Rabu, 26 Agustus lalu, telah meninggalkan jejak kehancuran yang mendalam. Peristiwa tragis ini dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa dan puluhan ribu orang dinyatakan hilang. Hingga Sabtu, 29 Agustus, total korban tewas mencapai angka minimal 584 orang, dengan rincian 579 jiwa di Nepal dan 5 jiwa di wilayah China. Lebih dari 2.400 orang lainnya masih dalam status hilang, menambah luka pada masyarakat yang terdampak.

Palang Merah Internasional sendiri telah menyatakan bahwa tingkat trauma yang dialami para penyintas banjir bandang di Nepal sangat “luar biasa”. Perkiraan awal menunjukkan bahwa sekitar 93.000 orang secara langsung terdampak oleh bencana ini. Kerusakan infrastruktur vital seperti jalan raya dan jembatan, ditambah dengan terputusnya jaringan komunikasi dan aliran listrik, semakin mempersulit upaya tim penyelamat untuk menjangkau wilayah-wilayah yang paling parah dilanda bencana.

Di wilayah otonom Tibet, di bawah administrasi China, tim penyelamat darurat telah berhasil mencapai lokasi-lokasi utama yang hancur lebur akibat tanah longsor. Berbagai unit tanggap darurat, termasuk tim dari Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tibet serta Sichuan, yang dilengkapi dengan anjing pelacak, telah dikerahkan ke area terdampak untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Data terbaru mengenai jumlah orang hilang yang dirilis oleh otoritas Nepal pada hari Jumat menunjukkan angka 1.924 jiwa. Sementara itu, data dari China mencatat 558 orang hilang. Jika digabungkan, total orang hilang di kedua sisi perbatasan mencapai 2.482 jiwa. Angka yang memilukan ini juga mencakup 517 warga negara asing dan 933 pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yang turut menjadi korban dalam bencana ini.


Kontributor: MA. Untung

Penyunting: H. Gunadi


Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: banjir bandangChinadanau longsorHimalayakorban jiwaMitigasi BencanaNepalperingatan diniperubahan iklimTibet
Share4Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Kolaborasi Kemanusiaan Lintas Negara Perkuat Bantuan Korban Gempa NTT, Sinergi Unhas, Agam Rinjani, dan Mitra Brasil untuk Pemulihan Wilayah

29/08/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang

28/08/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir

24/08/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Transformasi Dapur: Ubah Sampah Organik Jadi Emas Hijau Bernilai Tinggi, Kunci Lingkungan Lestari

23/08/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Lebih dari 4.000 Gempa Susulan Guncang NTT, Ribuan Rumah Rusak: Update Terbaru Dampak dan Bantuan

22/08/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

1,5 Hektare Hutan di Malino Gowa Terbakar, Petugas Gabungan Berhasil Lakukan Pemadaman

21/08/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Kebakaran Hutan Pinus Malino Terkendali, BBKSDA Sulsel Ingatkan Kewaspadaan Warga: Ini Kronologi dan Imbauannya

20/08/2026
Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor - Featured

Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

16/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    954 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Vivo T5 5G Meluncur 2 September 2026 di India: Kombinasi Baterai Raksasa dan Desain Tipis

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Karhutla Kalimantan Makin Parah: Desakan Penindakan 72 Tersangka dan Puluhan Perusahaan, Presiden Tinjau Langsung

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • OJK Perluas Akses Pendanaan Produktif UMKM: Pindar Jadi Penopang Krusial di Tengah Lonjakan Pembiayaan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Miliarder K-Pop: Intip Kekayaan Bersih Anggota BLACKPINK di Tahun 2026!

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Asus ROG Phone 10 Pro: Desain Cyberpunk Futuristik, Snapdragon 8 Gen 5, dan Layar 240Hz Siap Menggebrak Pasar Gamer!

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Sanksi Baru AS Terhadap Iran: China Menentang Keras, Ancaman Global Mengintai di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.