Senin, 19 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

by Pewarta Warga
08/09/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 3 mins read
A A
Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten - Featured

BACA JUGA:

Denpasar Berawan, Periksa Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini 19 Oktober 2026

Cuaca Cirebon Diprediksi Mencapai 33 Derajat Celsius

Prakiraan Cuaca Kalsel 19 Oktober 2026: Hujan Lebat di HST, Tabalong, dan Kotabaru

BMKG Jelaskan Gempa M 5,3 di Labuan Bajo Tak Berhubungan dengan M 7,7

Kualitas Udara Makassar 19 Oktober 2026: Peringatan PM2.5

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan adanya perubahan signifikan pada arah sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pergeseran ini membawa kabar baik bagi warga Jakarta, yang kini dipastikan tidak lagi terdampak langsung oleh jejak abu tersebut.

Perkembangan Terbaru Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Berdasarkan analisis mendalam menggunakan citra satelit Himawari-9 yang dilakukan pada Senin (7 September 2026) hingga pukul 15.00 WIB, BMKG berhasil mengidentifikasi pergerakan klaster debu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Temuan terbaru menunjukkan bahwa abu vulkanik diperkirakan akan terus menyebar, namun kini lebih dominan mengarah ke arah barat daya, menjauhi pusat aktivitas vulkanik di Selat Sunda.

Perubahan arah sebaran ini merupakan indikasi penting bahwa sumber erupsi utama tidak lagi secara langsung mendorong abu ke arah yang sebelumnya mengancam wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan sekitarnya. Abu vulkanik terdeteksi bergerak menjauhi puncak gunung pada dua lapisan ketinggian yang berbeda, masing-masing dengan pola sebaran khasnya.

Rincian Sebaran Abu Vulkanik Berdasarkan Ketinggian

Analisis BMKG membagi sebaran abu vulkanik menjadi dua kategori utama berdasarkan ketinggiannya:

  • Sebaran Lapisan Rendah (permukaan hingga 15.000 kaki atau 4,57 km): Pada lapisan ini, abu vulkanik teramati bergerak dengan arah dominan barat daya hingga barat laut. Wilayah yang berpotensi masih terdampak meliputi Banten bagian barat, Lampung, Bengkulu, serta perairan Samudra Hindia di sebelah barat wilayah-wilayah tersebut. Dampak yang perlu diwaspadai di area ini adalah potensi penurunan kualitas udara dan jarak pandang. Bagi warga Banten bagian barat, kewaspadaan terhadap kualitas udara tetap penting meskipun dampak langsung pada pemukiman padat mulai berkurang.
  • Sebaran Lapisan Tinggi (permukaan hingga 50.000 kaki atau 15,24 km): Untuk lapisan yang lebih tinggi, arah sebaran abu vulkanik cenderung ke barat daya hingga barat. Sebaran ini mengarah ke Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten, dan yang terpenting, bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Dampak utama dari sebaran lapisan tinggi ini sangat krusial bagi sektor penerbangan, mengingat ketinggiannya berada pada jalur lintasan pesawat udara. Pihak otoritas penerbangan diharapkan terus memantau perkembangan ini untuk memastikan keselamatan navigasi udara.

Faktor Angin Sebagai Penentu Arah Sebaran

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menekankan bahwa arah angin merupakan faktor krusial yang sangat mempengaruhi sebaran abu vulkanik. Data pengamatan pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB menunjukkan pola angin yang cukup kompleks. Di sekitar Gunung Anak Krakatau, angin di lapisan bawah bertiup dari arah tenggara ke selatan, sementara di lapisan menengah dari barat laut ke utara, dan di lapisan atas dari utara ke timur laut.

Sebelumnya, kombinasi arah angin inilah yang sempat diperkirakan akan membawa abu vulkanik ke arah Jakarta dan sekitarnya. Namun, dinamika atmosfer yang terus berubah dan pergeseran arah angin pada periode pengamatan terbaru telah mengubah skenario tersebut secara drastis, memberikan kelegaan bagi sebagian besar wilayah di Pulau Jawa.


Kontributor: H. Gunadi

Penyunting: Budi S.


Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Abu VulkanikBantenbmkgerupsiGunung Anak Krakataujakartasatelit Himawari-9sebaran abuSelat Sunda
Share8Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

Denpasar, Bali, berawan, dengan Ngurah Rai International Airport sebagai objek utama. Latar belakang ditutupi oleh kabut tipis, menciptakan suasana tenang. Langit berwarna abu-abu lembut dengan awan p

Denpasar Berawan, Periksa Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini 19 Oktober 2026

19/10/2026
Cirebon city hall with its modern architecture and clear blue sky, symbolizing the high temperature of 33 degrees Celsius in the city.

Cuaca Cirebon Diprediksi Mencapai 33 Derajat Celsius

19/10/2026
A dense cloud formation looms over a lush tropical landscape, with a river winding through a forest. The sky is overcast, and sunlight filters through the clouds, casting a dramatic light on the green

Prakiraan Cuaca Kalsel 19 Oktober 2026: Hujan Lebat di HST, Tabalong, dan Kotabaru

19/10/2026
RR. Nur, a composed and serious figure, stands in front of a majestic mountain range with a calm landscape. His hands are slightly apart, symbolizing a measured and informative stance. The background

BMKG Jelaskan Gempa M 5,3 di Labuan Bajo Tak Berhubungan dengan M 7,7

19/10/2026
Sebuah perahu unik terbuat dari sampah plastik di sebuah festival. Perahu ini berwarna-warni dan terbuat dari botol dan tas plastik yang ditempatkan dengan rapi. Di latar belakang, terlihat tenda dan

Sampah Plastik Jadi Perahu Unik di Festival Cinta Lingkungan 2026

18/10/2026
Sebidang hutan dengan pohon-pohon tinggi dan hutan hijau yang tebal, sebagian tertutup asap panas. Di latar belakang, kota-kota terlihat jauh dengan aktivitas manusia. Matahari, sebagian tertutup awan

BMKG Prakirakan Suhu 37 Derajat dan Hujan Lokal di Jateng

18/10/2026
Sebuah desa pedesaan terpapar kabut tebal yang ditiupkan oleh asap dari kebakaran hutan yang terjadi di sekitarnya. Matahari, yang terpotong oleh asap tebal, menciptakan cahaya kuning pudar. Sebuah ke

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan di Indonesia

18/10/2026
Sebidang hutan hijau pekat dengan daun-daun berbagai warna hijau bergerak lembut oleh angin. Di latar belakang, pegunungan kabut menandakan awan yang mendekat. Langit berawan tebal dengan warna abu-ab

Prakiraan Hujan di Banjarnegara-Blora, Jawa Tengah Hari Ini

18/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Sebuah ponsel pintar modern dengan desain ramping dan ringan. Layar ponsel berwarna cerah dan diletakkan di latar putih minimalis. Di depan, ada kapsul transparan kecil yang berisi partikel partikel s

    Baterai Silicon Carbon: Solusi Inovatif untuk Kapasitas HP Tanpa Bodi Tebal

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Irjen Pol (Purn) Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Menlu Sambut Sekjen PBB di Bandara, Momen Diplomatik Indonesia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gubernur Sulsel: Pers adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.