Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah aktivitas gempa signifikan dengan magnitudo di atas 3,0 di berbagai wilayah Indonesia selama 24 jam terakhir, hingga Sabtu sore, 19 September 2026. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan gempa magnitudo 5,2 (diperbarui menjadi 5,1) yang berpusat di selatan Banten.
Rangkuman Gempa Signifikan di Indonesia (24 Jam Terakhir hingga 19 September 2026)
- 18 September 2026, 19.20 WIB: Gempa magnitudo 4,7 di laut, 46 km utara Ruteng, Manggarai (NTT) dengan kedalaman 8 km. Dirasakan III-IV MMI di Manggarai dan II MMI di Manggarai Barat.
- 18 September 2026, 15.22 WIB: Gempa magnitudo 4,1 di laut, 54 km utara Ruteng, Manggarai dengan kedalaman 3 km. Dirasakan II-III MMI di Manggarai.
- 18 September 2026, 23.37 WIB: Gempa magnitudo 4,6 di laut, 60 km barat Seluma, Bengkulu dengan kedalaman 29 km. Dirasakan III-IV MMI di Kota Bengkulu dan II MMI di Kepahiang.
- 19 September 2026, 11.18 WIB: Gempa magnitudo 5,1 di laut, 33 km timur laut Sarmi, Papua dengan kedalaman 10 km. Tidak berpotensi tsunami dan dirasakan III MMI di Sarmi.
- 19 September 2026, 12.46 WIB: Gempa magnitudo 4,0 di darat, 32 km timur laut Toli-Toli, Sulawesi Tengah dengan kedalaman 5 km. Dirasakan II-III MMI di Toli-Toli.
Analisis Aktivitas Seismik Harian
Mayoritas gempa yang tercatat bersifat lokal, dengan kedalaman bervariasi dari dangkal hingga menengah. Sebagian besar dari gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BMKG mengkonfirmasi bahwa beberapa gempa dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak, sementara yang lainnya hanya terdeteksi oleh instrumen seismograf.
Gempa Susulan dan Aktivitas Lokal
Selain peristiwa-peristiwa utama di atas, sistem realtime InaTEWS BMKG juga mendeteksi sejumlah gempa lain dengan magnitudo antara 3,0 hingga 4,9. Wilayah yang terdampak termasuk Flores (NTT), Laut Flores, Papua Barat, Sumatera Selatan, dan sekitarnya. Banyak di antaranya merupakan gempa susulan yang terjadi di zona Flores, menunjukkan aktivitas seismik yang masih berlangsung pasca-gempa besar sebelumnya di area tersebut.
Indonesia terletak di jalur Cincin Api Pasifik, menjadikannya wilayah yang rentan terhadap aktivitas seismik harian. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi, dan senantiasa memantau informasi resmi dari sumber terpercaya.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi gempa susulan, terutama di daerah yang baru saja mengalami guncangan. Kesiapsiagaan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci penting dalam menghadapi risiko bencana alam. Informasi mengenai aktivitas gempa bersifat dinamis dan dapat mengalami pembaruan seiring dengan analisis lebih lanjut dari BMKG.
Sumber utama data dan informasi ini adalah dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya (data.bmkg.go.id, bmkg.go.id, dan inatews.bmkg.go.id).























