Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan penting kepada seluruh masyarakat di Sulawesi Selatan. Periode 14 hingga 17 September 2026 diprediksi akan diwarnai potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat disertai kilat/petir, angin kencang, serta kondisi udara yang panas dan kering.
- Peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan oleh BMKG Makassar untuk Sulsel.
- Potensi ancaman meliputi hujan lebat, angin kencang, dan udara panas/kering.
- Periode waspada angin kencang dan hujan berlangsung dari 14-17 September 2026.
- Masyarakat diimbau mengantisipasi cuaca panas, dehidrasi, dan risiko kebakaran.
- Peringatan gelombang tinggi sedang berlaku di beberapa perairan Sulsel.
BMKG Makassar Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem untuk Sulsel
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Noviana, memberikan penjelasan mendalam terkait penerbitan peringatan cuaca ekstrem ini. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia tengah memasuki dominasi musim kemarau, dinamika atmosfer yang kompleks dan faktor-faktor lokal di Sulawesi Selatan dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara mendadak di area tertentu.
Sebagai seorang yang sering berinteraksi dengan data cuaca di Makassar, saya memahami bahwa perubahan mendadak ini bukan hal yang asing. Wilayah kita memiliki karakteristik geografis yang unik, yang terkadang membuat pola cuaca menjadi lebih dinamis.
Periode Waspada Angin Kencang dan Hujan di Sulawesi Selatan
Khusus untuk periode 14 hingga 17 September 2026, BMKG menggarisbawahi bahwa Sulawesi Selatan termasuk dalam wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang. Fenomena angin kencang ini diperkirakan dapat terjadi bersamaan dengan hujan, bahkan berpotensi disertai dengan kilat atau petir di beberapa titik lokasi.
Mengantisipasi Cuaca Panas dan Udara Kering
Selain potensi hujan dan angin kencang, masyarakat juga diimbau untuk bersiap menghadapi cuaca yang terasa lebih panas dan udara yang cenderung kering. Kondisi ini, jika tidak diantisipasi dengan baik, dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan fisik, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas rutin di luar ruangan sepanjang hari. BMKG sangat menyarankan agar setiap individu memastikan kecukupan asupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung yang memadai dari paparan sinar matahari langsung.
Imbauan Penghematan Air dan Pencegahan Kebakaran Lahan
Mengingat potensi kondisi kering yang mungkin berlangsung lebih lama, masyarakat juga diminta untuk lebih bijak dalam penggunaan air. Penghematan air menjadi krusial untuk memastikan ketersediaan sumber daya ini. Lebih lanjut, cuaca kering secara signifikan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG mengingatkan dengan tegas agar tidak ada aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan-kawasan yang memiliki risiko tinggi mudah terbakar.
Potensi Dampak Cuaca Buruk yang Perlu Diwaspadai
Hujan lokal yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai dampak langsung di lingkungan sekitar. Beberapa kemungkinan yang perlu diwaspadai antara lain pohon atau dahan yang tumbang, robohnya papan reklame atau baliho, terbentuknya genangan air akibat drainase yang tidak memadai, hingga potensi sambaran petir. Untuk itu, masyarakat disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan dengan menghindari area berteduh di bawah pohon rindang, papan reklame, atau bangunan yang terlihat tidak kokoh saat kondisi cuaca memburuk.
Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Sulawesi Selatan
Tidak hanya daratan, kondisi perairan di Sulawesi Selatan juga mendapat perhatian khusus. BMKG mengeluarkan peringatan terkait potensi gelombang tinggi sedang dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Periode peringatan gelombang tinggi ini juga berlaku sama, yaitu pada 14 hingga 17 September 2026. Area perairan yang perlu mendapatkan perhatian ekstra meliputi Perairan Pangkep, Perairan Makassar, dan Perairan Jeneponto. Kecepatan angin di sekitar perairan Sulsel diprediksi akan bervariasi, mulai dari 8 hingga 30 knot.
Pentingnya Memantau Informasi Resmi BMKG
Sebagai penutup, BMKG mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara aktif terus memantau perkembangan informasi cuaca yang paling mutakhir. Gunakan kanal resmi BMKG, baik melalui laman situs web mereka maupun melalui aplikasi InfoBMKG. Kesiapan informasi ini sangat penting agar setiap individu dan komunitas dapat merencanakan langkah antisipasi secara dini terhadap setiap perubahan cuaca yang terjadi, serta memitigasi potensi risiko bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi S.























