Peristiwa mengejutkan terjadi di Sangatta, Kutai Timur, di mana seorang warga dilaporkan menjadi korban serangan buaya muara. Insiden ini memicu kepolisian untuk mengeluarkan peringatan keras demi keselamatan masyarakat.
- Warga Sangatta diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di sekitar perairan Sungai Sangatta.
- Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di tepi air seorang diri tanpa pengawasan.
- Jika menemukan tanda-tanda kemunculan buaya, masyarakat diminta segera menjauh dan melapor, bukan mencoba menangkap sendiri.
Imbauan Keras Polres Kutai Timur Pasca Serangan Buaya
Jajaran Polres Kutai Timur telah mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga yang memiliki aktivitas di sepanjang perairan Sungai Sangatta. Peningkatan kewaspadaan ekstra menjadi prioritas utama, terutama bagi mereka yang sering berada di dekat area sungai.
Kasat Polairud Polres Kutai Timur, Iptu Herianto, menegaskan pentingnya menjaga jarak aman dari area yang dianggap rawan. Ia secara spesifik mengingatkan agar tidak ada warga yang bertindak gegabah atau mencoba menyelesaikan persoalan keberadaan satwa liar tersebut seorang diri. Menurut Herianto, respons yang tepat adalah segera menjauh dan melaporkan penampakan tersebut kepada pihak berwenang.
Kronologi Serangan Buaya di Gang Durian
Peringatan tegas dari kepolisian ini didorong oleh insiden yang baru saja terjadi, di mana seorang warga bernama Jumade (68) menjadi korban serangan buaya muara. Peristiwa naas ini terjadi ketika korban yang beralamat di Jalan Yos Sudarso I, Kelurahan Sangatta Utara, sedang beraktivitas di tepi Sungai Sangatta.
Insiden menegangkan tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (19/9/2026) pukul 08.20 WITA di kawasan Gang Durian 3, Kecamatan Sangatta Utara. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya, Asrul dan Rosman, sedang memperbaiki instalasi pipa air di area sungai.
Upaya Pertolongan dan Evakuasi Korban
Akibat terkaman buaya yang memiliki panjang 4,4 meter, korban mengalami luka gigitan yang cukup serius pada bagian kakinya. Beruntung, rekannya yang bernama Asrul menunjukkan keberanian dan sigap dalam memberikan pertolongan. Ia berhasil menarik tubuh korban keluar dari gigitan predator air tersebut.
Setelah berhasil diselamatkan dari terkaman buaya, korban segera dievakuasi bersama para relawan setempat menuju RS PKT Sangatta untuk mendapatkan tindakan medis darurat. Saat ini, pihak kepolisian telah mengumpulkan seluruh data dan informasi terkait kejadian tersebut untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
“Polres Kutai Timur telah menerima informasi kejadian tersebut dan melakukan pengumpulan bahan keterangan serta melaporkan perkembangan kepada pimpinan,” pungkas Iptu Herianto.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham























