Wartakita.id, Makassar — Mikroplastik merupakan salah satu pencemar utama di ekosistem perairan tropis dan berpotensi mengancam keberlanjutan sumber daya air. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada periode 2015-2025, mikroplastik ditemukan dalam bentuk serat (fiber) dan fragmen di kolom air, sedimen, serta biota akuatik.
Intinya
- Mikroplastik berasal dari limbah domestik, aktivitas perikanan, industri, urbanisasi, dan pariwisata.
- Paparan mikroplastik dapat menyebabkan gangguan fisiologis, penurunan pertumbuhan, gangguan reproduksi, serta pengurangan keanekaragaman hayati pada biota akuatik.
- Lemahnya pengelolaan sampah dan kesadaran masyarakat memperparah beban mikroplastik di negara tropis.
Dampak Mikroplastik Pada Kesehatan
Mikroplastik telah dilaporkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan dan menyebabkan berbagai masalah pada biota akuatik. Penelitian menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan gangguan fisiologis, penurunan pertumbuhan, serta pengurangan keanekaragaman hayati.
Solusi Mengatasi Mikroplastik
Untuk mengatasi masalah mikroplastik ini, diperlukan pendekatan terpadu yang melibatkan Ecosystem-Based Management. Dengan demikian, dapat dilakukan pengurangan plastik sekali pakai, peningkatan teknologi pengolahan limbah, serta penguatan kebijakan dan regulasi.
Kerap Ditanyakan
T: Bagaimana cara mengatasi mikroplastik di perairan tropis?
J: Pengelolaan terpadu adalah salah satu solusi untuk mengurangi dampak negatif dari mikroplastik. Ini melibatkan pendekatan Ecosystem-Based Management, pengurangan plastik sekali pakai, peningkatan teknologi pengolahan limbah, edukasi masyarakat, serta penguatan kebijakan dan regulasi.
Kontributor: RR. Nur
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























