Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan pelatihan dan pembekalan komprehensif bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Inisiatif ini krusial untuk membekali para kandidat dengan kapabilitas dan mentalitas yang dibutuhkan di panggung kerja internasional yang kian dinamis.
Inisiatif Disnaker Makassar: Mempersiapkan CPMI untuk Arena Global
Kegiatan strategis ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, pada hari Rabu di Makassar. Mengusung tema yang sangat relevan, “Siap Kerja, Siap Berkarya, Migrasi Aman Menuju CPMI Unggul dan Profesional,” acara ini dirancang untuk memberikan fondasi kokoh bagi para calon pekerja migran.
Urgensi Pembekalan: Kunci Sukses Migrasi yang Aman dan Terlindungi
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menggarisbawahi pentingnya pemahaman mendalam mengenai seluk-beluk penempatan kerja di luar negeri. Menurutnya, kesempatan emas ini harus selalu dibarengi dengan pengetahuan yang memadai mengenai hak dan kewajiban, serta aspek krusial perlindungan pekerja. “Penempatan tenaga kerja ke luar negeri haruslah berpegang teguh pada regulasi yang berlaku,” tegasnya, untuk menjamin perlindungan optimal bagi setiap pekerja migran, baik sebelum, selama, maupun setelah masa tugas mereka di tanah rantau.
Upaya ini merupakan representasi komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memberdayakan para pencari kerja yang memiliki aspirasi global. Aliyah juga tak lupa mengingatkan para peserta untuk senantiasa waspada terhadap segala bentuk tawaran pekerjaan luar negeri yang meragukan legalitasnya. “Ini penting untuk mencegah terjerumus menjadi korban penempatan nonprosedural yang berisiko tinggi,” pesannya.
Membangun Ekosistem Migrasi Kerja yang Aman dan Berkelanjutan
Menciptakan migrasi kerja yang aman, menurut Aliyah, adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi kuat dari berbagai elemen. Pemerintah, lembaga pelatihan, badan perlindungan pekerja migran, perusahaan penempatan, hingga masyarakat sebagai calon pekerja migran, semuanya memiliki peran strategis. Ia menekankan perlunya perhatian serius dan berkelanjutan dari semua pihak terhadap isu perlindungan pekerja migran Indonesia. Proses penempatan seharusnya tidak hanya fokus pada aspek keberangkatan semata, tetapi juga mencakup kesiapan penuh, penguasaan kompetensi, keamanan, dan jaminan perlindungan yang komprehensif.
Meningkatkan Kompetensi untuk Daya Saing Pasar Kerja Global
Aliyah Mustika Ilham juga secara tegas menyatakan bahwa peningkatan kualitas dan kompetensi merupakan prasyarat mutlak bagi tenaga kerja agar mampu bersaing di pasar kerja global yang semakin ketat. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempererat kolaborasi demi membangun ekosistem ketenagakerjaan yang tidak hanya inklusif dan adil, tetapi juga aman, serta mampu menopang keberlanjutan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar secara luas.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham























