Politeknik ATI Makassar kembali menegaskan perannya sebagai pencetak tenaga kerja terampil dengan sukses menutup program pelatihan dan sertifikasi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk sektor manufaktur. Program ini menjadi tonggak penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi persaingan global.
Politeknik ATI Makassar: Gerbang Kompetensi Global bagi Calon Pekerja Migran Sektor Manufaktur
Pada hari Jumat lalu, Politeknik ATI Makassar secara resmi menutup rangkaian kegiatan pelatihan dan sertifikasi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dengan skema Operation Production Sektor Manufaktur. Acara yang menandai puncak dari program intensif yang berlangsung dari 31 Agustus hingga 17 September 2026 ini, dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci dan seluruh peserta yang telah berdedikasi.
Detail Pelaksanaan dan Kolaborasi Strategis
Program yang merupakan bagian dari inisiatif **SMK Go Global** ini berhasil menjangkau 40 lulusan Politeknik ATI Makassar. Penutupan program secara daring dipimpin oleh **Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dwi Setiawan Susanto**. Sementara itu, kehadiran luring di kampus Politeknik ATI Makassar diwarnai oleh sambutan hangat dari **Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan**, serta **Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri**, yang didampingi oleh seluruh peserta pelatihan.
Kegiatan ini adalah manifestasi dari kolaborasi strategis yang kuat antara **KP2MI melalui BP3MI Sulawesi Selatan** dengan **Kementerian Perindustrian melalui Politeknik ATI Makassar**. Sinergi ini dirancang secara cermat untuk memastikan lahirnya pekerja migran yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di kancah industri manufaktur internasional.
Pembekalan Komprehensif: Dari Pengelasan hingga K3
Selama periode pelatihan yang intensif, para peserta dibekali dengan empat pilar materi pembelajaran esensial, mencakup total **160 jam pelajaran**. Fokus utama pelatihan adalah pada teknik **pengelasan** yang mumpuni, dilengkapi dengan pemahaman mendalam mengenai **Sistem Produksi**, **Material Teknik**, dan yang tak kalah penting, **Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)**. Kurikulum ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya ahli dalam aspek teknis pengelasan, tetapi juga memiliki kesadaran komprehensif terhadap alur produksi, karakteristik material, serta budaya keselamatan kerja yang krusial di lingkungan industri modern.
Tahap akhir dari program ini adalah pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi skema **Fillet Welder** yang berlangsung pada 16 hingga 17 September 2026. Uji sertifikasi ini memegang peranan krusial sebagai tolok ukur objektif atas penguasaan kompetensi peserta, serta memastikan pemenuhan standar industri yang ketat sebelum mereka siap untuk penempatan kerja di luar negeri.
Apresiasi Sinergi, Harapan untuk Masa Depan
Dalam pidato penutupannya, Bapak Dwi Setiawan Susanto secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam atas terjalinnya sinergi yang harmonis antara BP3MI Sulawesi Selatan dan Politeknik ATI Makassar. Beliau menekankan signifikansi program ini dalam mencetak Pekerja Migran Indonesia yang tidak hanya kompeten dan bersertifikat, tetapi juga memiliki kapabilitas untuk bersaing di pasar kerja global.
“Setelah mengikuti program ini, peserta memiliki kualifikasi dan kompetensi yang menjadi bekal untuk bersaing di pasar kerja luar negeri dan menunjukkan pekerja migran Indonesia adalah pekerja yang profesional. Semoga proses penempatan berjalan lancar,” ujar Dwi Setiawan Susanto.
Senada dengan itu, Direktur Politeknik ATI Makassar, Bapak Muhammad Basri, turut mengapresiasi kemitraan yang terjalin dengan BP3MI Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menilai kolaborasi ini memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kompetensi lulusan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemitraan ini memperkuat peran vital pendidikan vokasi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, selaras dengan tuntutan kebutuhan industri global.
Sebagai lembaga pendidikan vokasi, Politeknik ATI Makassar memiliki komitmen teguh untuk membekali para lulusannya. “Sebagai lembaga pendidikan vokasi, Politeknik ATI Makassar berperan menyiapkan lulusan memasuki dunia kerja dengan mempersiapkan kompetensinya agar memiliki keterampilan yang menjadi bekal untuk bersaing di dunia kerja, termasuk di luar negeri,” jelas Muhammad Basri, menegaskan kembali misi institusi.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: H. Gunadi























