Kamis, 3 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Pembelajaran & Literasi

Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara

by Pewarta Warga
03/09/2026
in Pembelajaran & Literasi
Reading Time: 4 mins read
A A
Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

BACA JUGA:

PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

Ekonomi Sulawesi Menggeliat: Kawasan Industri Hijau dan Hilirisasi Mineral Pacu Pertumbuhan Nasional Menuju 2026

Kemenkumham Sulsel Perkuat Desa Sadar HAM di Maros dan Pangkep Melalui Kolaborasi Strategis

Pangkep Terpilih sebagai Fokus Utama Keamanan Pangan Nasional 2026 oleh BPOM

MTQ ke-34 Sulsel 2026 di Maros: Rp2 Miliar Hadiah dan Penguatan Syiar Islam

Penemuan monumental di lanskap karst Sulawesi Selatan, tepatnya di wilayah Maros dan Pangkep, telah mengubah lanskap pemahaman kita tentang sejarah seni dan peradaban manusia. Lukisan-lukisan figuratif prasejarah yang ditemukan ini bukan sekadar gambar kuno, melainkan bukti tak terbantahkan yang menantang narasi sejarah yang telah lama diterima.

Seni Tertua Dunia: Lukisan Purba Sulawesi Membantah Dominasi Eropa

Selama bertahun-tahun, buku-buku sejarah seni kerap menempatkan Eropa sebagai episentrum lahirnya ekspresi artistik tertua manusia. Namun, temuan tim arkeolog di Sulawesi Selatan, khususnya di situs Leang Maros dan Leang Pangkep, secara tegas membantah anggapan tersebut. Lukisan-lukisan yang terukir di dinding gua kapur ini, sebagian besar berupa cetakan tangan manusia dan penggambaran adegan berburu, diperkirakan memiliki usia mencapai 67.800 tahun.

Profesor Akin Duli, seorang peneliti dan arkeolog terkemuka dari Universitas Hasanuddin, menegaskan signifikansi penemuan ini. “Temuan di Sulawesi membuktikan sebaliknya,” ujar beliau, merujuk pada usia lukisan yang jauh melampaui karya seni tertua yang pernah ditemukan di Eropa. Lukisan-lukisan ini dibuat menggunakan pigmen oker berwarna merah marun, dan yang menakjubkan, detail serta kejernihannya masih dapat disaksikan hingga kini, sebuah keajaiban konservasi alam yang luar biasa.

Detail Menakjubkan dan Analisis Ilmiah

Salah satu aspek yang paling menarik dari lukisan-lukisan ini adalah detailnya. Ditemukan adanya cetakan tangan manusia dengan bentuk jari yang meruncing, menyerupai cakar hewan. Penggunaan teknik penanggalan uranium-series telah mengkonfirmasi usia lukisan ini mencapai 67.800 tahun. Ini bukan hanya menjadikan lukisan-lukisan ini sebagai karya seni tertua yang pernah ditemukan, tetapi juga membuka interpretasi baru mengenai peran dan kemampuan manusia pada masa itu.

‘Buku Manual’ Peradaban: Seni, Teknologi, dan Organisasi Sosial

Lebih dari sekadar ekspresi artistik, lukisan-lukisan purba ini kini dilihat sebagai sebuah “buku manual” peradaban. Kehadiran gambaran hewan buruan seperti babi hutan dan anoa, dikelilingi oleh figur manusia yang digambarkan dengan garis-garis tegas dan pola yang terorganisir, memberikan petunjuk berharga mengenai teknologi, strategi berburu, dan struktur organisasi sosial manusia prasejarah. Pakar Protosejarah Universitas Hasanuddin, Budianto Hakim, menjelaskan bahwa situs seperti Bulu Sipong di Pangkep menunjukkan aktivitas sosial yang terorganisir, merekam adegan perburuan sebagai sebuah narasi sosial.

Teknik yang disebut sebagai ‘jari runcing’ dalam penggambaran manusia diyakini mengindikasikan strategi pengepungan kolektif. Hal ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu tidak hanya memiliki kemampuan fisik untuk berburu, tetapi juga kapasitas intelektual untuk merencanakan dan mengeksekusi strategi yang kompleks bersama-sama. Lukisan-lukisan ini berfungsi sebagai arsip visual yang merekam cara manusia beradaptasi, bertahan hidup, dan berinteraksi dengan lingkungan mereka.

Wallacea: Jantung Peradaban Awal Nusantara

Profesor Akin Duli juga menekankan peran krusial kawasan Wallacea, yang mencakup Sulawesi, sebagai pusat peradaban awal manusia. Bukti seni gua ini menjadi dasar ilmiah yang kuat untuk menyatakan bahwa budaya melukis gua bukanlah sesuatu yang dibawa dari luar, melainkan kemampuan yang bersifat inheren pada manusia modern awal di berbagai belahan dunia, termasuk di kepulauan Nusantara.

Kepercayaan, Tradisi, dan Kemampuan Abstrak Kompleks

Temuan ini juga membuka jendela ke dalam kepercayaan dan tradisi manusia purba di Nusantara. Lukisan-lukisan tersebut dipercaya mencerminkan pemahaman mereka tentang kehidupan, termasuk konsep tentang apa yang boleh diburu, apa yang dianggap tabu, dan bagaimana sebuah kelompok bergerak secara harmonis. Menariknya, terdapat benang merah yang dapat ditarik antara lukisan gua ini dengan tradisi masyarakat Bugis-Makassar modern. Salah satu contohnya adalah ritual membuat cap tangan pada tiang rumah baru, yang diyakini memiliki fungsi sebagai penolak bala atau pagar magis, sebuah tradisi yang mungkin berakar ribuan tahun lalu.

Interpretasi ini secara kolektif menempatkan manusia yang hidup di Sulawesi 67.000 tahun lalu sebagai individu yang telah memiliki kemampuan berpikir abstrak secara kompleks. Kemampuan ini termanifestasi tidak hanya dalam seni visual mereka yang kaya makna, tetapi juga dalam strategi sosial dan cara mereka memandang dunia.


Kontributor: Budi S.

Penyunting: RR. Nur


Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: arkeologilukisan purbamanusia purbaMarosPangkepperadaban Nusantaraseni tertuaSulawesi
Share4Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

Google Buka Pendaftaran GSA 2026 Batch 2: Jadi AI Leader Muda dari Kampus di Jakarta

31/08/2026
Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

Peluang Emas Guru PPPK Jadi PNS Mulai 2027: Syarat Usia dan Jalur Seleksi Terungkap

24/08/2026
Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

MPLS Siswa Baru SRT Soppeng Ditunda Seminggu, Ini Alasannya

21/08/2026
Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

LPPM Unhas Dianugerahi Pengelola Riset Sawit Terbaik oleh BPDP di Perisai 2026

23/07/2026
Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

15 Inovasi Unhas Kantongi Izin Edar BPOM: Percepatan Hilirisasi Riset dari Makassar

13/07/2026
Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

23 Juni: Hari Lahirnya Bapak Komputasi, Olimpiade Modern, dan Revolusi Mesin Ketik

23/06/2026
Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

Sejarah Hari Ini 21 Juni: Pelarian Louis XVI hingga Fajar Komputer Modern

21/06/2026
Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

Berita Terhangat 21 Juni 2026: Piala Dunia hingga Cuaca Bediding

21/06/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Lukisan Purba Sulawesi 67.800 Tahun: Seni Tertua Dunia & ‘Buku Manual’ Peradaban Nusantara - Featured

    Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Vivo T5 5G Meluncur 2 September 2026 di India: Kombinasi Baterai Raksasa dan Desain Tipis

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Akun Media Sosial CEO Google Dibobol Hacker OurMine

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Panduan Lengkap: Jenis Rambut dan Faktor Penentunya

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • PLN Maros Lakukan Pemeliharaan Sistem: Jadwal dan Wilayah Terdampak Pengaturan Beban Listrik

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hair Tonic dan Kesuburan Rambut, Manfaat dan Cara Pakai yang Tepat

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.