Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pers mahasiswa di Indonesia. Melalui program pelatihan jurnalistik yang komprehensif, ANTARA berupaya memupuk generasi penerus insan pers yang tidak hanya terampil, tetapi juga berintegritas.
- Fokus Utama: Peningkatan kualitas konten media mahasiswa dengan penekanan pada etika jurnalistik dan kepatuhan hukum.
- Target Peserta: Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan universitas lain di seluruh Indonesia.
- Program Berkelanjutan: Bagian dari target tahunan ANTARA dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk pengembangan LPM.
- Luaran yang Diharapkan: Produk jurnalistik dan konten digital yang menarik, informatif, inspiratif, serta mencakup isu strategis kampus dan masyarakat.
- Dukungan Akademis: Sambutan positif dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS menandakan pentingnya kolaborasi antara industri media dan institusi pendidikan.
ANTARA Perkuat Kapasitas Jurnalis Mahasiswa Melalui Pelatihan Intensif di UNS
Komitmen Perum LKBN ANTARA dalam membina dan meningkatkan kualitas jurnalisme mahasiswa di Indonesia kembali dibuktikan melalui penyelenggaraan program pelatihan jurnalistik. Kali ini, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah bagi kegiatan penting yang menyasar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di lingkungan kampus tersebut. Pelatihan ini dirancang sebagai sarana transfer pengetahuan dan keterampilan praktis bagi para mahasiswa yang aktif di dunia pers kampus.
Meningkatkan Kualitas Konten dengan Etika dan Hukum sebagai Pilar Utama
Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah, Teguh Imam Wibowo, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memacu peningkatan kualitas konten yang dihasilkan oleh media mahasiswa. “Penekanannya adalah agar konten yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga tetap mengedepankan etika jurnalistik dan mematuhi aturan hukum yang berlaku,” ujar Teguh. Ini mencerminkan kesadaran ANTARA akan pentingnya jurnalisme yang bertanggung jawab, bahkan sejak tahap awal pembentukannya di kalangan mahasiswa.
Teguh menambahkan, “Kali ini kegiatannya di Universitas Sebelas Maret dengan melibatkan enam LPM di UNS. Secara keseluruhan, ini merupakan bagian dari target tahunan Kantor Berita ANTARA dalam pengembangan Lembaga Pers Mahasiswa.” Pelatihan ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum LKBN ANTARA, yang secara spesifik berfokus pada penguatan kapasitas para insan pers mahasiswa di seluruh penjuru negeri.
Jangkauan Nasional dan Harapan untuk Konten yang Menginspirasi
Program pelatihan jurnalistik yang serupa sebelumnya telah sukses dilaksanakan di berbagai universitas ternama di Indonesia, termasuk Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Keberlanjutan program ini menunjukkan perhatian ANTARA terhadap pemerataan kualitas jurnalisme mahasiswa di tingkat nasional.
Teguh Imam Wibowo menyampaikan harapannya, “Melalui pelatihan ini, mahasiswa yang tergabung dalam LPM dapat menghasilkan produk jurnalistik dan konten digital yang lebih menarik, informatif, serta mampu menginspirasi masyarakat luas.” Konten yang dihasilkan diharapkan dapat merangkum beragam isu strategis, mulai dari dinamika kehidupan di lingkungan kampus, hingga isu-isu sosial, ekonomi, dan politik terkini yang relevan dengan kehidupan berbangsa. Namun, Teguh juga memberikan pengingat pentingnya para peserta untuk selalu memegang teguh kaidah jurnalistik yang telah ditetapkan dan norma hukum yang berlaku, baik dalam proses produksi maupun saat penyebaran konten kepada publik.
Dukungan Akademis dari FISIP UNS untuk Kemajuan Jurnalisme Mahasiswa
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS, Didik Gunawan Suharto, menyambut baik dan memberikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif serta kolaborasi yang diusung oleh LKBN ANTARA. Beliau menekankan bahwa dunia jurnalistik dan komunikasi bukanlah ranah yang asing bagi lingkungan akademis FISIP UNS, yang memang memiliki fokus studi relevan. “Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para peserta dari LPM,” pungkas Didik, menegaskan dukungan institusi pendidikan terhadap upaya peningkatan kompetensi jurnalis mahasiswa.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham























