Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi meluncurkan Hasanuddin AI Research Center (HAIRC) pada Kamis (18/9/2026), menjadikannya pusat riset kecerdasan buatan (AI) pertama di kawasan Indonesia Timur. Peluncuran dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, dihadiri perwakilan dari Google Indonesia dan Gojek.
Misi dan Program Unggulan
HAIRC akan berfokus pada empat area riset utama yang relevan dengan tantangan Indonesia Timur:
- AgriAI: Pengembangan AI untuk optimasi pertanian dan perikanan di wilayah kepulauan
- HealthAI: Sistem diagnosis medis berbasis AI untuk daerah terpencil tanpa tenaga dokter
- MarineAI: Pemantauan ekosistem laut dan prediksi cuaca maritim
- EduAI: Platform pembelajaran adaptif untuk mengatasi kesenjangan pendidikan
Dukungan Industri
Google Indonesia berkomitmen menyediakan akses ke infrastruktur cloud Google Cloud Platform senilai USD 500.000 per tahun selama tiga tahun ke depan. Sementara Gojek akan membuka akses data anonim pergerakan dan perilaku pengguna di Makassar untuk keperluan riset mobilitas urban.
“Kami sangat antusias berkolaborasi dengan Unhas. Indonesia Timur memiliki tantangan unik yang membutuhkan solusi AI yang dikembangkan secara lokal,” kata Country Director Google Indonesia, dalam sambutannya.
Target dan Roadmap
HAIRC menargetkan 50 publikasi ilmiah internasional dalam dua tahun pertama, serta mencetak minimal 200 talenta AI yang siap bekerja di industri melalui program fellowship dan beasiswa riset.
Poin-poin Penting
- Unhas luncurkan HAIRC, pusat riset AI pertama di Indonesia Timur
- Kolaborasi dengan Google (cloud USD 500rb/tahun) dan Gojek (data mobilitas)
- 4 area riset: AgriAI, HealthAI, MarineAI, EduAI
- Target 50 publikasi internasional dan 200 talenta AI dalam 2 tahun
Kerap Ditanyakan
Bagaimana mahasiswa bisa bergabung dengan program riset HAIRC?
Mahasiswa Unhas S1, S2, dan S3 dapat mendaftar sebagai research assistant melalui portal hairc.unhas.ac.id mulai Oktober 2026. Tersedia beasiswa riset Rp 2-5 juta per bulan.
Kontributor: MA. Untung
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.
















