AgriNusa Technologies, startup teknologi pertanian yang bermarkas di Makassar, berhasil menutup putaran pendanaan Seri A senilai Rp 50 miliar (setara USD 3,1 juta) yang dipimpin oleh venture capital asal Singapura, GreenVentures Asia, pada Jumat (19/9/2026).
Teknologi yang Dikembangkan
AgriNusa mengembangkan platform kecerdasan buatan (AI) terintegrasi yang membantu petani padi dan jagung di Sulawesi Selatan dalam:
- Prediksi cuaca mikro berbasis sensor IoT di lahan pertanian
- Deteksi hama dan penyakit tanaman melalui foto yang diambil petani dengan smartphone
- Rekomendasi pupuk dan pestisida yang tepat sasaran dan hemat biaya
- Penghubung langsung antara petani dengan offtaker dan pasar modern
Dampak Nyata bagi Petani
Menurut CEO AgriNusa, Fahri Ramadhan (34), platform mereka telah digunakan oleh lebih dari 12.000 petani di 15 kabupaten di Sulawesi Selatan sejak diluncurkan pada 2024.
“Rata-rata petani yang menggunakan platform kami mengalami peningkatan produktivitas 28% dan pengurangan biaya input pertanian hingga 22%,” klaim Fahri dalam konferensi pers di Makassar.
Rencana Penggunaan Dana
Dana Seri A ini akan digunakan untuk ekspansi ke Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat, serta pengembangan fitur analitik prediktif berbasis citra satelit.
Poin-poin Penting
- AgriNusa Technologies raih Seri A Rp 50 miliar dari GreenVentures Asia
- Platform AI digunakan 12.000+ petani di 15 kabupaten Sulsel
- Produktivitas petani meningkat rata-rata 28%
- Ekspansi ke 3 provinsi baru direncanakan 2027
Kerap Ditanyakan
Bagaimana petani bisa bergabung dengan AgriNusa?
Petani dapat mendaftar gratis melalui aplikasi AgriNusa di Play Store atau App Store, atau melalui kantor penyuluh pertanian setempat.
Apakah layanan AgriNusa berbayar?
Fitur dasar gratis. Fitur premium seperti analitik mendalam dan akses pasar langsung tersedia dengan biaya berlangganan Rp 30.000/bulan.
Kontributor: H. Gunadi
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























