Menjelang gelaran akbar MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, ITDC memperkenalkan terobosan inovatif dalam penyediaan akomodasi. Kali ini, fokus diarahkan pada pengalaman langsung yang berbeda bagi para penggemar, melalui pengembangan camping ground dan konsep campervan experience.
Menjawab Kebutuhan Akomodasi Alternatif dengan Sentuhan Personal
Inisiatif ini, yang diluncurkan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), bukan sekadar respons sporadis terhadap lonjakan permintaan akomodasi. Sebaliknya, ini merupakan langkah strategis yang didasari pemahaman mendalam mengenai tren pariwisata modern dan keinginan audiens yang kian beragam. Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa pengembangan camping ground dan campervan experience adalah jawaban langsung terhadap keinginan wisatawan yang mencari cara berbeda untuk menikmati perhelatan akbar seperti MotoGP.
“Kami ingin mengembangkan Mandalika dengan cara berbeda. Ini jawaban terhadap wisatawan yang ingin datang menyaksikan MotoGP Indonesia,” ujar Troy Warokka.
Dalam pengalaman saya berkeliling dan berbicara dengan banyak pengunjung destinasi wisata kelas dunia, selalu ada segmen yang mencari otentisitas dan kedekatan dengan alam, bahkan di tengah kemeriahan acara besar. Tren glamping (glamorous camping) dan campervan bukan lagi sekadar pilihan bagi kaum petualang muda, melainkan telah merambah segmen pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi. Mereka melihat berkemah sebagai aktivitas yang lebih sehat, membumi, dan tentu saja, menawarkan perspektif unik terhadap suatu lokasi.
Mengapa Camping Ground dan Campervan?
Troy Warokka menggarisbawahi bahwa fenomena ini mencerminkan pergeseran gaya hidup. Camping ground kini identik dengan pengalaman yang menyegarkan, jauh dari hiruk pikuk kota, namun tetap dapat diakses dengan fasilitas yang memadai. Bagi penggemar MotoGP, ini berarti tidak hanya menyaksikan aksi balap di lintasan, tetapi juga meresapi atmosfer perhelatan di luar sirkuit, berinteraksi dengan sesama penggemar, dan menikmati keindahan alam Mandalika.
Konsep campervan experience menambah dimensi kemandirian dan fleksibilitas. Penonton dapat memiliki ‘rumah berjalan’ mereka sendiri, memberikan keleluasaan untuk bergerak, menikmati pemandangan sekitar, dan bahkan menghemat biaya akomodasi tradisional. Ini adalah cara menonton MotoGP yang memadukan gairah balap dengan petualangan pribadi.
Pengembangan akomodasi alternatif ini diharapkan tidak hanya menambah kapasitas penampungan wisatawan, tetapi juga memperkaya variasi pilihan yang ditawarkan kepada para penggemar balap motor. ITDC nampaknya serius dalam mewujudkan Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya menawarkan sirkuit kelas dunia, tetapi juga pengalaman liburan yang holistik dan berkesan bagi setiap pengunjungnya.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: Budi S.























