Kawasan Puri, Jakarta Barat, kembali berhadapan dengan ujian kebencanaan. Genangan air setinggi 60 hingga 80 sentimeter merendam ruas jalan vital, melumpuhkan akses menuju dan dari Jalan Tol Jakarta-Tangerang, serta memicu kemacetan lalu lintas yang mencekik.
Krisis Akses Tol Akibat Genangan Tinggi
Peristiwa banjir yang terjadi sejak pagi tadi, Selasa (5/5/2026), memaksa otoritas mengambil langkah tegas. Ketinggian air yang menggenangi area sekitar Puri, Jakarta Barat, dilaporkan mencapai 60-80 cm. Tingkat keparahan ini secara langsung berdampak pada kelancaran mobilitas warga, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi.
Kronologi dan Dampak Langsung di Lapangan
Situasi mulai memburuk signifikan sekira pukul 09.00 WIB. Bersamaan dengan peningkatan volume kendaraan yang mencoba menerobos genangan, sejumlah motor dilaporkan mengalami mogok. Kendaraan-kendaraan ini kemudian tertahan, baik di bawah kolong tol maupun di tepi jalan, menambah kompleksitas situasi.
- Penutupan Akses Tol: Sebagai respons cepat untuk mengendalikan situasi dan mencegah penumpukan kendaraan di area banjir, akses dari Tol Jakarta-Tangerang menuju Ring Road Puri ditutup sementara.
- Kepadatan Lalu Lintas Tak Terhindarkan: Pada pukul 11.00 WIB, kepadatan lalu lintas sudah sangat terasa. Arus kendaraan dari Cengkareng menuju Kembangan, maupun sebaliknya, hanya mampu bergerak merayap.
- Kendaraan Mogok Menumpuk: Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng dipenuhi motor yang mogok, menciptakan pemandangan kumuh di tengah kekacauan lalu lintas.
- Simfoni Klakson dan Ketegangan: Jalan Kembangan Raya dan Jalan Outer Ring Road berubah menjadi lautan kendaraan yang macet parah. Bunyi klakson yang bersahutan dan adu mulut antar pengguna jalan menjadi saksi bisu ketegangan di lapangan.
Upaya Penanganan Gabungan
Menghadapi skala bencana ini, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci. Sebanyak 50 personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Tim ini terdiri dari aparat kepolisian dan unsur terkait lainnya yang bertugas memberikan solusi di tengah kekacauan.
Detail Pengerahan Personel dan Teknis
- Pengaturan Lalu Lintas: 20 personel dari Polres Jakarta Barat secara langsung mengendalikan arus lalu lintas di titik-titik krusial.
- Bantuan Instansi Lain: Lebih dari 30 personel dari instansi terkait lainnya turut serta dalam upaya penanganan, memberikan dukungan logistik dan teknis.
- Penyedotan Air: Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat mengerahkan unit penyedot air untuk mengurangi volume genangan, sebuah langkah teknis krusial untuk memulihkan kelancaran.
Pernyataan Pejabat: Pencegahan Kepadatan sebagai Prioritas
Wakasat Lantas Polres Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, menegaskan bahwa penutupan akses tol merupakan strategi pencegahan. “Yang dari tol arah Jakarta-Tangerang menuju Ring Road kita tutup dulu supaya mengurangi kepadatan di lokasi banjir ini,” ujar AKP Ilham kepada Antara.
Meskipun demikian, arus lalu lintas dari jalur lain masih terpantau berjalan, namun dengan kecepatan yang sangat lambat, akibat efek domino antrean kendaraan di sekitar area genangan. Situasi ini menuntut kesabaran ekstra dari para pengguna jalan dan kewaspadaan dari pihak berwenang.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: Budi Saktia























