Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam pemerataan akses kesehatan dengan meluncurkan pembangunan dua Rumah Sakit (RS) Regional di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Luwu. Inisiatif strategis ini dirancang untuk menjangkau dan melayani masyarakat di wilayah pelosok yang selama ini menghadapi tantangan geografis.
- Dua RS Regional akan dibangun di Gowa (wilayah selatan) dan Luwu (wilayah utara).
- Proyek ini merupakan inisiatif Pemprov Sulsel yang mendapat apresiasi dari anggota DPR RI, Ashabul Kahfi.
- Peletakan batu pertama RS Gowa telah dilakukan, sementara RS Luwu dalam tahap akhir desain konseptual.
- Tujuan utama adalah mempermudah akses kesehatan bagi warga pelosok dan mengurangi beban Kota Makassar sebagai pusat rujukan utama.
- Proyek Multi Years Project (MYP) ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp485 miliar, dengan standar fisik Tipe C namun fasilitas setara Tipe B.
Mewujudkan Pemerataan Akses Kesehatan Melalui RS Regional
Langkah progresif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam pembangunan dua Rumah Sakit (RS) Regional di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Luwu merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak akan pemerataan fasilitas kesehatan. Inisiatif ini tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk memangkas ketimpangan pelayanan kesehatan yang kerap terjadi antara pusat kota dan daerah terpencil.
Peletakan batu pertama untuk RS Regional wilayah selatan di Malino, Gowa, telah dilaksanakan pada Juli 2026. Sementara itu, RS Regional wilayah utara yang berlokasi di Kabupaten Luwu saat ini tengah memasuki tahap akhir dari proses desain konseptualnya dan direncanakan akan segera diluncurkan. Kedua proyek ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Sulsel untuk memastikan setiap warga, terlepas dari lokasi geografisnya, mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang memadai.
Fasilitas Kesehatan: Kewajiban Negara yang Harus Dipenuhi
Anggota Komisi X DPR RI asal Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi, memberikan apresiasi tinggi terhadap pembangunan RS Regional ini. Beliau menegaskan bahwa penyediaan fasilitas kesehatan adalah kewajiban fundamental negara bagi seluruh warganya, terutama mereka yang berdomisili jauh dari pusat perkotaan. Pernyataan ini sangat relevan mengingat pengalaman di lapangan di mana warga di daerah pedalaman seringkali kesulitan mengakses layanan medis, bahkan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa.
“Itu yang betul. Memang pemerintah tidak boleh abai dengan kesehatan masyarakat. Kita pernah mendengar daerah pedalaman kekurangan dokter, bahkan ada yang sampai wafat karena tidak tertangani dengan baik. Saya kira ini langkah tepat,” ujar Ashabul Kahfi, menekankan urgensi dan ketepatan langkah yang diambil oleh Pemprov Sulsel.
Memecah Beban Rujukan dan Mempercepat Penanganan Pasien Kritis
Kehadiran RS Regional di Gowa dan Luwu diharapkan mampu menjadi solusi efektif untuk mengurangi penumpukan pasien di Kota Makassar, yang selama ini memikul beban sebagai satu-satunya pusat rujukan utama di Sulawesi Selatan. Dengan adanya dua RS baru ini, masyarakat di wilayah Gowa dan sekitarnya, serta di wilayah Luwu dan daerah sekitarnya, akan memiliki alternatif pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara tegas menyampaikan filosofi di balik pembangunan proyek berskala besar ini. Ia menekankan bahwa fokus utama bukanlah pada potensi keuntungan bisnis semata, melainkan pada orientasi kemudahan akses layanan bagi seluruh masyarakat.
“Harapan kita sebenarnya bukan murni orientasi profit atau bisnis, tapi lebih kepada akses layanan. Karena banyak daerah subterpencil, golden time-nya lewat dulu baru sampai ke Makassar. Sehingga kita mendekatkan layanan ke daerah perbatasan. Harapannya RS nanti ini bisa melayani semua daerah tetangga,” papar Andi Sudirman Sulaiman.
Pendekatan ini sangat krusial, terutama dalam penanganan kasus-kasus kritis dan upaya penurunan angka kematian ibu dan anak (AKI/AKA). Dengan memperpendek jarak tempuh dan waktu pelayanan, harapan untuk menyelamatkan nyawa pasien menjadi lebih besar.
Anggaran dan Standar Pembangunan: Kualitas yang Terjamin
Proyek ambisius ini direalisasikan melalui skema Multi Years Project (MYP) dengan alokasi anggaran yang signifikan, yaitu sekitar Rp485 miliar. Dana ini dialokasikan secara cermat untuk memastikan pembangunan fisik yang kokoh dan fungsional.
Meskipun standar fisik pembangunan rumah sakit ini mengacu pada Tipe C, Pemprov Sulsel tidak main-main dalam hal kualitas pelayanan. Fasilitas alat kesehatan (alkes) yang disediakan akan setara dengan standar Tipe B, begitu pula dengan ketersediaan dokter spesialis. Kombinasi ini menjamin bahwa masyarakat yang berobat di RS Regional Gowa dan Luwu akan mendapatkan pelayanan medis yang komprehensif dan berkualitas tinggi, setara dengan yang tersedia di pusat-pusat kesehatan yang lebih besar.
Lebih lanjut, pembangunan RS Regional ini juga ditargetkan untuk menciptakan pemerataan distribusi dokter spesialis di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini sekaligus akan memangkas jarak tempuh masyarakat menuju fasilitas kesehatan, yang selama ini menjadi kendala utama. Dengan demikian, kehadiran RS Regional ini menjadi langkah maju yang strategis dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih merata, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham























