Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan status siaga kekeringan di 8 kabupaten menyusul tidak turunnya hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut. Kabupaten terdampak meliputi Jeneponto, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Sinjai, Bone bagian selatan, dan Kepulauan Pangkep.
Kondisi di Lapangan
Ribuan hektare lahan pertanian mengalami gagal tanam akibat kekeringan yang terparah dalam 15 tahun terakhir ini. Di Jeneponto, debit air Bendungan Kelara turun hingga 12% dari kapasitas normal, mengancam pasokan air irigasi untuk 18.000 hektare sawah.
“Sumur warga sudah mulai mengering sejak dua minggu lalu. Kami harus membeli air dari tangki keliling seharga Rp 150.000 per tangki yang hanya cukup untuk 3-4 hari,” tutur Pak Dg. Naba (55), petani di Kecamatan Tamalatea, Jeneponto.
Respons Darurat BPBD
BPBD Sulsel mengerahkan 47 truk tangki air untuk distribusi air bersih ke 123 titik distribusi di 8 kabupaten terdampak. TNI AD juga ikut membantu dengan mengerahkan 12 unit kendaraan tangki air militer.
Pemprov mengalokasikan anggaran darurat Rp 12,5 miliar untuk penanganan kekeringan, termasuk pengadaan pompa air, perbaikan sumur bor, dan distribusi air bersih.
Prediksi BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Makassar memperkirakan hujan mulai turun secara sporadis di wilayah Sulsel bagian selatan pada pertengahan Oktober 2026, seiring peralihan menuju musim hujan.
Poin-poin Penting
- 8 kabupaten di Sulsel kekeringan ekstrem, 60+ hari tanpa hujan
- BPBD kerahkan 47 truk tangki air ke 123 titik distribusi
- Anggaran darurat Rp 12,5 miliar dialokasikan Pemprov Sulsel
- BMKG prediksi hujan sporadis mulai pertengahan Oktober 2026
Kerap Ditanyakan
Bagaimana warga bisa mendapatkan bantuan air bersih?
Warga terdampak dapat menghubungi kantor desa atau kelurahan setempat, atau langsung menghubungi hotline BPBD Sulsel di 0411-367525.
Apakah ada program jangka panjang untuk mengatasi krisis air di Sulsel?
Pemprov berencana membangun 50 embung dan merehabilitasi 120 sumur bor masyarakat dalam program jangka menengah 2027-2029.
Kontributor: H. Gunadi
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.















