Di tengah teriknya musim kemarau yang melanda Kota Makassar, perhatian khusus tertuju pada warga perkampungan Sengka Batu, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo. Kekurangan air bersih bukan lagi isu baru, namun intensitasnya kali ini terasa semakin mendesak, menyentuh kebutuhan paling fundamental jutaan jiwa.
Gerak Cepat Polsek Tallo Atasi Krisis Air di Sengka Batu
Menanggapi kondisi genting tersebut, jajaran personel Polsek Tallo tidak tinggal diam. Dengan sigap dan penuh dedikasi, mereka bergerak menyalurkan bantuan air bersih dalam jumlah signifikan, yakni ratusan liter, langsung ke jantung perkampungan Sengka Batu. Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah berjuang melawan dampak kekeringan ekstrem.
Mengapa Bantuan Ini Begitu Krusial?
Perkampungan Sengka Batu kini tengah bergulat dengan krisis air bersih yang parah. Commander’s intent dari Kapolrestabes Makassar terwujud dalam instruksi tegas kepada Kapolsek Tallo, AKP Asfada, untuk segera memberikan bantuan tanpa mengenal waktu. Baik di kala fajar menyingsing, terik siang, maupun heningnya malam, personel Polsek Tallo siap sedia memastikan ketersediaan air bagi warga.
Siapa Penerima Manfaat Utama?
Distribusi air bersih ini difokuskan secara spesifik kepada masyarakat yang paling membutuhkan dan luput dari jangkauan pasokan rutin dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di wilayah utara Makassar. AKP Asfada mengonfirmasi bahwa air bersih dibagikan kepada warga yang sangat memerlukan untuk kebutuhan sehari-hari, sebuah gestur kemanusiaan yang menyentuh.
Besaran Air yang Disalurkan dan Dampaknya
Pada hari penyaluran tersebut, sebanyak 450 liter air bersih didistribusikan secara merata kepada seluruh masyarakat yang mendiami perkampungan Sengka Batu. Bantuan ini bukan sekadar volume air, melainkan harapan dan solusi konkret di tengah keterbatasan sumber air yang ada.
Tujuan Mulia di Balik Operasi Kemanusiaan Ini
Penyaluran air bersih ini adalah representasi dari komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi masa-masa sulit seperti kekeringan ekstrem. Tujuannya jelas: memastikan masyarakat dapat terus memenuhi kebutuhan dasar mereka, sekalipun sumber air alami mulai mengering.
“Syukur Alhamdulillah, kita dapat pasokan air tiga kali dalam seminggu. Bantuan dari Polsek Tallo ini sangat membantu kami mencukupi kebutuhan warga sehari-hari. Terus terang, air PDAM sudah tidak lancar di sini,” ujar Nanang daeng Naba, Ketua RT/RW 03/05 Kelurahan Buloa. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa vitalnya peran bantuan tersebut.
Tak hanya itu, Sitti Aisyah, salah seorang warga, turut menambahkan bahwa pasokan air bersih dari kepolisian ini sangat membantu menambah ketersediaan air bersih. Ia menjelaskan bahwa sumur-sumur tanah yang selama ini menjadi andalan warga, kini telah mengering seiring datangnya musim kemarau.
Upaya Komprehensif Pemerintah Kota Makassar
Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah menunjukkan upaya serius dalam menangani dampak kekeringan. Hingga kini, total sebanyak 3,04 juta liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak di berbagai wilayah di Makassar. Distribusi ini melibatkan 310 titik, didukung oleh 25 kendaraan operasional yang telah melakukan 705 ritase atau perjalanan distribusi.
Operasi kemanusiaan berskala besar ini mencakup delapan kecamatan di 58 kelurahan, menjangkau 26.888 kepala keluarga atau sekitar 92.931 jiwa sebagai penerima manfaat. Armada yang dikerahkan terdiri dari empat unit dari Damkarmat, empat mobil tangki, tiga unit pikap, dan 14 truk, menunjukkan keseriusan dan kolaborasi lintas sektor dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca yang menantang.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham























