Solidaritas jurnalis di Banten menunjukkan esensi kemanusiaan yang mendalam saat rekan-rekan mereka dilaporkan hilang kontak dalam insiden nahas di Perairan Selat Sunda. Doa bersama menjadi wujud harapan kolektif.
- Acara doa bersama diselenggarakan oleh jurnalis di Banten untuk keselamatan rekan yang hilang.
- Insiden terjadi saat peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Pandeglang.
- Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA menegaskan inisiatif ini murni atas dasar moral dan harapan optimalisasi pencarian.
- Koordinasi intensif antara ANTARA, Polda Banten, Basarnas, TNI, dan Forkopimda terus dilakukan.
- Polda Banten siap memperpanjang masa pencarian hingga tujuh hari jika diperlukan.
Solidaritas Jurnalis Banten: Doa dan Harapan di Tengah Ketidakpastian
Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian antar-profesi, sejumlah jurnalis yang berhimpun di Provinsi Banten baru-baru ini menggelar sebuah acara doa bersama. Aksi ini merupakan ekspresi mendalam dari permohonan keselamatan bagi rekan-rekan mereka yang dilaporkan hilang kontak menyusul insiden perahu cepat (speed boat) yang nahas di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.
Peristiwa yang menyayat hati ini terjadi pada hari Senin, 7 September, ketika para jurnalis tersebut tengah menjalankan tugas mulia mereka untuk meliput aktivitas terkini dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menjadi perhatian nasional.
Inisiatif Moral dan Optimisme Pencarian
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA, Virgandhi Prayudantoro, dalam pernyataannya dari Pandeglang pada hari Rabu, menegaskan bahwa inisiatif doa bersama ini sepenuhnya berasal dari sisi moral para jurnalis. Tujuannya tak lain adalah untuk memohon keselamatan, serta mempercepat proses penemuan kembali rekan-rekan seprofesi yang hingga kini keberadaannya masih diselimuti misteri. Ia menambahkan, “Kita berkumpul, memanjatkan doa, dan berharap yang terbaik. Keluarga besar ANTARA bersama rekan-rekan media lainnya tetap optimis sahabat kita bisa ditemukan kembali dalam kondisi sehat.”
Lebih lanjut, Virgandhi menekankan bahwa doa bersama lintas profesi wartawan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, yakni mempermudah dan memperlancar operasi pencarian yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, dan Polri.
Koordinasi Erat untuk Optimalisasi Upaya Pencarian
Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen, LKBN ANTARA secara proaktif terus membangun dan memperkuat komunikasi langsung dengan berbagai pihak terkait. Jalinan koordinasi ini mencakup Polda Banten, Basarnas, TNI, serta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di tingkat Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap upaya pencarian berjalan secara optimal dan terpadu.
Menyikapi situasi genting ini, pihak Polda Banten memberikan jaminan penuh. Mereka menegaskan bahwa bersama instansi terkait lainnya, kepolisian siap mengerahkan segala upaya pencarian semaksimal mungkin. Bahkan, dalam pernyataan yang tegas, pihak kepolisian siap untuk memperpanjang waktu pencarian hingga tujuh hari ke depan apabila kondisi dan perkembangan di lapangan mengindikasikan perlunya upaya ekstra.
Seluruh jajaran pimpinan LKBN ANTARA juga tidak tinggal diam. Mereka hadir secara langsung di lapangan, memberikan dukungan moral yang tak ternilai bagi keluarga korban, sekaligus menunjukkan sinergi antar-media yang kuat. Media-media lain yang turut menunjukkan solidaritas dalam aksi ini meliputi Merdeka, iNews, dan beberapa awak media terkemuka lainnya. Harapan besar menyelimuti seluruh unsur pers: koordinasi yang solid antara TNI, Polri, Basarnas, dan komunitas jurnalis ini segera membuahkan hasil positif demi keselamatan rekan-rekan yang masih dalam pencarian.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham























