Grab Holdings Limited resmi mengumumkan langkah ambisius melalui akuisisi Atome Financial, sebuah gebrakan strategis yang secara fundamental memperluas portofolio layanan keuangannya, khususnya dalam ranah pembiayaan konsumen di Indonesia dan kawasan regional.
Grab Perluas Jangkauan Layanan Keuangan dengan Akuisisi Atome Financial
Akuisisi ini menandai fase baru bagi Grab dalam memperdalam ekosistem layanan keuangannya. Sebelumnya, fokus Grab lebih terarah pada solusi pembayaran, perbankan digital melalui Superbank, dan pembiayaan yang terintegrasi dalam ekosistemnya. Dengan masuknya Atome Financial, Grab kini memiliki kapasitas yang lebih besar untuk merambah segmen consumer lending atau pembiayaan konsumen, melengkapi peran OVO sebagai platform pembayaran dan Superbank sebagai penyedia layanan perbankan serta pendanaan.
Mengisi Kesenjangan Pembiayaan Konsumen dan Peran Krusial Integrasi Data
Masuknya Atome Financial dipandang sebagai upaya strategis untuk mengisi kesenjangan dalam penawaran pembiayaan konsumen Grab. Tesar Sandikapura, Ketua Umum Indonesia Digital and Economic Institute (Idiec), menggarisbawahi pentingnya integrasi antar layanan keuangan Grab. “Kekuatan sebenarnya ada pada bagaimana ketiganya terintegrasi, terutama dalam data, credit scoring, dan distribusi pembiayaan,” ujar Tesar. Kemampuan untuk menyatukan data pengguna, melakukan penilaian kredit yang akurat, dan mendistribusikan pembiayaan secara efisien menjadi nilai tambah signifikan, terlebih Grab telah memiliki basis pengguna yang masif dari berbagai segmen.
Peluang Besar, Tantangan Nyata dalam Ekspansi Pembiayaan Konsumen
Peluang terbesar Grab terletak pada kemampuannya untuk melakukan cross-selling produk-produk pembiayaan kepada jutaan penggunanya, sekaligus menghadirkan solusi embedded finance yang terintegrasi mulus dalam aktivitas sehari-hari. Namun, tantangan besar tetap membayangi. Menjaga kualitas kredit, mencegah potensi fraud, serta memastikan perlindungan data dan konsumen menjadi prioritas utama seiring dengan agresivitas Grab dalam menyalurkan kredit. Seperti yang ditekankan Tesar, “Game changer-nya bukan sekadar punya banyak pengguna, tetapi mampu mengubah traffic ekosistem menjadi kredit yang sehat dan berkelanjutan.”
Membangun Ekosistem Finansial Komprehensif Melawan Kompetitor
Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), melihat langkah Grab sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem finansial yang semakin komprehensif, mencakup dompet digital, bank digital, hingga layanan Buy Now Pay Later (BNPL) melalui Atome Financial. “OVO masih akan jadi core-nya untuk layanan finansial, dengan embedded ke layanan Grab,” jelas Huda. Model ekosistem yang terintegrasi ini, yang juga diadopsi oleh pesaing kuat seperti GoTo Financial dan Shopee, diprediksi akan menjadi faktor kunci dalam persaingan bisnis utama Grab di sektor on demand.
Detail Transaksi Akuisisi dan Target Keuangan Ambisius
Secara rinci, Grab Holdings Limited akan mengakuisisi 60% saham Atome Financial dalam tahap awal dengan nilai transaksi tunai mencapai US$1,49 miliar atau sekitar Rp26,82 triliun, termasuk suntikan modal pertumbuhan baru senilai US$260 juta. Transaksi ini diharapkan rampung pada kuartal III/2027, bergantung pada persetujuan regulator. Grab juga memiliki opsi untuk mengakuisisi sisa 40% saham dalam dua tahun setelah penyelesaian tahap pertama, dengan nilai yang akan ditentukan berdasarkan kinerja Atome Financial. Akuisisi ini tidak hanya memperluas bisnis layanan keuangan Grab ke skala regional, tetapi juga menggabungkan kekuatan basis pengguna, jaringan merchant, kapabilitas teknologi AI, dan keahlian dalam penilaian risiko kredit. Chief Financial Officer Grab, Peter Oey, meyakini akuisisi ini akan mempercepat pertumbuhan bisnis layanan keuangan secara signifikan. Grab memproyeksikan segmen financial services dapat menghasilkan Adjusted EBITDA sebesar US$500 juta (sekitar Rp9 triliun) pada 2028, dengan total portofolio pinjaman bruto melampaui US$6 miliar (sekitar Rp108 triliun).
Atome Financial: Kekuatan AI dalam Penilaian Kredit
Atome Financial, yang telah beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara termasuk Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand, memiliki basis pengguna kumulatif sekitar 25 juta. Kemampuannya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk analisis dan penilaian kredit menjadi aset berharga bagi Grab. Hal ini akan memperkuat bisnis pembiayaan konsumen Grab dan secara bersamaan memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses ke sistem keuangan formal.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham























