BRI Wilayah Makassar kembali menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas dengan memfasilitasi 90 penyandang disabilitas untuk mengikuti program magang kerja. Langkah ini membuka pintu kesempatan setara bagi mereka untuk mengasah keterampilan dan berkontribusi di berbagai sektor.
- BRI Makassar memfasilitasi 90 penyandang disabilitas untuk program magang kerja.
- Peserta berasal dari Makassar dan sekitarnya, telah mengikuti pelatihan 3 bulan.
- Program ini mencakup jalur administrasi perkantoran dan kewirausahaan.
- Magang berlangsung 3 bulan, memberikan pengalaman kerja langsung.
- Peserta menerima uang saku dan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.
BRI Makassar Fasilitasi 90 Penyandang Disabilitas Melalui Program Magang Kerja Inklusif
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Wilayah Makassar menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kesetaraan kesempatan dengan menyelenggarakan program magang kerja bagi 90 penyandang disabilitas. Para peserta, yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan intensif, kini siap memasuki dunia kerja melalui fasilitasi magang di beragam lingkungan, mulai dari sektor usaha swasta, instansi pemerintah, hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi binaan BRI di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.
Rincian Program Pelatihan dan Magang: Bekal Keterampilan untuk Masa Depan
Program inovatif ini merupakan bagian integral dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program BRI Peduli. Peserta yang terpilih berasal dari berbagai daerah, mencakup Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Maros, dan Pangkajene Kepulauan (Pengkep). Selama tiga bulan, mereka telah digembleng melalui pelatihan yang dirancang khusus untuk dua jalur utama:
- Jalur Administrasi Perkantoran: Fokus pada pembekalan keterampilan pengelolaan data dan dokumen secara profesional, sebuah keahlian krusial di lingkungan perkantoran modern.
- Jalur Kewirausahaan: Memberikan pemahaman mendalam mengenai perencanaan bisnis, strategi pemasaran digital yang efektif, hingga teknik pembuatan konten promosi yang menarik, mempersiapkan mereka untuk mandiri secara ekonomi.
Setelah tahapan pelatihan yang komprehensif, para peserta akan melanjutkan ke fase magang kerja selama tiga bulan, yang dijadwalkan mulai 4 September hingga 4 November 2026. Selama periode ini, mereka akan mendapatkan pengalaman kerja langsung di perusahaan, instansi pemerintah, atau UMKM yang telah bekerja sama dengan BRI, sebuah kesempatan emas untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat.
Tujuan Mulia dan Manfaat Nyata: Memberdayakan Potensi Difabel
Menurut Vice President CSR BRI, Dinne Shovia Tresna Amalia, esensi dari program ini adalah memberikan ruang yang sama bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan keterampilan yang mereka miliki. “Harapannya, bekal pelatihan dan pemagangan ini peserta mendapatkan pengalaman bekerja, bahkan dimungkinkan dapat bekerja di perusahaan tersebut. Sehingga kesempatan bagi mereka semakin terbuka lebar untuk bekerja atau pun berwirausaha sesuai dengan keterampilannya masing-masing,” ungkap Dinne, menekankan visi pemberdayaan jangka panjang.
Keputusan BRI untuk memprioritaskan penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat program ini dilandasi pemahaman bahwa mereka adalah kelompok komunitas yang membutuhkan perhatian khusus dan berhak mendapatkan akses serta kesempatan yang setara, layaknya individu lainnya. Ini sejalan dengan prinsip keberagaman dan inklusi yang diusung oleh BRI.
Fasilitas Lengkap dan Dukungan Penuh bagi Peserta Magang
Lebih dari sekadar memberikan pengalaman kerja, BRI juga memastikan kesejahteraan para peserta magang selama program berlangsung. Hal ini ditegaskan oleh Dinne Shovia, yang menyatakan, “Tentu saja, mereka mendapatkan semacam gaji selama magang kerja ini. Jadi, memang sudah paket pelatihan, pemagangan, dengan diberikan uang saku.” Pemberian uang saku ini menjadi bentuk apresiasi dan dukungan finansial agar peserta dapat fokus pada pengembangan diri tanpa beban ekonomi.
Selain itu, demi menjamin keamanan dan kenyamanan peserta, BRI juga memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Jamsostek. Perlindungan ini mencakup Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), memberikan rasa aman bagi peserta dan keluarga mereka selama menjalankan tugas magangnya. Ini adalah bukti komitmen BRI untuk memastikan hak-hak dasar pekerja terlindungi, bahkan bagi para peserta magang.
Apresiasi Pemerintah: Mendorong Sinergi Pemberdayaan
Program magang BRI Peduli ini mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi positif dari pemerintah. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, secara langsung mengungkapkan dukungannya. “Program ini memberikan ruang yang sama termasuk disabilitas untuk mengekspresikan talenta dan potensinya berkesempatan bekerja,” ujar Jayadi, mengakui signifikansi program ini dalam membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas.
Program magang untuk penyandang disabilitas yang telah berjalan hampir tiga tahun ini diharapkan tidak hanya terus berlanjut, tetapi juga semakin berkembang. Tujuannya adalah untuk menjangkau lebih banyak individu penyandang disabilitas di masa mendatang, baik dalam membuka peluang pekerjaan maupun mendorong semangat kewirausahaan di kalangan mereka. Ini adalah investasi sosial yang akan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: RR. Nur























