Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dilanda gelombang gempa susulan yang intens. Hingga pagi ini, aktivitas seismik terus tercatat, menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat setempat mengenai keselamatan dan kelangsungan hidup.
- Total Gempa Susulan: 4.256 kali
- Magnitudo Terbesar: 6,2
- Magnitudo Terkecil: 1,1
- Gempa Magnitudo > 5: 31 kali
- Gempa Dirasakan: 118 kali
- Rumah Rusak: 36.163 unit
- Bantuan Logistik Terkirim (20/8/2026): 102 ton
Kronologi dan Skala Gempa Susulan di NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara berkelanjutan memantau dan memperbarui data gempa susulan yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Hingga pukul 05.00 WIB, total tercatat sebanyak 4.256 kali gempa susulan. Skala gempa bervariasi, dengan yang terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Dari jumlah tersebut, 31 gempa memiliki magnitudo di atas 5, yang berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan. Selain itu, 118 kali gempa susulan dilaporkan telah dirasakan oleh masyarakat, menambah tingkat kecemasan dan kerentanan di area terdampak.
Dampak Luas: Ribuan Rumah Rusak dan Upaya Penyaluran Bantuan
Intensitas gempa susulan ini berdampak langsung pada infrastruktur permukiman di NTT. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga kini, sebanyak 36.163 unit rumah mengalami kerusakan. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, bertambah 7.187 unit seiring dengan upaya pendataan yang terus dilakukan secara akurat di lapangan. Menanggapi situasi darurat ini, BNPB terus bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik. Per Kamis (20 Agustus 2026), total bantuan logistik yang telah berhasil didistribusikan mencapai 102 ton. Bantuan tersebut meliputi berbagai kebutuhan pokok yang berasal dari donasi serta Dana Siap Pakai (DSP) yang dialokasikan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah ini.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























