Jumat, 11 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir

by Pewarta Warga
24/08/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 4 mins read
A A
Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

BACA JUGA:

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas ke Lima Provinsi, Penerbangan dan Kesehatan Terdampak – Status Siaga Tetap Berlaku

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Barat Daya: Dampak Udara dan Penerbangan di Banten

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

Indonesia Bergemuruh: Empat Gunung Api Erupsi Serentak, Begini Dampaknya

Rentetan gempa susulan yang melanda Nusa Tenggara Timur pasca gempa utama M7,7 di Flores memicu kekhawatiran dan pertanyaan. Hingga Sabtu (22/8), BMKG mencatat lebih dari 5.000 gempa susulan, dengan pertanyaan besar: mengapa ini terjadi dan kapan akan berakhir?

Analisis Mendalam Gempa Susulan di NTT

Peristiwa gempa bumi susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa utama berkekuatan M7,7 di Flores telah menjadi perhatian utama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan angka yang mengejutkan, mencatat total 5.012 gempa susulan per pukul 05.00 WIB pada Sabtu (22/8). Dari jumlah tersebut, gempa terbesar mencapai magnitudo 6,2. BMKG juga merinci bahwa 31 gempa memiliki magnitudo di atas 5, sementara 124 di antaranya dirasakan oleh masyarakat, dengan magnitudo terkecil tercatat 1,1.

Penyebab Ilmiah di Balik Gempa Susulan

Menurut Daryono, seorang pakar dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), fenomena gempa susulan adalah bagian alami dari proses bumi untuk mencapai keseimbangan kembali setelah gempa utama. Secara teknis, gempa utama terjadi ketika energi pada retakan batuan atau patahan melebihi batas elastisitasnya, menyebabkan batuan patah dan bergeser mendadak. Namun, patahan yang mengalami robekan besar tidak serta-merta stabil.

Titik-titik tegangan yang tersisa kemudian memicu pergeseran pada batuan di sekitarnya. Daryono menjelaskan, “Gempa susulan pada hakikatnya adalah penyesuaian mekanis mikro saat batuan di sekitar bidang patahan tersebut bergeser perlahan untuk mencari posisi kestabilan baru.” Proses ini sesuai dengan Hukum Omori-Utsu, yang memprediksi bahwa frekuensi gempa susulan akan menurun seiring waktu, dengan jumlah terbanyak terjadi di hari-hari awal pasca gempa utama.

Potensi Dampak dan Redistribusi Tegangan

Meskipun frekuensi gempa susulan cenderung menurun, Daryono mengingatkan bahwa satu atau dua gempa susulan masih bisa memiliki magnitudo yang cukup besar untuk menimbulkan kerusakan pada bangunan yang strukturnya telah melemah akibat gempa utama. Di Flores dan sekitarnya, bangunan yang telah terdampak gempa utama tentu memerlukan kewaspadaan ekstra.

Selain itu, gempa utama menyebabkan redistribusi tegangan di kerak bumi. Tekanan yang terkumpul di satu titik berpindah ke area batuan di sekitarnya. “Pelepasan tekanan masif tersebut justru memindahkan sebagian tegangan sisa (Coulomb stress) ke area batuan di sekitarnya,” ujarnya. Oleh karena itu, rangkaian gempa susulan ini bukanlah tanda tekanan yang terus membesar, melainkan mekanisme kerak bumi dalam mengurai sisa tegangan dan menyesuaikan diri menuju kondisi yang lebih stabil.

Membedakan Gempa Foreshock, Mainshock, dan Aftershock

Daryono juga memberikan pemahaman penting mengenai perbedaan antara gempa pembuka (foreshock), gempa utama (mainshock), dan gempa susulan (aftershock). Penentuan status ini didasarkan pada urutan waktu, lokasi, dan magnitudo relatif dalam satu kluster patahan. Penting dicatat, status sebuah gempa bisa berubah; gempa yang awalnya dianggap utama bisa menjadi foreshock jika kemudian terjadi gempa yang lebih besar di patahan yang sama. Penentuan status ini bersifat retrospektif.

Untuk mengidentifikasi gempa susulan, para seismolog menganalisis parameter seperti lokasi yang masih berada dalam zona patahan gempa utama dan pola kemunculannya yang mengikuti proses peluruhan energi. Hukum Båth menambahkan wawasan, menyatakan bahwa magnitudo gempa susulan terbesar umumnya sekitar 1,2 tingkat lebih kecil dari magnitudo gempa utama.

Durasi Gempa Susulan dan Imbauan Kewaspadaan di NTT

Daryono menegaskan bahwa gempa susulan adalah konsekuensi mekanis yang lazim dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan seiring batuan mencapai keseimbangan baru. “Rangkaian gempa susulan adalah bagian alami dari proses pemulihan bumi.” Namun, masyarakat di wilayah terdampak seperti Flores dan daerah lain di NTT tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap gempa susulan bermagnitudo cukup besar yang berpotensi merusak bangunan yang sudah rusak.

Sebagai perkiraan, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memperkirakan rentetan gempa susulan ini akan berakhir dalam 3 hingga 4 minggu ke depan. Gempa utama M7,7 terjadi di Flores pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB, yang disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa ini sempat memicu peringatan dini tsunami dengan status Siaga dan Waspada, mengingatkan akan kekuatan alam yang patut dihormati.


Kontributor: RR. Nur

Penyunting: Budi S.


Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: bmkgDaryonogempa bumigempa Floresgempa susulan NTTgempa tektonikIABIMitigasi BencanaNusa Tenggara Timur
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

08/09/2026
Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas ke Lima Provinsi, Penerbangan dan Kesehatan Terdampak – Status Siaga Tetap Berlaku

07/09/2026
Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Barat Daya: Dampak Udara dan Penerbangan di Banten

07/09/2026
Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

06/09/2026
Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

Indonesia Bergemuruh: Empat Gunung Api Erupsi Serentak, Begini Dampaknya

06/09/2026
Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Hentikan Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Ribuan Penumpang Terdampak

06/09/2026
Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

Status Siaga Gunung Sinabung: BNPB Imbau Warga Karo Segera Mengungsi

05/09/2026
Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir - Featured

Gempa 4,4 Magnitudo Guncang Pacitan, Getaran Terasa Hingga Malang dan Sekitarnya

04/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    -41 shares
    Share -16 Tweet -10
  • Blackout Sumatera 22 Mei 2026: Akar Masalah Teknis Transmisi dan Misteri Suara Helikopter Sebelum Gelap

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • BREAKING NEWS: 8 Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak Pasca Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Polda Sulsel Bergerak: Selidiki Kelangkaan BBM Subsidi, Tak Ada Ampun untuk Penimbun

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • DPRD Sulsel Mendesak Pertamina Stabilisasi Pasokan BBM & Elpiji di Tengah Antrean Panjang Makassar

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Asap Pekat dari Gardu Listrik Pasar Baru: Analisis Mendalam Penanganan PLN

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Sorotan Antrean Truk Berdrum Kosong di SPBU Makassar: Indikasi Korupsi Solar Subsidi?

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.