Kamis, 29 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang

by Pewarta Warga
28/08/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 4 mins read
A A
Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

BACA JUGA:

Hujan Lebat & Kilat Terprediksi Lonjak Di Jambi Dan Sulsel Hari Ini

Sumut Siap Segera Diterpa Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Waspada Banjir dan Longsor

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sumut Hingga 26 Oktober

Banjir Bandang Koto Tangah Padang: 498 Jiwa Terdampak, Tak Ada Korban Jiwa

Perubahan Iklim: Ancaman Nyata bagi Kesehatan Kulit di Negara Berpendapatan Rendah

Bencana alam dahsyat melanda perbatasan Nepal dan Tiongkok, meninggalkan luka mendalam dengan ratusan nyawa melayang dan ribuan lainnya masih dalam ketidakpastian. Tragedi ini mengingatkan kita betapa rapuhnya kehidupan di hadapan kekuatan alam yang ekstrem.

  • Jumlah korban jiwa dipastikan mencapai 392 orang.
  • Lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang, termasuk warga negara asing dan Tiongkok.
  • Beberapa desa dilaporkan hilang tersapu bersih oleh terjangan lumpur dan banjir bandang.
  • Kerusakan infrastruktur meliputi rumah, jembatan, dan bendungan.
  • Perubahan iklim dan pencairan gletser diidentifikasi sebagai faktor pemicu utama.

Kronologi Mengerikan dan Dampak yang Menghancurkan

Peristiwa tragis ini berawal pada Kamis lalu, ketika banjir bandang dan longsor berskala masif menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok (Tibet). Tim penyelamat hingga kini masih berjuang keras, menerjang lumpur pekat dan puing-puing, dalam upaya tanpa henti mencari lebih dari 1.400 orang yang dinyatakan hilang. Skala bencana ini sangat mengerikan; sejumlah desa dilaporkan tersapu bersih, hilang tanpa jejak, akibat terjangan lumpur yang digambarkan menyerupai tsunami dahsyat. Ini adalah pukulan telak bagi komunitas yang tinggal di sana.

Dampak bencana ini sangat luas dan menghancurkan. Rumah-rumah warga seketika tenggelam di bawah timbunan lumpur. Infrastruktur vital seperti jembatan dan bendungan tak mampu menahan kekuatan alam, hancur berantakan. Kendaraan warga terseret arus deras, menambah daftar kerugian material yang tak terhitung. Bagi warga Jakarta dan kota-kota besar lainnya, membayangkan kampung halaman luluh lantak seperti ini tentu menimbulkan rasa prihatin yang mendalam.

Peringatan dari Para Ahli: Ancaman Banjir Susulan Akibat Perubahan Iklim

Para ahli meteorologi dan geologi memberikan peringatan serius mengenai potensi banjir susulan. Mereka menyoroti kaitan erat antara perubahan iklim global dengan mencairnya gletser di pegunungan tinggi. Pencairan gletser ini tidak hanya meningkatkan volume air di danau glasial, tetapi juga berisiko menyebabkan keruntuhan gletser yang memicu bencana serupa. Fenomena ini bukan lagi isu teoritis, melainkan kenyataan pahit yang harus kita hadapi bersama, termasuk di kawasan seperti Himalaya yang rentan.

Korban Berjatuhan dan Upaya Pencarian yang Penuh Harapan

Kepolisian Nepal melaporkan data yang memilukan: sebanyak 389 jenazah telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan dan lumpur. Selain korban tewas, 910 orang lainnya, termasuk 517 wisatawan asing, masih belum dapat dihubungi, menambah daftar kekhawatiran keluarga mereka. Keterangan lebih lanjut dari pihak Beijing mengindikasikan bahwa 100 warga negara Tiongkok yang belum terdata dalam angka resmi tersebut juga dinyatakan hilang di Nepal, menunjukkan kompleksitas data akibat skala bencana.

Di antara wisatawan asing yang hilang, warga India tercatat sebagai kelompok terbesar, diikuti oleh warga Amerika Serikat yang melaporkan 90 warganya masih belum dapat dihubungi. Situasi di sisi Tiongkok juga tak kalah memilukan. Media pemerintah melaporkan bahwa “bencana tanah longsor” di Pelabuhan Gyirong, Tibet, telah merenggut tiga nyawa. Lebih mengkhawatirkan lagi, sebanyak 558 orang lainnya, termasuk 260 warga asing, dinyatakan hilang di wilayah tersebut, menunjukkan jangkauan geografis bencana yang luas.

Analisis Mendalam: Akar Penyebab Bencana

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memberikan analisis teknis mengenai pemicu utama bencana ini. Mereka menyatakan bahwa peristiwa dahsyat ini diawali oleh runtuhnya sebuah gletser. Runtuhnya gletser ini menciptakan aliran material es dan puing yang sangat besar, yang kemudian memicu banjir bandang dan longsor berskala masif. Ini bukan sekadar kejadian alam biasa, melainkan konsekuensi dari perubahan lingkungan yang lebih besar.

Pencairan gletser global akibat fenomena perubahan iklim diyakini menjadi faktor fundamental yang meningkatkan risiko terjadinya banjir danau glasial serta keruntuhan gletser. Fenomena ini adalah peringatan global. Dampaknya terasa jauh hingga ke perbatasan Nepal dan Tiongkok, dan kita perlu terus waspada serta mencari solusi adaptif.


Kontributor: H. Gunadi

Penyunting: Budi S.


Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: banjir bandangbencana alamgletserkorban jiwalongsorNepalorang hilangpencarian korbanperubahan iklimTibetTiongkok
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Wartakita Kebakaran Hutan 4

Pemerintah Didorong Bentuk Jaring Pengaman Kesehatan untuk Warga Terdampak Karhutla

29/10/2026
Foto udara atau pemandangan langit cerah berawan di atas pepohonan hijau dengan cahaya matahari pagi yang hangat.

Prakiraan Cuaca Makassar 28 Oktober 2026: Cerah Berawan Seluruh Hari

28/10/2026
Cuaca badai hujan deras dengan air jatuh deras mengenai jalan aspal basah yang memantulkan cahaya langit biru-abu gelap; siluet perahu SAR oranye mengambang dekat jalan banjir jauhnya di bawah awan te

Peringatan Banjir Rob Hingga Nov 2026: Daftar Wilayah Rawan di Jakarta

27/10/2026
Tetesan hujan yang jatuh di atas genting tanah liat basah dengan latar belakang hutan hijau kabut tipis.

Cuaca Hari Ini Bandung: Prakiraan Hujan Ringan Minggu Depan

26/10/2026
A dramatic landscape view contrasting the aftermath of a magnitude 6.9 earthquake in Vanuatu with the calm and stable landscape of Indonesia, highlighting the seismic activity in Vanuatu and the relative stability in Indonesia.

Gempa M6,9 Guncang Vanuatu, Indonesia Sebagian Masih Berselimut Asap dalam 24 Jam Terakhir

24/10/2026
Gedung Pemprov DKI dengan fasad kaca modern dan emblema resmi di depannya. Langit biru cerah dengan angin ringan membawa suasana yang menyenangkan untuk Jakarta Grand Festival (JRF) dan konser Ye. Ban

Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca untuk JRF & Konser Ye

24/10/2026
Sebuah dapur modern dengan lemari dapur putih mewah dan pulau dapur besar, lengkap dengan berbagai alat rumah tangga ramah lingkungan seperti tempat kompost dan stasiun pengumpulan sampah. Ruangan ini

Panduan Memulai Gaya Hidup Zero Waste dari Dapur

24/10/2026
The main building of BMKG in Jakarta, Indonesia, with a modern glass facade and a prominent logo of a globe and wave, symbolizing meteorology, climatology, and geophysics. The interior is bright and o

BMKG Pastikan Gempa M 6,9 di China Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

23/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • black-framed-eyeglasses-on-computer-screen-scaled.jpg

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Analisis The Economist: Mengapa Investor Mulai Menjauhi Indonesia?

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Indonesia Rancang Teknologi Anti Komputer Kuantum Bersama Peruri Dan Telkom

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Xi Jinping Perketat Kampanye Anti Korupsi Di Tiongkok Saat Pleno Partai

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • LG Raih Predikat Mesin Cuci Nomor Satu Terpasang Pakai Teknologi AI

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gempa M6,9 Guncang Vanuatu, Indonesia Sebagian Masih Berselimut Asap dalam 24 Jam Terakhir

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Falsafah Siri na Pacce vs Bushido: Krisis Malu Pejabat Publik & Tokoh Figur Kita

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Peringatan Banjir Rob Hingga Nov 2026: Daftar Wilayah Rawan di Jakarta

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Iran Unveil AI-Powered Arash-3 Missile Drone With Heavy Warhead

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Sekolah Rakyat Makassar Bakal Diresmikan, Hadirkan Harapan Baru

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.