Kamis, 8 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang

by Pewarta Warga
28/08/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 4 mins read
A A
Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

BACA JUGA:

Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Ancaman Nyata bagi Satwa Liar dan Iklim

Eco-Parenting Berbasis Lokal: Solusi Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim

Mahasiswi Tasikmalaya Hilang Misterius: Polisi Bentuk Tim Khusus Pencarian

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Barat Daya: Dampak Udara dan Penerbangan di Banten

Status Siaga Gunung Sinabung: BNPB Imbau Warga Karo Segera Mengungsi

Bencana alam dahsyat melanda perbatasan Nepal dan Tiongkok, meninggalkan luka mendalam dengan ratusan nyawa melayang dan ribuan lainnya masih dalam ketidakpastian. Tragedi ini mengingatkan kita betapa rapuhnya kehidupan di hadapan kekuatan alam yang ekstrem.

  • Jumlah korban jiwa dipastikan mencapai 392 orang.
  • Lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang, termasuk warga negara asing dan Tiongkok.
  • Beberapa desa dilaporkan hilang tersapu bersih oleh terjangan lumpur dan banjir bandang.
  • Kerusakan infrastruktur meliputi rumah, jembatan, dan bendungan.
  • Perubahan iklim dan pencairan gletser diidentifikasi sebagai faktor pemicu utama.

Kronologi Mengerikan dan Dampak yang Menghancurkan

Peristiwa tragis ini berawal pada Kamis lalu, ketika banjir bandang dan longsor berskala masif menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok (Tibet). Tim penyelamat hingga kini masih berjuang keras, menerjang lumpur pekat dan puing-puing, dalam upaya tanpa henti mencari lebih dari 1.400 orang yang dinyatakan hilang. Skala bencana ini sangat mengerikan; sejumlah desa dilaporkan tersapu bersih, hilang tanpa jejak, akibat terjangan lumpur yang digambarkan menyerupai tsunami dahsyat. Ini adalah pukulan telak bagi komunitas yang tinggal di sana.

Dampak bencana ini sangat luas dan menghancurkan. Rumah-rumah warga seketika tenggelam di bawah timbunan lumpur. Infrastruktur vital seperti jembatan dan bendungan tak mampu menahan kekuatan alam, hancur berantakan. Kendaraan warga terseret arus deras, menambah daftar kerugian material yang tak terhitung. Bagi warga Jakarta dan kota-kota besar lainnya, membayangkan kampung halaman luluh lantak seperti ini tentu menimbulkan rasa prihatin yang mendalam.

Peringatan dari Para Ahli: Ancaman Banjir Susulan Akibat Perubahan Iklim

Para ahli meteorologi dan geologi memberikan peringatan serius mengenai potensi banjir susulan. Mereka menyoroti kaitan erat antara perubahan iklim global dengan mencairnya gletser di pegunungan tinggi. Pencairan gletser ini tidak hanya meningkatkan volume air di danau glasial, tetapi juga berisiko menyebabkan keruntuhan gletser yang memicu bencana serupa. Fenomena ini bukan lagi isu teoritis, melainkan kenyataan pahit yang harus kita hadapi bersama, termasuk di kawasan seperti Himalaya yang rentan.

Korban Berjatuhan dan Upaya Pencarian yang Penuh Harapan

Kepolisian Nepal melaporkan data yang memilukan: sebanyak 389 jenazah telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan dan lumpur. Selain korban tewas, 910 orang lainnya, termasuk 517 wisatawan asing, masih belum dapat dihubungi, menambah daftar kekhawatiran keluarga mereka. Keterangan lebih lanjut dari pihak Beijing mengindikasikan bahwa 100 warga negara Tiongkok yang belum terdata dalam angka resmi tersebut juga dinyatakan hilang di Nepal, menunjukkan kompleksitas data akibat skala bencana.

Di antara wisatawan asing yang hilang, warga India tercatat sebagai kelompok terbesar, diikuti oleh warga Amerika Serikat yang melaporkan 90 warganya masih belum dapat dihubungi. Situasi di sisi Tiongkok juga tak kalah memilukan. Media pemerintah melaporkan bahwa “bencana tanah longsor” di Pelabuhan Gyirong, Tibet, telah merenggut tiga nyawa. Lebih mengkhawatirkan lagi, sebanyak 558 orang lainnya, termasuk 260 warga asing, dinyatakan hilang di wilayah tersebut, menunjukkan jangkauan geografis bencana yang luas.

Analisis Mendalam: Akar Penyebab Bencana

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memberikan analisis teknis mengenai pemicu utama bencana ini. Mereka menyatakan bahwa peristiwa dahsyat ini diawali oleh runtuhnya sebuah gletser. Runtuhnya gletser ini menciptakan aliran material es dan puing yang sangat besar, yang kemudian memicu banjir bandang dan longsor berskala masif. Ini bukan sekadar kejadian alam biasa, melainkan konsekuensi dari perubahan lingkungan yang lebih besar.

Pencairan gletser global akibat fenomena perubahan iklim diyakini menjadi faktor fundamental yang meningkatkan risiko terjadinya banjir danau glasial serta keruntuhan gletser. Fenomena ini adalah peringatan global. Dampaknya terasa jauh hingga ke perbatasan Nepal dan Tiongkok, dan kita perlu terus waspada serta mencari solusi adaptif.


Kontributor: H. Gunadi

Penyunting: Budi S.


Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: banjir bandangbencana alamgletserkorban jiwalongsorNepalorang hilangpencarian korbanperubahan iklimTibetTiongkok
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Ancaman Nyata bagi Satwa Liar dan Iklim

05/10/2026
Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

Gempa M4,6 Guncang Laut Selatan Malang, Getaran Meluas hingga Lumajang dan Jember

05/10/2026
Children from a local community in Makassar planting trees, symbolizing the integration of eco-parenting with local culture and traditions.

Eco-Parenting Berbasis Lokal: Solusi Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim

04/10/2026
Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

Mikroplastik Ancam Perairan Sulawesi Selatan: Dampak Lingkungan dan Solusi Terpadu

02/10/2026
Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Maros, Sulsel

02/10/2026
Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

Nakhoda Budaya: Revitalisasi Maritim Bugis-Makassar di Pontianak, Menjembatani Identitas dan Peluang Ekonomi

01/10/2026
Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

Sulawesi Selatan Siap Hadapi Udara Panas Ekstrem: Ini Prediksi BMKG 24-26 September 2026

26/09/2026
Banjir Bandang dan Longsor Perbatasan Nepal-Tiongkok: 392 Nyawa Melayang, Ribuan Masih Hilang - Featured

1.200 Ton Sampah Menggunung di Gowa: Krisis BBM dan Akses TPA Lumpuhkan Pengelolaan Limbah

23/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    828 shares
    Share 331 Tweet 207
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Hakim MK Bertanya soal Ijazah Gibran, Fokus Transparansi Data Pendidikan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • CEO Nvidia Ditangkap di China dalam Kasus Penyelundupan Chip Canggih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    234 shares
    Share 94 Tweet 59
  • Ribuan Warga Mataram Sambut Meriah Bintang MotoGP dalam Riders Parade

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Menkeu Suahasil Lantik 17 Pejabat, 13 dari Ditjen Pajak

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.