Jumat, 16 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2019

“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya”

#17an

by A. Burhany
17/08/2019
in Arsip 2019, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
rakyat belum merdeka, ws. rendra

BACA JUGA:

Ketika Gadget Menyita Perhatian Anak-anak, Apa yang Terjadi dengan Buku?

Kopral Azmiadi dan Kisah Pelayanan Tanpa Batas: Ketika Seragam Melebur dalam Pengabdian Tulus

Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan?

Qurban dan Keberanian Melepaskan yang Kita Cintai

Bulan Agustus tahun 2000 silam, mendiang WS. Rendra diundang mahasiswa ITB berdiskusi tentang buku kecilnya di Bandung.

Buku “Rakyat Belum Merdeka” kecil dan tipis, berisi kurang seratus lima puluh lembar halaman, terakhir terlihat di Makassar.

Semoga sudah hilang, kemudian ikut mengayakan cakrawala berpikir dan berempati siapapun yang kini sedang menyimpannya.

Sebagai budayawan, istilah yang tidak dikenal dalam bahasa lain di dunia kecuali bahasa Indonesia, sepertinya kosa kata baru ciptaan wartawan, untuk menggambarkan dan mengapresiasi seniman yang mampu memandang dan memahami banyak hal dalam cakrawala kesenimannya, tapi belum ingin merasa paripurna atau tidak mau merasa sempurna dengan menyebut diri sebagai ‘Begawan’ atau ‘Empu’.

“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - image 1

Di buku ini WS. Rendra memaparkan sembilan agenda untuk menjawab dan meringkas kenyataan temuannya, bahwa rakyat belum merdeka.

“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - image 2
Agenda pertama WS. Rendra untuk memerdekakan rakyat yang belum merdeka

Sembilan agenda tersebut menurut kami, setelah mengingat-ingat kembali, memaparkan kegagapan–yang berujung kegagalan–komponen bangsa Indonesia mengejawantahkan sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, akibat ketidakmandirian kita sebagai bangsa dan negara. Sehingga berdampak pada pencapaian sila-sila berikutnya. Persatuan, kerakyatan, permusyawaratan dan permufakatan, hingga kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sila pertama, pondasi utama empat sila lain, mungkin sengaja tidak menjadi pokok bahasan mendiang. Bisa karena WS. Rendra dalam beberapa kesempatan menyebut dirinya seseorang yang fakir pengetahuan agama, atau bisa juga karena mendiang WS. Rendra sepenuhnya menyadari adanya faktor hidayah, faktor suka-suka Tuhan, sebelum manusia Indonesia mampu memahami dan menerjemahkan sila pertama Pancasila menjadi perilaku dan karakter.

Membaca buku ini pertama kali, kemandirian yang dimaksud WS. Rendra sebagai kondisi ideal yang dibutuhkan agar rakyat merdeka, termaknai sebagai swasembada. Berswasembada apapun itu. Tetapi, setelah membaca ulang, rasa-rasanya kemandirian yang mendiang maksud adalah ‘integritas’. Apalagi di era sekarang, negara-negara kini nyaris tanpa batas, kampung-kampung global yang rumpi.

Mustahil Indonesia atau negara mana pun bisa mandiri, dalam arti semuanya dikerjakan sendiri untuk kemudian dinikmati sendiri, secara sukarela atau dipaksa keadaan.

Boikot dan embargo terbukti tidak mampu memboikot manusia dari naluri alami sebagai mahluk sosial yang harus bersosialisasi, dan gagal mengembargo naluri bertahan hidup.

Mandiri bukan lagi mengasingkan diri, hidup sendiri di atas kaki sendiri, tetapi bekerja sama tanpa kehilangan integritas.

Dalam agenda ketujuh gamblang WS. Rendra memaknai kemandirian sebagai integritas.

“Empat tahun masa jabatan–kata jabatan ini kemudian Ia coret lalu diganti ‘kerja’– (dalam lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif) bila tidak mampu menghasilkan undang-undang (kebijakan) yang lebih adil untuk mengangkat daulat rakyat, jelas sudah kalau mereka itu sekadar bakul-bakul nasi berjalan, yang sibuk dengan intrik perjuangan daulat partai, dan tidak berguna untuk reformasi.”

“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - image 3
Kutipan tulisan mendiang WS. Rendra di atas, mau diakui atau tidak, masih relevan dengan kondisi saat ini.

Kemerdekaan yang diproklamasikan 74 tahun lalu, telah memerdekakan rakyat dari kondisi bangsa jongos. Tetapi belum memerdekakan sebagian besar dari kita, sebagai apapun posisi dan fungsinya dalam NKRI, karena tidak punya integritas.

Hanya dengan integritas seseorang (baik sebagai rakyat, pejabat, wakil rakyat, dan aparat) bisa merdeka dari serba rupa kepentingan, imbalan, dan godaan, agar mampu mengambil dan menjalankan keputusan yang adil.

Memang, proklamasi kemerdekaan saja tidak akan cukup untuk menjadi dasar membangun integritas individu maupun lembaga. Namun tanpa integritas, bagaimana lagi cara kita berterima kasih, sebagai generasi yang tidak harus mengalami perjuangan fisik dan psikis merebut kemerdekaan.

Mari malu dengan para pejuang kemerdekaan yang memiliki integritas, yang tertuang jelas dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, segala bentuk penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.

Mari malu, karena tanpa integritas, seseorang akan terjajah syahwat, ambisi, baik yang datang dari sendiri, golongan, maupun dari orang lain. Tanpa integritas, pantaskah pekik “Merdeka!” melantang dari mulut kita.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: bukuIndonesianaWS Rendra
Share21Tweet13Send

ARTIKEL TERKAIT

“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
“Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • “Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya” - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 90 Persen Orang dengan Depresi di Indonesia Belum Terjangkau Pengobatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Letkol Arman Ditahan Mabes TNI, Rumah Dinasnya Diduga Jadi Markas Judi Online

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Komisi I DPR Ingatkan TNI: Usut Tuntas Kasus Rumah Dinas Jadi Markas Judol

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Rilis Tarif Cek Kesehatan Haji, Pengetatan Syarat Kesehatan Jemaah

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.