Minggu, 23 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan?

Menjaga marwah simbol negara tidak lebih penting dari menjaga implementasi nilai-nilai dan cita-cita yang diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan bangsa dan negara ini

by Redaktur
08/08/2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
17-agustus-2025-dan-one-piece

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, sebuah pemandangan tak biasa menghiasi langit di banyak tempat. Di bawah bendera Merah Putih yang sakral, berkibar selembar kain hitam bergambar tengkorak mengenakan topi jerami. Ini adalah “Jolly Roger”, bendera kelompok Bajak Laut Topi Jerami dari seri manga dan anime populer asal Jepang, One Piece.

Fenomena ini dengan cepat membelah opini publik. Di satu sisi, ia dianggap sebagai bentuk kreativitas dan ekspresi kritik yang cerdas. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa ini adalah tanda lunturnya penghormatan terhadap simbol negara. Untuk memahaminya, kita perlu menyelami dua dunia yang bertemu dalam fenomena ini: narasi resmi kebangsaan dan semangat perlawanan dalam sebuah cerita fiksi.

Sudut Pandang Pertama: Bendera Negara Bukan Lelucon

Bagi sebagian kalangan, terutama aparatur negara, pengibaran bendera selain Merah Putih dalam menyambut hari kemerdekaan adalah sebuah anomali yang mengkhawatirkan. Perspektif ini tidak lahir dari ruang hampa. Bendera Merah Putih bukan sekadar kain dua warna; ia adalah kristalisasi dari pengorbanan tak terhingga. Setiap helainya seolah ditenun dari tetesan darah para pahlawan dan air mata rakyat yang berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Dari sudut pandang ini, narasi yang dibangun adalah tentang penghormatan. Para pejabat di berbagai daerah mengimbau warga untuk fokus mengibarkan Merah Putih sebagai wujud cinta tanah air. Kekhawatiran mereka berdasar pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Peraturan ini secara spesifik mengatur tata cara penggunaan bendera negara untuk menjaga kehormatannya. Mengibarkan bendera lain—apapun itu—dianggap berpotensi mengalihkan fokus dan makna dari perayaan kemerdekaan itu sendiri.

Narasi ini semakin kuat ketika beberapa pihak melabeli fenomena ini sebagai upaya “memecah belah bangsa” atau tindakan “tidak menghormati”. Bagi mereka, kemerdekaan adalah momen sakral untuk bersatu di bawah satu simbol, yaitu Merah Putih, bukan memecahnya dengan simbol-simbol dari budaya pop asing. Intinya, bendera negara adalah warisan revolusi yang diraih dengan nyawa dan materi, sehingga menyejajarkannya dengan simbol fiksi dianggap sebagai sebuah degradasi nilai.

Sudut Pandang Kedua: Suara yang Tak Terdengar di Balik Simbol Fiksi

Di seberang spektrum, ada para pengibar bendera Jolly Roger. Bagi mereka, tindakan ini bukanlah bentuk pembangkangan terhadap negara, apalagi pelecehan terhadap Merah Putih. Justru sebaliknya, ini adalah ekspresi cinta pada Indonesia dengan cara yang berbeda.

Untuk memahami logika mereka, kita harus melihat makna Jolly Roger dalam konteks cerita One Piece. Dalam dunia rekaan Eiichiro Oda, kelompok Topi Jerami yang dipimpin Monkey D. Luffy bukanlah perompak jahat. Mereka adalah simbol perlawanan terhadap “Pemerintah Dunia”—sebuah entitas penguasa absolut yang korup, menutupi sejarah kelam, mempraktikkan diskriminasi, dan menindas rakyatnya demi status quo. Jolly Roger milik Luffy adalah lambang kebebasan, harapan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.

Para penggemar di Indonesia mengadopsi simbol ini sebagai metafora. Mereka merasa ada resonansi antara perjuangan Luffy dengan kondisi sosial yang mereka rasakan: ketimpangan ekonomi, keadilan yang terasa tumpul bagi yang lemah, dan suara rakyat yang seringkali diabaikan di tengah gemuruh narasi kemajuan. Mengibarkan Jolly Roger menjadi semacam “surat kaleng simbolik”, sebuah hidden transcript (naskah tersembunyi), di mana pesan kritik disampaikan secara halus dan hanya dipahami oleh mereka yang merasakan kegelisahan serupa.

Mereka pun berargumen bahwa tidak ada hukum yang dilanggar. Para pengibar bendera ini dengan sadar menempatkan Jolly Roger di bawah Merah Putih, tidak sejajar apalagi lebih tinggi. Ini adalah cara mereka menunjukkan bahwa loyalitas utama tetap pada Indonesia, namun di bawah naungan negara itu, ada aspirasi dan kritik yang ingin disampaikan. Mereka tidak sedang mengibarkan “bendera negara One Piece”, karena mereka tahu itu fiksi. Mereka menggunakan sebuah simbol universal dari cerita yang mereka sukai untuk menyuarakan harapan akan Indonesia yang lebih adil.

Kesimpulan Kami

Fenomena bendera Jolly Roger bukanlah sekadar tren sesaat. Ia adalah cerminan dari sebuah dialog yang kompleks antara negara dan warganya di era digital.

Di satu sisi, ada kekhawatiran yang sah tentang pentingnya menjaga marwah simbol negara yang telah diperjuangkan dengan sangat mahal, walau fakta bahwa menjaga marwah simbol tidak lebih penting dari menjaga implementasi nilai-nilai dan cita-cita yang diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan, termasuk kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat yang hampir tidak diberi ruang di era kolonial. Di sisi lain, ada sebuah generasi yang menemukan cara baru dan kreatif untuk menyuarakan aspirasi mereka, meminjam bahasa dari budaya pop yang mereka konsumsi sehari-hari.

Alih-alih langsung menghakimi sebagai tindakan patriotik atau tidak patriotik, fenomena ini membuka ruang pertanyaan yang lebih dalam: Sudahkah ruang-ruang aspirasi konvensional cukup untuk menampung suara semua warga? Bagaimana cara negara merespons kritik yang dibalut dalam simbolisme modern? Dan bagi kita semua, apa makna sejati dari merayakan kemerdekaan di tengah realitas sosial yang kita hadapi?

Pada akhirnya, bendera hitam bertengkorak itu mungkin hanyalah kain. Namun, harapan, kritik, dan perdebatan yang dikibarkannya bersama Merah Putih adalah nyata dan menjadi potret dinamika bangsa di usianya yang ke-80.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

Tags: 17anArti Bendera Jolly RogerBendera Merah Putih dan One PieceFenomena Bendera One PieceHUT RI ke-80IndonesianaJolly Roger IndonesiaKontroversi Bendera AnimeKritik Sosialnalar wargaNasionalisme dan Budaya PopProtes SimbolikUU Bendera Negarawartakita
Share13Tweet8Send

ARTIKEL TERKAIT

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 11 Gaya Rambut Pria Korea Terkini yang Bikin Wanita Jatuh Hati: Dijamin Keren Maksimal!

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Urat Nadi Baja di Bawah Nusantara: Mampukah Super Grid Rp 388 Triliun PLN Menjawab Paradoks Energi Indonesia?

    883 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    736 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Makassar Buka Festival Hari UMKM Nasional 2026: Kolaborasi Grab & CCEP Dorong Ekonomi Digital Lokal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.