Rabu, 16 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan?

Menjaga marwah simbol negara tidak lebih penting dari menjaga implementasi nilai-nilai dan cita-cita yang diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan bangsa dan negara ini

by Redaktur
08/08/2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
17-agustus-2025-dan-one-piece

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, sebuah pemandangan tak biasa menghiasi langit di banyak tempat. Di bawah bendera Merah Putih yang sakral, berkibar selembar kain hitam bergambar tengkorak mengenakan topi jerami. Ini adalah “Jolly Roger”, bendera kelompok Bajak Laut Topi Jerami dari seri manga dan anime populer asal Jepang, One Piece.

Fenomena ini dengan cepat membelah opini publik. Di satu sisi, ia dianggap sebagai bentuk kreativitas dan ekspresi kritik yang cerdas. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa ini adalah tanda lunturnya penghormatan terhadap simbol negara. Untuk memahaminya, kita perlu menyelami dua dunia yang bertemu dalam fenomena ini: narasi resmi kebangsaan dan semangat perlawanan dalam sebuah cerita fiksi.

Sudut Pandang Pertama: Bendera Negara Bukan Lelucon

Bagi sebagian kalangan, terutama aparatur negara, pengibaran bendera selain Merah Putih dalam menyambut hari kemerdekaan adalah sebuah anomali yang mengkhawatirkan. Perspektif ini tidak lahir dari ruang hampa. Bendera Merah Putih bukan sekadar kain dua warna; ia adalah kristalisasi dari pengorbanan tak terhingga. Setiap helainya seolah ditenun dari tetesan darah para pahlawan dan air mata rakyat yang berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Dari sudut pandang ini, narasi yang dibangun adalah tentang penghormatan. Para pejabat di berbagai daerah mengimbau warga untuk fokus mengibarkan Merah Putih sebagai wujud cinta tanah air. Kekhawatiran mereka berdasar pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Peraturan ini secara spesifik mengatur tata cara penggunaan bendera negara untuk menjaga kehormatannya. Mengibarkan bendera lain—apapun itu—dianggap berpotensi mengalihkan fokus dan makna dari perayaan kemerdekaan itu sendiri.

Narasi ini semakin kuat ketika beberapa pihak melabeli fenomena ini sebagai upaya “memecah belah bangsa” atau tindakan “tidak menghormati”. Bagi mereka, kemerdekaan adalah momen sakral untuk bersatu di bawah satu simbol, yaitu Merah Putih, bukan memecahnya dengan simbol-simbol dari budaya pop asing. Intinya, bendera negara adalah warisan revolusi yang diraih dengan nyawa dan materi, sehingga menyejajarkannya dengan simbol fiksi dianggap sebagai sebuah degradasi nilai.

Sudut Pandang Kedua: Suara yang Tak Terdengar di Balik Simbol Fiksi

Di seberang spektrum, ada para pengibar bendera Jolly Roger. Bagi mereka, tindakan ini bukanlah bentuk pembangkangan terhadap negara, apalagi pelecehan terhadap Merah Putih. Justru sebaliknya, ini adalah ekspresi cinta pada Indonesia dengan cara yang berbeda.

Untuk memahami logika mereka, kita harus melihat makna Jolly Roger dalam konteks cerita One Piece. Dalam dunia rekaan Eiichiro Oda, kelompok Topi Jerami yang dipimpin Monkey D. Luffy bukanlah perompak jahat. Mereka adalah simbol perlawanan terhadap “Pemerintah Dunia”—sebuah entitas penguasa absolut yang korup, menutupi sejarah kelam, mempraktikkan diskriminasi, dan menindas rakyatnya demi status quo. Jolly Roger milik Luffy adalah lambang kebebasan, harapan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.

Para penggemar di Indonesia mengadopsi simbol ini sebagai metafora. Mereka merasa ada resonansi antara perjuangan Luffy dengan kondisi sosial yang mereka rasakan: ketimpangan ekonomi, keadilan yang terasa tumpul bagi yang lemah, dan suara rakyat yang seringkali diabaikan di tengah gemuruh narasi kemajuan. Mengibarkan Jolly Roger menjadi semacam “surat kaleng simbolik”, sebuah hidden transcript (naskah tersembunyi), di mana pesan kritik disampaikan secara halus dan hanya dipahami oleh mereka yang merasakan kegelisahan serupa.

Mereka pun berargumen bahwa tidak ada hukum yang dilanggar. Para pengibar bendera ini dengan sadar menempatkan Jolly Roger di bawah Merah Putih, tidak sejajar apalagi lebih tinggi. Ini adalah cara mereka menunjukkan bahwa loyalitas utama tetap pada Indonesia, namun di bawah naungan negara itu, ada aspirasi dan kritik yang ingin disampaikan. Mereka tidak sedang mengibarkan “bendera negara One Piece”, karena mereka tahu itu fiksi. Mereka menggunakan sebuah simbol universal dari cerita yang mereka sukai untuk menyuarakan harapan akan Indonesia yang lebih adil.

Kesimpulan Kami

Fenomena bendera Jolly Roger bukanlah sekadar tren sesaat. Ia adalah cerminan dari sebuah dialog yang kompleks antara negara dan warganya di era digital.

Di satu sisi, ada kekhawatiran yang sah tentang pentingnya menjaga marwah simbol negara yang telah diperjuangkan dengan sangat mahal, walau fakta bahwa menjaga marwah simbol tidak lebih penting dari menjaga implementasi nilai-nilai dan cita-cita yang diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan, termasuk kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat yang hampir tidak diberi ruang di era kolonial. Di sisi lain, ada sebuah generasi yang menemukan cara baru dan kreatif untuk menyuarakan aspirasi mereka, meminjam bahasa dari budaya pop yang mereka konsumsi sehari-hari.

Alih-alih langsung menghakimi sebagai tindakan patriotik atau tidak patriotik, fenomena ini membuka ruang pertanyaan yang lebih dalam: Sudahkah ruang-ruang aspirasi konvensional cukup untuk menampung suara semua warga? Bagaimana cara negara merespons kritik yang dibalut dalam simbolisme modern? Dan bagi kita semua, apa makna sejati dari merayakan kemerdekaan di tengah realitas sosial yang kita hadapi?

Pada akhirnya, bendera hitam bertengkorak itu mungkin hanyalah kain. Namun, harapan, kritik, dan perdebatan yang dikibarkannya bersama Merah Putih adalah nyata dan menjadi potret dinamika bangsa di usianya yang ke-80.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Tags: 17anArti Bendera Jolly RogerBendera Merah Putih dan One PieceFenomena Bendera One PieceHUT RI ke-80IndonesianaJolly Roger IndonesiaKontroversi Bendera AnimeKritik Sosialnalar wargaNasionalisme dan Budaya PopProtes SimbolikUU Bendera Negarawartakita
Share13Tweet8Send

ARTIKEL TERKAIT

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    777 shares
    Share 311 Tweet 194
  • Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Antrean BBM Makassar Tak Mereda: Long Lines, Pemicu Kemacetan, dan Respons Setengah Hati

    976 shares
    Share 388 Tweet 243
  • DPRD Sulsel Mendesak Pertamina Stabilisasi Pasokan BBM & Elpiji di Tengah Antrean Panjang Makassar

    935 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Ganjil-Genap BBM Subsidi di Sulsel: Aturan Lengkap Pemprov Atasi Antrean Panjang

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 5 Gaya Styling Kilat Anti Lepek & Berantakan

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Tutorial Retouch Smoothing Rambut Yang Sering Smoothing

    571 shares
    Share 228 Tweet 143
  • Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.