Rabu, 30 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

by Redaktur
11/07/2026
in Hukum & Keadilan
Reading Time: 8 mins read
A A
Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran - Featured

Indonesia kembali dihadapkan pada potret kelam praktik premanisme yang kian meresahkan, kali ini berdalih di balik payung organisasi masyarakat (ormas). Fenomena perebutan ‘lahan basah’ — sumber ekonomi informal mulai dari pengelolaan parkir, aktivitas bongkar muat, hingga penguasaan lahan negara — terus memicu bentrokan fisik yang mengancam keamanan publik dan stabilitas sosial.

Kasus-kasus terbaru di Medan, Palembang, dan Tangerang Selatan menjadi bukti nyata keganasan pola lama ini, menuntut penegakan hukum yang lebih tegas dan mendalam. Para pakar hukum pun angkat bicara, menegaskan bahwa penyalahgunaan legalitas ormas untuk tindakan premanisme adalah perbuatan melawan hukum yang serius.

  • Konflik perebutan ‘lahan basah’ oleh preman dan ormas kembali marak di berbagai daerah di Indonesia.
  • Praktik ini mencakup pengelolaan parkir, bongkar muat barang, hingga penguasaan ilegal lahan negara.
  • Kasus-kasus terbaru terjadi di Medan, Palembang, dan Tangerang Selatan, melibatkan bentrokan fisik dan penyitaan barang bukti.
  • Pakar hukum menegaskan bahwa premanisme berkedok ormas adalah perbuatan melawan hukum.
  • Sanksi terberat bagi ormas yang terlibat premanisme adalah pembubaran oleh Kementerian Hukum dan HAM.
  • Dampak negatif meluas ke keamanan publik, iklim usaha, dan kewibawaan hukum.

Wartakita.id – Gelombang aksi kekerasan dan bentrokan yang melibatkan berbagai organisasi masyarakat (ormas) di berbagai penjuru Indonesia tampaknya belum juga mereda. Pola yang muncul secara konsisten adalah perebutan kendali atas sektor ekonomi informal yang kerap disebut sebagai ‘lahan basah’.

Sumber-sumber pendapatan ini, mulai dari pengelolaan area parkir, aktivitas bongkar muat di pelabuhan atau pasar, hingga pemanfaatan lahan milik negara secara ilegal, menjadi arena pertarungan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan organisasi mereka.

Fenomena ini menguji efektivitas penegakan hukum dalam memberantas praktik premanisme yang kian merajalela.

Urgensi Penegakan Hukum Terhadap Premanisme Berkedok Ormas

Konflik yang terjadi bukan sekadar perselisihan antar kelompok, melainkan sebuah indikasi adanya penyakit sosial yang lebih dalam. Penguasaan ‘lahan basah’ oleh elemen premanisme, yang seringkali berkolaborasi atau bahkan menyusup ke dalam tubuh ormas, menciptakan aura intimidasi dan potensi kekerasan.

Hal ini menghambat iklim investasi, menghilangkan kepercayaan investor pada kepastian hukum, merugikan perekonomian lokal melalui pungutan liar yang tidak terkendali, serta merusak rasa aman masyarakat. Negara dituntut untuk tidak hanya meredam bentrokan semata, tetapi juga membongkar akar masalah dari praktik-praktik yang melanggar hukum ini.

Rekam Jejak Konflik: Medan, Palembang, hingga Tangerang Selatan

Peristiwa-peristiwa sporadis yang terjadi di berbagai daerah menunjukkan bahwa pola perebutan ‘lahan basah’ ini bukanlah fenomena baru, melainkan sebuah masalah laten yang terus berulang dengan wajah baru dan pelaku yang berganti.

Analisis terhadap beberapa kasus terkini memberikan gambaran yang jelas mengenai kompleksitas persoalan ini.

Medan: Bentrokan Sengit di Pelabuhan Belawan

Pada bulan Mei 2026, kota Medan menjadi saksi bisu bentrokan antar dua ormas besar, Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP). Pemicu utama konflik ini adalah perebutan izin aktivitas bongkar muat di area PT Cipta Rimba Sicanang, yang sebelumnya dikelola oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Bentrokan yang terjadi di malam hari itu dilaporkan melibatkan penggunaan senjata tajam seperti celurit dan klewang, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sekitar. Pihak kepolisian yang turun tangan berhasil mengamankan salah satu pelaku dan menegaskan bahwa akar persoalan konflik ini adalah perebutan lahan bongkar muat yang bernilai ekonomi tinggi.

Kejadian ini menyoroti bagaimana sumber pendapatan informal dapat menjadi titik nyala kekerasan antar ormas.

Palembang: Perebutan Area Parkir Berujung Luka Parah

Tak lama berselang, pada bulan Januari 2026, kota Palembang digemparkan oleh insiden penyerangan yang melibatkan anggota ormas Permaskot dan Harimau Sumatera Bersatu. Pemicu bentrokan kali ini adalah persaingan sengit dalam pengelolaan area parkir di pusat perbelanjaan Palembang Square Mall.

Aksi saling serang tidak hanya terjadi di area parkir, tetapi merembet hingga ke depan mal, mengganggu aktivitas pengunjung. Akibatnya, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka, salah satunya menderita luka parah hingga jari putus akibat sabetan senjata tajam.

Peristiwa ini secara gamblang menunjukkan bagaimana potensi keuntungan dari pengelolaan parkir, sekecil apapun, bisa memicu konflik horizontal yang merusak.

Tangerang Selatan: Penguasaan Ilegal Lahan BMKG Berakhir Pembongkaran

Kasus di Tangerang Selatan, yang terjadi pada Mei 2025, menawarkan perspektif berbeda namun tetap terkait. Ormas GRIB Jaya diduga melakukan penguasaan ilegal terhadap lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama kurun waktu tiga tahun. Lahan tersebut kemudian disewakan untuk berbagai kegiatan ekonomi informal, seperti warung pecel lele, pasar malam, dan lahan parkir.

Aparat Polda Metro Jaya akhirnya bertindak tegas dengan membongkar bangunan permanen maupun semi-permanen yang didirikan di atas lahan tersebut. Dalam operasi ini, sebanyak 17 orang berhasil diamankan.

Barang bukti yang disita termasuk karcis parkir, bendera ormas, dan sejumlah senjata tajam, mengindikasikan adanya organisasi yang terstruktur dalam praktik penguasaan lahan ilegal ini.

BACA JUGA:

Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

RUU Perampasan Aset: 13 Jenis Kejahatan Diatur, Lampaui Korupsi, Termasuk Perdagangan Orang

RUU Perampasan Aset: 13 Pidana Terancam Sita Aset Tanpa Vonis Pengadilan

Sikap Pemerintah Terhadap Demonstrasi: Antara Hak Demokrasi dan Batas Hukum

Febrie Adriansyah: Tersangka Tapi Masih Terima Gaji dan Jaksa Aktif, Apa yang Terjadi?

Perspektif Hukum: Premanisme Ormas Adalah Tindakan Melawan Hukum

Menanggapi maraknya fenomena ini, para pakar hukum memberikan pandangan yang tegas dan jelas mengenai konsekuensi hukum dari praktik premanisme yang mengatasnamakan ormas.

Muhammad Ardian Alif Syach Putra: Legitimasi Ormas Disalahgunakan

Muhammad Ardian Alif Syach Putra, seorang pakar hukum dari Universitas Dr. Soetomo, menyoroti bagaimana legalitas sebuah ormas kerap dijadikan kedok untuk melakukan berbagai tindakan melawan hukum. “Legalitas ormas kerap disalahgunakan sebagai tameng untuk melakukan intimidasi, pemaksaan, pungutan liar, maupun kekerasan,” ujar Ardian. Ia menegaskan bahwa praktik premanisme yang mengatasnamakan ormas pada hakikatnya dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum. Penegasan ini didukung oleh ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru serta Undang-Undang tentang Organisasi Masyarakat (UU Ormas).

Sumber Kutipan: [journal.ilmudata.co.id](https://journal.ilmudata.co.id/index.php/RIGGS/article/view/6235)

Allan Fatchan Gani: Potensi Pembubaran Ormas

Senada dengan itu, Allan Fatchan Gani, seorang ahli Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Indonesia (UII), memberikan pandangan mengenai sanksi yang dapat dijatuhkan kepada ormas yang terbukti melakukan premanisme. “Organisasi masyarakat yang melakukan premanisme bisa dibubarkan,” tegas Allan. Ia menjelaskan bahwa sanksi yang diberikan bersifat bertahap. “Sanksinya bertahap, diberi peringatan dahulu, kalau tidak terkendali bisa dibubarkan,” tambahnya. Allan juga menegaskan bahwa otoritas untuk membubarkan ormas berada di tangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sumber Kutipan: [Tempo.co](https://www.tempo.co/hukum/puan-minta-ormas-pelaku-premanisme-dibubarkan-ahli-hukum-kewenangan-di-kementerian-hukum-1603177)

Pola Umum Konflik dan Akar Permasalahan

Analisis terhadap berbagai kasus menunjukkan adanya pola umum yang berulang dalam konflik antara preman dan ormas terkait ‘lahan basah’:

  • Sumber Pemicu Utama: Lahan parkir dan aktivitas bongkar muat barang secara konsisten menjadi sumber utama gesekan dan bentrokan, mengingat potensi keuntungan ekonominya yang signifikan.
  • Penguasaan Lahan Negara: Praktik penguasaan ilegal terhadap lahan milik negara, yang kemudian disewakan kembali untuk berbagai kegiatan komersial, menjadi modus operandi lain yang merugikan keuangan negara dan masyarakat.
  • Senjata Utama Kekerasan: Penggunaan senjata tajam menjadi alat utama dalam setiap bentrokan, menunjukkan kesiapan para pelaku untuk melakukan kekerasan fisik dalam mencapai tujuan mereka.
  • Respons Aparat Keamanan: Aparat kepolisian dan TNI umumnya merespons dengan melakukan pembubaran bentrokan, penangkapan pelaku, serta pembongkaran paksa bangunan ilegal, sebagai upaya penegakan hukum.

Meskipun aparat keamanan berupaya keras menindak, akar masalahnya tetap terpendam dalam kompleksitas ekonomi informal yang masih rentan dikuasai oleh praktik-praktik premanisme. Lemahnya pengawasan dan tata kelola di sektor-sektor ini menjadi lahan subur bagi berkembangnya kelompok-kelompok yang mencari keuntungan secara ilegal.

Dampak Luas Terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi

Konflik yang terus-menerus terjadi akibat perebutan ‘lahan basah’ ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa atau luka fisik, tetapi juga membawa dampak negatif yang lebih luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat:

  • Keamanan Publik yang Terancam: Bentrokan yang seringkali terjadi di tempat-tempat umum, bahkan di area keramaian seperti mal atau pelabuhan, menimbulkan ketakutan dan rasa tidak aman di kalangan masyarakat yang sedang beraktivitas.
  • Hambatan Ekonomi Lokal: Praktik pungutan liar yang marak di area parkir, bongkar muat, atau pasar tradisional secara langsung menghambat iklim usaha, menaikkan biaya operasional bagi pedagang, dan mengurangi daya saing produk lokal.
  • Kredibilitas Hukum yang Tergerus: Meskipun aparat berusaha menunjukkan ketegasan, berulangnya konflik semacam ini dalam jangka waktu yang lama dapat mengindikasikan adanya kelemahan dalam sistem kontrol dan pengawasan negara. Hal ini berpotensi merusak legitimasi hukum di mata publik.

Kesimpulan: Ancaman Nyata yang Membutuhkan Solusi Komprehensif

Konflik antara preman dan ormas yang memperebutkan ‘lahan basah’ merupakan ancaman serius yang masih marak terjadi di Indonesia. Dari kasus di Medan, Palembang, hingga Tangerang Selatan, pola perebutan sumber ekonomi informal seperti parkir, bongkar muat, dan penguasaan lahan negara terus berulang.

Pakar hukum telah dengan tegas menyatakan bahwa praktik semacam ini bukan sekadar pelanggaran norma sosial, melainkan sebuah perbuatan melawan hukum yang fundamental.

Meskipun aparat penegak hukum terus berupaya melakukan tindakan penindakan, tantangan terbesar masih terletak pada upaya pemberantasan akar masalah yang sangat mendasar, yaitu: hak dan kewajiban di mata hukum, terutama, secara etika dan moral.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: bentrokan ormasbongkar muatHukum IndonesiaKonflik Lahan Basahkonflik parkirlahan basahormaspenguasaan lahan negarapremanpungli
Share7Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran - Featured

Komisi II DPR Tegaskan Ombudsman Laporkan Temuan Lapas Cibinong Seadanya

30/09/2026
Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran - Featured

Menteri Agus Andrianto Sebut Sidak Ombudsman Momentum Penertiban Lapas

27/09/2026
semangka-5

Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

25/09/2026
indomaret-dikabarkan-tutup-2-hari-ini-penyebab-yang-membuat-publik-heboh-20260601104905

Tutupnya Ribuan Gerai Indomaret: Karyawan Ungkap Konflik Upah Lembur dan Beban Barang Hilang

02/06/2026
pembunuhan sadis di bekasi

Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

03/03/2026
AI Visual: Putusan MK: Frasa "Tidak Langsung" dalam Pasal Perintangan Penyidikan Dinyatakan Inkonstitusional, Ruang Tafsir Subjektif Tertutup

Putusan MK: Frasa “Tidak Langsung” dalam Pasal Perintangan Penyidikan Dinyatakan Inkonstitusional, Ruang Tafsir Subjektif Tertutup

03/03/2026
AI Visual: Sindikat Scam Kamboja: Duel Kebijakan Hukum Korea Selatan vs. Indonesia, Siapa yang Benar?

Sindikat Scam Kamboja: Hukum Korea Selatan vs. Indonesia pada ‘Eksodus’, Siapa yang Benar?

25/01/2026
AI Visual: Geger di Polresta Deli Serdang: Oknum Polisi Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan

Oknum Polisi di Polresta Deli Serdang Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan

11/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran - Featured

    Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.