Minggu, 21 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap

Kegelapan sebagai Konsekuensi Kedurhakaan

by A. Burhany
11/03/2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Di tengah hiruk pikuk perbincangan mengenai kondisi bangsa, ada satu pepatah bijak dari Makassar yang mungkin dapat menjadi cermin refleksi bagi kita semua. Pepatah tersebut berbunyi,

“Teako Doraka ri Ammaknu, natabako sassang sallang Nak, punna anggappa jako singarak, mingka singarak kanjoli.”

Artinya, jangan durhaka pada ibumu, nanti kamu ditimpakan kegelapan, kalaupun ada cahaya yang bisa kau temukan, itu hanyalah kelip cahaya lampu teplok—lampu minyak bersumbu yang cahayanya tidak seberapa, kelap-kelip dan mudah padam.

Kegelapan sebagai Konsekuensi Kedurhakaan

makassar mati listrik lagi
mati listrik lagi

Pepatah ini mengandung kearifan filosofis yang mendalam dan relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Seorang anak yang durhaka pada ibunya akan hidup dalam kegelapan, dengan cahaya minim yang hanya memungkinkannya melakukan aktivitas yang sangat terbatas jangkauannya. Ibarat lampu teplok, penglihatan kita menjadi sempit dan terbatas, hanya mampu menerangi area kecil di sekitar kita.

Kondisi ini persis menggambarkan bagaimana para pemangku kepentingan negara—eksekutif, yudikatif, legislatif, media massa, dan buzzer media sosial—seringkali terjebak dalam aktivitas-aktivitas yang hanya mengatasi “simptom” permasalahan. Keterbatasan cahaya membuat kita tidak mampu menjangkau atau melihat sumber masalah yang sebenarnya, yang berada di luar jangkauan terang cahaya teplok. Suluh pendidikan dan pengetahuan yang diharapkan menjadi sumber terang terakhir, pun redup, beberapa bahkan padam.

World Cup 2026

Fakta lain yang mengindikasikan kegelapan, kaum penyuka kegelapan bermunculan dan bergerak dengan leluasa. Maling, rampok, begal, penipu, preman, mafia, koruptor, pengecut, hipokrit, dan lain sebagainya, merajalela nyaris tak tersentuh hukum formil, terutama koruptor.

Sibuk dengan Simptom, Abai pada Akar Masalah

Selama beberapa dekade terakhir, ada banyak contoh dan bukti bagaimana para pemangku kepentingan negara ini disibukkan oleh simptom, tanpa pernah menyentuh dan menyelesaikan akar permasalahan. Lebih memprihatinkan lagi, dalam keterbatasan cahaya penerang tersebut, seringkali terjadi “main mata” antara eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Jika nafsu ingin segera menyelesaikan simptom yang terlanjur viral tidak diakomodir oleh undang-undang dan peraturan yang ada, maka solusinya bukan mencari cara yang lebih mendasar, tetapi justru mengubah peraturannya.

Praktik-praktik seperti ini jelas menunjukkan kedurhakaan terhadap “Ibu Pertiwi”—tanah air yang seharusnya dirawat dan dijaga. Ibu Pertiwi adalah ibu kandung rakyat jelata, yang memiliki “anak angkat” berupa eksekutif, yudikatif, legislatif, media massa. Mereka diangkat dan dikontrak dalam jangka waktu tertentu untuk melayani dan menjaga kepentingan sang ibu dan anak-anak kandungnya.

Namun, apa yang terjadi? Saudara angkat ini justru durhaka pada ibunya, karena tindakan-tindakannya menyengsarakan anak kandung Ibu Pertiwi. Sumber daya negara dan sumber daya alam dikuras bukan untuk dan demi rakyat jelata, tetapi untuk kepentingan-kepentingan yang jauh dari kesejahteraan bersama.

World Cup 2026

Jalan Kembali menuju Cahaya

Mengakui kesalahan kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut adalah langkah pertama untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, berhubung Ibu Pertiwi adalah simbolik, meskipun dampak kedurhakaan kepadanya sangat nyata, maka para “anak durhaka” ini perlu melompat ke langkah kedua. Mereka perlu membuktikan bahwa permintaan maaf mereka tulus dan sungguh-sungguh dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama dan memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan.

Menuju Indonesia yang Terang

Indonesia memerlukan pendekatan filosofis yang mendasar untuk keluar dari kegelapan ini. Berikut adalah langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh semua pihak:

  1. Bagi Eksekutif: Fokus pada kebijakan yang menyentuh akar permasalahan, bukan sekadar meredakan gejolak permukaan. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap pengambilan keputusan.
  2. Bagi Yudikatif: Tegakkan keadilan berdasarkan prinsip-prinsip keadilan sejati, bukan berdasarkan kepentingan politik atau ekonomi tertentu. Pastikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
  3. Bagi Legislatif: Formulasikan undang-undang yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak, bukan pada kelompok atau kepentingan tertentu. Hindari praktik “jual beli” pasal dan ayat demi kepentingan jangka pendek.
  4. Bagi Media Massa: Kembalilah pada fungsi sejati media sebagai penyampai kebenaran dan pendidik masyarakat. Jangan sekadar mengejar sensasi dan rating, tetapi berkontribusilah pada pencerahan publik.
  5. Bagi Buzzer Media Sosial: Gunakan pengaruh digital untuk menyebarkan kebenaran dan nilai-nilai positif, bukan untuk memanipulasi opini publik demi kepentingan tertentu.
  6. Bagi Rakyat Jelata: Tingkatkan literasi dalam segala bidang—politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Jangan mudah terprovokasi dan selalu bersikap kritis terhadap informasi yang diterima.

Dengan kesadaran bersama dan tekad yang kuat, kita dapat mengubah cahaya teplok menjadi cahaya terang yang menerangi seluruh penjuru negeri. Kita dapat keluar dari kegelapan yang disebabkan oleh kedurhakaan, menuju Indonesia yang terang, adil, dan sejahtera. Indonesia yang dibangun bukan di atas kepentingan segelintir pihak, tetapi di atas kecintaan pada Ibu Pertiwi dan kasih sayang pada sesama anak bangsanya.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

Strategi Penyelamatan Rupiah dan Tiga Pos Kritis APBN 2026

Bedah Artikel The Economist: Ancaman Krisis Ekonomi dan Demokrasi Indonesia di Era Prabowo?

Menko Yusril sebut tak ada larangan nobar Film Pesta Babi

Tags: IndonesianaRedaksianawartakita
Share15Tweet10Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

    APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    143 shares
    Share 57 Tweet 36
  • 15 Juni: Dari Magna Carta hingga Kelahiran Sriwijaya, Jejak Sejarah yang Mengukir Peradaban Modern

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • SEO Lokal: Kunci Sukses Merek Nasional di Era Google yang Terpersonalisasi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 5 Gaya Rambut Pria untuk Jidat Lebar: Auto Ganteng & Pede

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • MoU Iran-AS Final: Selat Hormuz Dibuka, Blokade Maritim Dicabut

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Prediksi Meksiko vs Korea Selatan 2026: Rebutan Tiket 32 Besar!

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • RSUP Wahidin Sudirohusodo Perketat Pengamanan Pasca-Insiden Penikaman Pasien di Makassar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar Perkuat Pengelolaan TPA: Fokus pada Sistem Operasional dan Potensi Gas Metan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Waspada FOMO! Dokter Kulit Ingatkan Bijak Pilih Tren Kecantikan di Media Sosial

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.