Minggu, 23 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap

Kegelapan sebagai Konsekuensi Kedurhakaan

by A. Burhany
11/03/2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
redaksiana-2

BACA JUGA:

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

Di tengah hiruk pikuk perbincangan mengenai kondisi bangsa, ada satu pepatah bijak dari Makassar yang mungkin dapat menjadi cermin refleksi bagi kita semua. Pepatah tersebut berbunyi,

“Teako Doraka ri Ammaknu, natabako sassang sallang Nak, punna anggappa jako singarak, mingka singarak kanjoli.”

Artinya, jangan durhaka pada ibumu, nanti kamu ditimpakan kegelapan, kalaupun ada cahaya yang bisa kau temukan, itu hanyalah kelip cahaya lampu teplok—lampu minyak bersumbu yang cahayanya tidak seberapa, kelap-kelip dan mudah padam.

Kegelapan sebagai Konsekuensi Kedurhakaan

makassar mati listrik lagi
mati listrik lagi

Pepatah ini mengandung kearifan filosofis yang mendalam dan relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Seorang anak yang durhaka pada ibunya akan hidup dalam kegelapan, dengan cahaya minim yang hanya memungkinkannya melakukan aktivitas yang sangat terbatas jangkauannya. Ibarat lampu teplok, penglihatan kita menjadi sempit dan terbatas, hanya mampu menerangi area kecil di sekitar kita.

Kondisi ini persis menggambarkan bagaimana para pemangku kepentingan negara—eksekutif, yudikatif, legislatif, media massa, dan buzzer media sosial—seringkali terjebak dalam aktivitas-aktivitas yang hanya mengatasi “simptom” permasalahan. Keterbatasan cahaya membuat kita tidak mampu menjangkau atau melihat sumber masalah yang sebenarnya, yang berada di luar jangkauan terang cahaya teplok. Suluh pendidikan dan pengetahuan yang diharapkan menjadi sumber terang terakhir, pun redup, beberapa bahkan padam.

Fakta lain yang mengindikasikan kegelapan, kaum penyuka kegelapan bermunculan dan bergerak dengan leluasa. Maling, rampok, begal, penipu, preman, mafia, koruptor, pengecut, hipokrit, dan lain sebagainya, merajalela nyaris tak tersentuh hukum formil, terutama koruptor.

Sibuk dengan Simptom, Abai pada Akar Masalah

Selama beberapa dekade terakhir, ada banyak contoh dan bukti bagaimana para pemangku kepentingan negara ini disibukkan oleh simptom, tanpa pernah menyentuh dan menyelesaikan akar permasalahan. Lebih memprihatinkan lagi, dalam keterbatasan cahaya penerang tersebut, seringkali terjadi “main mata” antara eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Jika nafsu ingin segera menyelesaikan simptom yang terlanjur viral tidak diakomodir oleh undang-undang dan peraturan yang ada, maka solusinya bukan mencari cara yang lebih mendasar, tetapi justru mengubah peraturannya.

Praktik-praktik seperti ini jelas menunjukkan kedurhakaan terhadap “Ibu Pertiwi”—tanah air yang seharusnya dirawat dan dijaga. Ibu Pertiwi adalah ibu kandung rakyat jelata, yang memiliki “anak angkat” berupa eksekutif, yudikatif, legislatif, media massa. Mereka diangkat dan dikontrak dalam jangka waktu tertentu untuk melayani dan menjaga kepentingan sang ibu dan anak-anak kandungnya.

Namun, apa yang terjadi? Saudara angkat ini justru durhaka pada ibunya, karena tindakan-tindakannya menyengsarakan anak kandung Ibu Pertiwi. Sumber daya negara dan sumber daya alam dikuras bukan untuk dan demi rakyat jelata, tetapi untuk kepentingan-kepentingan yang jauh dari kesejahteraan bersama.

Jalan Kembali menuju Cahaya

Mengakui kesalahan kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut adalah langkah pertama untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, berhubung Ibu Pertiwi adalah simbolik, meskipun dampak kedurhakaan kepadanya sangat nyata, maka para “anak durhaka” ini perlu melompat ke langkah kedua. Mereka perlu membuktikan bahwa permintaan maaf mereka tulus dan sungguh-sungguh dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama dan memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan.

Menuju Indonesia yang Terang

Indonesia memerlukan pendekatan filosofis yang mendasar untuk keluar dari kegelapan ini. Berikut adalah langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh semua pihak:

  1. Bagi Eksekutif: Fokus pada kebijakan yang menyentuh akar permasalahan, bukan sekadar meredakan gejolak permukaan. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap pengambilan keputusan.
  2. Bagi Yudikatif: Tegakkan keadilan berdasarkan prinsip-prinsip keadilan sejati, bukan berdasarkan kepentingan politik atau ekonomi tertentu. Pastikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
  3. Bagi Legislatif: Formulasikan undang-undang yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak, bukan pada kelompok atau kepentingan tertentu. Hindari praktik “jual beli” pasal dan ayat demi kepentingan jangka pendek.
  4. Bagi Media Massa: Kembalilah pada fungsi sejati media sebagai penyampai kebenaran dan pendidik masyarakat. Jangan sekadar mengejar sensasi dan rating, tetapi berkontribusilah pada pencerahan publik.
  5. Bagi Buzzer Media Sosial: Gunakan pengaruh digital untuk menyebarkan kebenaran dan nilai-nilai positif, bukan untuk memanipulasi opini publik demi kepentingan tertentu.
  6. Bagi Rakyat Jelata: Tingkatkan literasi dalam segala bidang—politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Jangan mudah terprovokasi dan selalu bersikap kritis terhadap informasi yang diterima.

Dengan kesadaran bersama dan tekad yang kuat, kita dapat mengubah cahaya teplok menjadi cahaya terang yang menerangi seluruh penjuru negeri. Kita dapat keluar dari kegelapan yang disebabkan oleh kedurhakaan, menuju Indonesia yang terang, adil, dan sejahtera. Indonesia yang dibangun bukan di atas kepentingan segelintir pihak, tetapi di atas kecintaan pada Ibu Pertiwi dan kasih sayang pada sesama anak bangsanya.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: IndonesianaRedaksianawartakita
Share15Tweet10Send

ARTIKEL TERKAIT

Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 11 Gaya Rambut Pria Korea Terkini yang Bikin Wanita Jatuh Hati: Dijamin Keren Maksimal!

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Urat Nadi Baja di Bawah Nusantara: Mampukah Super Grid Rp 388 Triliun PLN Menjawab Paradoks Energi Indonesia?

    883 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    736 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Makassar Buka Festival Hari UMKM Nasional 2026: Kolaborasi Grab & CCEP Dorong Ekonomi Digital Lokal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.