Sabtu, 3 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap

Kegelapan sebagai Konsekuensi Kedurhakaan

by A. Burhany
11/03/2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
redaksiana-2

BACA JUGA:

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

Di tengah hiruk pikuk perbincangan mengenai kondisi bangsa, ada satu pepatah bijak dari Makassar yang mungkin dapat menjadi cermin refleksi bagi kita semua. Pepatah tersebut berbunyi,

“Teako Doraka ri Ammaknu, natabako sassang sallang Nak, punna anggappa jako singarak, mingka singarak kanjoli.”

Artinya, jangan durhaka pada ibumu, nanti kamu ditimpakan kegelapan, kalaupun ada cahaya yang bisa kau temukan, itu hanyalah kelip cahaya lampu teplok—lampu minyak bersumbu yang cahayanya tidak seberapa, kelap-kelip dan mudah padam.

Kegelapan sebagai Konsekuensi Kedurhakaan

makassar mati listrik lagi
mati listrik lagi

Pepatah ini mengandung kearifan filosofis yang mendalam dan relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Seorang anak yang durhaka pada ibunya akan hidup dalam kegelapan, dengan cahaya minim yang hanya memungkinkannya melakukan aktivitas yang sangat terbatas jangkauannya. Ibarat lampu teplok, penglihatan kita menjadi sempit dan terbatas, hanya mampu menerangi area kecil di sekitar kita.

Kondisi ini persis menggambarkan bagaimana para pemangku kepentingan negara—eksekutif, yudikatif, legislatif, media massa, dan buzzer media sosial—seringkali terjebak dalam aktivitas-aktivitas yang hanya mengatasi “simptom” permasalahan. Keterbatasan cahaya membuat kita tidak mampu menjangkau atau melihat sumber masalah yang sebenarnya, yang berada di luar jangkauan terang cahaya teplok. Suluh pendidikan dan pengetahuan yang diharapkan menjadi sumber terang terakhir, pun redup, beberapa bahkan padam.

Fakta lain yang mengindikasikan kegelapan, kaum penyuka kegelapan bermunculan dan bergerak dengan leluasa. Maling, rampok, begal, penipu, preman, mafia, koruptor, pengecut, hipokrit, dan lain sebagainya, merajalela nyaris tak tersentuh hukum formil, terutama koruptor.

Sibuk dengan Simptom, Abai pada Akar Masalah

Selama beberapa dekade terakhir, ada banyak contoh dan bukti bagaimana para pemangku kepentingan negara ini disibukkan oleh simptom, tanpa pernah menyentuh dan menyelesaikan akar permasalahan. Lebih memprihatinkan lagi, dalam keterbatasan cahaya penerang tersebut, seringkali terjadi “main mata” antara eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Jika nafsu ingin segera menyelesaikan simptom yang terlanjur viral tidak diakomodir oleh undang-undang dan peraturan yang ada, maka solusinya bukan mencari cara yang lebih mendasar, tetapi justru mengubah peraturannya.

Praktik-praktik seperti ini jelas menunjukkan kedurhakaan terhadap “Ibu Pertiwi”—tanah air yang seharusnya dirawat dan dijaga. Ibu Pertiwi adalah ibu kandung rakyat jelata, yang memiliki “anak angkat” berupa eksekutif, yudikatif, legislatif, media massa. Mereka diangkat dan dikontrak dalam jangka waktu tertentu untuk melayani dan menjaga kepentingan sang ibu dan anak-anak kandungnya.

Namun, apa yang terjadi? Saudara angkat ini justru durhaka pada ibunya, karena tindakan-tindakannya menyengsarakan anak kandung Ibu Pertiwi. Sumber daya negara dan sumber daya alam dikuras bukan untuk dan demi rakyat jelata, tetapi untuk kepentingan-kepentingan yang jauh dari kesejahteraan bersama.

Jalan Kembali menuju Cahaya

Mengakui kesalahan kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut adalah langkah pertama untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, berhubung Ibu Pertiwi adalah simbolik, meskipun dampak kedurhakaan kepadanya sangat nyata, maka para “anak durhaka” ini perlu melompat ke langkah kedua. Mereka perlu membuktikan bahwa permintaan maaf mereka tulus dan sungguh-sungguh dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama dan memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan.

Menuju Indonesia yang Terang

Indonesia memerlukan pendekatan filosofis yang mendasar untuk keluar dari kegelapan ini. Berikut adalah langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh semua pihak:

  1. Bagi Eksekutif: Fokus pada kebijakan yang menyentuh akar permasalahan, bukan sekadar meredakan gejolak permukaan. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap pengambilan keputusan.
  2. Bagi Yudikatif: Tegakkan keadilan berdasarkan prinsip-prinsip keadilan sejati, bukan berdasarkan kepentingan politik atau ekonomi tertentu. Pastikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
  3. Bagi Legislatif: Formulasikan undang-undang yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak, bukan pada kelompok atau kepentingan tertentu. Hindari praktik “jual beli” pasal dan ayat demi kepentingan jangka pendek.
  4. Bagi Media Massa: Kembalilah pada fungsi sejati media sebagai penyampai kebenaran dan pendidik masyarakat. Jangan sekadar mengejar sensasi dan rating, tetapi berkontribusilah pada pencerahan publik.
  5. Bagi Buzzer Media Sosial: Gunakan pengaruh digital untuk menyebarkan kebenaran dan nilai-nilai positif, bukan untuk memanipulasi opini publik demi kepentingan tertentu.
  6. Bagi Rakyat Jelata: Tingkatkan literasi dalam segala bidang—politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Jangan mudah terprovokasi dan selalu bersikap kritis terhadap informasi yang diterima.

Dengan kesadaran bersama dan tekad yang kuat, kita dapat mengubah cahaya teplok menjadi cahaya terang yang menerangi seluruh penjuru negeri. Kita dapat keluar dari kegelapan yang disebabkan oleh kedurhakaan, menuju Indonesia yang terang, adil, dan sejahtera. Indonesia yang dibangun bukan di atas kepentingan segelintir pihak, tetapi di atas kecintaan pada Ibu Pertiwi dan kasih sayang pada sesama anak bangsanya.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: IndonesianaRedaksianawartakita
Share15Tweet10Send

ARTIKEL TERKAIT

Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Lampu Teplok, Anak Durhaka dan #IndonesiaGelap - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • #CekFakta Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Oops! Noda Cat Rambut Nempel di Baju? Salwa Punya Jurus Anti-Gagal Nih!

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Cara Menghilangkan Mata Panda Solusi Alami, Trik Makeup, dan Pilihan Concealer Terbaik

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.