Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 kembali menunjukkan indahnya kerukunan umat beragama di Indonesia. Gereja Katedral Jakarta turut berpartisipasi dengan menyumbangkan sapi kurban kepada Masjid Istiqlal, sebuah gestur yang diapresiasi tinggi oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
- Gereja Katedral Jakarta menyumbangkan sapi besar untuk perayaan Idul Adha di Masjid Istiqlal.
- Sumbangan ini merupakan bagian dari upaya berbagi di momen Idul Kurban yang dianjurkan untuk semua agama.
- Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya berbagi untuk mengatasi krisis protein masyarakat.
- Masjid Istiqlal telah menerima 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan 1 ekor domba, dengan penerimaan sumbangan masih dibuka.
- Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi senilai sekitar Rp 100 miliar dari APBN untuk seluruh Indonesia.
Semangat Berbagi Lintas Agama di Momen Idul Adha
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan rasa syukurnya atas partisipasi Gereja Katedral Jakarta dalam memberikan sumbangan sapi kurban untuk perayaan Idul Adha di Masjid Istiqlal. Beliau menyebutkan bahwa sumbangan dari Katedral ini merupakan salah satu sapi besar yang diterima, bersama dengan sumbangan dari tokoh-tokoh penting lainnya.
“Tetangga kita Katedral itu ya, juga menyumbangkan sapinya, besar juga,” ujar Nasaruddin setelah melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 27 Mei 2026. Sumbangan ini disambut baik sebagai simbol toleransi dan kepedulian sosial yang mengakar di masyarakat Indonesia.
Selain dari Gereja Katedral, Masjid Istiqlal juga menerima sumbangan sapi kurban dari berbagai tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri juga turut memberikan kontribusinya, demikian pula Hotel Borobudur yang menyumbangkan 25 ekor sapi besar.
Anjuran Agama dan Kemanusiaan dalam Berbagi Hewan Kurban
Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kegiatan penyaluran daging hewan kurban merupakan bentuk bantuan sosial yang sangat dianjurkan dalam ajaran agama Islam, khususnya pada Hari Raya Idul Kurban. Beliau menambahkan bahwa semangat berbagi ini sebaiknya tidak terbatas pada satu keyakinan saja.
“Untuk melakukan bantuan sosial berupa daging hewan, memang yang paling baik dalam agama Islam itu adalah hari Raya Idul Kurban ini. Jadi memang dianjurkan, apa pun agamanya, kalau memang bisa ikut berbagi, bagaimana supaya masyarakat itu terbebas daripada krisis protein,” jelas Nasaruddin. Hal ini menunjukkan bahwa esensi kurban tidak hanya bersifat religius, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan yang universal, yaitu mengatasi kelaparan dan kekurangan gizi.
Perolehan Sapi Kurban di Masjid Istiqlal
Hingga Rabu, 27 Mei 2026, Masjid Istiqlal telah berhasil mengumpulkan total 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan 1 ekor domba sebagai hewan kurban. Namun, Nasaruddin menginformasikan bahwa proses penerimaan sumbangan hewan kurban masih akan terus dibuka hingga hari Kamis, 28 Mei 2026, memberikan kesempatan bagi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi.
Santuan Kurban Presiden Prabowo Senilai Rp 100 Miliar
Di sisi lain, upaya penyaluran hewan kurban dari pemerintah juga dilakukan secara masif. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa anggaran untuk sapi kurban Presiden Prabowo Subianto mencapai kurang lebih Rp 100 miliar. Dana ini berasal dari pos anggaran bantuan kemasyarakatan Presiden, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Jadi sumber anggarannya dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), ya, melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan Presiden,” ujar Juri saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026. Presiden Prabowo menargetkan penyaluran sebanyak 1.098 ekor sapi ke seluruh penjuru Indonesia pada momen Idul Adha kali ini.
Juri menambahkan bahwa harga sapi yang disalurkan bervariasi, disesuaikan dengan bobot dan lokasi masing-masing sapi. “Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100 miliar,” pungkasnya.























