Pasca mengunci gelar three-peat yang bersejarah, manajemen Persib Bandung, melalui tokoh senior Umuh Muchtar, langsung mengarahkan pandangan ke masa depan tim. Target juara keempat kali secara beruntun menjadi visi utama, dengan fokus utama pada perpanjangan masa bakti pelatih Bojan Hodak.
- Target Juara Keempat: Umuh Muchtar menyatakan optimisme tinggi agar Persib Bandung dapat meraih gelar juara keempat kalinya secara berturut-turut di musim depan.
- Harapan untuk Bojan Hodak: Manajemen Persib sangat berharap pelatih Bojan Hodak dapat melanjutkan kiprahnya di Kota Kembang, melanjutkan estafet kesuksesan tim.
- Soliditas Skuad: Komposisi pemain yang membawa Persib juara musim ini dinilai sudah sangat solid, dengan harapan tidak banyak perubahan drastis.
- Hak Prerogatif Pelatih: Keputusan akhir mengenai perombakan skuad dan rekrutmen pemain baru sepenuhnya diserahkan kepada Bojan Hodak.
- Pesan untuk Wasit Lokal: Umuh Muchtar memberikan apresiasi terhadap kinerja wasit asing dan mendorong wasit lokal untuk meningkatkan kualitas serta integritas.
Perjuangan Hingga Puncak dan Visi Empat Kali Juara
Keberhasilan Persib Bandung meraih three-peat atau gelar juara tiga musim berturut-turut di kasta tertinggi sepak bola Indonesia merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Umuh Muchtar, salah satu tokoh sentral di balik Maung Bandung, mengungkapkan kebanggaannya atas raihan prestisius ini.
Namun, di tengah euforia perayaan gelar juara, manajemen Persib tidak berpuas diri. Langkah cepat telah diambil untuk merancang strategi masa depan tim. Fokus utama saat ini adalah memastikan kelanjutan kerjasama dengan arsitek taktik tim, Bojan Hodak.
Umuh Muchtar secara terbuka menyuarakan harapan besar agar juru taktik asal Kroasia tersebut tetap bertahan di Bandung. Keinginan ini bukan tanpa alasan, mengingat kontribusi Hodak yang signifikan dalam membawa Persib meraih kesuksesan.
“Mudah-mudahan pelatih (Bojan Hodak) masih bersama-sama kita dan ke depan kita bisa juara keempat kali,” ujar Umuh dengan nada penuh keyakinan di sela-sela perayaan juara. Pernyataan ini menggarisbawahi ambisi besar Persib untuk terus mendominasi kancah sepak bola nasional.
Rekomendasi Skuat Juara dan Hak Prerogatif Pelatih
Terkait dengan evaluasi dan perombakan komposisi pemain menjelang bergulirnya kompetisi musim depan, Umuh Muchtar menegaskan bahwa fondasi skuad yang ada saat ini sudah sangat kokoh dan solid. Ia secara pribadi menginginkan agar materi pemain yang telah terbukti tangguh ini tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Meski demikian, Umuh Muchtar tetap menunjukkan sikap profesional dan menghormati regulasi internal klub. Ia memberikan hak prerogatif penuh kepada Bojan Hodak dalam menyusun formula tim. Hal ini termasuk dalam proses pemantauan rumor kedatangan dua pilar asing baru yang santer terdengar, yaitu Maxwell Souza dari Persija Jakarta dan Bart Ramselaar dari Lion City Sailors.
“Harus dong dipertahankan (para pemain juara saat ini). Tapi, semua masukan kembali lagi dari pelatih. Semua tergantung keputusan pelatih,” tegas Umuh, sekaligus menggarisbawahi batasan wewenangnya dalam pengambilan keputusan terkait skuad.
Kisah Perjuangan dan Pesan Moral Umuh Muchtar
Umuh Muchtar juga turut berbagi cerita mengenai perjuangan tim sepanjang musim ini. Ia mengenang momen dramatis ketika harus memaksakan diri untuk mendampingi tim berlaga di Parepare meskipun dalam kondisi kesehatan yang kurang prima. Perjuangan ini menunjukkan dedikasi dan kecintaan Umuh terhadap Persib.
“Alhamdulillah, cita-cita kita tercapai atas izin Allah dan doa dari semuanya. Alhamdulillah juga kekuatan pemain Persib begitu dahsyat. Saya sempat ke Parepare sedang sakit yang rencananya tak akan berangkat karena pukul 10.00 WIB belum mendapat tiket, akhirnya saya berangkat pukul 12.00 WIB memakai Whoosh. Sampai di sana langsung mengarahkan anak-anak untuk bisa menang. Jadi, ini suatu kebanggaan dan Persib murni juara, tak ada main-main,” tuturnya dengan antusias.
Sebagai penutup, tokoh sepak bola senior Jawa Barat ini menyematkan pesan tajam yang berkaitan dengan peningkatan mutu kompetisi sepak bola Indonesia. Umuh memberikan rapor hijau atau apresiasi positif terhadap kepemimpinan wasit asing yang bertugas sepanjang musim ini. Ia juga secara tegas meminta agar para pengadil lapangan lokal dapat meningkatkan kualitas dan integritas mereka agar tidak kalah bersaing.
“Saya tak pernah ejek atau menjelekkan wasit kalau Persib kalah, asalkan pertandingan dan wasitnya bagus. Tapi, kalau wasitnya macam-macam, saya terus terang siapa pun juga saya serang,” pungkasnya, menandaskan pentingnya profesionalisme dan keadilan dalam setiap pertandingan.























