Rabu, 30 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor

Sebuah Revolusi Transparansi: Mengatasi ketidakpastian, kelangkaan, dan harga yang tetap tinggi.

by A. Burhany
01/11/2025
in Berita Terkini, Nasional, Pertanian, Sains & Teknologi
Reading Time: 8 mins read
A A
command center pt pupuk indonesia cr

BACA JUGA:

PLN Pastikan Transparansi Kompensasi Lahan SUTT 150 kV di Morowali Melalui Sosialisasi Mendalam

Gubernur Sulsel Serukan Kedaulatan Pangan dan Solidaritas Menuju Indonesia Emas 2045 pada HUT Ke-81 RI

Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Luwu: Transparansi dan Integritas Jadi Kunci untuk Periode 2026-2031

Badan Gizi Nasional Copot 137 Kepala Dapur Makan Bergizi Gratis Akibat Pelanggaran

Milad ke-39 FSIKP UMI: Refleksi Perjalanan, Transformasi Keilmuan, dan Komitmen untuk Masa Depan Makassar yang Gemilang

WARTAKITA.ID, JAKARTA – Selama puluhan tahun, ada sebuah rahasia umum yang diketahui semua orang namun tak pernah terselesaikan: pupuk bersubsidi yang seharusnya meringankan beban petani, sering kali menguap di tengah jalan. Oknum nakal, distributor tidak jujur, hingga spekulan yang menimbun dan menjual kembali dengan harga selangit—semua ini menjadi momok yang merampas hak petani. Pemerintah memompa subsidi triliunan rupiah dari APBN, namun yang dirasakan petani di ujung rantai distribusi? Ketidakpastian, kelangkaan, dan harga yang tetap tinggi.

Namun, sejak 2025, ada yang berubah. Di tengah euforia penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% yang diumumkan pemerintah pada 22 Oktober 2025, sebuah pertanyaan krusial menggantung di benak jutaan petani: “Apakah kali ini benar-benar berbeda? Atau akankah ini hanya menjadi janji kosong lagi?” Jawabannya terletak pada sebuah sistem digital yang kini beroperasi secara diam-diam namun berdampak besar: i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi)—garda digital yang mengubah total paradigma distribusi pupuk di Indonesia.

Angka yang Tidak Bisa Dibohongi

Hingga 19 Maret 2025, sistem i-Pubers telah berhasil menyalurkan 1,52 juta ton pupuk bersubsidi secara digital ke seluruh Indonesia. Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah bukti nyata bahwa teknologi dapat mengalahkan kebocoran sistemik yang selama ini dianggap mustahil diberantas. Setiap kilogram dari 1,52 juta ton tersebut tercatat secara digital—dari pabrik, gudang distributor, hingga tangan petani—dengan jejak audit yang tidak bisa dimanipulasi.

Mekanismenya sederhana namun revolusioner. Petani yang terdaftar dalam e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) kini cukup datang ke kios resmi dengan membawa satu dokumen: Kartu Tanda Penduduk (KTP). KTP dipindai, data diverifikasi secara real-time dengan server pusat, dan transaksi langsung tercatat. Tidak ada lagi ruang untuk “main mata,” tidak ada celah untuk memanipulasi data penerima subsidi, dan yang terpenting—tidak ada lagi petani yang harus membayar lebih mahal karena oknum yang bermain di tengah rantai distribusi.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, pernah mengungkapkan dalam berbagai kesempatan bahwa tantangan terbesar distribusi pupuk bersubsidi bukan pada produksi atau stok, melainkan pada transparansi dan akuntabilitas di tingkat akhir. “Sistem lama memberikan ruang terlalu besar untuk penyimpangan. Dengan i-Pubers, setiap transaksi terekam, setiap penyimpangan bisa dideteksi dengan cepat,” tegasnya.

Command Center: Mata yang Tidak Pernah Berkedip

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - image 1
Ilustrasi: Command Center PT Pupuk Indonesia

Di balik kesuksesan i-Pubers, terdapat infrastruktur teknologi yang canggih: Command Center Pupuk Indonesia. Ruangan berbasis Internet of Things (IoT) ini memantau pergerakan pupuk bersubsidi secara real-time dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Layar-layar besar menampilkan data stok di setiap gudang, jumlah penebusan harian di setiap kios, hingga anomali distribusi yang dapat dideteksi dalam hitungan menit.

Ketika ada indikasi penumpukan stok yang tidak wajar di satu wilayah—tanda potensial adanya penimbunan—sistem langsung mengirimkan alert kepada tim lapangan untuk melakukan investigasi. Ketika ada kios yang menjual di atas HET, laporan dari petani melalui nomor pengaduan 082311109690 langsung terintegrasi ke dalam sistem dan ditindaklanjuti dalam hitungan jam, bukan hari atau minggu seperti dulu.

Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Indonesia, menegaskan bahwa Command Center bukan hanya alat pemantau, tetapi juga sistem peringatan dini. “Kami tidak lagi menunggu laporan manual yang bisa memakan waktu berminggu-minggu. Sistem digital memungkinkan kami untuk mengetahui masalah bahkan sebelum petani mengeluh,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta (22/10/2025).

Stok Aman, Distribusi Terkendali—Momentum yang Tepat

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - image 2
Ilustrasi: Petani terverifikasi terjamin mendapatkan pupuk dengan HET resmi

Per 22 Oktober 2025, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi nasional mencapai 1.101.807 ton, angka yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Lebih mengesankan lagi, untuk menghadapi musim tanam Oktober–Maret 2025/2026, perusahaan telah menyiapkan stok sebesar 1,2 juta ton—setara dengan 259% dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah. Ini bukan hanya cadangan besar, tetapi juga menunjukkan kesiapan infrastruktur untuk menyalurkannya secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Namun, stok yang besar tidak akan berarti jika distribusinya kacau. Di sinilah i-Pubers membuktikan nilainya. Dengan sistem terkawal, pemerintah kini memiliki visibilitas penuh: berapa banyak petani yang sudah menebus pupuk, berapa banyak yang belum, dan di wilayah mana terjadi kendala. Data ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan intervensi cepat—apakah itu menambah pasokan ke wilayah tertentu atau menindak distributor yang tidak patuh.

Dari Subsidi Buta ke Subsidi Cerdas

Selama ini, subsidi pupuk sering disebut sebagai “subsidi buta”—pemerintah tahu berapa banyak uang yang dikucurkan, tetapi tidak sepenuhnya tahu apakah subsidi itu benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan mengakui bahwa sebelum implementasi i-Pubers, kebocoran subsidi pupuk bisa mencapai angka yang signifikan, merugikan negara hingga triliunan rupiah setiap tahunnya.

Dengan i-Pubers, era “subsidi buta” berakhir. Sistem ini tidak hanya mencatat siapa yang menerima pupuk, tetapi juga memvalidasi apakah penerima tersebut adalah petani yang berhak sesuai e-RDKK. Jika ada nama yang tidak terdaftar mencoba menebus pupuk bersubsidi, sistem otomatis menolak transaksi. Ini adalah bentuk subsidi cerdas—yang tidak hanya menghemat uang negara, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah subsidi benar-benar memberikan dampak kepada petani yang membutuhkan.

Menurut estimasi Pupuk Indonesia, efisiensi yang dicapai melalui perbaikan tata kelola distribusi dan penggunaan teknologi digital seperti i-Pubers berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp10 triliun. Dana yang sebelumnya bocor ini kini dapat dialokasikan untuk program-program lain yang mendukung kesejahteraan petani, seperti bantuan alat pertanian modern atau program pelatihan.

Tantangan: Jangan Sampai Teknologi Jadi Beban

Namun, seperti setiap sistem baru, i-Pubers juga menghadapi tantangan. Di beberapa daerah pelosok, jaringan internet yang tidak stabil menjadi hambatan teknis. Kios-kios di wilayah terpencil kadang mengalami kesulitan mengakses sistem karena sinyal yang buruk. Selain itu, ada juga hambatan sosial: sebagian petani lanjut usia yang tidak terbiasa dengan sistem digital merasa kesulitan beradaptasi, meskipun sebenarnya mereka hanya perlu menunjukkan KTP.

Untuk mengatasi ini, Pupuk Indonesia telah melakukan berbagai upaya. Pertama, menyediakan pelatihan intensif kepada pengelola kios dan distributor di seluruh Indonesia tentang cara mengoperasikan sistem i-Pubers. Kedua, menyiapkan backup system offline yang dapat digunakan sementara jika terjadi gangguan jaringan, dengan sinkronisasi data otomatis begitu koneksi pulih. Ketiga, melakukan sosialisasi masif kepada petani bahwa sistem baru ini justru mempermudah, bukan mempersulit mereka.

TA Khalid, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, dalam pernyataannya (27/10/2025) menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap implementasi sistem digital ini. “Teknologi hanyalah alat. Jika tidak diawasi, teknologi bisa disalahgunakan. Oleh karena itu, kami akan terus memantau apakah i-Pubers benar-benar berfungsi seperti yang dijanjikan, atau hanya menjadi jargon kosong,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar Sistem, Ini adalah Perubahan Budaya

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - image 3
Ilustrasi: Verifikasi petani penerima pupuk bersubsidi, cukup dengan KTP

Pada akhirnya, keberhasilan i-Pubers bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang perubahan budaya. Selama puluhan tahun, budaya “permainan” dalam distribusi pupuk bersubsidi sudah mengakar. Ada pihak-pihak yang merasa nyaman dengan sistem lama yang penuh celah, karena dari celah itulah mereka mengambil keuntungan. Mengubah budaya ini membutuhkan political will yang kuat, tidak hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga dari pemerintah daerah, distributor, hingga petani itu sendiri.

Presiden Prabowo Subianto, dalam instruksinya kepada Menteri Pertanian pada 16 Oktober 2025, menekankan bahwa revitalisasi sektor pupuk tidak hanya soal pabrik dan harga, tetapi juga tentang memastikan sistem distribusi bersih dari praktik korupsi. “Pupuk harus sampai ke petani, titik. Tidak ada alasan lagi untuk kebocoran,” tegas Presiden.

Instruksi ini ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakan keras. Kios yang terbukti menjual pupuk bersubsidi di atas HET atau melakukan penimbunan langsung dicabut izinnya tanpa kompromi. Bahkan, ada ancaman pidana bagi oknum yang terlibat dalam praktik penyimpangan. Ini adalah sinyal yang jelas: era permisif terhadap kebocoran pupuk sudah berakhir.

Harapan Baru dari Desa

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, seorang petani bernama Karsa mengungkapkan harapannya. “Penurunan harga pupuk ini sangat pro terhadap para petani, apalagi menjelang musim tanam seperti sekarang. Tapi mohon kepada para kios dan penyalur pupuk untuk lebih mempermudah dalam penyalurannya,” ujar Karsa (28/10/2025). Permintaan sederhana ini mewakili suara jutaan petani di seluruh Indonesia: mereka tidak hanya ingin harga murah, tetapi juga akses yang mudah dan transparan.

Di Trenggalek, Jawa Timur, Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana, dan Prasarana Pertanian, Dina Septariasari, mengonfirmasi bahwa efisiensi sistem distribusi digital telah membawa dampak nyata. “Efisiensi di sektor industri pupuk menurunkan harga hingga 20 persen. Dampaknya sangat terasa bagi petani,” katanya. Namun ia juga menambahkan, sosialisasi masih perlu ditingkatkan agar semua petani, terutama di daerah terpencil, benar-benar memahami cara kerja sistem baru ini.

Menuju Pupuk Bersubsidi Tanpa Kebocoran di 2030

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - image 4
Infografis: Alur distibusi dan pengawasan pupuk bersubsidi

Pupuk Indonesia menargetkan bahwa pada tahun 2030, 100% distribusi pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia dilakukan melalui sistem digital terintegrasi. Bukan hanya i-Pubers, tetapi juga sistem pembayaran cashless untuk mengurangi transaksi tunai yang rawan manipulasi, serta integrasi dengan platform e-commerce pertanian yang memungkinkan petani memesan pupuk secara online dan dikirim langsung ke lahan mereka.

Visi ini ambisius, namun bukan mustahil. Jika dalam waktu kurang dari dua tahun i-Pubers sudah mampu menyalurkan 1,52 juta ton pupuk tanpa kebocoran signifikan, maka target 100% digitalisasi pada 2030 adalah sesuatu yang realistis. Yang dibutuhkan adalah komitmen konsisten dari semua pihak—pemerintah, BUMN, distributor, dan petani—untuk terus memperbaiki sistem dan menutup setiap celah yang tersisa.

Penurunan HET sebesar 20% adalah berita baik. Namun berita yang lebih baik lagi adalah fakta bahwa kali ini, penurunan harga benar-benar bisa dirasakan petani hingga ke pelosok negeri. Garda digital i-Pubers telah mengubah itu dari sekadar janji menjadi kenyataan. Dan ini baru permulaan. Ketika teknologi dan political will bersatu, bahkan masalah yang tampak mustahil diselesaikan selama puluhan tahun pun bisa diatasi. Inilah revolusi transparansi yang sesungguhnya—revolusi yang tidak meletus di jalan, tetapi terjadi secara diam-diam di setiap kios pupuk di seluruh Indonesia, mengubah kehidupan jutaan petani, satu transaksi digital pada satu waktu.

***

Catatan Penulis: Artikel ini ditulis berdasarkan data resmi dari Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan liputan lapangan di berbagai daerah. Data penyaluran pupuk melalui i-Pubers (1,52 juta ton hingga 19 Maret 2025) bersumber dari laporan resmi perusahaan. Untuk melaporkan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi, masyarakat dapat menghubungi nomor pengaduan 082311109690.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Digitalisasii-PubersKedaulatan PanganKTPPT Pupuk IndonesiapupukPupuk BersubsidiPupuk Indonesiapupuk subsiditransparansi
Share264Tweet165Send

ARTIKEL TERKAIT

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Analisis Kinerja Pemerintah: Membedah Data Ekonomi, Kesejahteraan, dan Pembangunan di Balik Narasi ‘Prestasi Buruk’

30/09/2026
Wartakita Macet Di Tol Rawan Kejahatan Large

DKI Jakarta Perluas Transportasi Gratis untuk 21 Golongan Mulai 2027

30/09/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Kemenkumham Sulbar Tegaskan Tak Ada Perda Izinkan Pembukaan Lahan dengan Bakar

29/09/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Bupati Gowa Tersangka Kasus Korupsi & TPPU: Gubernur Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

29/09/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Ketika Agen AI Menginstal ‘Senjata’ Sendiri: Ancaman Tersembunyi di Balik Perintah Pengguna

28/09/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

AI ‘Terlepas’ dari Kandangnya: Model Laboratorium Meretas Bisnis Nyata di Luar Perkiraan Uji Coba

28/09/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Kecerdasan Buatan dan Paradoks Kendali: Manusia di Pusat Masa Depan AI

28/09/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

DPR Mendesak KemenPUPR & BMKG: Perlu Mitigasi El Nino untuk Cegah Krisis Air Bersih

28/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

    Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.