Kamis, 30 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor

Sebuah Revolusi Transparansi: Mengatasi ketidakpastian, kelangkaan, dan harga yang tetap tinggi.

by A. Burhany
01/11/2025
in Berita Terkini, Nasional, Pertanian, Sains & Teknologi
Reading Time: 8 mins read
A A
command center pt pupuk indonesia cr

WARTAKITA.ID, JAKARTA – Selama puluhan tahun, ada sebuah rahasia umum yang diketahui semua orang namun tak pernah terselesaikan: pupuk bersubsidi yang seharusnya meringankan beban petani, sering kali menguap di tengah jalan. Oknum nakal, distributor tidak jujur, hingga spekulan yang menimbun dan menjual kembali dengan harga selangit—semua ini menjadi momok yang merampas hak petani. Pemerintah memompa subsidi triliunan rupiah dari APBN, namun yang dirasakan petani di ujung rantai distribusi? Ketidakpastian, kelangkaan, dan harga yang tetap tinggi.

Namun, sejak 2025, ada yang berubah. Di tengah euforia penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% yang diumumkan pemerintah pada 22 Oktober 2025, sebuah pertanyaan krusial menggantung di benak jutaan petani: “Apakah kali ini benar-benar berbeda? Atau akankah ini hanya menjadi janji kosong lagi?” Jawabannya terletak pada sebuah sistem digital yang kini beroperasi secara diam-diam namun berdampak besar: i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi)—garda digital yang mengubah total paradigma distribusi pupuk di Indonesia.

Angka yang Tidak Bisa Dibohongi

Hingga 19 Maret 2025, sistem i-Pubers telah berhasil menyalurkan 1,52 juta ton pupuk bersubsidi secara digital ke seluruh Indonesia. Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah bukti nyata bahwa teknologi dapat mengalahkan kebocoran sistemik yang selama ini dianggap mustahil diberantas. Setiap kilogram dari 1,52 juta ton tersebut tercatat secara digital—dari pabrik, gudang distributor, hingga tangan petani—dengan jejak audit yang tidak bisa dimanipulasi.

Mekanismenya sederhana namun revolusioner. Petani yang terdaftar dalam e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) kini cukup datang ke kios resmi dengan membawa satu dokumen: Kartu Tanda Penduduk (KTP). KTP dipindai, data diverifikasi secara real-time dengan server pusat, dan transaksi langsung tercatat. Tidak ada lagi ruang untuk “main mata,” tidak ada celah untuk memanipulasi data penerima subsidi, dan yang terpenting—tidak ada lagi petani yang harus membayar lebih mahal karena oknum yang bermain di tengah rantai distribusi.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, pernah mengungkapkan dalam berbagai kesempatan bahwa tantangan terbesar distribusi pupuk bersubsidi bukan pada produksi atau stok, melainkan pada transparansi dan akuntabilitas di tingkat akhir. “Sistem lama memberikan ruang terlalu besar untuk penyimpangan. Dengan i-Pubers, setiap transaksi terekam, setiap penyimpangan bisa dideteksi dengan cepat,” tegasnya.

Command Center: Mata yang Tidak Pernah Berkedip

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - image 1
Ilustrasi: Command Center PT Pupuk Indonesia

Di balik kesuksesan i-Pubers, terdapat infrastruktur teknologi yang canggih: Command Center Pupuk Indonesia. Ruangan berbasis Internet of Things (IoT) ini memantau pergerakan pupuk bersubsidi secara real-time dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Layar-layar besar menampilkan data stok di setiap gudang, jumlah penebusan harian di setiap kios, hingga anomali distribusi yang dapat dideteksi dalam hitungan menit.

Ketika ada indikasi penumpukan stok yang tidak wajar di satu wilayah—tanda potensial adanya penimbunan—sistem langsung mengirimkan alert kepada tim lapangan untuk melakukan investigasi. Ketika ada kios yang menjual di atas HET, laporan dari petani melalui nomor pengaduan 082311109690 langsung terintegrasi ke dalam sistem dan ditindaklanjuti dalam hitungan jam, bukan hari atau minggu seperti dulu.

Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Indonesia, menegaskan bahwa Command Center bukan hanya alat pemantau, tetapi juga sistem peringatan dini. “Kami tidak lagi menunggu laporan manual yang bisa memakan waktu berminggu-minggu. Sistem digital memungkinkan kami untuk mengetahui masalah bahkan sebelum petani mengeluh,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta (22/10/2025).

Stok Aman, Distribusi Terkendali—Momentum yang Tepat

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - image 2
Ilustrasi: Petani terverifikasi terjamin mendapatkan pupuk dengan HET resmi

Per 22 Oktober 2025, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi nasional mencapai 1.101.807 ton, angka yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Lebih mengesankan lagi, untuk menghadapi musim tanam Oktober–Maret 2025/2026, perusahaan telah menyiapkan stok sebesar 1,2 juta ton—setara dengan 259% dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah. Ini bukan hanya cadangan besar, tetapi juga menunjukkan kesiapan infrastruktur untuk menyalurkannya secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Namun, stok yang besar tidak akan berarti jika distribusinya kacau. Di sinilah i-Pubers membuktikan nilainya. Dengan sistem terkawal, pemerintah kini memiliki visibilitas penuh: berapa banyak petani yang sudah menebus pupuk, berapa banyak yang belum, dan di wilayah mana terjadi kendala. Data ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan intervensi cepat—apakah itu menambah pasokan ke wilayah tertentu atau menindak distributor yang tidak patuh.

Dari Subsidi Buta ke Subsidi Cerdas

Selama ini, subsidi pupuk sering disebut sebagai “subsidi buta”—pemerintah tahu berapa banyak uang yang dikucurkan, tetapi tidak sepenuhnya tahu apakah subsidi itu benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan mengakui bahwa sebelum implementasi i-Pubers, kebocoran subsidi pupuk bisa mencapai angka yang signifikan, merugikan negara hingga triliunan rupiah setiap tahunnya.

Dengan i-Pubers, era “subsidi buta” berakhir. Sistem ini tidak hanya mencatat siapa yang menerima pupuk, tetapi juga memvalidasi apakah penerima tersebut adalah petani yang berhak sesuai e-RDKK. Jika ada nama yang tidak terdaftar mencoba menebus pupuk bersubsidi, sistem otomatis menolak transaksi. Ini adalah bentuk subsidi cerdas—yang tidak hanya menghemat uang negara, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah subsidi benar-benar memberikan dampak kepada petani yang membutuhkan.

Menurut estimasi Pupuk Indonesia, efisiensi yang dicapai melalui perbaikan tata kelola distribusi dan penggunaan teknologi digital seperti i-Pubers berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp10 triliun. Dana yang sebelumnya bocor ini kini dapat dialokasikan untuk program-program lain yang mendukung kesejahteraan petani, seperti bantuan alat pertanian modern atau program pelatihan.

Tantangan: Jangan Sampai Teknologi Jadi Beban

Namun, seperti setiap sistem baru, i-Pubers juga menghadapi tantangan. Di beberapa daerah pelosok, jaringan internet yang tidak stabil menjadi hambatan teknis. Kios-kios di wilayah terpencil kadang mengalami kesulitan mengakses sistem karena sinyal yang buruk. Selain itu, ada juga hambatan sosial: sebagian petani lanjut usia yang tidak terbiasa dengan sistem digital merasa kesulitan beradaptasi, meskipun sebenarnya mereka hanya perlu menunjukkan KTP.

Untuk mengatasi ini, Pupuk Indonesia telah melakukan berbagai upaya. Pertama, menyediakan pelatihan intensif kepada pengelola kios dan distributor di seluruh Indonesia tentang cara mengoperasikan sistem i-Pubers. Kedua, menyiapkan backup system offline yang dapat digunakan sementara jika terjadi gangguan jaringan, dengan sinkronisasi data otomatis begitu koneksi pulih. Ketiga, melakukan sosialisasi masif kepada petani bahwa sistem baru ini justru mempermudah, bukan mempersulit mereka.

TA Khalid, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, dalam pernyataannya (27/10/2025) menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap implementasi sistem digital ini. “Teknologi hanyalah alat. Jika tidak diawasi, teknologi bisa disalahgunakan. Oleh karena itu, kami akan terus memantau apakah i-Pubers benar-benar berfungsi seperti yang dijanjikan, atau hanya menjadi jargon kosong,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar Sistem, Ini adalah Perubahan Budaya

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - image 3
Ilustrasi: Verifikasi petani penerima pupuk bersubsidi, cukup dengan KTP

Pada akhirnya, keberhasilan i-Pubers bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang perubahan budaya. Selama puluhan tahun, budaya “permainan” dalam distribusi pupuk bersubsidi sudah mengakar. Ada pihak-pihak yang merasa nyaman dengan sistem lama yang penuh celah, karena dari celah itulah mereka mengambil keuntungan. Mengubah budaya ini membutuhkan political will yang kuat, tidak hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga dari pemerintah daerah, distributor, hingga petani itu sendiri.

Presiden Prabowo Subianto, dalam instruksinya kepada Menteri Pertanian pada 16 Oktober 2025, menekankan bahwa revitalisasi sektor pupuk tidak hanya soal pabrik dan harga, tetapi juga tentang memastikan sistem distribusi bersih dari praktik korupsi. “Pupuk harus sampai ke petani, titik. Tidak ada alasan lagi untuk kebocoran,” tegas Presiden.

BACA JUGA:

Milad ke-39 FSIKP UMI: Refleksi Perjalanan, Transformasi Keilmuan, dan Komitmen untuk Masa Depan Makassar yang Gemilang

Perkuat Tata Kelola: Sinergi Pengawasan Pemkab Bone dan Inspektorat Sulsel Dipererat Lewat Silaturahmi di Watampone

Konsistensi Cemerlang Pemkot Makassar: Opini WTP Kelima Kali Bukti Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah

Dekat ke Warga, Makassar Luncurkan Unit Layanan Adminduk di Tingkat Kelurahan

Kolaborasi Makassar, ATR/BPN, dan KPK: Fondasi Penguatan Tata Kelola Aset Daerah Demi Transparansi dan Ekonomi Berkembang

Instruksi ini ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakan keras. Kios yang terbukti menjual pupuk bersubsidi di atas HET atau melakukan penimbunan langsung dicabut izinnya tanpa kompromi. Bahkan, ada ancaman pidana bagi oknum yang terlibat dalam praktik penyimpangan. Ini adalah sinyal yang jelas: era permisif terhadap kebocoran pupuk sudah berakhir.

Harapan Baru dari Desa

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, seorang petani bernama Karsa mengungkapkan harapannya. “Penurunan harga pupuk ini sangat pro terhadap para petani, apalagi menjelang musim tanam seperti sekarang. Tapi mohon kepada para kios dan penyalur pupuk untuk lebih mempermudah dalam penyalurannya,” ujar Karsa (28/10/2025). Permintaan sederhana ini mewakili suara jutaan petani di seluruh Indonesia: mereka tidak hanya ingin harga murah, tetapi juga akses yang mudah dan transparan.

Di Trenggalek, Jawa Timur, Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana, dan Prasarana Pertanian, Dina Septariasari, mengonfirmasi bahwa efisiensi sistem distribusi digital telah membawa dampak nyata. “Efisiensi di sektor industri pupuk menurunkan harga hingga 20 persen. Dampaknya sangat terasa bagi petani,” katanya. Namun ia juga menambahkan, sosialisasi masih perlu ditingkatkan agar semua petani, terutama di daerah terpencil, benar-benar memahami cara kerja sistem baru ini.

Menuju Pupuk Bersubsidi Tanpa Kebocoran di 2030

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - image 4
Infografis: Alur distibusi dan pengawasan pupuk bersubsidi

Pupuk Indonesia menargetkan bahwa pada tahun 2030, 100% distribusi pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia dilakukan melalui sistem digital terintegrasi. Bukan hanya i-Pubers, tetapi juga sistem pembayaran cashless untuk mengurangi transaksi tunai yang rawan manipulasi, serta integrasi dengan platform e-commerce pertanian yang memungkinkan petani memesan pupuk secara online dan dikirim langsung ke lahan mereka.

Visi ini ambisius, namun bukan mustahil. Jika dalam waktu kurang dari dua tahun i-Pubers sudah mampu menyalurkan 1,52 juta ton pupuk tanpa kebocoran signifikan, maka target 100% digitalisasi pada 2030 adalah sesuatu yang realistis. Yang dibutuhkan adalah komitmen konsisten dari semua pihak—pemerintah, BUMN, distributor, dan petani—untuk terus memperbaiki sistem dan menutup setiap celah yang tersisa.

Penurunan HET sebesar 20% adalah berita baik. Namun berita yang lebih baik lagi adalah fakta bahwa kali ini, penurunan harga benar-benar bisa dirasakan petani hingga ke pelosok negeri. Garda digital i-Pubers telah mengubah itu dari sekadar janji menjadi kenyataan. Dan ini baru permulaan. Ketika teknologi dan political will bersatu, bahkan masalah yang tampak mustahil diselesaikan selama puluhan tahun pun bisa diatasi. Inilah revolusi transparansi yang sesungguhnya—revolusi yang tidak meletus di jalan, tetapi terjadi secara diam-diam di setiap kios pupuk di seluruh Indonesia, mengubah kehidupan jutaan petani, satu transaksi digital pada satu waktu.

***

Catatan Penulis: Artikel ini ditulis berdasarkan data resmi dari Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan liputan lapangan di berbagai daerah. Data penyaluran pupuk melalui i-Pubers (1,52 juta ton hingga 19 Maret 2025) bersumber dari laporan resmi perusahaan. Untuk melaporkan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi, masyarakat dapat menghubungi nomor pengaduan 082311109690.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: Digitalisasii-PubersKedaulatan PanganKTPPT Pupuk IndonesiapupukPupuk BersubsidiPupuk Indonesiapupuk subsiditransparansi
Share259Tweet162Send

ARTIKEL TERKAIT

Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Serangan Drone ke Kapal Tanker Gas AS di Mesir: Api Merembet di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

30/07/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

15 Perusahaan Inggris Jajaki Kolaborasi Infrastruktur Kereta Api Berkelanjutan dengan Indonesia

30/07/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Jakarta Bersiap Tanpa Open Dumping: Dampak Kebijakan Baru Pengelolaan Sampah Bantargebang Mulai 1 Agustus 2026

30/07/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

KPK Tahan Bupati Pemalang dan Staf Administrasi Polri dalam OTT, Diduga Terkait Proyek dan Jual Beli Jabatan

30/07/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Gemini: Sang Arsitek Kecerdasan Buatan yang Merevolusi Diagnosis Medis

29/07/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Philips Hue Sync Box 2: Revolusi Sinkronisasi Lampu, Tontonan Anda Jadi Pusat Perhatian

29/07/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Era Baru Rumah Pintar: Mengintegrasikan Google Home & Apple HomeKit dengan Protokol Matter

29/07/2026
Garda Digital i-Pubers: 1,5 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Sampai ke Tangan Petani Tanpa Bocor - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    195 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Kalla Toyota Palopo Hadirkan KIDDO ART-venture: Dealer Berubah Jadi Taman Bermain & Belajar Anak

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Beban Pajak Kelas Menengah 2026: Saat Korporasi Dapat Karpet Merah

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    707 shares
    Share 283 Tweet 177
  • Pajak Kekayaan 2%: Solusi Rasional Mengurai Ketimpangan Rp4.651 Triliun Milik Oligarki

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • #CekFakta Foto Jalan Tol Trans-Papua

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Alphard Terobos Lampu Merah Bundaran HI, Pengemudi Anggota Polri Terancam Denda Rp 1 Juta

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.