Sabtu, 7 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Gagap Paham

by Redaktur
09/01/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Gagap Paham - Arsip

rekaman raqib dan atid

Guru bahasa Indonesia semasa SMA sulit terlupakan, pak Rahmat Banjar. Arti namanya keren, kasih sayang yang berjejer rapi. Beliau disukai murid-muridnya, mungkin karena satu dari dua jam pelajaran dipakai bercanda dengan kami.

Kurikulum CBSA (cara belajar siswa aktif) mengharuskan kelas membaca sendiri bagian penjelasan sebelum masuk ke soal dan latihan. Awalnya pak Rahmat Banjar juga begitu, hingga suatu kali di deret pertama dari tiga deret kolom meja dan kursi, seorang kawan kedapatan asyik membaca stensilan Enny Arrow, diselipkan dalam buku cetak bahasa Indonesia, anak 90an biasanya tahu.

Sejak itu pembagian bangku di kelas kami menurut jenis kelamin, daerah stensilan ditandai sebagai daerah rawan untuk perempuan. Tidak mau tertipu dengan bacaan lain yang kami sisipkan ke dalam buku, sekelas tidak boleh lagi membaca sendiri. Satu persatu bergiliran ke depan membaca lembar demi lembar. Akhirnya tiba giliran Pudin. Pak Rahmat Banjar mengamati keringat sebesar jagung keluar dari dahi Pudin yang berdiri di depan kelas. Kecepatannya membaca satu kalimat sudah sehalaman untuk waktu yang sama bila kami yang membaca.

Makin gagap Pudin, makin usil pak Rahmat Banjar mengageti Pudin. Gagap lalu gagu, kemudian mengulang lagi membaca dari awal. Anehnya saat diminta mengaji Qur’an Pudin lancar tak terbendung.
Dua semester Pudin menderita dan cuma pak Banjar yang menyadari bahwa gagap Pudin berkurang drastis, keringat sebesar jagung tidak jatuh lagi dari dahinya. Asal tidak dikageti Pudin bisa membaca selancar kami. Bagi kami hiburan, bagi pak Banjar pendidikan privat. Pudin gagap membaca dan kami gagap pahami pendidikan ala pak Rahmat Banjar.

Kemarin baru menamatkan tafsir surah An-Najm Sayyid Quthb, Di Bawah Naungan Qur’an Jilid 11 (Gema Insani, 2004). Sayyid Quthb salah seorang pentolan Ikhwanul Muslimin di Mesir yang dihukum mati oleh presiden mesir Gamal Abdul Nasser atas tuduhan makar. Beliau pernah ditawari amnesti dengan syarat meminta maaf, Sayyid Quthb menolak. Mungkin karena tidak merasa melakukan apa yang dituduhkan, atau Sayyid Quthb mencapai apa yang diimpi-impikannya, ketika derita dan bahagia sama saja. Seperti hadits dalam shahîh Ibnu Hibbân yang beliau kutip dalam tafsir surah An-Najm, penjelasan Rasulullah ketika ditanya tentang suhuf nabi Musa, poin ke 3 dari 5 poin yang bunyinya: “(3) Aku heran kepada orang yang telah meyakini akan adanya qadar (ketentuan) Allah, tetapi mengapa mereka marah-marah (bila sesuatu menimpa dirinya). ”

Sedikit tergagap memahami, Sayyid Quthb meskipun pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat namun tetap konservatif dalam syariat, pernah menyatakan tidak setuju dengan gaya beragama kaum Sufi yang menyepi dan menepi dari kehidupan dunia. Saat menafsirkan surah An-Najm mencari penjelasan mengapa kafir Qurays mau sujud bersama-sama Rasulullah seperti di ayat terakhir surah An-Najm, beliau seolah berada di waktu dan tempat kejadian (hal 84), beliau mengalami ‘perjalanan’ yang lazim dialami oleh kaum sufi saat ‘diperjalankan’ bila telah tiba waktunya menemukan jawaban atas suatu pertanyaan. Pada beberapa majelis khusus, redaksi pernah mendengarkan hadits dan tafsir ayat dibacakan lengkap dengan gambaran suasana ketika hadits dan atau ayat itu turun, bukan hanya sebab turun, namun juga rasa dan suasana ketika itu, sehingga konteksnya lebih utuh dalam satu bingkai pemahaman.

Kejadian yang dialami Sayyid Quthb dan beberapa ahli tafsir lainnya bukanlah sesuatu yang ajaib, bukan atas kemauan yang bersangkutan seseorang ‘diperjalankan’. Tidak ada yang ajaib bila Tuhan menghendaki. Penjelasan yang hampir ilmiah tentang ‘perjalanan pikiran’ menembus dimensi ruang dan waktu kira-kira seperti artikel “Berpikir Jernih” sebelum ini. Bukan hanya milik ahli tafsir dan kaum sufi, para ilmuwan, pemikir, perupa, seniman dan komposer musik juga terbiasa berpikir multi ruang (dan waktu) dalam satu keadaan dengan peruntukan yang berbeda-beda.

Syukurlah pikiran dan perspektif ternyata tidak kaku meski awalnya gagap, bisa menyesuaikan begitu memiliki data baru. Beliau ternyata tidak sekaku gambaran kami selama ini, termasuk gambaran tentang gerakan Ikhwanul Muslimin yang ikut dibesarkan mendiang. Kagum, beliau mencantumkan di halaman 87 riwayat tentang keheranan kafir Qurays, mengapa Rasulullah tidak pernah mencela Tuhan kaum Yahudi dan Nasrani tapi mencela Lata, Uzza dan Manna (berhala kafir Qurays).

Lepas dari tafsir surah An-Najm yang mengagumkan. Ada pendapat mendiang Sayyid Quthb yang sampai hari ini belum terbukti, kerusakan tatanan masyarakat adalah akibat dari tidak diterapkannya nilai dan syari’at Islam dalam suatu sistem kemasyarakatan. Kami pahami sebagai semangat mendiang ingin ‘mengislamkan’ tatanan dan sistem. Tanpa mengurangi rasa hormat pada mendiang, sampai hari ini sistem dan tatanan tidak bisa diislamkan atau dikafirkan. Sesuai tujuan agama-agama diturunkan untuk umat manusia, untuk bani Adam bukan untuk sistem.

Orang-orang di dalam sebuah sistem bisa diislamkan. Diislamkan bukan berarti harus beragama Islam, tapi Islam dalam arti nilai-nilai. Dan dalam nilai-nilai Islam ada nilai-nilai ajaran agama sebelumnya. Dalam ajaran Islam terkandung suhuf (lembar) Ibrahim, Musa dan Isa yang inti ajarannya tentang Tauhid (akidah) dan memanusiakan diri sendiri dan orang lain (kebaikan dan akhlak).

Masalahnya, mengislamkan diri sendiri dan umat islam sendiri belum selesai. Akidah adalah urusan pribadi tiap-tiap manusia dengan Tuhan yang sudah ditentukan sejak sebelum manusia dilahirkan ke dunia melalui keluarga dan lingkungan yang bagaimana, daerah ini diluar jangkauan manusia yang satu atas manusia yang lain, bukan hak manusia menghakimi manusia yang satu atas manusia lain. Seseorang bisa saja mengaku dan terlihat ahli Tauhid tapi ternyata masih menuhankan agama, kejayaan, golongan, kepopuleran, ras, ciptaan, uang, status sosial, materi dan lain-lain.

Pasangan akidah, yaitu akhlak masih dalam jangkauan. Bila akhlak beres, akidah dengan sendirinya akan ikut beres. Meski mirip, bebeda dimensi kesadaran dalam akhlak dengan etika-moral. Akhlak lahir dari kesadaran menghamba pada Pencipta, sedangkan etika dan moralitas lahir dari kesadaran bahwa dirinya sama dengan mahluk lain sesama ciptaan.

Kegagapan adalah proses. Bukan cuma dalam artikulasi membaca, juga ada dalam proses memahami, yang gagap belum tentu tidak lebih paham dari yang lancar.

BACA JUGA:

Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

Vaatu dan Raava

Kecerdasan Buatan Tanpa Muatan Kepentingan Bisa Lebih Cerdas Dari Yang Membuatnya

Selamat Jalan Buya Kamba

Punggung Baginda Nabi Muhammad SAW.

Tags: gagap pahamTepekur
Share4Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Gagap Paham - Featured

Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

04/03/2026
Gagap Paham - Featured

Esai Ramadan #14: Mengapa Jurang Antara Sajadah dan Integritas Kita Masih Lebar?

04/03/2026
Gagap Paham - Featured

Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita

03/03/2026
Gagap Paham - Featured

Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

01/03/2026
Gagap Paham - Featured

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

28/02/2026
Gagap Paham - Featured

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

27/02/2026
Gagap Paham - Featured

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat

26/02/2026
Gagap Paham - Featured

Esai Ramadan #8: Berhala Etiket dan Sopan Santun

25/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Gagap Paham - Featured

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    525 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Negara Teraman Dunia di Tengah Eskalasi Geopolitik Global, Adakah Indonesia Termasuk?

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Viral Uang Palsu Pecahan Rp 50.000 Bersinar di UV, BI Jelaskan Perbedaan dengan Rupiah Asli

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Pemkot Makassar Target SDN 1 Bawakaraeng Masuk 45 Besar Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Sabu-sabu 1 Ton di Kepulauan Riau

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Gagap Paham - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Gagap Paham - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Gagap Paham - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Gagap Paham - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Gagap Paham - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Gagap Paham - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Gagap Paham - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Gagap Paham - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Gagap Paham - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Gagap Paham - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Gagap Paham - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Gagap Paham - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Gagap Paham - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Gagap Paham - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.