Minggu, 11 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita

by A. Burhany
03/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
utama-13

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Esai ke-11 kita bicara tentang ampunan yang memiliki syarat mutlak—bahwa tobat yang sejati menuntut pengakuan, perbaikan, dan keberanian menatap cermin. Lalu kemarin, di hari ke-12 yang bersamaan dengan pecahnya konflik terbuka AS-Israel-Iran, kita belajar berpuasa dari nafsu yang paling berbahaya: nafsu merasa paling benar, dan keinginan memaksakan kebenaran versi masing-masing.

Rasa lapar dan haus siang tadi memperpanjang percakapan itu ke sebuah pertanyaan yang tidak mau pergi:

Jika solusi dari lapar dan haus selesai di saat berbuka dengan makan sepiring dan minum segelas—mengapa kita begitu sering memaksakan solusi lain untuk masalah-masalah yang sebenarnya tidak lebih rumit dari itu?


Di era AI yang makin cerdas, dengan pengetahuan yang semakin komprehensif, rasanya tidak ada lagi masalah teknis yang tidak punya solusi teknis.

Kita bisa menghitung distribusi pangan yang optimal. Kita bisa memodelkan kebijakan yang paling adil. Kita bisa merancang sistem yang meminimalkan kebocoran anggaran hingga beberapa desimal.

Tapi satu-satunya masalah yang belum—dan sepertinya tidak mau—dipecahkan bukan masalah teknis. Ia adalah masalah yang jawabannya sudah ada, sudah diketahui, sudah diucapkan berkali-kali dalam doa dan pidato dan kitab suci.

Masalah yang solusinya tidak membutuhkan kecerdasan buatan, tidak membutuhkan konsultan asing, tidak membutuhkan seminar internasional.

Ia hanya membutuhkan satu hal: keberanian untuk tidak memaksakan solusi versi kita sendiri.


Karena jika kita jujur, kita sebenarnya sudah tahu solusi dari hampir semua masalah besar yang kita hadapi.

Kita tahu bahwa korupsi selesai jika orang berhenti mengambil yang bukan haknya. Kita tahu bahwa konflik mereda jika pihak-pihak yang bertikai berhenti menyerang. Kita tahu bahwa ketimpangan berkurang jika mereka yang berlebih berhenti menumpuk. Kita tahu bahwa keadilan tegak jika hakim berhenti menjual pasal.

Solusinya sederhana. Bukan mudah—tapi sederhana.

Dan di sinilah ego kita masuk dan memperumit segalanya.


Ternyata, ego kita tidak suka solusi yang sederhana.

Solusi yang sederhana tidak membutuhkan kita. Ia tidak membutuhkan keahlian kita, jabatan kita, ijazah kita—berhala-berhala yang sudah kita bicarakan beberapa hari lalu—atau klaim langit kita. Dan manusia yang sudah terlanjur merasa penting, yang sudah membangun identitas di atas kompleksitas masalah yang ia kelola, sangat sulit menerima bahwa jawaban yang dicari ternyata tidak memerlukannya sama sekali.

Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - image 1

Maka kita memperumit. Kita menambah lapisan. Kita menciptakan prosedur, membentuk panitia, menggelar rapat koordinasi lintas kementerian. Bukan karena masalahnya memang kompleks—tapi karena kesederhanaan solusinya mengancam eksistensi kita sebagai orang yang dibutuhkan.

Lapar diselesaikan dengan makan. Tapi kita membangun industri diet, suplemen, aplikasi kalori, dan program detoks seharga jutaan rupiah—bukan karena lapar itu kompleks, tapi karena kita tidak tahan dengan jawaban yang terlalu sederhana untuk diberi label harga yang pantas.

Konflik diselesaikan dengan berhenti menyerang. Tapi kita membangun industri senjata, think tank geopolitik, dan teologi perang yang rumit—bukan karena konflik itu tidak bisa diselesaikan, tapi karena perdamaian tidak menghasilkan margin keuntungan yang cukup menarik bagi mereka yang hidup dari kompleksitas masalah orang lain.


Saya bicara ini sebagai seseorang yang pernah bertahun-tahun hidup di dalam mesin yang sama—mesin yang nafkahnya bergantung pada masalah yang tidak kunjung selesai.

Saya tahu persis bagaimana rasanya duduk di rapat musrembang yang membahas kemiskinan, menghasilkan rekomendasi yang tebal dan berwibawa, lalu pulang ke rumah yang nyaman dengan honor konsultasi yang cukup untuk membayar liburan akhir tahun.

Solusinya sudah kita tahu. Tapi kita memilih untuk terus membicarakannya daripada melakukannya—karena melakukannya tidak membutuhkan kita, sementara membicarakannya membuat kita merasa penting.


Dan di sinilah puasa hari ke-13 ini berbicara dengan cara yang paling langsung dan paling tidak bisa saya hindari.

Selama beberapa jam tadi, solusi dari lapar saya adalah menunggu Magrib. Tidak ada yang lebih canggih dari itu. Tidak ada strategi, tidak ada negosiasi, tidak ada konsultan yang perlu dibayar. Hanya menunggu—dan mempercayai bahwa waktunya akan tiba.

Dan ketika azan berkumandang, saya makan sepiring. Minum segelas. Selesai.

Kesederhanaan itu, ternyata, adalah bentuk kerendahan hati yang paling jujur. Menerima bahwa tidak semua solusi membutuhkan kita untuk menjadi pahlawannya. Bahwa kadang tugas kita bukan merancang solusi—tapi cukup berhenti menjadi bagian dari masalahnya.


Besok kita menutup fase Maghfirah. Dan pertanyaan yang akan kita bawa ke sana adalah pertanyaan yang paling dekat, paling personal, paling tidak bisa dihindari dengan teori mana pun:

Jika solusinya sesederhana itu—jika kita sudah tahu jawabannya, jika kita bahkan sudah mengucapkannya dalam doa lima kali sehari—mengapa jarak antara siapa kita di atas sajadah dan siapa kita setelah salam masih selebar itu?

Selamat berbuka. Selamat menerima bahwa terkadang, makan sepiring dan minum segelas sudah cukup.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: berbuka puasaberbuka puasa sederhanaesai Ramadanesai ramadan hari ke 13industri masalahmakna niat puasamakna puasa menekan egomengapa birokrasi rumitniat puasa RamadanoverthinkingRamadanRamadan 2026solusi sederhana masalah egospiritualitas puasa
Share14Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ribuan Warga Mataram Sambut Meriah Bintang MotoGP dalam Riders Parade

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.