Minggu, 14 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

by A. Burhany
27/02/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Saya pernah duduk berhadapan dengan seorang kawan ateis dalam diskusi yang panjang dan berasap. Dengan nada sarkastis yang cerdas, ia bertanya: “Mengapa manusia modern masih butuh agama? Bukankah surga dan neraka hanyalah dongeng pengantar tidur agar kita tidak saling membunuh saat gelap? Bahkan lebih keji lagi, hanya alat politik semata?”

Banyak orang mungkin menjawab dengan ayat-ayat ancaman atau janji-janji manis. Tapi hari itu saya menyadari sesuatu yang lebih mendasar—tentang anatomi jiwa saya sendiri.

Saya katakan padanya bahwa hubungan saya dengan Tuhan telah berevolusi.

Dulu, mungkin saya seperti budak—menjalankan ritual karena takut cambuk neraka. Lalu saya tumbuh menjadi pedagang—menghitung pahala seperti dividen saham, berharap investasi sujud saya akan ditukar dengan kapling surga yang eksklusif.

World Cup 2026

Tapi sekarang, di tahap ini, ber-Tuhan bukan lagi soal transaksi akhirat, tapi soal kesehatan mental kita, yang akan berdampak pada orang-orang di sekitar kita.

Saya butuh Tuhan karena saya takut pada satu hal: jika Tuhan tidak ada, maka saya—atau manusia lain di depan saya—berpotensi menuhankan diri. Dan tidak ada yang lebih berbahaya di muka bumi ini daripada manusia yang merasa dirinya pusat semesta tanpa langit-langit.

Kita tidak perlu jauh-jauh mencari contohnya.

Lihatlah apa yang terungkap dalam Epstein Files—skandal yang mengguncang tembok peradaban kita. Di sebuah pulau pribadi yang jauh dari jangkauan hukum publik, orang-orang dengan kekuasaan dan harta melimpah membangun dunia mereka sendiri, lengkap dengan ilusi keilahian. Mereka merasa kebal hukum, merasa bisa membeli nasib manusia lain seolah-olah mereka adalah pencipta takdir.

Atau lihat previlese di kalangan pejabat, petinggi, dan wakil-wakil kita di DPR. Mengeluhkan tunjangan perumahan 50 juta sebulan, sementara masih banyak rakyat yang mereka wakili tinggal di emperan dan di bedeng kardus tepi rel kereta api.

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - image 2

World Cup 2026

Digaji dan difasilitasi dengan uang pajak dari rakyat jelata, mulai dari PPN saat membeli telur di warung, hingga potongan PPh gaji ASN dan karyawan swasta, tapi ingin dirajakan saat melintas di jalan publik dan sebagian tega menindas rakyat, hingga kebijakan-kebijakan yang lebih mementingkan kepentingan kelompok dan golongannya.

Inilah yang oleh orang Yunani kuno disebut hubris—kesombongan ekstrem yang membuat manusia merasa setara dengan para dewa.

Ketika manusia tidak lagi mengakui otoritas yang lebih tinggi dari dirinya sendiri—baik itu Tuhan, nurani, atau hukum yang absolut—maka ia akan mulai menuhankan hartanya, menuhankan jabatannya, menuhankan hawa nafsu dan ambisinya sendiri. Dan di situlah peradaban mulai retak dari dalam.

Ramadan, di hari kesepuluh ini, hadir sebagai penawar bagi hubris.

Puasa adalah pengingat biologis yang paling kasar bahwa kita bukan dewa. Seorang dewa tidak akan gemetar hanya karena belum minum air sejak fajar. Seorang dewa tidak akan kehilangan kendali emosinya hanya karena terjebak macet dengan perut kosong. Dalam rasa lapar yang kita rasakan hari ini, ada sesuatu yang sedang diruntuhkan—berhala-berhala yang selama ini kita bangun diam-diam di dalam kepala kita sendiri.

Bagi saya, esensi beragama adalah tentang menetapkan batas. Saya memilih sujud agar saya tidak pernah menundukkan kepala pada materi.

Saya memilih mengakui kebesaran Tuhan agar saya tidak pernah merasa besar di depan orang-orang lain—termasuk mereka yang memilih jalan yang berbeda dari saya.

Bagi kawan-kawan yang tidak meyakini konsep Tuhan secara personal, nilai ini tetap krusial secara universal. Peradaban yang sehat membutuhkan langit-langit—standar moral yang lebih tinggi dari kepentingan pribadi.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Tanpa itu, kita hanya akan terus melahirkan tuhan-tuhan kecil yang haus kuasa di kantor-kantor pemerintahan, di puncak korporasi, di lembaga-lembaga keagamaan, dan di meja-meja birokrasi yang kemarin kita bicarakan.

Di penghujung 10 paruh pertama Ramadan ini, mari kita periksa: siapa yang sedang duduk di singgasana hati kita? Apakah benar Tuhan—ataukah ego kita yang sedang menyamar mengenakan jubah kesalehan?

Jangan sampai kita berpuasa sebulan penuh, namun tetap membawa mentalitas tuhan-tuhan kecil yang merasa berhak menghakimi dan menguasai sesama.

Mari kita nikmati rasa lemah ini—karena justru di dalam kelemahan itulah, kemanusiaan kita yang sejati sedang diselamatkan.

Selamat menghancurkan ilusi keilahian di dalam diri.

Tags: bahaya kekuasaan tanpa batasberbuka puasaesai Ramadanesai refleksi Ramadanfilosofi puasahubris adalahkesombongan pejabatmakna niat puasamakna puasa menahan egoniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasaTunjangan DPR
Share11Tweet7Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo - Arsip

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Pembukaan Piala Dunia 2026: Meksiko Menang di Azteca

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Piala Dunia 2026: Jeda Minum Berujung Blok Iklan, Penonton Global Marah

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemkot Makassar Tawarkan Rp100 Juta: Warga Makassar, Ini Kriteria RT Pengelola Sampah Terbaik Anda!

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gempa M 7,7 Filipina Selatan Picu Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia: Analisis BMKG dan Imbauan Kewaspadaan

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Semuanya yang Perlu ‘Noob’ Ketahui

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.