Selasa, 11 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

by A. Burhany
27/02/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
utama-10

Saya pernah duduk berhadapan dengan seorang kawan ateis dalam diskusi yang panjang dan berasap. Dengan nada sarkastis yang cerdas, ia bertanya: “Mengapa manusia modern masih butuh agama? Bukankah surga dan neraka hanyalah dongeng pengantar tidur agar kita tidak saling membunuh saat gelap? Bahkan lebih keji lagi, hanya alat politik semata?”

Banyak orang mungkin menjawab dengan ayat-ayat ancaman atau janji-janji manis. Tapi hari itu saya menyadari sesuatu yang lebih mendasar—tentang anatomi jiwa saya sendiri.

Saya katakan padanya bahwa hubungan saya dengan Tuhan telah berevolusi.

Dulu, mungkin saya seperti budak—menjalankan ritual karena takut cambuk neraka. Lalu saya tumbuh menjadi pedagang—menghitung pahala seperti dividen saham, berharap investasi sujud saya akan ditukar dengan kapling surga yang eksklusif.

Tapi sekarang, di tahap ini, ber-Tuhan bukan lagi soal transaksi akhirat, tapi soal kesehatan mental kita, yang akan berdampak pada orang-orang di sekitar kita.

Saya butuh Tuhan karena saya takut pada satu hal: jika Tuhan tidak ada, maka saya—atau manusia lain di depan saya—berpotensi menuhankan diri. Dan tidak ada yang lebih berbahaya di muka bumi ini daripada manusia yang merasa dirinya pusat semesta tanpa langit-langit.

Kita tidak perlu jauh-jauh mencari contohnya.

Lihatlah apa yang terungkap dalam Epstein Files—skandal yang mengguncang tembok peradaban kita. Di sebuah pulau pribadi yang jauh dari jangkauan hukum publik, orang-orang dengan kekuasaan dan harta melimpah membangun dunia mereka sendiri, lengkap dengan ilusi keilahian. Mereka merasa kebal hukum, merasa bisa membeli nasib manusia lain seolah-olah mereka adalah pencipta takdir.

Atau lihat previlese di kalangan pejabat, petinggi, dan wakil-wakil kita di DPR. Mengeluhkan tunjangan perumahan 50 juta sebulan, sementara masih banyak rakyat yang mereka wakili tinggal di emperan dan di bedeng kardus tepi rel kereta api.

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - image 1

Digaji dan difasilitasi dengan uang pajak dari rakyat jelata, mulai dari PPN saat membeli telur di warung, hingga potongan PPh gaji ASN dan karyawan swasta, tapi ingin dirajakan saat melintas di jalan publik dan sebagian tega menindas rakyat, hingga kebijakan-kebijakan yang lebih mementingkan kepentingan kelompok dan golongannya.

Inilah yang oleh orang Yunani kuno disebut hubris—kesombongan ekstrem yang membuat manusia merasa setara dengan para dewa.

Ketika manusia tidak lagi mengakui otoritas yang lebih tinggi dari dirinya sendiri—baik itu Tuhan, nurani, atau hukum yang absolut—maka ia akan mulai menuhankan hartanya, menuhankan jabatannya, menuhankan hawa nafsu dan ambisinya sendiri. Dan di situlah peradaban mulai retak dari dalam.

Ramadan, di hari kesepuluh ini, hadir sebagai penawar bagi hubris.

Puasa adalah pengingat biologis yang paling kasar bahwa kita bukan dewa. Seorang dewa tidak akan gemetar hanya karena belum minum air sejak fajar. Seorang dewa tidak akan kehilangan kendali emosinya hanya karena terjebak macet dengan perut kosong. Dalam rasa lapar yang kita rasakan hari ini, ada sesuatu yang sedang diruntuhkan—berhala-berhala yang selama ini kita bangun diam-diam di dalam kepala kita sendiri.

Bagi saya, esensi beragama adalah tentang menetapkan batas. Saya memilih sujud agar saya tidak pernah menundukkan kepala pada materi.

Saya memilih mengakui kebesaran Tuhan agar saya tidak pernah merasa besar di depan orang-orang lain—termasuk mereka yang memilih jalan yang berbeda dari saya.

Bagi kawan-kawan yang tidak meyakini konsep Tuhan secara personal, nilai ini tetap krusial secara universal. Peradaban yang sehat membutuhkan langit-langit—standar moral yang lebih tinggi dari kepentingan pribadi.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Tanpa itu, kita hanya akan terus melahirkan tuhan-tuhan kecil yang haus kuasa di kantor-kantor pemerintahan, di puncak korporasi, di lembaga-lembaga keagamaan, dan di meja-meja birokrasi yang kemarin kita bicarakan.

Di penghujung 10 paruh pertama Ramadan ini, mari kita periksa: siapa yang sedang duduk di singgasana hati kita? Apakah benar Tuhan—ataukah ego kita yang sedang menyamar mengenakan jubah kesalehan?

Jangan sampai kita berpuasa sebulan penuh, namun tetap membawa mentalitas tuhan-tuhan kecil yang merasa berhak menghakimi dan menguasai sesama.

Mari kita nikmati rasa lemah ini—karena justru di dalam kelemahan itulah, kemanusiaan kita yang sejati sedang diselamatkan.

Selamat menghancurkan ilusi keilahian di dalam diri.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: bahaya kekuasaan tanpa batasberbuka puasaesai Ramadanesai refleksi Ramadanfilosofi puasahubris adalahkesombongan pejabatmakna niat puasamakna puasa menahan egoniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasaTunjangan DPR
Share11Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Meta AI Mode: Facebook Ubah Pencarian dengan Kecerdasan Buatan dari Konten Publik Anda

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Danny Semangati 1.200 Mahasiswa KPM IAIN Pare – Pare

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga BBM Nonsubsidi Turun Serentak per 1 Agustus 2026: Simak Rincian Lengkapnya!

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.