Senin, 31 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

by A. Burhany
28/02/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
utama-11

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Sepuluh hari pertama Ramadan kita habiskan untuk melihat ke dalam—meruntuhkan ego, menjaga kejujuran di ruang-ruang sunyi, memeriksa lidah dan keberanian kita menerima kebenaran, sekaligus berkata jujur walau pahit akibatnya pada diri sendiri. Lalu kita mulai melihat ke luar—ke pasar hukum, ke cermin yang dibawa rakyat, ke hubris yang menghuni gedung-gedung tinggi dan kita yang masih menuhankan diri.

Hari ini kita memasuki fase 10 hari kedua Ramadan: Maghfirah. Ampunan.

Semasa tinggal di Bandung antara 2010 hingga 2013, angkot adalah kendaraan umum yang saya gunakan sehari-hari—dan sering menjadi penumpang terakhir. Dengan bahasa Sunda yang kaku dan campur aduk, kerap berbincang dengan sopir-sopir angkot tentang banyak hal: dari perseteruan suporter Persib dan Persija, harga cabe, sambel jengkol, pilpres, pemilu, pilkada, hingga relokasi dan revitalisasi sari item.

Esai kali ini saya ingin meminjam sudut pandang sang sopir—berbagi kisah tentang ampunan dari kursi kemudi.

***

Tanganku masih mencengkeram kemudi ini dengan kaku. Di depanku, jalanan memanjang seperti nasib bangsa yang tak kunjung terang. Saya adalah sopir di bus yang kalian tumpangi—sebuah armada besar bernama PO Bus Parpol. Kalian naik dengan harapan sampai ke tujuan bernama “Keadilan, Kemajuan, Kesejahteraan”.

Namun saya sering memutar rute ke jalan-jalan tikus demi mengejar setoran untuk pemilik perusahaan, atau sekadar barter ban serep di pasar hukum yang tempo hari kita bicarakan.

Di masjid-masjid dan baliho-baliho pinggir jalan, wajah rekan-rekan saya terpampang rapi dengan senyum paling santun. Mereka bicara tentang pintu maaf yang terbuka lebar. Tapi sebagai sesama sopir, saya tahu satu rahasia pahit: ampunan bukanlah tombol reset yang bisa ditekan hanya dengan sujud yang lama atau sedekah yang banyak tak lupa ditempeli foto wajah saya.

Ampunan memiliki syarat mutlak—sebuah logika if and only if yang tak bisa ditawar.

Pertama, saya harus mengakui bahwa saya telah sengaja mengerem mendadak hingga kalian terbentur. Kedua, saya harus turun dari kursi kemudi, menatap mata kalian satu per satu di bangku belakang, dan memohon maaf atas rute palsu yang saya ambil. Dan ketiga—yang paling mustahil—kalian harus memaafkan saya.

Tanpa tiga syarat itu, ampunan Tuhan hanyalah imajinasi yang saya ciptakan untuk menenangkan diri sendiri. Dan tidak akan pernah sampai ke tahap diampuni yang indikasinya jelas: terhalang dari melakukan kesalahan yang sama.

***

Selama ini, kami para pengambil kebijakan dan pengawal kebijakan memperlakukan kalian bukan sebagai daulat penumpang, melainkan sebagai barang bawaan di bagasi. Kalian hanya dibutuhkan saat musim bayar tiket—Pemilu—setelah itu kalian adalah statistik yang berisik. Kami mematikan suara nurani kami agar bisa tidur nyenyak di atas penderitaan kalian.

Ada yang bilang neraka adalah api yang membakar kulit. Bagi saya, setelah bertahun-tahun memegang kemudi ini, neraka memiliki bentuk yang lebih mengerikan: nurani yang bisu.

Ketika saya melihat anak sekolah di pelosok Ngada tak punya pena dan buku tulis, dan hati saya tidak lagi berdesir—itulah neraka. Ketika saya melihat hukum dan jabatan diperjualbelikan seperti onderdil bekas, dan saya merasa itu wajar—itulah neraka. Dan ketika nurani itu benar-benar berhenti mengusik, ketika saya sudah merasa benar dalam kejahatan yang saya lakukan—maka itulah dasar neraka yang paling dalam.

***

Di fase Maghfirah ini, saya tidak ingin hanya meminta ampun kepada Langit.

Saya ingin meminta ampun kepada lantai. Kepada aspal yang saya lalui dengan angkuh, kepada penumpang yang saya telantarkan di terminal antah-berantah, kepada kejujuran yang saya gadaikan demi mahar politik.

Sopir yang baik bukan dia yang paling lihai berkelit dari kemacetan. Ia adalah dia yang berani mengakui ketika salah jalan—ketika ia membahayakan penumpang yang membayarnya dan mempercayakan nyawanya padanya.

***

Saya menyadari ini bukan pengakuan yang mudah ditulis. Jauh lebih mudah berdiri di mimbar dan bicara tentang ampunan daripada duduk di bangku penumpang sendiri dan merasakan seperti apa rasanya ditipu oleh sopir yang tersenyum.

Tapi Ramadan mengajarkan satu hal yang tidak bisa saya hindari: ampunan yang sejati selalu dimulai dari yang paling dekat—dari cermin, bukan dari langit. Sebelum saya meminta langit memaafkan saya, saya harus turun lebih dulu. Turun dari kursi kemudi yang terlalu lama saya duduki dengan nyaman.

***

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - image 1

Bagi kalian para penumpang—jangan biarkan kami tidur nyenyak dalam ampunan palsu. Teruslah mengetuk kaca spion kami. Teruslah bersuara dari bangku belakang. Sebab jika kalian berhenti bersuara dan kami berhenti merasa, bus ini tidak sedang menuju ke mana-mana yang baik. Kita sedang meluncur bersama menuju kesunyian hati nurani yang paling mematikan.

***

Hari ke-11 ini adalah tentang keberanian menatap cermin—bukan cermin yang dibawa rakyat seperti kemarin, melainkan cermin yang harus kita angkat sendiri dengan tangan kita yang gemetar.

Sebelum saya meminta Tuhan memaafkan saya, saya harus bertanya lebih dulu: bisakah saya memaafkan diri saya sendiri yang telah menjadi sopir yang buruk bagi kalian? Bisakah saya meyakinkan diri sendiri dan penumpang, bahwa tujuan yang kita tuju bukan harapan palsu yang diperbaharui setiap lima tahun?

Selamat memasuki fase ampunan yang jujur. Jangan hanya membersihkan sajadah—bersihkanlah jalanan yang kita lalui.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: ampunan pejabat publikberbuka puasaesai politik ramadanesai Ramadanmakna maghfirah ramadanmakna niat puasametafora sopir busniat puasa Ramadannurani yang matipemimpin minta maafPO Bus ParpolRamadanRamadan 2026spiritualitas puasasyarat taubat pemimpin
Share18Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Vivo T5 5G Meluncur 2 September 2026 di India: Kombinasi Baterai Raksasa dan Desain Tipis

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Karhutla Kalimantan Makin Parah: Desakan Penindakan 72 Tersangka dan Puluhan Perusahaan, Presiden Tinjau Langsung

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Miliarder K-Pop: Intip Kekayaan Bersih Anggota BLACKPINK di Tahun 2026!

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 5 Gaya Rambut Pria untuk Jidat Lebar: Auto Ganteng & Pede

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OJK Perluas Akses Pendanaan Produktif UMKM: Pindar Jadi Penopang Krusial di Tengah Lonjakan Pembiayaan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Akun Media Sosial CEO Google Dibobol Hacker OurMine

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.