Selasa, 11 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Gagap Paham

by Redaktur
09/01/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
rekaman raqib dan atid

rekaman raqib dan atid

Guru bahasa Indonesia semasa SMA sulit terlupakan, pak Rahmat Banjar. Arti namanya keren, kasih sayang yang berjejer rapi. Beliau disukai murid-muridnya, mungkin karena satu dari dua jam pelajaran dipakai bercanda dengan kami.

Kurikulum CBSA (cara belajar siswa aktif) mengharuskan kelas membaca sendiri bagian penjelasan sebelum masuk ke soal dan latihan. Awalnya pak Rahmat Banjar juga begitu, hingga suatu kali di deret pertama dari tiga deret kolom meja dan kursi, seorang kawan kedapatan asyik membaca stensilan Enny Arrow, diselipkan dalam buku cetak bahasa Indonesia, anak 90an biasanya tahu.

Sejak itu pembagian bangku di kelas kami menurut jenis kelamin, daerah stensilan ditandai sebagai daerah rawan untuk perempuan. Tidak mau tertipu dengan bacaan lain yang kami sisipkan ke dalam buku, sekelas tidak boleh lagi membaca sendiri. Satu persatu bergiliran ke depan membaca lembar demi lembar. Akhirnya tiba giliran Pudin. Pak Rahmat Banjar mengamati keringat sebesar jagung keluar dari dahi Pudin yang berdiri di depan kelas. Kecepatannya membaca satu kalimat sudah sehalaman untuk waktu yang sama bila kami yang membaca.

Makin gagap Pudin, makin usil pak Rahmat Banjar mengageti Pudin. Gagap lalu gagu, kemudian mengulang lagi membaca dari awal. Anehnya saat diminta mengaji Qur’an Pudin lancar tak terbendung.
Dua semester Pudin menderita dan cuma pak Banjar yang menyadari bahwa gagap Pudin berkurang drastis, keringat sebesar jagung tidak jatuh lagi dari dahinya. Asal tidak dikageti Pudin bisa membaca selancar kami. Bagi kami hiburan, bagi pak Banjar pendidikan privat. Pudin gagap membaca dan kami gagap pahami pendidikan ala pak Rahmat Banjar.

Kemarin baru menamatkan tafsir surah An-Najm Sayyid Quthb, Di Bawah Naungan Qur’an Jilid 11 (Gema Insani, 2004). Sayyid Quthb salah seorang pentolan Ikhwanul Muslimin di Mesir yang dihukum mati oleh presiden mesir Gamal Abdul Nasser atas tuduhan makar. Beliau pernah ditawari amnesti dengan syarat meminta maaf, Sayyid Quthb menolak. Mungkin karena tidak merasa melakukan apa yang dituduhkan, atau Sayyid Quthb mencapai apa yang diimpi-impikannya, ketika derita dan bahagia sama saja. Seperti hadits dalam shahîh Ibnu Hibbân yang beliau kutip dalam tafsir surah An-Najm, penjelasan Rasulullah ketika ditanya tentang suhuf nabi Musa, poin ke 3 dari 5 poin yang bunyinya: “(3) Aku heran kepada orang yang telah meyakini akan adanya qadar (ketentuan) Allah, tetapi mengapa mereka marah-marah (bila sesuatu menimpa dirinya). ”

Sedikit tergagap memahami, Sayyid Quthb meskipun pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat namun tetap konservatif dalam syariat, pernah menyatakan tidak setuju dengan gaya beragama kaum Sufi yang menyepi dan menepi dari kehidupan dunia. Saat menafsirkan surah An-Najm mencari penjelasan mengapa kafir Qurays mau sujud bersama-sama Rasulullah seperti di ayat terakhir surah An-Najm, beliau seolah berada di waktu dan tempat kejadian (hal 84), beliau mengalami ‘perjalanan’ yang lazim dialami oleh kaum sufi saat ‘diperjalankan’ bila telah tiba waktunya menemukan jawaban atas suatu pertanyaan. Pada beberapa majelis khusus, redaksi pernah mendengarkan hadits dan tafsir ayat dibacakan lengkap dengan gambaran suasana ketika hadits dan atau ayat itu turun, bukan hanya sebab turun, namun juga rasa dan suasana ketika itu, sehingga konteksnya lebih utuh dalam satu bingkai pemahaman.

Kejadian yang dialami Sayyid Quthb dan beberapa ahli tafsir lainnya bukanlah sesuatu yang ajaib, bukan atas kemauan yang bersangkutan seseorang ‘diperjalankan’. Tidak ada yang ajaib bila Tuhan menghendaki. Penjelasan yang hampir ilmiah tentang ‘perjalanan pikiran’ menembus dimensi ruang dan waktu kira-kira seperti artikel “Berpikir Jernih” sebelum ini. Bukan hanya milik ahli tafsir dan kaum sufi, para ilmuwan, pemikir, perupa, seniman dan komposer musik juga terbiasa berpikir multi ruang (dan waktu) dalam satu keadaan dengan peruntukan yang berbeda-beda.

Syukurlah pikiran dan perspektif ternyata tidak kaku meski awalnya gagap, bisa menyesuaikan begitu memiliki data baru. Beliau ternyata tidak sekaku gambaran kami selama ini, termasuk gambaran tentang gerakan Ikhwanul Muslimin yang ikut dibesarkan mendiang. Kagum, beliau mencantumkan di halaman 87 riwayat tentang keheranan kafir Qurays, mengapa Rasulullah tidak pernah mencela Tuhan kaum Yahudi dan Nasrani tapi mencela Lata, Uzza dan Manna (berhala kafir Qurays).

Lepas dari tafsir surah An-Najm yang mengagumkan. Ada pendapat mendiang Sayyid Quthb yang sampai hari ini belum terbukti, kerusakan tatanan masyarakat adalah akibat dari tidak diterapkannya nilai dan syari’at Islam dalam suatu sistem kemasyarakatan. Kami pahami sebagai semangat mendiang ingin ‘mengislamkan’ tatanan dan sistem. Tanpa mengurangi rasa hormat pada mendiang, sampai hari ini sistem dan tatanan tidak bisa diislamkan atau dikafirkan. Sesuai tujuan agama-agama diturunkan untuk umat manusia, untuk bani Adam bukan untuk sistem.

Orang-orang di dalam sebuah sistem bisa diislamkan. Diislamkan bukan berarti harus beragama Islam, tapi Islam dalam arti nilai-nilai. Dan dalam nilai-nilai Islam ada nilai-nilai ajaran agama sebelumnya. Dalam ajaran Islam terkandung suhuf (lembar) Ibrahim, Musa dan Isa yang inti ajarannya tentang Tauhid (akidah) dan memanusiakan diri sendiri dan orang lain (kebaikan dan akhlak).

Masalahnya, mengislamkan diri sendiri dan umat islam sendiri belum selesai. Akidah adalah urusan pribadi tiap-tiap manusia dengan Tuhan yang sudah ditentukan sejak sebelum manusia dilahirkan ke dunia melalui keluarga dan lingkungan yang bagaimana, daerah ini diluar jangkauan manusia yang satu atas manusia yang lain, bukan hak manusia menghakimi manusia yang satu atas manusia lain. Seseorang bisa saja mengaku dan terlihat ahli Tauhid tapi ternyata masih menuhankan agama, kejayaan, golongan, kepopuleran, ras, ciptaan, uang, status sosial, materi dan lain-lain.

Pasangan akidah, yaitu akhlak masih dalam jangkauan. Bila akhlak beres, akidah dengan sendirinya akan ikut beres. Meski mirip, bebeda dimensi kesadaran dalam akhlak dengan etika-moral. Akhlak lahir dari kesadaran menghamba pada Pencipta, sedangkan etika dan moralitas lahir dari kesadaran bahwa dirinya sama dengan mahluk lain sesama ciptaan.

Kegagapan adalah proses. Bukan cuma dalam artikulasi membaca, juga ada dalam proses memahami, yang gagap belum tentu tidak lebih paham dari yang lancar.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

Vaatu dan Raava

Kecerdasan Buatan Tanpa Muatan Kepentingan Bisa Lebih Cerdas Dari Yang Membuatnya

Selamat Jalan Buya Kamba

Punggung Baginda Nabi Muhammad SAW.

Tags: gagap pahamTepekur
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Gagap Paham - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Gagap Paham - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Gagap Paham - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Gagap Paham - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Gagap Paham - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Gagap Paham - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Gagap Paham - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Gagap Paham - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    445 shares
    Share 178 Tweet 111
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Meta AI Mode: Facebook Ubah Pencarian dengan Kecerdasan Buatan dari Konten Publik Anda

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Danny Semangati 1.200 Mahasiswa KPM IAIN Pare – Pare

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga BBM Nonsubsidi Turun Serentak per 1 Agustus 2026: Simak Rincian Lengkapnya!

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.