Senin, 6 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Termenung Pasca Drama Penyanderaan di Rutan dalam Mako Brimob Depok

by A. Burhany
11/05/2018
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 6 mins read
A A
foto : gugusan perbukitan karst rammang rammang maros

foto : gugusan perbukitan karst rammang rammang maros

Usai sudah drama penyanderaan, dan proses hukum harus berlangsung. Mereka yang terbukti membunuh dan merusuh tetap dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Salut, polisi mengedepankan penegakan hukum dengan memberi kesempatan para narapidana kasus terorisme menyerahkan diri, ketimbang langsung masuk menyerbu para narapidana terorisme, yang selama hampir 30 jam menguasai 3 blok rumah tahanan cabang Salemba yang berada di dalam markas Brimob Kelapa Dua Depok.

Warganet seperti biasa, terpolarisasi menjadi pro, kontra, dan netral. Mereka yang kontra dengan keputusan POLRI geram, menganggap POLISI bersikap lunak setelah lima orang anggota polisi menjadi korban dalam kerusuhan. Mereka yang pro dengan keputusan POLISI untuk tidak langsung masuk menyerbu, menganggap tindakan tersebut menunjukkan profesionalisme Kepolisian RI sebagai aparat penegak hukum, bukan hukum itu sendiri.

Redaksi juga pro dengan keputusan Kepolisian RI, karena kolom opini tidak ada kewajiban harus netral, walaupun begitu berusaha sedapat mungkin melihat dengan banyak sudut pandang dari kedua sisi.

World Cup 2026

Pertama: Memutuskan Rantai Dendam

Polisi dan para penganut paham radikalisme keduanya manusia, dalam setiap konflik dan peperangan yang selalu menjadi korban pertama, pasti nilai-nilai kemanusiaan. Dengan tidak langsung menyerbu begitu sandera terakhir dikeluarkan, Polisi telah memutuskan rantai dendam dari sisi mereka.

Hal serupa, yang menjadi sebab perdamaian bisa tercipta dan terjaga pasca kerusuhan Ambon dan kerusuhan Poso. Ketika kubu yang bertikai memutuskan berhenti mendendam. Beberapa aksi-aksi provokasi yang mencoba menyulut kembali kerusuhan, menyalakan api dendam, menjadi mati angin.

World Cup 2026

Tentu, kasus yang terjadi di rutan di dalam kompleks Mako Brimob Kelapa Dua Depok tidak tuntas selesai jika hanya dengan memutuskan rantai dendam di satu pihak saja, kedua belah pihak seharusnya.

Hukuman yang dijatuhkan kepada narapidana yang membunuh polisi petugas rutan, haruslah hukuman yang adil dan setimpal. Dihukum karena melanggar hukum menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja, bukan karena pemahaman radikal yang selama masih dalam kepala tidak diwujudkan menjadi aksi yang terlarang, dan dihukum bukan karena dendam.

Selain lingkaran dendam, masih ada lingkaran lain yang membuat peperangan antara anti teror dan teroris menjadi awet.

Lingkaran Kedua: Perbedaan Ideologi

Dalam tulisan berseri berjudul “Sketsa Indonesia” yang masih dalam proses penulisan redaksi, ada satu Bab yang khusus membahas tentang gambar besar NKRI yang tertuang dalam dasar negara Pancasila, yang disebut oleh Grand Syekh Al-Azhar, Ahmed Mohamed Ahmed El-Thayeb dalam kunjungan kali ketiganya di Indonesia tanggal 2 Mei 2018 lalu, bukan hanya sejalan dengan nilai-nilai Islam, tetapi juga merupakan esensi ajaran Islam. Pendapat yang sejalan dengan tulisan “Sketsa Indonesia” yang belum selesai tersebut. Berikut kutipannya:

Jika Pancasila disusun menurut logika syarat dan prasyarat, maka urutan Pancasila seharusnya: “Karena bangsa ini berketuhanan yang maha esa, maka wajib hukumnya berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang menjadi pondasi bangunan keadilan sosial, hingga seluruh komponen bangsa mau bersatu, dalam hikmat kerakyatan permusyawaratan dan perwakilan.”

Meskipun bagi yang berpikiran tertutup, setiap pemikiran yang mencoba mencari jalan keluar terlihat sebagai masalah baru, usaha menjelaskan perbedaan ideologi bernegara dengan ideologi beragama bukanlah perbandingan yang sepadan harus tetap dilakukan, sebagai bentuk ikhtiar.

Agama berada jauh di atas ideologi berbangsa dan bernegara, menembus sekat-sekat perbedaan bangsa, ras. Seseorang yang memahami agamanya dengan baik, akidahnya akan tetap terjaga sekalipun ia sedang berfungsi sebagai komponen sebuah bangsa dan negara yang berideologi komunis sekalipun. Ia seperti lebah yang tidak merontokkan kelopak bunga ketika mengambil madu sekaligus membantu penyerbukan, sembari menghasilkan manfaat dari keberadaannya berupa madu. Keberadaannya tidak menjadi mudharat.

Lingkaran Ketiga: Kepicikan dan Kebodohan

Jangan bawa-bawa Tuhan dulu, tidak ada jalan pintas ke sorga, mati syahid tidak semudah memekikkan kalimat tauhid dan takbir. Menjadi syuhada dengan berbakti kepada kedua orang tua saja kita belum tentu berhasil.

Hampir semua ibadah formal umat muslim, salat, haji, puasa, dan lain-lain manfaat langsungnya untuk yang melaksanakan, bukti bahwa kita mencintai diri kita dan berusaha menjadi lebih baik dengan lebih taat perintah Tuhan. Namun menebar manfaat kebaikan dan kasih sayang kepada alam semesta, bukti keislaman seseorang sebagai pembawa rahmat, bukti kecintaannya pada Tuhan.

BACA JUGA:

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Qurban dan Keberanian Melepaskan yang Kita Cintai

Perayaan Hari Pers Nasional 2024: Menjelajahi Era Baru Pers, Pewarta Warga dan Kecerdasan Buatan

Ketika Udara Bersih Harus Diperjuangkan

Belikan Anak-Anak Komputer, Informatika Nanti Jadi Kebutuhan Manusia Keempat

Menegakkan ghirah, atau kehormatan Islam tidak selalu sama dengan menjaga kehormatan simbol-simbol, bila sampai mengabaikan nilai yang dibawa oleh simbol-simbol tersebut.

Banyak konflik yang terjadi karena ingin menjaga kehormatan simbol dengan mengorbankan nilai yang berada dalam simbol tersebut, padahal itu lebih menghina ketimbang yang menghina simbol karena memang tidak mengimani isi dan nilainya.

Ketika Rasulullah dihina, ditimpuk batu, kotoran, pernahkah Beliau SAW membalas dengan perlakuan yang kurang lebih sama demi menegakkan kehormatan? Tidak pernah. Ketika Al Qur’an disebut orang sebagai karangan Beliau SAW, apakah beliau marah? Tidak, malah memaklumi akan selalu ada manusia yang mengingkari dan melecehkan kandungan Al Qur’an.

Pada setiap konflik yang terjadi, tidak pernah benar-benar peperangan murni antara hitam dengan putih, kebaikan dan keburukan, selalu banyak kepentingan yang ikut terlibat.

Kepentingan yang tidak peduli harus berada di sisi hitam atau putih, bagian dari kebaikan atau keburukan, selama kepentingannya terakomodir dan konflik tersebut membantu mencapai tujuannya.

Kebodohan yang dimaksud bukan sesuatu yang bisa tuntas lewat sekolah formal, cukup dengan kejernihan akal dan nurani, dan hati yang sejuk terbiasa dibasuh dengan wudhu dan dzikir bila muslim.

Kebodohan yang bisa membuat orang membenci, mendendam, menghasut, merusak, dan membunuh atas nama Tuhan. Kebodohan yang bisa membuat aparat hukum bertindak sebagai hakim sekaligus algojo pelaksana vonis.

Kebodohan yang membuat seseorang dikuasai nafsu dan emosi, hingga mudah dijadikan alat peraih tujuan oleh pemilik kepentingan yang tidak memiliki lagi nurani pengingat mana yang baik, dan mana yang buruk, di mata mereka semua baik selama tujuannya tercapai.

Lingkaran Keempat : Kemiskinan

Mau diakui atau tidak, faktanya uang sejak lama menggantikan peran Tuhan sebagai motif utama penggerak sebagian besar umat manusia di dunia.

Uang juga tak berpihak juga tak bertuhan, ia bisa berada di semua sisi yang bisa terbeli atau tergadai. Uang tidak mengenal baik dan buruk. Pemilik kepentingan bila gagal bermain di tataran ideologi, harga diri, kebencian, dendam, dan cinta akan menggunakan uang sebagai alatnya. Setelah bergabung, tentu tetap akan diberikan asupan untuk emosi, pikiran dan jasmaninya, sesudah kelaparan karena kemiskinannya tertutupi.

Jangan kira semua peperangan dan konflik dimulai dengan cita-cita dan semangat (yang terdengar) mulia.

Banyak jihadis IS yang direkrut dengan janji gaji yang tinggi dan janji petualangan berperang sesungguhya. Mereka bahkan pernah memasang iklan rekrutmen di internet.

Sekitar tahun 2004 redaksi pernah didatangi seseorang yang tak kami kenal. Meminta mencari calon “pengantin” yang akan meledakkan bom bunuh diri, setelah gagal merayu supaya kami yang menjadi pengantin. Bila lajang, kehidupan kedua orang tuanya sampai mati akan ditanggung, bila berkeluarga kehidupan anak istrinya yang ditanggung. Mungkin karena mengamati keadaan ekonomi kami ketika itu. Kami menolak tegas, “Kami memang miskin, tetapi tidak bodoh. Mana ada jaminan langsung ke sorga dengan bunuh diri?”

Alhamdulillah, tidak semakin banyak darah yang tumpah sebelum memasuki ramadan. Semoga aparat yang gugur diterima amal baiknya di sisi Tuhan, dan pelaku bertaubat sebelum menerima hukumannya. (*)

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: OpiniTepekur
Share5Tweet3Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Anggaran Rp 30 Juta per Orang untuk Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Hasanuddin Usulkan Penghapusan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Tren Makeup dan Skincare Gen Z yang Wajib Kamu Tahu

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Windows 12 Lite: Sang Penyelamat Perangkat Keras Jadul? Mengupas Tuntas Potensi OS Ringan Microsoft

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026: Skema Baru dan Ketentuan Penting untuk Pedagang Online Indonesia

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pajak JHT: Aturan, Polemik Aturan, dan Rekomendasi Solusi Keadilan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jembatan Barombong Makassar: Harapan Baru Lewat Diskresi Menteri PU Setelah Gagal Program Inpres

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Bupati Kuansing Suhardiman Amby ‘Hilang’ Saat OTT KPK, Diduga Terkait Jual Beli Jabatan Sekda

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.