Rabu, 28 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Ketika Udara Bersih Harus Diperjuangkan

by A. Burhany
21/08/2023
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 8 mins read
A A
ketika-udara-bersih-harus-diperjuangkan

Di sebuah kampung pada zaman dahulu, ada seorang pemuda keasyikan berburu rusa. Ia menerobos jauh hingga ke belantara rimba, tidak sadar telah tersesat sampai hari mulai gelap. Rusa buruannya menghilang, bekas tapak kaki kuda tidak tampak lagi, tertutup kabut tebal dan pekat.

Bukan kabut polusi, revolusi industri masih beratus tahun kemudian, belum ada cerobong asap pembangkit listrik, pabrik dan kendaraan bermesin bakar. Asap dari tungku di rumah penduduk untuk memasak dan menghangatkan badan di musim dingin seperti saat ini, volumenya jauh dari mampu menurunkan kualitas udara dari sehat ke berbahaya. Pepohonan mengambil CO2 yang dibawa angin laut untuk bernapas, produksi karbon dari perkampungan manusia terlalu sedikit.

Dalam kepanikan karena hari mulai gelap dan kabut yang semakin tebal, ditambah lolongan serigala yang bersahut-sahutan, pemuda itu mulai ketakutan.

“Aku pasrah, sisa memilih akan mati dengan cara bagaimana, diterkam binatang buas, atau mati kelaparan dan kehausan.”

“Bodoh!” Ringkik kudanya.

“Baru kali ini aku mendengarmu bisa berbicara, dan kata pertamamu memaki bodoh?”

“Karena kebodohanmu dicengkeram pikiran ruwet dengan hal-hal yang belum terjadi, sampai aku terpaksa bicara.”

“Jadi apa saranmu kudaku yang pintar?”

“Kau masih ingat dari arah mana kita datang sebelum masuk ke tengah hutan ini?”

“Tepat di belakang kita, sekarang semuanya tertutup kabut! Pandanganmu dan pandanganku cuma selangkah ke depan, bagaimana bisa pulang ke perkampungan dengan itu?”

“Naiklah ke punggungku, kalau cuma tersedia satu langkah, itu yang kita ambil. Selangkah demi selangkah, selambat apa pun masih lebih baik ketimbang berdiam di sini dengan pikiranmu yang dicengkeram rasa takut menawarkan kematian.”

Singkat cerita, akhirnya pemuda itu berhasil pulang ke perkampungan. Setiap satu langkah yang ia ambil bersama kudanya, membuka satu langkah baru berikutnya.

***

Kisah di atas pernah kami baca di sebuah buku yang lupa apa judulnya, dengan sedikit adaptasi dengan kondisi faktual di Jakarta. Penulis buku tersebut, yang maaf kami juga lupa, mencoba memberikan metafora untuk pembacanya yang ‘overthinking’ yang diperparah situasi mencekam dan tidak diharapkan, agar mengambil langkah pertama yang bisa dilakukan dan berada dalam jangkauan.

Metafora yang pas menggambarkan seorang yang terbiasa ‘overthinking’ sedang berada di kota Jakarta, ditambah penyakit asma atau penyakit pernapasan lainnya, sedang memandang video pantauan satelit di atas langit kota Jakarta dan sekitarnya. Juga pas dengan situasi-situasi tidak ideal kami sehari-hari untuk menulis dengan tenang, tetapi fokus kami menyelesaikan tulisan dan berbagi, distorsi tidak sepenting apa yang ingin kami sampaikan.

Melalui pantauan situs ventusky.com, lewat tengah malam, kadar PM 2,5 lebih pekat dalam udara di langit Jakarta. Polutan kategori PM 2,5 yang berukuran lebih kecil dari sel darah merah berasal dari cerobong industri atau pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, kayu dan BBM, dan gas buang kendaraan bermotor berbahan bakar minyak, termasuk kereta api dan kapal laut yang bermesin diesel.

Kami yang pernah merasakan lengangnya jalan tol dan non-tol di Jakarta di atas pukul 12 malam, sebelum PPKM Covid-19, berkesimpulan penyumbang polusi di malam hari, bukan kendaran bermotor. Sumbangan polusi dari kendaraan bermotor di jalan raya nanti pukul 5 subuh sampai tengah malam.

Situasi makin rumit, mengharap hujan datang meluruhkan debu polusi saat El Nino nyaris mustahil. ‘Hujan Bulan Juni’ yang sanggup membuat Sapardi melahirkan puisi ikonik telah berlalu. Modifikasi cuaca dengan bibit awan tipis, arah angin dan kelembaban yang tidak sesuai, membesarkan bibit awan hujan peluangnya menjadi sangat kecil.

BACA JUGA:

Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Kalau merujuk metafora pemuda yang hilang di tengah hutan, bergerak satu langkah ke depan bukan solusi jangka pendek atau menengah, tetapi hasil ‘breakdown’ dari visi jauh ke depan, yaitu kembali pulang ke rumahnya.

Seperti sebelum ia menyadari jarak pandangnya hanya selangkah, pemuda tersebut lebih dahulu melakukan observasi, mengalihkan pikiran dan perasaannya dari kecemasan dan ketakutan pada hal-hal yang belum terjadi, ke upaya menemukan petunjuk ke arah solusi. Atau mengumpulkan data sebelum diolah menjadi informasi, kalau dalam bahasa konkrit.

Keputusan perlakukan work from home (WFH) untuk aparatur sipil negara di lingkup pemda DKI sudah pernah dilakukan saat PPKM Covid-19. Asumsi: ASN yang diwajibkan WFH 75% dari 52.100 orang (Data bkddki.jakarta.go.id) atau 39.075 orang, semuanya naik kendaraan pribadi berbahan bakar minyak.

Data dari kompas.com – 02/03/2022, turunnya jumlah kendaraan tidak memperbaiki (kadar) polusi PM2.5 di Jabodetabek,” ujar Data Scientist Nafas Indonesia, Prabu Setyaji dalam webinar NAFAS Air Quality Report 2021. Kemudian, didapatkan pula peningkatan polusi udara untuk PM2.5 di Jabodetabek menambah sebanyak 12 persen selama masa PPKM. Bahkan di beberapa wilayah kadar PM2.5 juga mengalami kenaikan, misalnya di Kelapa Gading naik 21 persen, Kuningan naik 17 persen, Bekasi Selatan naik 24 persen, dan Bogor bagian barat naik sekitar 33 persen.

Padahal, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2021, emisi kendaraan bermotor berkontribusi sebesar 70 persen terhadap pencemaran nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2) dan partikulat (PM) di wilayah perkotaan. Namun kenyataannya, kata Prabu, PPKM di Jakarta dan sekitarnya tidak menurunkan kadar polusi PM2.5 secara signifikan. “Itu artinya mungkin ada sumber-sumber (polusi udara PM2.5) yang lain yang lebih besar dari 70 persen yang dikatakan berasal dari mobilitas kendaraan bermotor,” jelas Piotr.

Riset terbaru mengungkapkan, pengurangan mobilitas masyarakat, dengan rendahnya penggunaan kendaraan di jalan raya selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas udara, maupun kadar polusi udara di Jabodetabek. Hal itu disampaikan Chief of Growth Officer Nafas Indonesia, Piotr Jakubowski. Piotr berkata berdasarkan riset yang dilakukan bersama Katadata Insight Center (KIC), serta Komunitas Bicara Udara menunjukkan kualitas udara di wilayah tersebut pada saat PPKM relatif sama, terutama pada kadar polusi PM2.5.

Namun, sekecil apa pun pengaruh WFH yang mengurangi mobilitas kendaraan bermotor berbahan bakar minyak, sudah bisa dianggap satu langkah kecil pertama. Langkah berikutnya, tetap fokus pada visi akhir udara Jakarta layak hirup.

Pengembangannya mungkin dengan menerapkan wajib bersepeda bagi ASN dan pekerja swasta yang tinggal di radius tertentu dari tempat kerjanya, meniru Amsterdam dan Utrecht, di Belanda. Target mengurangi mobilitas bisa juga dengan mewajibkan penggunaan kendaraan umum, tentu saja operator transportasi massal harus siap dengan lonjakan penumpang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat wilayah Ibu Kota 2011 dihuni oleh sekitar 9,6 juta jiwa pada malam hari. Jumlahnya membengkak menjadi 12 juta jiwa pada siang hari karena ada tambahan komuter. “Daya tampung penduduk Jakarta sudah overload,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Purba Hutapea saat dihubungi kemarin. Dengan pertumbuhan pertahun 1.45% (Data metro.tempo.co Sabtu, 10 September 2011)

Purba mengatakan Jakarta hanya sanggup menampung 12,5 juta jiwa sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang DKI Jakarta 2011-2030. “Itu kalkulasi sampai 2030. Bayangkan kalau sekarang saja sudah 12 juta jiwa,” ujarnya.

Langkah kedua, populasi sebesar itu jika dipandang sebagai potensi solusi, bukan potensi masalah, banyak perubahan yang bisa dilakukan. Katakanlah populasi Jakarta di malam hari tahun 2023 tetap 9,6 juta jiwa, 20% atau 1.920.000 orang di antaranya mau menanam satu dari tiga jenis pohon penyerap karbon polusi terbesar, PM2,5 tidak termasuk yang bisa diurai pepohonan melalui proses fotosintesa, namun akan menambah volume volume oksigen mengimbangi kadar karbon dioksida dan monoksida, yaitu:

  1. Trembesi (Samanea saman) 28.488,39 kg karbon per tahun, jika 1.920.000 orang menanam masing-masing 1 pohon Trembesi, maka tahun depan panen karbon dari udara sebanyak 54.697.708.800 kilogram.
  2. Cassia (Cassia sp) 5.295,47 kg karbon pertahun, jika 1.920.000 orang menanam masing-masing 1 pohon Cassia, maka tahun depan panen karbon dari udara sebanyak 10.167.302.400 kilogram.
  3. Kenanga (Cananguim odoratum) 756,59 kg karbon pertahun, jika 1.920.000 orang menanam masing-masing 1 pohon Kenanga, maka tahun depan panen karbon dari udara sebanyak 1,452,652,800 kilogram.

Kemudian, langkah ketiga menerapkan metode filtrasi pada asap-asap buangan industri dan pembangkit listrik. Contoh metodenya DIPO ISO-FILTER karya empat mahasiswa D3 Teknik Elektro Universitas Diponegoro tersebut merancang sebuah inovasi alat penyaring asap pabrik yang terdiri dari 5 tahap penyaringan meliputi filter udara, filter basah (wet filter), pengendap gravitasi, pengendap elektro statis, dan pengendap siklon. Mengurangi emisi gas buang pada pembakaran di pabrik dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan fungsi dari kelima tahap penyaringan sehingga memperoleh hasil yang signifikan dalam pengurangan polutan asap pabrik industri. Diperkirakan sekitar 60% pengurangan emisi gas buang akibat pembakaran di pabrik dapat tereduksi secara efisien.

Atau meniru India yang sukses mengurangi polusi udara menggunakan teknologi sederhana dari tembikar, yang dijuluki Verto, perangkat setinggi 5,5 meter mampu mengurangi kadar nitrogen dioksida dan partikel halus berbahaya di kawasan Sunder Nursery, New Delhi. Bangunan itu mampu menyaring 600.000 meter kubik udara sehari, setara dengan volume 273 balon udara panas .

Memaksa industri dan pembangkit agar memperbaiki standar pembuangan asapnya sesuai aturan tentu bukan perkara mudah. Hubungan antara pengusaha dan penguasa adalah hubungan simbiosis mutualisme yang (semoga) tidak mengorbankan kesehatan masyarakat banyak.

Kalaupun masyarakat banyak dianggap beban karena harus menambah investasi berupa filtrasi, jangan lupa, masyarakat yang menjadi korban itu juga pangsa pasar dari produk yang mereka produksi dengan menghasilkan polusi udara. Pilih pasar habis karena sakit atau menambah investasi? Lupakan subsidi untuk pengusaha, yang disubsidi itu asuhan atau masyarakat yang masih dan kian ringkih, bukan pengusaha yang kata dasarnya ‘usaha’.

Langkah keempat, baru terlihat setelah langkah 1, 2, dan 3 diambil. WHO menyarankan untuk mereka yang berada di lingkungan dengan kadar udara ‘tidak sehat’ sebaiknya:

  1. Menggunakan masker ketika berada di luar rumah.
  2. Menyalakan penyaring udara di dalam ruangan.
  3. Menutup pintu dan jendela.
  4. Menghindari aktivitas luar rumah.

 

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Opinipolusi udara jakartawartakita
Share20Tweet13Send

ARTIKEL TERKAIT

Cuaca badai hujan deras dengan air jatuh deras mengenai jalan aspal basah yang memantulkan cahaya langit biru-abu gelap; siluet perahu SAR oranye mengambang dekat jalan banjir jauhnya di bawah awan te

Peringatan Banjir Rob Hingga Nov 2026: Daftar Wilayah Rawan di Jakarta

27/10/2026
Tetesan hujan yang jatuh di atas genting tanah liat basah dengan latar belakang hutan hijau kabut tipis.

Cuaca Hari Ini Bandung: Prakiraan Hujan Ringan Minggu Depan

26/10/2026
A dramatic landscape view contrasting the aftermath of a magnitude 6.9 earthquake in Vanuatu with the calm and stable landscape of Indonesia, highlighting the seismic activity in Vanuatu and the relative stability in Indonesia.

Gempa M6,9 Guncang Vanuatu, Indonesia Sebagian Masih Berselimut Asap dalam 24 Jam Terakhir

24/10/2026
Gedung Pemprov DKI dengan fasad kaca modern dan emblema resmi di depannya. Langit biru cerah dengan angin ringan membawa suasana yang menyenangkan untuk Jakarta Grand Festival (JRF) dan konser Ye. Ban

Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca untuk JRF & Konser Ye

24/10/2026
Sebuah dapur modern dengan lemari dapur putih mewah dan pulau dapur besar, lengkap dengan berbagai alat rumah tangga ramah lingkungan seperti tempat kompost dan stasiun pengumpulan sampah. Ruangan ini

Panduan Memulai Gaya Hidup Zero Waste dari Dapur

24/10/2026
The main building of BMKG in Jakarta, Indonesia, with a modern glass facade and a prominent logo of a globe and wave, symbolizing meteorology, climatology, and geophysics. The interior is bright and o

BMKG Pastikan Gempa M 6,9 di China Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

23/10/2026
A weather station with a digital screen showing real-time weather updates, surrounded by a dense forest, with an overcast sky and dark clouds, symbolizing potential extreme weather conditions in Sumat

Sumut Siap Segera Diterpa Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Waspada Banjir dan Longsor

22/10/2026
Sebuah kabut tebal menghampiri desa, menciptakan suasana yang suram dan menekan. Anak-anak, berpakaian sederhana, bermain di lapangan main kecil yang berdebu. Wajah mereka tersembunyi oleh kabut, menu

Prabowo: Korporasi adalah Biang Karhutla, Ini Terorisme Lingkungan

22/10/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • A modern car dealership showroom displaying the latest Toyota Kijang Innova Zenix, with a smartphone being used to activate the vehicle's ignition, highlighting the car's advanced technology and user-

    Toyota Kijang Innova Zenix Dapat Dinyalakan dengan Smartphone, Fitur Baru Ini Meningkatkan Kenyamanan

    186 shares
    Share 74 Tweet 47
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Analisis The Economist: Mengapa Investor Mulai Menjauhi Indonesia?

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Prabowo: Korporasi adalah Biang Karhutla, Ini Terorisme Lingkungan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gempa M6,9 Guncang Vanuatu, Indonesia Sebagian Masih Berselimut Asap dalam 24 Jam Terakhir

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Iran Unveil AI-Powered Arash-3 Missile Drone With Heavy Warhead

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Sekolah Rakyat Makassar Bakal Diresmikan, Hadirkan Harapan Baru

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • FCC Larang Gadget dengan Chip HiVision Huawei, Intel Dapat Pengecualian

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 12 Daerah di Sulsel Hujan Ringan, Termasuk Makassar

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Warga Geruduk Mapolsek Makassar Protes Penggerebekan Tawuran

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.