Sabtu, 25 April 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Om Toleransi Om

by A. Burhany
25/12/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Om Toleransi Om - Arsip

rekaman raqib dan atid

Toleransi dalam ilmu-ilmu teknik yang berarti ambang batas kesalahan atau ketahanan, berbeda dengan toleransi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan bernegara.

Dalam ilmu konstruksi toleransi adalah ‘daya tahan’ atau ambang batas menerima kedaan tertentu sebelum pecah, patah atau rubuh semisal beton bertulang struktur bangunan, pola pembesian, komposisi campuran semen, dan lain-lain memiliki toleransi terhadap guncangan gempa skala tertentu, beban atau gaya vertikal atau horizontal maupun diagonal, sebelum kemudian ‘intoleran’ atau rubuh.

Toleransi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tidak sepasti struktur beton. Dalam skala pribadi, toleransi lahir dari kesadaran memandang manusia lain sebagai sesama manusia, sesama ciptaan Tuhan, dan sesama hamba Tuhan yang pasti satu, hanya menempuh jalan yang berbeda bisa karena pilihan, bisa karena lingkungan tempat lahir dan dibesarkan, dengan perspektif berbeda dalam ‘memproyeksikan’ Tuhan ke dimensi ciptaan.

Pada skala komunal, dari skala rumah tangga hingga negara dan benua, toleransi yang coba ‘dipaksakan’ melalui regulasi yang kalaupun berhasil hanya akan menciptakan ‘kerukunan palsu’ karena tak lahir dari kesadaran tapi dari koridor yang sewaktu-waktu bisa rubuh atau dirubuhkan.

Toleransi pada skala yang lebih besar dari diri sendiri hanya bisa dibangun bila dasarnya kerukunan. Dan kerukunan hanya bisa terwujud bila ada tiga hal : 1. Keadilan hukum dan Keadilan sosial; 2 Kesejahteraan; 3. Pendidikan dan kebudayaan (adab).

Melalui pendidikan dan kebudayaan, negara dan komponen masyarakat masih gagal membangun pondasi toleransi. Contoh uang kertas edsi terbaru pecahan 10.000 rupiah bergambar pahlawan nasional dari Papua yang juga bagian dari NKRI, ramai dikomentari negatif di media sosial. Anehnya banyak yang jengkel dan kesal dengan komentar yang sebagian besar melecehkan, padahal setiap hari menonton, membaca, melihat dan mendengar standarisasi kesuksesan, kecantikan dan kegantengan di berbagai media, jengkel tapi lupa selama ini mungkin masih bagian dari penyebab masyarakat menjadi dangkal dalam menilai sesuatu. Kesal, tapi masih menilai buku dari sampulnya.

Rasa kesal saja sudah termasuk sikap tidak toleran pada diri sendiri. Kita tidak akan membiarkan orang jahat masuk dan berbuat kerusakan dalam rumah kita, tapi membiarkan pikiran jahat orang lain masuk ke dalam diri kita, lalu melawannya dengan pikiran yang sama jahat. Padahal di media sosial bisa berlapis-lapis kebohongan dan kepalsuan, media di mana alter ego, kegilaan dan kebencian bawah sadar bebas lalu-lalang, menjelekkan pihak sendiri hal biasa untuk main jadi pihak teraniaya.

Tentu masih ingat kejadian viral di media sosial, hiasan Natal di sebuah hotel di Jambi yang terpaksa ditutup oleh Walikota jambi sebelum massa yang mulai berkumpul hilang akal, karena pada halaman miniatur gereja terdapat lafaz ‘Allah’ dalam huruf arab? Ternyata bentuk sebenarnya tanpa lafaz Allah, seseorang telah mengubahnya, dikonfirmasi oleh Netizen yang sempat berfoto di sana sebelum hiasan natal tersebut diubah.

Om Toleransi Om - image 1

Dua pondasi lain: Keadilan hukum, keadilan sosial; dan kesejahteraan. Terlalu banyak contoh bahwa tanpa kedua hal tersebut, kerukunan kemudian toleransi mustahil bisa tercipta. Memang ada daerah yang berhasil, tapi masih lebih banyak yang belum.

Selain pondasi toleransi berupa kerukunan yang belum terbangun, masih banyak yang menyamakan pemahaman toleransi dalam ilmu teknik dengan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan bernegara.

Sekilas memang mirip, karena setiap agama, suku dan ras memiliki ambang batas dalam berhubungan sosial dengan yang berbeda. Ada nilai-nilai yang mustahil disama-samakan.

Berusaha menaikkan ambang batas toleransi pada perbedaan menggunakan perspektif toleransi ilmu teknik, dengan menyama-nyamakan apa yang jelas-jelas berbeda hanya akan menciptakan kerukunan palsu dan rapuh, bahkan mungkin karena dorongan rasa takut dan belum siap dengan perbedaan.

Homeless and elderly people often spend the holidays alone, because they don't have families to go to. Hasan Musad, the Muslim owner of Shish restaurant in London, wants to make sure that no one spends the holiday alone this year. He wanted to reach out to those, who are in need of company and a hot meal. He proved a three course meal to those in need… absolutely free, also keeping them company so they didn't feel lonely#feedingthehomeless#feedingtheelderly#tistheseason#humanity?❤??

A photo posted by Nadia نادية (@nmiri) on Dec 24, 2016 at 10:58am PST

Kerukunan mestinya lahir dari kemampuan menerima perbedaan diri sendiri dan menerima orang lain yang berbeda. Melihat kesamaan dalam perbedaan bukan lahir dari menyama-nyamakan, tapi membesarkan skala hubungan silaturrahim. Dari perbedaan mahzab, menjadi satu agama. Dari perbedaan agama dan negara, menjadi satu bangsa dan sesama manusia.

Walaupun pada tingkat kesadaran tertentu Tuhan nyata meliputi segalanya. Tingkat dan kadar kesadaran yang belum tentu semua manusia telah berhasil meraihnya. Bila ada yang memaksakan, dengan meledek, dengan membenci atau menghujat mereka yang belum diijinkan meraih kesadaran tersebut, maka hampir pasti pelakunya hanya mengetahui ada kesadaran serupa itu, tapi belum berada dalam kesadaran bahwa Tuhan meliputi segalanya.

BACA JUGA:

AS Tebar Ranjau Darat Anti-Tank di Selatan Iran: Eskalasi Baru Perang Tak Terlihat?

Gubernur Jakarta Tegaskan Larangan Sweeping Ormas di Rumah Makan Saat Ramadan, Warga Apresiasi Toleransi

Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar Kembali Diterjunkan dalam Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

Nelayan RI Raih Penghargaan Presiden Korsel, Kisah Heroik di Balik Api

Kesempitan ruang berpikir, kebelum tahuan, dan ketidaksadaran orang lain, bagi mereka yang memiliki kesadaran sebagai sesama manusia dan sesama ciptaan tidak terlihat sebagai bahan ledekan, kesempatan naik dengan menginjak, tapi kesempatan berbagi kesadaran dan tidak melakukannya di media sosial, media yang masih terlalu jauh untuk bisa dianggap permukaan tempat berdialog yang tak hanya melibatkan aksara.

Tags: IndonesianaKemanusiaanToleransi
Share4Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Om Toleransi Om - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Om Toleransi Om - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Om Toleransi Om - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Om Toleransi Om - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Om Toleransi Om - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Om Toleransi Om - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Om Toleransi Om - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Om Toleransi Om - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Om Toleransi Om - Featured

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    589 shares
    Share 236 Tweet 147
  • Koperasi Desa Merah Putih: Ambisi Ekonomi Rakyat atau Beban Fiskal Baru?

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Stadion Barombong Makassar: Miliar Rupiah Terbengkalai Akibat Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Ancaman Baru AS: Serangan Terfokus di Selat Hormuz Jika Gencatan Senjata Gagal

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • PKL Makassar Diberdayakan: Akses Kredit Usaha Rakyat Jadi Kunci Penataan Ekonomi Baru

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Indonesia Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Modernisasi Laboratorium Karantina, Target Sejajar Negara Maju 2027

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp 50-60 Miliar di 2026, Dana Dialihkan ke Sektor Prioritas

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Indonesia Diguncang Rangkaian Gempa M5+ dalam 48 Jam, BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Jepang Timur Laut: Kronologi, Evakuasi Massal, dan Peringatan Tsunami

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pete-pete Laut Makassar: Konektivitas Baru untuk Pulau, Beroperasi Mei-Juni 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Om Toleransi Om - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Om Toleransi Om - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Om Toleransi Om - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Om Toleransi Om - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Om Toleransi Om - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Om Toleransi Om - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Om Toleransi Om - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Om Toleransi Om - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Om Toleransi Om - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Om Toleransi Om - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Om Toleransi Om - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Om Toleransi Om - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.