Rabu, 22 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Om Toleransi Om

by A. Burhany
25/12/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
rekaman raqib dan atid

rekaman raqib dan atid

Toleransi dalam ilmu-ilmu teknik yang berarti ambang batas kesalahan atau ketahanan, berbeda dengan toleransi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan bernegara.

Dalam ilmu konstruksi toleransi adalah ‘daya tahan’ atau ambang batas menerima kedaan tertentu sebelum pecah, patah atau rubuh semisal beton bertulang struktur bangunan, pola pembesian, komposisi campuran semen, dan lain-lain memiliki toleransi terhadap guncangan gempa skala tertentu, beban atau gaya vertikal atau horizontal maupun diagonal, sebelum kemudian ‘intoleran’ atau rubuh.

Toleransi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tidak sepasti struktur beton. Dalam skala pribadi, toleransi lahir dari kesadaran memandang manusia lain sebagai sesama manusia, sesama ciptaan Tuhan, dan sesama hamba Tuhan yang pasti satu, hanya menempuh jalan yang berbeda bisa karena pilihan, bisa karena lingkungan tempat lahir dan dibesarkan, dengan perspektif berbeda dalam ‘memproyeksikan’ Tuhan ke dimensi ciptaan.

Pada skala komunal, dari skala rumah tangga hingga negara dan benua, toleransi yang coba ‘dipaksakan’ melalui regulasi yang kalaupun berhasil hanya akan menciptakan ‘kerukunan palsu’ karena tak lahir dari kesadaran tapi dari koridor yang sewaktu-waktu bisa rubuh atau dirubuhkan.

Toleransi pada skala yang lebih besar dari diri sendiri hanya bisa dibangun bila dasarnya kerukunan. Dan kerukunan hanya bisa terwujud bila ada tiga hal : 1. Keadilan hukum dan Keadilan sosial; 2 Kesejahteraan; 3. Pendidikan dan kebudayaan (adab).

Melalui pendidikan dan kebudayaan, negara dan komponen masyarakat masih gagal membangun pondasi toleransi. Contoh uang kertas edsi terbaru pecahan 10.000 rupiah bergambar pahlawan nasional dari Papua yang juga bagian dari NKRI, ramai dikomentari negatif di media sosial. Anehnya banyak yang jengkel dan kesal dengan komentar yang sebagian besar melecehkan, padahal setiap hari menonton, membaca, melihat dan mendengar standarisasi kesuksesan, kecantikan dan kegantengan di berbagai media, jengkel tapi lupa selama ini mungkin masih bagian dari penyebab masyarakat menjadi dangkal dalam menilai sesuatu. Kesal, tapi masih menilai buku dari sampulnya.

Rasa kesal saja sudah termasuk sikap tidak toleran pada diri sendiri. Kita tidak akan membiarkan orang jahat masuk dan berbuat kerusakan dalam rumah kita, tapi membiarkan pikiran jahat orang lain masuk ke dalam diri kita, lalu melawannya dengan pikiran yang sama jahat. Padahal di media sosial bisa berlapis-lapis kebohongan dan kepalsuan, media di mana alter ego, kegilaan dan kebencian bawah sadar bebas lalu-lalang, menjelekkan pihak sendiri hal biasa untuk main jadi pihak teraniaya.

Tentu masih ingat kejadian viral di media sosial, hiasan Natal di sebuah hotel di Jambi yang terpaksa ditutup oleh Walikota jambi sebelum massa yang mulai berkumpul hilang akal, karena pada halaman miniatur gereja terdapat lafaz ‘Allah’ dalam huruf arab? Ternyata bentuk sebenarnya tanpa lafaz Allah, seseorang telah mengubahnya, dikonfirmasi oleh Netizen yang sempat berfoto di sana sebelum hiasan natal tersebut diubah.

Om Toleransi Om - image 1

Dua pondasi lain: Keadilan hukum, keadilan sosial; dan kesejahteraan. Terlalu banyak contoh bahwa tanpa kedua hal tersebut, kerukunan kemudian toleransi mustahil bisa tercipta. Memang ada daerah yang berhasil, tapi masih lebih banyak yang belum.

Selain pondasi toleransi berupa kerukunan yang belum terbangun, masih banyak yang menyamakan pemahaman toleransi dalam ilmu teknik dengan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan bernegara.

Sekilas memang mirip, karena setiap agama, suku dan ras memiliki ambang batas dalam berhubungan sosial dengan yang berbeda. Ada nilai-nilai yang mustahil disama-samakan.

Berusaha menaikkan ambang batas toleransi pada perbedaan menggunakan perspektif toleransi ilmu teknik, dengan menyama-nyamakan apa yang jelas-jelas berbeda hanya akan menciptakan kerukunan palsu dan rapuh, bahkan mungkin karena dorongan rasa takut dan belum siap dengan perbedaan.

Homeless and elderly people often spend the holidays alone, because they don't have families to go to. Hasan Musad, the Muslim owner of Shish restaurant in London, wants to make sure that no one spends the holiday alone this year. He wanted to reach out to those, who are in need of company and a hot meal. He proved a three course meal to those in need… absolutely free, also keeping them company so they didn't feel lonely#feedingthehomeless#feedingtheelderly#tistheseason#humanity?❤??

A photo posted by Nadia نادية (@nmiri) on Dec 24, 2016 at 10:58am PST

Kerukunan mestinya lahir dari kemampuan menerima perbedaan diri sendiri dan menerima orang lain yang berbeda. Melihat kesamaan dalam perbedaan bukan lahir dari menyama-nyamakan, tapi membesarkan skala hubungan silaturrahim. Dari perbedaan mahzab, menjadi satu agama. Dari perbedaan agama dan negara, menjadi satu bangsa dan sesama manusia.

Walaupun pada tingkat kesadaran tertentu Tuhan nyata meliputi segalanya. Tingkat dan kadar kesadaran yang belum tentu semua manusia telah berhasil meraihnya. Bila ada yang memaksakan, dengan meledek, dengan membenci atau menghujat mereka yang belum diijinkan meraih kesadaran tersebut, maka hampir pasti pelakunya hanya mengetahui ada kesadaran serupa itu, tapi belum berada dalam kesadaran bahwa Tuhan meliputi segalanya.

BACA JUGA:

Bagaimana Norwegia ‘Menampar’ FIFA dengan Diplomasi Keberanian di Panggung Global

Makassar Matangkan “Kampung Redam”: Tiga Kelurahan Jadi Percontohan Dialog dan Toleransi Warga

Semangat Idul Adha Lintas Iman: Gereja Katedral Jakarta Sumbangkan Sapi Kurban ke Masjid Istiqlal

AS Tebar Ranjau Darat Anti-Tank di Selatan Iran: Eskalasi Baru Perang Tak Terlihat?

Gubernur Jakarta Tegaskan Larangan Sweeping Ormas di Rumah Makan Saat Ramadan, Warga Apresiasi Toleransi

Kesempitan ruang berpikir, kebelum tahuan, dan ketidaksadaran orang lain, bagi mereka yang memiliki kesadaran sebagai sesama manusia dan sesama ciptaan tidak terlihat sebagai bahan ledekan, kesempatan naik dengan menginjak, tapi kesempatan berbagi kesadaran dan tidak melakukannya di media sosial, media yang masih terlalu jauh untuk bisa dianggap permukaan tempat berdialog yang tak hanya melibatkan aksara.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: IndonesianaKemanusiaanToleransi
Share4Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • featured 1_tn1

    Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • 7 Ide Potongan Rambut Pria dengan Aksen Garis (Line Up) Keren

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • PTUN Bandung Perintahkan Gubernur Jabar Pecat Bupati Bogor, Ada Apa?

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Toyota New Hilux Hadir Lebih Gahar: Mesin 1GD 2.8L Ungguli Generasi Sebelumnya, Siap Taklukkan Medan Sulsel

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 5 Rekomendasi Potongan Rambut Pria saat Melamar Kerja, Rapi, Simpel dan Stylish

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Agen Subsidi Desa Tetap Aman: Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Utama Barang Subsidi dan Bantuan Pemerintah

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Toyota Luncurkan New Hilux di Palopo

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.