Rabu, 14 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Om Toleransi Om

by A. Burhany
25/12/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
rekaman raqib dan atid

rekaman raqib dan atid

BACA JUGA:

Prioritas Kesehatan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan

Wali Kota Makassar: Keberagaman Adalah Kekuatan Pemersatu, Bukan Sekat

Bagaimana Norwegia ‘Menampar’ FIFA dengan Diplomasi Keberanian di Panggung Global

Makassar Matangkan “Kampung Redam”: Tiga Kelurahan Jadi Percontohan Dialog dan Toleransi Warga

Semangat Idul Adha Lintas Iman: Gereja Katedral Jakarta Sumbangkan Sapi Kurban ke Masjid Istiqlal

Toleransi dalam ilmu-ilmu teknik yang berarti ambang batas kesalahan atau ketahanan, berbeda dengan toleransi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan bernegara.

Dalam ilmu konstruksi toleransi adalah ‘daya tahan’ atau ambang batas menerima kedaan tertentu sebelum pecah, patah atau rubuh semisal beton bertulang struktur bangunan, pola pembesian, komposisi campuran semen, dan lain-lain memiliki toleransi terhadap guncangan gempa skala tertentu, beban atau gaya vertikal atau horizontal maupun diagonal, sebelum kemudian ‘intoleran’ atau rubuh.

Toleransi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tidak sepasti struktur beton. Dalam skala pribadi, toleransi lahir dari kesadaran memandang manusia lain sebagai sesama manusia, sesama ciptaan Tuhan, dan sesama hamba Tuhan yang pasti satu, hanya menempuh jalan yang berbeda bisa karena pilihan, bisa karena lingkungan tempat lahir dan dibesarkan, dengan perspektif berbeda dalam ‘memproyeksikan’ Tuhan ke dimensi ciptaan.

Pada skala komunal, dari skala rumah tangga hingga negara dan benua, toleransi yang coba ‘dipaksakan’ melalui regulasi yang kalaupun berhasil hanya akan menciptakan ‘kerukunan palsu’ karena tak lahir dari kesadaran tapi dari koridor yang sewaktu-waktu bisa rubuh atau dirubuhkan.

Toleransi pada skala yang lebih besar dari diri sendiri hanya bisa dibangun bila dasarnya kerukunan. Dan kerukunan hanya bisa terwujud bila ada tiga hal : 1. Keadilan hukum dan Keadilan sosial; 2 Kesejahteraan; 3. Pendidikan dan kebudayaan (adab).

Melalui pendidikan dan kebudayaan, negara dan komponen masyarakat masih gagal membangun pondasi toleransi. Contoh uang kertas edsi terbaru pecahan 10.000 rupiah bergambar pahlawan nasional dari Papua yang juga bagian dari NKRI, ramai dikomentari negatif di media sosial. Anehnya banyak yang jengkel dan kesal dengan komentar yang sebagian besar melecehkan, padahal setiap hari menonton, membaca, melihat dan mendengar standarisasi kesuksesan, kecantikan dan kegantengan di berbagai media, jengkel tapi lupa selama ini mungkin masih bagian dari penyebab masyarakat menjadi dangkal dalam menilai sesuatu. Kesal, tapi masih menilai buku dari sampulnya.

Rasa kesal saja sudah termasuk sikap tidak toleran pada diri sendiri. Kita tidak akan membiarkan orang jahat masuk dan berbuat kerusakan dalam rumah kita, tapi membiarkan pikiran jahat orang lain masuk ke dalam diri kita, lalu melawannya dengan pikiran yang sama jahat. Padahal di media sosial bisa berlapis-lapis kebohongan dan kepalsuan, media di mana alter ego, kegilaan dan kebencian bawah sadar bebas lalu-lalang, menjelekkan pihak sendiri hal biasa untuk main jadi pihak teraniaya.

Tentu masih ingat kejadian viral di media sosial, hiasan Natal di sebuah hotel di Jambi yang terpaksa ditutup oleh Walikota jambi sebelum massa yang mulai berkumpul hilang akal, karena pada halaman miniatur gereja terdapat lafaz ‘Allah’ dalam huruf arab? Ternyata bentuk sebenarnya tanpa lafaz Allah, seseorang telah mengubahnya, dikonfirmasi oleh Netizen yang sempat berfoto di sana sebelum hiasan natal tersebut diubah.

Om Toleransi Om - image 1

Dua pondasi lain: Keadilan hukum, keadilan sosial; dan kesejahteraan. Terlalu banyak contoh bahwa tanpa kedua hal tersebut, kerukunan kemudian toleransi mustahil bisa tercipta. Memang ada daerah yang berhasil, tapi masih lebih banyak yang belum.

Selain pondasi toleransi berupa kerukunan yang belum terbangun, masih banyak yang menyamakan pemahaman toleransi dalam ilmu teknik dengan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan bernegara.

Sekilas memang mirip, karena setiap agama, suku dan ras memiliki ambang batas dalam berhubungan sosial dengan yang berbeda. Ada nilai-nilai yang mustahil disama-samakan.

Berusaha menaikkan ambang batas toleransi pada perbedaan menggunakan perspektif toleransi ilmu teknik, dengan menyama-nyamakan apa yang jelas-jelas berbeda hanya akan menciptakan kerukunan palsu dan rapuh, bahkan mungkin karena dorongan rasa takut dan belum siap dengan perbedaan.

Homeless and elderly people often spend the holidays alone, because they don't have families to go to. Hasan Musad, the Muslim owner of Shish restaurant in London, wants to make sure that no one spends the holiday alone this year. He wanted to reach out to those, who are in need of company and a hot meal. He proved a three course meal to those in need… absolutely free, also keeping them company so they didn't feel lonely#feedingthehomeless#feedingtheelderly#tistheseason#humanity?❤??

A photo posted by Nadia نادية (@nmiri) on Dec 24, 2016 at 10:58am PST

Kerukunan mestinya lahir dari kemampuan menerima perbedaan diri sendiri dan menerima orang lain yang berbeda. Melihat kesamaan dalam perbedaan bukan lahir dari menyama-nyamakan, tapi membesarkan skala hubungan silaturrahim. Dari perbedaan mahzab, menjadi satu agama. Dari perbedaan agama dan negara, menjadi satu bangsa dan sesama manusia.

Walaupun pada tingkat kesadaran tertentu Tuhan nyata meliputi segalanya. Tingkat dan kadar kesadaran yang belum tentu semua manusia telah berhasil meraihnya. Bila ada yang memaksakan, dengan meledek, dengan membenci atau menghujat mereka yang belum diijinkan meraih kesadaran tersebut, maka hampir pasti pelakunya hanya mengetahui ada kesadaran serupa itu, tapi belum berada dalam kesadaran bahwa Tuhan meliputi segalanya.

Kesempitan ruang berpikir, kebelum tahuan, dan ketidaksadaran orang lain, bagi mereka yang memiliki kesadaran sebagai sesama manusia dan sesama ciptaan tidak terlihat sebagai bahan ledekan, kesempatan naik dengan menginjak, tapi kesempatan berbagi kesadaran dan tidak melakukannya di media sosial, media yang masih terlalu jauh untuk bisa dianggap permukaan tempat berdialog yang tak hanya melibatkan aksara.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: IndonesianaKemanusiaanToleransi
Share4Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Om Toleransi Om - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Om Toleransi Om - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Om Toleransi Om - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Om Toleransi Om - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Om Toleransi Om - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Om Toleransi Om - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Om Toleransi Om - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Om Toleransi Om - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Om Toleransi Om - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    501 shares
    Share 200 Tweet 125
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Bos Rongsok Dianiaya, Uang Rp100 Juta Raib

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ribuan Warga Mataram Sambut Meriah Bintang MotoGP dalam Riders Parade

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.